Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 266. Sesal Zayn


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Zayn berjalan keluar dari kelas bersama teman-temannya, Zayn heran karena dia tidak melihat Zahwa keluar dari kelasnya yang tepat di kelas sebelah.


Dia anak-anak lain keluar dari sana, tapi dia tidak melihat adiknya. Biasanya jika pulang duluan setelah selesai menjawab soal matematika, Zahwa selalu menunggu kakaknya di depan kelas. "Zahwa kemana ya? Aku lihat teman-temannya sudah pada pulang." Gumam Zayn bingung tidak melihat saudaranya disana.


Kemudian Zayn bertanya pada teman-teman sekelas Zahwa, dia menanyakan apakah mereka Zahwa? Teman-temannya menjawab bahwa mereka tidak melihat Zahwa setelah anak itu pulang duluan.


"Zahwa pulang duluan?"Zayn bingung. "Mungkin Zahwa ada didepan sekolah," pikirnya positif.


Zayn berjalan menuju ke luar gerbang sekolah, dia melihat ada kerumunan orang-orang disana. Zayn bertanya-tanya ada apa di sana, bahkan ada guru dan pria berseragam polisi disana.


"Tenang saja Bu, pihak kami sedang melakukan pencarian!" Ujar anggota kepolisian itu pada wanita berseragam guru.


"Saya tetap merasa cemas pak, bagaimana jika anak didik saya di apa-apakan oleh orang gila itu?" kata Bu Melati panik, dia adalah wali kelas Zahwa di kelas bintang TK B.


"Ibu, lebih baik ibu beritahu orang tuanya saja," kata salah satu orang tua murid yang menjemput anaknya, menyarankan.


"Astagfirullahaladzim, saya hampir lupa!" Bu Melati mengambil ponsel yang ada didalam saku bajunya. Dia terlihat sedang menghubungi seseorang dengan panik.


Zayn awalnya cuek-cuek saja melihat kepanikan semua orang disana, dia hanya fokus mencari adiknya yang tidak terlihat batang hidungnya dari tadi. Sampai dua orang teman sekelas Zahwa yang bernama Arya dan Yudha menghampiri Zayn. "Zayn! Kamu ada disini?"


"Iya," jawab Zayn dingin seperti biasanya, mata Zayn menatap kemana-mana.


"Kenapa kamu gak cari Zahwa?" tanya Arya pada Zayn.


"Ini aku lagi cari Zahwa, awas aja kalau dia ketemu...huh!" Gerutu Zayn geram tak menemukan Zahwa.


Arya dan Yudha saling melirik, kening mereka berkerut. Zayn bertanya kenapa Arya dan Yudha seperti itu? Arya menjawab bahwa Zahwa juga sedang dicari oleh polisi.


"Hah? Sama polisi? Kenapa Zahwa di cari polisi?" Zayn mengerutkan kening dan tak tahu apa-apa dengan apa yang dimaksud.


"Zayn, kamu gak tau? Zahwa kan dibawa sama orang gila, dia diculik orang gila."

__ADS_1


Kedua mata Zayn terbuka lebar saat mendengar ucapan Yudha tentang Zahwa yang di culik. "Heh! Apa maksud kamu? Zahwa dibawa orang gila bagaimana?!" suara Zayn meninggi, jantungnya berdebar-debar panik.


"Iya, tadi di depan sekolah ada orang tua murid yang lihat kalau Zahwa di bawa sama orang gila! Terus Bu guru sama anak-anak yang lain datang dan Bu guru lapor polisi."


"Apa?!! Zahwa!" Teriak Zayn cemas pada adiknya. Rupanya walau sedang kesal dia masih punya rasa cemas pada saudara kembarnya itu.


****


Di dalam mobil, Amayra dan Muin sedang dalam perjalanan menuju ke sekolah Zahwa dan Zayn. Dia sedang izin keluar dari sekolah tempatnya mengajar karena dia harus menjemput Zayn dan Zahwa, sebab Satria tidak bisa melakukannya dia ada operasi mendadak.


"Maaf ya pak Muin, saya ngerepotin."


"Gak apa-apa non, ini sudah tugas saya. Kebetulan saya kan nganggur non, hehe." Muin tersenyum sambil menyetir mobil


"Sekali lagi makasih ya pak," kata Amayra berterimakasih.


Duh, semoga deh aku gak telat jemputnya.


Muin memberangkatkan mobilnya di pinggir jalan yang tak jauh dari TK tempat Zahwa dan Zayn. "Loh, kenapa berhenti disini pak? TK nya masih didepan?" Amayra heran kenapa Muin berhenti disana dan bukan didepan sekolah.


"Polisi?" fokus Amayra pada kata polisi disana, dia pun melihat memang ada mobil polisi dan kerumuman orang disana yang terdiri dari guru, orang tua murid mungkin dan juga siswa-siswi TK lainnya. Amayra melihat wajah mereka yang resah.


Wanita itu pun keluar dari mobilnya, dia penasaran dengan apa yang terjadi disana sekalian menjemput anaknya. Alangkah terkejutnya Amayra saat dia melihat Zayn menangis di tengah-tengah kerumunan itu sambil memegang tas berwarna orange dengan gambar Nemo ditengahnya.


"Zayn, kamu kenapa nak?" Wanita itu menghampiri anaknya dengan cemas.


Belum pernah aku melihat Zayn menangis sampai seperti ini? Dia seperti kesakitan.


"Huhuuu....mama, mama." Anak itu memeluk Amayra sambil menangis.


"Kamu kenapa nak? Ini tas Zahwa, kan? Zahwa dimana?" Amayra menenangkan anaknya dan menepuk-nepuk punggung kecilnya.


"Bu Amayra, saya baru saja menelpon ibu...rupanya ibu sudah datang." Bu Melati menyapa Amayra , keningnya berkerut dan matanya tampak cemas.

__ADS_1


"Ada apa Bu Melati? Apa terjadi sesuatu pada anak saya? Ibu tau kenapa Zayn menangis?" lontaran pertanyaan terburu-buru menanyai Bu Melati.


"Bu Amayra...Zayn menangisi Zahwa. Zahwa adiknya diculik oleh orang gila," jelas Bu Melati pada Amayra yang sontak membuat ibu dari dua anak itu terkejut.


"APA? Anak saya diculik?" Mata Amayra membulat, dia kaget.


Innalilahi, Zahwa...


"Mama, ini salah Zayn...Zayn bilang sama Zahwa biar Zahwa hilang, ini salah Zayn." Sesal anak itu telah mengatakan hal yang tidak-tidak pada adiknya sebelum adiknya hilang dibawa orang gila. "Benar kata mama, ucapan itu doa...harusnya aku gak ngomong gitu sama Zahwa...hiks... Zahwa jadi ilang..hiks.. huhuuu." Zayn menangis menyalahkan dirinya atas hilangnya Zahwa.


Amayra tertegun, dia menelan ludah dan dia mengkhawatirkan anak gadisnya itu.


*****


Sementara itu Zahwa memang dibawa orang gila, tapi dia baik-baik saja. Dia berada di sebuah rumah tua yang letaknya lumayan jauh dari sekolahnya.


"Nak, kamu nurut ya sama bapak! Jangan kabur-kabur lagi. Jangan tinggalkan bapak ya?" Pria berpakaian lusuh dan memakai topi itu memeluk Zahwa sambil menangis.


Bapak ini jahat apa baik ya? Coba deh aku tes dia. Zahwa mencoba berusaha tenang meski dia sedang diculik.


"Iya pak, Zahwa gak akan tinggalin bapak!" Zahwa tersenyum pada bapak itu.


"Siapa Zahwa? Nama kamu bukan Zahwa, tapi Tiara! Kamu Tiara!" Seru bapak itu membentak Zahwa, matanya melotot menatap gadis kecil itu.


"I-iya pak, aku Tiara. Pak, Tiara lapar... Tiara mau makan?" pinta Zahwa sambil memegang perutnya, dia memang lapar beneran.


"Baiklah nak, bapak akan bawakan makanan untuk kamu...kamu tunggu disini ya?" bapak itu tersenyum, dia pun beranjak dari sana dan pergi keluar dari rumah. Tak lupa dia mengunci Zahwa dari luar.


"Bapak itu, dia sebentar-sebentar baik...dan sebentar-sebentar jahat, apa dia gila? Kata papa orang seperti itu mentalnya terganggu. Apa dia kayak gitu karena di tinggal anaknya ya? Ah...aku gak boleh diam saja, aku harus cari jalan keluar dari sini, pasti kak Zayn, mama dan papa mencariku." Zahwa berdiri, dia mulai mencari jalan keluar dari sana. Mencari setiap jendela atau celah yang bisa menjadi jalan keluar.


Ya, Zahwa memang tidak jenius seperti kakaknya Zayn, tapi dia cerdik dan punya banyak ide kreatif. Dia yang heboh, bisa tenang juga dalam menghadapai keadaan.


"Tapi, kalau aku kembali...apa kak Zayn akan senang? Apa mereka menang mencariku atau tidak?" Gumam Zahwa sedih teringat kakaknya yang marah dan kedua orang tuanya yang bertengkar karena dia.

__ADS_1


...****...


__ADS_2