
...🍁🍁🍁...
Zahwa terkejut melihat seseorang yang berada dibawah tubuhnya, anak laki-laki yang tampan dan dia tidak sadarkan diri.
"Teriakanmu kencang sekali, telingaku sampai sakit!" Seru anak laki-laki itu pada Zahwa.
"Ka-kamu gak mati?" Zahwa melihat anak itu membuka matanya, dia tampak cemas. Zahwa sadar diri, dia pun beranjak dari tubuh anak itu.
Anak laki-laki itu menatap Zahwa dengan tatapan menelisik, kemudian dia memegang pipi tembem Zahwa, bahkan mencubit cubit pipi itu. "A-aduh...duh sakit tau! Kenapa kamu cubit aku?" Zahwa merintih kesakitan.
"Cantik, kayaknya bukan hantu deh!" Rayhan tersenyum lembut, dia menatap Zahwa dengan mata polosnya. Kepalanya menggeleng-geleng seolah meyakinkan sesuatu.
Baru kali ini aku lihat ada wanita bisa manjat pohon, hebat banget dan dia juga adalah gadis cantik.
"Aku cantik? Kamu orang ketiga yang bilang aku cantik," Zahwa tersenyum manis, dia memegang kedua pipinya dan terbang oleh pujian Rayhan.
"Lalu orang pertama dan keduanya?" Tanya Rayhan penasaran.
"Papaku sama om Bima," jawab gadis kecil itu jujur. "Kalau kak Rey dan Kak Zayn selalu saja bilang aku embem," gumam Zahwa dengan suara kecilnya.
Kedua anak itu saling bertatapan satu sama lain dengan waktu yang cukup lama. Kemudian Zahwa dengan polosnya, dia meminta maaf pada Rayhan karena sudah jatuh ke tubuhnya. "Maaf ya, aku gak sengaja...apa kamu terluka? Apa ada yang sakit?" Zahwa memperhatikan wajah Rayhan apa ada yang terluka disana. "Melihat dari perbedaan tinggi kita, kayaknya kamu lebih tua dariku. Jadi aku panggil kakak saja ya, hehe."
Rayhan berdiri, dia mengulurkan tangannya pada Zahwa."Rayhan, namaku Rayhan. Kamu siapa?"
"Namaku-" saat Zahwa akan perkenalkan dirinya kepada Rayhan, seseorang sudah lebih dulu memanggil namanya dan secara tidak langsung memberitahukan namanya kepada Rayhan.
"Hey Zahwa! Kamu dipanggil mama sama papa!" teriak Zayn yang sudah berada di depan pintu taman belakang.
Jadi, namanya Zahwa?
"Kakak?" Zahwa melihat kakaknya disana.
Zayn menghampiri adiknya dan anak laki-laki yang tampak asing dan belum pernah dilihatnya itu. "Zahwa...ini siapa?"
"Assalamualaikum, saya Rayhan." Rayhan memperkenalkan dirinya dengan sopan walaupun usianya terbilang masih muda.
"Waalaikumsalam, aku Zayn...kakaknya Zahwa." Zayn menatap Rayhan yang sekilas memiliki kepribadian yang lembut.
__ADS_1
Tunggu? Rayhan? Bukankah itu nama anaknya pak ustad ya?
"Apa kamu anaknya pak ustad Iqbal? Pak ustad lagi nyari kamu, acaranya sudah mau mulai!" Kata Zayn pada Rayhan.
"Iya, saya putranya. Kalau begitu saya permisi dulu ya, saya harus bertemu dengan ayah saya!" Rayhan sangat sopan, dilihat dari cara bicaranya yang menggunakan bahasa formal.
Sikap Rayhan membuat si kembar terpesona dan kagum, mereka mencap Rayhan sebagai anak Sholeh dan baik!
Ketika Rayhan akan pergi, tiba-tiba dia terjatuh dan memegang lututnya. "Aduh..."
Zahwa dan Zayn menghampiri Rayhan dengan cemas, mengulurkan tangan untuk membantu anak itu. "Kamu kenapa?"
"Kayaknya kakiku keseleo, mungkin." jawab Rayhan ragu.
"Astagfirullah...maafkan aku ya, sepertinya ini semuanya gara-gara aku! Maaf ya aku gak sengaja," Zahwa mengatupkan kedua tangannya seraya memohon maaf pada Rayhan.
Zayn langsung melihat ke arah Zahwa dengan tatapan sinis. "Zahwa, apa kamu buat ulah lagi? Apa yang kamu lakukan? Dasar anak nakal!" Tegur Zayn pada saudara kembarnya yang memang selalu membuat masalah.
"Udah, aku gak apa-apa kok...ini cuma keseleo dikit. Kamu jangan marahin Zahwa," ucap Rayhan pada Zayn.
Zahwa merasa bersalah."Aku tadi jatuh di atas badannya, mungkin karena itu...kak Rayhan jadi-"
"Zahwa, Zayn, rupanya kalian ada disini? Acaranya udah mau mulai loh!" Mama si kembar alias Amayra sedang berjalan menghampiri ketiga anak itu.
"Mama! Mama tolongin kakak Rayhan, kakinya keseleo," Zahwa langsung mengadu pada mamanya bahwa Rayhan keseleo.
Amayra menatap anak laki-laki yang ada didepannya itu, dia bertanya-tanya apakah Rayhan yang dimaksud oleh Zahwa adalah Rayhan anaknya Iqbal?
Akhirnya Amayra membantu Rayhan untuk memijat kakinya yang keseleo itu, dia tau keterampilan memijat dari suaminya. "Gimana nak? Udah baikan, kakinya?" tanya Amayra sambil menatap Rayhan yang sedang duduk disampingnya.
Dilihat dari dekat seperti ini, Rayhan mirip banget sama kak Iqbal.
"Alhamdulillah udah agak-" Rayhan meletakkan kakinya di lantai, dia kembali merintih kesakitan. Amayra kembali memijat kaki Rayhan dengan minyak urut.
"Aduh...mama, gimana ini kalau kakak Rayhan kenapa-napa? Gimana kalau kakak Rayhan gak bisa jalan?" Zahwa heboh, dia takut terjadi sesuatu pada Rayhan.
Amayra dan Zayn sontak melotot pada Zahwa, "Hush! Jangan bicara sembarangan kamu, Zahwa!" Seru Amayra pada anaknya itu.
__ADS_1
Perkataan Amayra membuat Zahwa menundukkan kepalanya, Amayra tidak bermaksud marah pada Zahwa dan dia hanya mengingatkan anak itu untuk tidak berbicara sembarangan karena ucapan adalah doa.
"Lagian kamu sih, pake naik-naik pohon segala?" Zayn melirik ke arah Zahwa.
Amayra langsung melirik ke arah putrinya. "Zahwa, kamu naik pohon lagi?!"
"I-itu..." Zahwa bingung mau menjelaskan darimana pada ibunya, padahal dia sudah dilarang untuk naik ke atas pohon oleh papa dan mamanya.
"Tante, cewek yang naik pohon itu keren kok." Rayhan tersenyum, dia membela Zahwa. Membuat Zahwa tersipu malu dan semakin kagum pada Rayhan.
"Keren apanya? Yang ada dia kayak monyet," cicit Zayn dengan bibir mengerucut mengejek Zahwa, adiknya.
"Kakak!" Zahwa marah pada kakaknya.
"Zayn..."
Satu kata dari Amayra dengan suara yang sedikit menekan itu, membuat Zayn langsung bungkam. Ya, Zayn sangat menurut pada mamanya, sedangkan Zahwa menurut pada papanya.
"Jadi nama kamu Rayhan ya?" Amayra tersenyum pada Rayhan.
Anak ini sopan sekali, dia pasti mendapatkan pendidikan yang baik dari orang tuanya.
"Iya Tante,"
"Nah sekarang coba berdiri terus jalan ya, Rayhan." Pinta Amayra pada Rayhan untuk memastikan keadaan kakinya.
Rayhan menganggukkan kepalanya kemudian dia berdiri lalu dia sedikit berjalan, dia merasakan bahwa keadaan kakinya sudah lebih baik. "Alhamdulillah tante, kaki saya sudah baikan. Makasih ya Tante," ucap Rayhan sopan.
"Sama-sama, yuk kita masuk ke dalam. Acaranya sudah mau mulai!" Ajak Amayra pada ketiga anak itu.
Zahwa senang karena keadaan Rayhan sudah baik-baik saja, lalu ketiga anak itu masuk ke dalam dan mengikuti pengajian bersama Amayra dan yang lainnya. Rayhan duduk disamping Zayn dan Zahwa. Zahwa berada ditengah-tengah diantara mereka.
Rey yang sedang duduk bersama Bram dan Diana, melihat Zahwa sedang mengobrol dengan Rayhan, anak asing yang bahkan dia belum tahu siapa.
Kenapa Zahwa terlihat dekat dengan anak itu ya? Apa dia temannya Zahwa? Tapi gak mungkin sih, soalnya tubuh anak itu lebih besar dari Zahwa.
...*****...
__ADS_1