Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 53. Tipu daya


__ADS_3

Bram membalikkan badannya, dia buang muka melihat kemesraan sang adik dengan istrinya. Bunga matahari itu hancur di injak oleh Bram, dia meninggalkan bunga yang sudah hancur itu di jalanan begitu saja.


Tangannya terkepal erat, hatinya panas melihat kebahagiaan pasangan suami istri itu. Bram kembali masuk ke dalam mobilnya. Dia langsung menyalakan AC mobilnya, tubuhnya menjadi panas tanpa sebab.


"Ada apa dengan ku sebenarnya?" Bram bertanya-tanya ada apa dengan hatinya yang sesak itu. Bram masih menatap pasangan suami istri yang terlihat seperti bermesraan itu, kemarahan Bram kembali mendidih ketika Satria menyentuh perut datar Amayra.


Dreet..


Dreet..


🎶🎶🎶


Ponsel Bram berbunyi, Alexis yang menelpon nya. "Halo sayang,"


"Sayang, kamu dimana sih? Katanya kamu ke apartemen ku?" tanya Alexis dengan suara manjanya.


"Aku otw sayang," jawab Bram datar, matanya masih memandang Amayra.


"Ya udah, aku tunggu ya. Aku udah siapkan sesuatu untuk kamu," Alexis tersenyum dan terdengar ceria saat menelpon tunangan nya itu.


"Iya sayang." jawab Bram datar.


Alexis menutup telponnya, dia heran karena Bram tidak biasanya bicara dengan nada datar seperti itu. Apakah terjadi sesuatu padanya?


Di apartemen mewah yang dibelikan oleh Bram, Alexis terlihat santai menikmati suasana apartemen itu. Dia juga bahagia karena Bram telah kembali pada posisinya sebagai Presdir, dengan begitu Alexis harus mendesak Bram untuk menikahinya.


"Aku harus cepat menikah dengan Bram, malam ini aku menghabiskan waktu ku bersama Bram! Harus! Kalau tidak, bayiku akan lahir tanpa ayah!" Seru Alexis sambil melihat testpack garis dua miliknya. Kemudian dia menyembunyikan testpack itu ditempat yang aman. "Bagaimana bisa aku dan Vincent sampai seperti ini?"


Tak lama kemudian, terdengar suara bel pintu apartemen itu berbunyi.


Ting Tong!


"Itu pasti Bram!" Alexis tersenyum bahagia, dia berlari mendekati pintu. Dia membuka pintu itu, terlihat Bram membawa buket bunga mawar merah ditangannya, dan sekeresek makanan untuk kekasihnya itu.


"Sayang, kamu sudah datang?" Alexis menyambut tunangan nya dengan ciuman bergairah di pipi.

__ADS_1


"Ah iya sayang, kenapa kamu mengganti kode apartemen nya? Aku jadi tidak bisa masuk," tanya Bram heran, karena Alexis mengganti kode apartemen itu.


"Iya sayang, aku menggantinya dengan hari jadian kita! Supaya kita selalu mengenang dan mengingatnya," Alexis tersenyum lebar sambil memeluk manja tunangan nya.


Aku tidak bisa bilang, kalau aku mengganti kode apartemen ku karena aku takut Bram akan datang kesini kapan saja dan melihat aku bersama Vincent.


"Oh begitu ya? Baiklah, tidak ada apa-apa." Bram tersenyum, tidak berkomentar apa-apa lagi tentang kode apartemen yang diubah itu.


"Ayo masuk sayang, aku sudah siapkan makanan untuk kamu. Kamu pasti belum makan siang kan?" Alexis menggandeng tangan Bram, dia mengajak kekasihnya masuk ke dalam apartemen.


Bram dan Alexis sama-sama duduk di sofa, di depan merek sudah tersaji makan siang dengan menu steak, kentang goreng, dan beberapa botol minuman alkohol.


"Sayang, ayo makan dulu! Hari ini kita akan merayakan masa hukuman kamu yang berakhir,"


"Iya sayang, aku juga ingin menyampaikan sama kamu berita bahagia lainnya."


"Berita bahagia lainnya?" Alexis mendongak dan mendekati Bram.


Bram tersenyum dan mengecup kening wanita itu dengan lembut, "Papa sudah menyetujui hubungan kita, sayang!"


Betapa bahagianya Alexis mendengar berita itu dari mulut kekasihnya sendiri, dia langsung memeluk Bram dengan senang. Sepasang kekasih itu akhirnya merayakan nya dengan makan siang bersama. Alexis yang tadinya ingin mengajak Bram minum-minum, malah ditolak oleh Bram.


Kenapa Bram tidak mau minum-minum lagi? Aku tau gadis kampungan si tukang sampah itu pasti penyebab nya! Tidak bisa begini, kalau Bram tidak mau minum.. lalu bagaimana dengan rencana ku?


Alexis pun membuat jus untuk Bram, dia mencampurkan sesuatu ke dalam minuman nya. Bram meminum jus itu, setelah itu dia tidak sadarkan diri. Dan malam harinya, dia mendapati dirinya tengah telanjang di ranjang apartemen Alexis dengan Alexis yang tertidur tanpa busana juga.


"Al,apa yang aku lakukan?" Bram terlihat bingung, kepalanya terasa sangat sakit dan berdenyut.


"Sayang, kamu sudah melakukan itu padaku! Apa kamu tidak ingat?" Alexis menutupi tubuh nya dengan selimut, dia menatap kekasihnya dengan mata berkaca-kaca.


"Aku melakukan itu?" Bram tidak percaya dengan apa yang dikatakan Alexis, dia merasa tidak melakukan apa-apa pada tunangan nya itu.


Selama berpacaran dengan Alexis, Bram memang selalu melakukan aktivitas fisik seperti pelukan dan ciuman, tapi dia tidak pernah dia melewati batas sampai hal intim dengan nya.


Melihat Alexis menangis dan terlihat tanda merah di sekujur tubuhnya, Bram berfikir memang itu adalah perbuatan nya. Dia pun berkata akan bertanggungjawab dan segera menikahi Alexis, tapi wanita itu harus bersabar menunggunya selama 5 bulan. "Baiklah sayang, aku akan menunggu kamu," Alexis memeluk kekasihnya.

__ADS_1


Akhirnya aku akan menjadi menantu tertua keluarga Calabria. Dengan bayi ini, aku akan memiliki Bram, juga harta kekayaan nya. Diam-diam Alexis menyembunyikan senyuman liciknya di dalam pelukan Bram.


"Tunggulah aku ya sayang, aku pasti akan bertanggungjawab," Bram mengelus rambut panjang Alexis.


Bram sendiri masih bingung, dia melakukan nya atau tidak. Karena rasanya berbeda ketika dia melakukan pertama kali dengan Amayra. Ketika bangun tidur di villa saat itu, dia merasakan tubuhnya agar nyeri terutama bagian utamanya. Tapi, kali ini kenapa dia merasa biasa saja seperti tidak melakukan apapun? Namun, memang dasar cinta nya buta! Bram percaya saja dengan ucapan kekasihnya.


Bram sudah termakan oleh tipu daya Alexis!


***


Malam itu Satria terpaksa harus pamit pergi ke rumah sakit, karena ada pasien yang jadwal operasi nya di majukan. Disana ada Harun yang sedang berkunjung.


"May, gimana ini? Aku ada panggilan untuk operasi," Satria bingung, dia takut istrinya akan sendirian di rumah karena Satria pergi.


"Kakak tidak usah cemas, aku gak apa-apa kok sendirian." Amaya tersenyum santai.


"Seperti nya aku harus mengalihkan operasi nya pada dokter lain!" Satria mengambil ponselnya, dia berniat menelpon temannya untuk menggantikan dia operasi lebih dulu.


"Tindakan tidak bertanggungjawab macam apa itu? Pergilah! Pasien mu menunggu untuk di selamatkan, ada saya disini yang menjaga Amayra,"


"Tapi besok kan bapak harus bekerja?" tanya Satria.


"Kamu bisa pulang besok pagi, kan? Saat kamu pulang, saya akan segera pulang," ucap Harun masih ketus dan menggunakan bahasa formal kepada menantunya itu.


"Iya kak, tenang saja. Ayah akan menginap, aku gak akan sendirian di rumah! Kakak harus pergi dan menyelesaikan pekerjaan mulia kakak," Amayra menyemangati suaminya untuk segera pergi ke rumah sakit.


"Terimakasih pak! Saya akan segera kembali!" Satria buru-buru memakai jaket nya, dan mengambil kunci mobilnya.


"Tidak usah buru-buru, selesaikan saja pekerjaan kamu dengan baik!" Ujar Harun pada menantunya.


"Iya pak, saya pergi dulu ya. Assalamualaikum," Satria mengambil tangan Harun dan menciumnya dengan sopan.


Kemudian Amayra juga mencium tangan suaminya dan mengucapkan salam. "Hati-hati ya kak,"


"Iya, kamu juga dan bayinya.. jangan rewel," Satria tersenyum dan mengelus kepala istrinya.

__ADS_1


Harun melihat kerukunan pasangan suami istri itu. Dia heran karena Amayra tidak terlihat seperti benci atau tidak suka pada suaminya, yang dianggap telah memperkosanya itu. Malah Harun melihat kebencian Amayra pada kakak iparnya, yaitu Bram.


...---***---...


__ADS_2