
Bijak dalam membaca ya, 🤭 WARNING!
...****...
.
.
"Waalaikumsalam kak,"
"Ada apa? Apa kamu masih sempat menelponku disaat-saat seperti ini?" Tanya Bram sambil tersenyum.
"Tadinya aku tidak mau menelpon kakak, tapi Mayra memaksa. Dia ingin melihat Rey dulu," ucap Satria pada Bram.
"Bilang padanya jangan khawatir, Rey baik-baik saja. Kalian pergi saja ke kamar hotel yang sudah aku pesankan. Bersenang-senanglah disana,"jelas Bram sambil tersenyum. Disampingnya Diana juga ikut tersenyum.
"Terimakasih banyak kak. Aku pasti akan bersenang-senang tapi Amayra ingin melihat Rey lebih dulu, hatinya tidak tenang."
"Ya ampun, baiklah...aku akan kirimkan fotonya ya," jawab Bram sambil tersenyum. "Oh ya Sat, selamat ulang tahun pernikahan..." ucap Bram.
"Makasih banyak kak," jawab Satria pada kakaknya.
Takdir Tuhan memang tidak terduga, Amayra yang di perkosa dan hamil oleh Bram. Ditinggalkan olehnya, malah terpaksa menikah dengan adiknya Satria. Awalnya tidak ada perasaan satu sama lain, hingga akhirnya Amayra jatuh cinta lebih dulu pada suaminya yang selalu cuek dan dingin itu.
Perlahan-lahan Satria mulai perhatian pada Amayra yang saat itu sedang hamil anak kakaknya. Dia juga mulai terpesona dengan Amayra, kecantikan hatinya, Sholehah dan selalu tersenyum didalam kesedihannya. Membuat Satria jatuh cinta. Satria melindungi Amayra dan bayinya, meski bayi yang dikandung istrinya bukanlah bayinya melainkan anak kakak tirinya.
Berawal dari terpaksa menikah, kini mereka menjadi suami istri yang saling mencintai untuk membangun keluarga yang sakinah, mawadah warahmah.
...****...
Setalah sambungan telepon terputus, Bram langsung mengirimkan foto Rey yang sedang tidur pada Satria. "Nih, Rey baik-baik saja.." Satria menunjukkan pada Amayra foto-foto Rey yang dikirimkan Bram padanya.
Amayra melihat ponsel suaminya, "Alhamdulilah Rey terlihat tenang....tidurnya juga sepertinya pulas."
Ting!
Tak sengaja Amayra melihat pesan masuk ke ponsel suaminya.
__ADS_1
..."Satria...sampai besok siang santailah dengan istrimu. Jangan khawatir pada Rey, banyak yang menjaganya disini. Bersenang-senanglah, jangan lupa kado honeymoonnya. Aku harap secepatnya mendengar kabar baik dari kalian. Sekali lagi selamat ulang tahun pernikahan ya❤️ Dariku dan Diana,"...
Ting!
..."Oh ya satu lagi, hadiah ulang tahun pernikahan kalian ada di kamar hotel. Pastikan Amayra memastikannya, di kotak merah itu dari Diana!"...
Mata Amayra membulat melihat melihat isi pesan itu, dia pun akhirnya tersenyum sendiri dengan pipi merona.
"Ini Mas, maaf aku gak sengaja baca pesannya." Ucap Amayra sambil menyerahkan ponsel Satria pada pemiliknya.
Satria tersenyum melihat isi pesan itu, "Gak apa-apa, kamu sekarang tenang kan? Rey baik-baik saja.. jadi gimana kalau kita pergi jalan-jalan dulu." Ajak Satria pada istrinya. "Kita honeymoon sehari,"
"Iya, ayo Mas.." Amayra tersenyum, dia setuju dengan ajakan suaminya. Memang sudah lama sejak Amayra melahirkan, dia tidak bisa berduaan saja dengan Satria.
Kali ini mereka punya waktu satu hari untuk bersama layaknya seperti pasangan yang baru honeymoon. Hari itu Amayra dan Satria menghabiskan waktu berdua mereka jalan-jalan ke tempat yang ingin Amayra kunjungi bersama Satria.
Pertama-tama mereka pergi ke dunia bawah laut, impian Amayra yang sejak dulu ingin pergi kesana. Satria mengabulkan permintaan Amayra itu. Mereka jalan bersama-sama disana.
"Woah! Ini benar-benar indah, seperti ada yang difilm film drama Korea!" Amayra melihat ikan-ikan yang berada di dunia bawah air. "Ah... nanti aku ajak Rey kesini kalau dia sudah agak besar, pasti dia akan senang! Ya kan, Mas kita ajak Rey kesini nanti?" Kata wanita itu bersemangat.
Satria melihat kebahagiaan terpancar di wajah istrinya. "Ya, mari kita pergi bertiga dengan Rey. Tapi hari ini kita berduaan dulu ya," ucap Satria sambil menggenggam tangan istrinya.
Ini persis seperti kencan yang ada di film film. Ternyata mengalaminya secara langsung sangat menyenangkan.
Sore itu setelah selesai berjalan-jalan ke dua tempat sekaligus. Amayra dan Satria pergi ke hotel bintang lima yang akan menjadi tempat peristirahatan mereka. Mereka sampai di sebuah kamar mewah dengan view yang indah. Setelah shalat isya berjamaah dan makan malam, mereka berdua melihat pemandangan dari kaca jendela hotel itu.
"Woah.. ada kolam renang juga di dalam kamar, menakjubkan!" Amayra takjub melihat ada kolam renang di dalam kamarnya.
Tiba-tiba Satria memeluk istrinya dari belakang, satu tangannya membuka hijab istrinya, kemudian bibirnya mencium leher sang istri.
"Aahhh.. Mas," Amayra menggelinjang kegelian dengan ciuman dari bibir panas suaminya itu.
"May, mari kita coba di kolam renang?" Ajak Satria pada istrinya.
"Gak mau! Dingin!" Amayra langsung menolaknya. "Dan tempatnya terbuka," ucap Amayra pada suaminya.
"Sayang, gak akan ada yang kesini selain kita. Kamar ini milik kita selama satu hari. Kolam renang mau ya? Sekalian mandi," ucap Satria.
__ADS_1
"Uhm...Mas.." Amayra agak ragu.
"May, please..." Satria menatap istrinya dengan nanar.
Tidak baik menolak permintaan suami. Mas Satria berhak mendapatkan haknya.
"Baik Mas, ayo.." Amayra mengangguk setuju.
Setelah persetujuan istrinya, Satria segera melorotkan resleting belakang baju yang dipakai Amayra dengan buru-buru. "Sa-sabar Mas.."
Ketika baju Amayra telah dilepaskan. Amayra meminta Satria menunggu sebentar. Karena ia teringat sesuatu di kotak merah. "Mas, tunggu.."
"May, aku udah naik nih.. kamu tega? Jangan bilang kamu mau menggagalkannya!" Protes Satria yang sibuk menciumi istrinya. Bagian kepemilikan itu sudah tak sabar.
"Sebentar saja! Dua detik saja Mas,"
"Uhhh..." keluh Satria yang sudah kepanasan dan tak sabar.
Amayra berlari mengambil sesuatu didalam kotak merah yang disebutkan Diana. Dia memakainya didalam kamar mandi. Begitu sang istri keluar dari kamar mandi, Satria terpana melihat istrinya dengan baju seksi yang memanjakan matanya.
"Masyaallah, May.."
"Kenapa kak Diana memberiku baju seperti ini?" ucap Amayra yang merasa malu memakai baju renang yang tipis itu.
"Gak apa-apa, bagus kok. Aku suka, mudah dilepas juga.." Satria menggendong istrinya.
Mereka berdua masuk ke dalam kolam renang. Disanalah Satria memulai aksinya bersama Amayra, untuk pertama kalinya didalam kolam renang.
Pertama-tama, gigi Satria menggigit dan melepaskan tali baju renang Amayra hingga terlepas semua.
"Ah! Mas!" Pekik wanita itu malu ketika dua buah gunung kembarnya menyembul.
"Aku suka baju ini, lain kali kamu harus pakai didepanku saja." Bisik Satria seraya menggoda istrinya.
Satria melahap habis istrinya penuh gairah, dia menjamah tubuh Amayra tanpa terlewat dengan mulutnya.
Mereka melakukan itu dari malam sampai subuh. Tentu saja tidak hanya di kolam renang, Satria juga mencoba gaya baru di sofa.
__ADS_1
Mereka beristirahat lalu melakukannya kembali, hingga akhirnya kelelahan. Saat terakhir pergulatan itu, Satria mengucapkan kata cinta dan terimakasih pada istrinya yang sudah memenuhi hasratnya.
...*****...