Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 43. Ada apa dengan Bram?


__ADS_3

Author mau double up kalau like nya sampe 100, komen 30 🤭🤭


...🍂🍂🍂...


Ayah? Itu pasti Satria, kan?


Bram berdiri mematung di depan pintu kamar Amayra. Dia menatap wanita yang sedang tiduran di ranjang nya sendirian. Hati nya terhenyak mendengar Amayra bicara dengan nyawa yang berada di perutnya, membicarakan kata ayah yang sudah jelas diperuntukkan untuk Satria.


Sial! Mengapa aku sangat kesal? Aku sudah punya Alexis, kenapa aku terus saja seperti ini? Perasaan apa ini?


Di belakang ada Bram ada Nilam yang memperhatikan nya. Nilam merasakan adanya ancaman dari tatapan aneh Bram pada Amayra. Nilam bertanya-tanya dalam hatinya, apa arti tatapan Bram pada Amayra? Nilam menelan pertanyaan itu di dalam hatinya, dia takut pertanyaan nya malah mengundang Bram mengatakan sesuatu yang tidak ingin dia dengar.


"Bram, kamu baru pulang kan? Ayo makan malam dulu nak," Nilam mengajak anaknya makan malam dengan perhatian dan penuh kasih sayang.


"I-iya ma, Bram mau mandi dulu." jawab Bram yang tiba-tiba menjadi gugup tanpa sebab.


Bram pergi ke kamarnya yang berada di lantai atas. Sementara Nilam melihat menantunya dengan tatapan tidak senang, dia bersumpah dalam hatinya bahwa ia tidak akan membiarkan Bram bersama dengan Amayra. Menantu yang dia setujui hanya Alexis saja, dia tidak ingin punya menantu anak tukang sampah.


KLAK


"Heh!" Nilam tiba-tiba masuk ke kamar Amayra tanpa mengetuk pintu atau mengucap permisi.


Amayra terkejut dan langsung beranjak dari tempat tidurnya, "Waalaikumsalam ma,"


"Kamu menyindir ku ya?"Nilam berkata sinis seperti biasa nya.


"Maaf ma, saya kira mama mengucapkan salam." Pikiran Amayra sedang tidak fokus, dia mengira kalau Nilam mengucapkan salam.


"Sudahlah, lupakan! Kamu gak ada kerjaan kan?" tanya Nilam dengan tangan yang ditaruh di pinggang, gayanya sinis dan sarkastik.


"Iya ma, saya baru saja shalat isya dan mau tidur." jawab Amayra sopan.


"Daritadi kamu tidur terus kan? Kamu bisa bantu saya sebentar?" tanya Nilam dengan menaikkan alisnya.

__ADS_1


"Insyaallah bisa ma, mama mau minta bantuan apa?" tanya Amayra sambil menundukkan kepalanya di depan orang yang lebih tua darinya.


"Tolong buatkan cemilan yang selalu kamu buat setiap pagi itu!" Ujar wanita paruh baya itu pada Amayra.


"Baik ma, saya akan buatkan esok pagi." jawab Amayra.


"Sekarang lah! Dasar bodoh!" Bentaknya pada Amayra.


"Sekarang, ma?" tanya Amayra heran.


Tanpa bicara banyak, Amayra langsung melaksanakan tugas dari ibu mertuanya. Dia membuat adonan kue yang selalu dia buat pagi hari untuk dijual ke toko Bu Melati. Entah dalam rangka apa Amayra diminta membuat kue itu malam-malam.


Seperti biasa, dia dibantu oleh Dewi. Ketika Satria dan Cakra tidak ada di rumah, Nilam selalu memperlakukan nya dengan buruk dan mencari masalah dengan nya. Selalu ada Dewi dan Anna yang membantunya. Amayra merasa bersyukur, karena masih banyak orang yang baik padanya.


Anna yang baru saja selesai belajar untuk ujian, mencium harum makanan di lantai bawah yang membuat nya berselera. "Gak salah lagi, pasti Amayra atau bi Dewi lagi masak nih," Anna menebak-nebak bau makanan yang terasa lezat itu berasal dari dapur rumahnya dan dibuat oleh Amayra atau bi Dewi.


Anna turun ke lantai bawah, sebelum melewati dapur dia melihat neneknya sedang bersama Alexis, wanita yang sangat tidak disukai nya. Wajah Anna langsung berubah ketika melihat Alexis, tunangan om nya itu. Anna turun tangga dengan malas, dia berjalan melewati Alexis begitu saja.


"Anna! Sini dong, aku bawakan sesuatu buat kamu!" Alexis memanggil Anna dengan ramah, bahkan sampai melambaikan tangannya pada keponakan tunangan nya itu.


Sialan tuh bocah! Kalau bukan keponakan nya Bram, aku pasti sudah menghabisinya! Alexis menahan kekesalan nya pada Anna di dalam hati.


"Anna! Kamu gak boleh gitu dong, ada tamu disini bukannya disapa malah kaya gitu," ucap Oma nya kepada Anna.


Gadis itu membalikkan badannya, dia menoleh ke arah Alexis dan Nilam yang sedang duduk di kursi ruang tengah. "Maaf Oma, aku gak lihat ada tamu!" Anna tersenyum sinis pada Alexis.


"Gak apa-apa kok, sekarang kan kamu udah lihat tante. Kamu bisa kesini dulu gak? Tante punya sesuatu buat kamu, Anna." Alexis berusaha memainkan mulut manisnya selembut mungkin di depan calon ibu mertuanya dan Anna.


Sialan! Berani nya dia menganggap ku tidak kasat mata. Sabar Alexis, ketika kamu menikah dengan Bram. Orang pertama yang kamu singkirkan adalah dia.


Anna berjalan mendekati Alexis dan Nilam karena permintaan Nilam, walaupun dia malas melakukan nya. Alexis memberikan hadiah pada Anna dari Paris, Anna terpaksa menerima nya karena Nilam.


Mau seperti apapun Alexis bicara lembut padanya, Anna sudah tau kalau niat Alexis tidak baik pada keluarga nya terutama om nya. Setelah menerima hadiah itu, Anna hendak pergi ke dapur. Namun, begitu melihat Amayra membawa nampan ditangannya. Membuat Anna langsung menghampiri Amayra dan membantunya membawakan cemilan itu.

__ADS_1


"May, kamu gak boleh bawa yang berat-berat. Kamu lupa ya kata dokter? Om Satria udah bilang lho sama aku, kalau kamu harusnya bedrest. Lalu apa yang kamu lakukan saat ini?" tanya Anna sambil meletakkan nampan berisi cemilan itu di meja. Dimana tempat Alexis dan Nilam sedang duduk santai disana.


Nilam dan Alexis mendelik sinis ke arah Amayra, Amayra hanya tersenyum sabar menanggapi nya.


"Aku udah gak apa-apa kok An, aku lagi pengen makan cemilan. Sekalian saja aku buat cemilan untuk semuanya." Amayra terpaksa berbohong dengan senyuman.


Ya Allah, maafkan kebohongan hamba ini.


Anna sudah tau kalau Oma nya mempersulit Amayra. Anna pun angkat bicara, dia meminta Oma nya untuk membiarkan Amayra beristirahat karena dia baru saja hampir keguguran. Tidak terima dengan teguran dan nasihat Anna, Nilam malah balik marah dengan nasehat cucunya itu, saking marahnya dia melayangkan tangannya pada Anna.


"Kamu ini sudah keterlaluan ya Anna! Berani ya kamu ngajarin Oma! Kamu menang harus dikasih pelajaran supaya tidak ngelunjak sama orang yang lebih tua!" Nilam emosi dan melayangkan tangannya. Sementara Alexis diam-diam tersenyum tipis melihatnya.


PLAK!


Amayra melindungi Anna dari tamparan Nilam, Anna terkejut karena Amayra sudah berada di depannya. "OMA!!" Teriak Anna marah,sambil memegang tubuh Amayra dengan kedua tangannya.


"Ada apa ini?" tanya Bram yang baru saja turun dari tangga. Dia mendengar keributan di ruang tengah, pria itu berjalan mendekati Amayra dan Anna.


"May, kamu gak apa-apa kan?" tanya Anna cemas sambil melihat pipi Amayra yang sedikit bengkak dan merah.


"Aku gak apa-apa kok An." Amayra menjawab sambil tersenyum, dia memegang pipinya.


"Gak apa-apa gimana! Pipi kamu merah gini." Anna terlihat cemas pada Amayra yang selalu bilang baik-baik saja. Dia menatap kesal ke arah Nilam.


Bram melihat Amayra yang hampir menangis, pandangan nya tertuju pada pipi sebelah kanan yang merah dan bengkak. "Apa yang terjadi? Kenapa.." Bram memegang dagu Amayra, dia menatap wanita itu dengan cemas dan membuat semua orang yang berada disana terkejut oleh sikap Bram, termasuk Amayra.


"Kenapa pipinya bisa bengkak seperti ini?" tanya Bram membuat semua orang terpana untuk kesekian kalinya.


Tangan Bram mendongakkan kepala Amayra, dia menatap wanita berkerudung merah itu dengan tatapan aneh.


Ada apa dengan Bram? Kenapa dia seperti ini? Alexis terlihat geram melihat tunangan nya memperhatikan wanita lain di depannya seolah peduli.


...---***---...

__ADS_1


Sambil nunggu up kesini dulu ya😍😍 ceritanya bagus banget lho 😍🤭😘



__ADS_2