Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 6. Anna kecewa


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Pak Harun keheranan melihat anaknya sudah pulang dari liburannya, padahal rencana nya Amayra dan kedua temannya akan berlibur selama 3 hari di Bogor. Lalu kenapa baru sehari saja sudah pulang?


"Ayah.. As-assalamualaikum ayah" dengan hati berdebar, Amayra mencium tangan sang ayah dan memberi salam padanya. Tanpa sadar bicaranya menjadi gagap.


"Waalaikumsalam.. loh ada apa May? Kok kamu sudah pulang lagi?" tanya Pak Harun dengan kening yang berkerut.


"Gak apa-apa kok yah, cuacanya disana buruk jadi kita gak jadi liburannya" Amayra berusaha mempertahankan senyuman dan ketenangan nya di depan Pak Harun.


Maaf yah, maaf Mayra udah bohong. Gadis itu merasa bersalah pada ayahnya karena sudah berbohong.


"Oh gitu, ya udah masuk yuk. Kamu pasti capek, kamu harus istirahat dulu" ajak Pak Harun pada putrinya yang baru saja pulang itu.


"I-iya ayah" jawab Amayra sambil tersenyum.


Dia dan ayahnya melangkahkan kaki masuk ke dalam rumahnya dengan hati yang sedih dan berat. Kejadian semalam masih mengacaukan pikiran nya. Bagaimana tidak? Dia sudah kehilangan kehormatan, kesucian nya sebagai wanita dengan cara paksa dan tidak halal yaitu berzina.


Dosa dan kesedihan itu selalu membayanginya. Bahkan sampai dia kembali masuk sekolah tahun ajaran baru. Amayra yang biasanya ceria, kini terlihat lebih sering melamun dan menjadi pendiam. Sudah dua minggu sejak Amayra menjadi siswa kelas 3, tak lama lagi dia dan semua siswa kelas 3 akan menghadapi ujian.


Rasa bersalah juga masih menyelimuti hati Anna, dia tidak bisa berbuat apa-apa disaat sahabatnya menderita karena perbuatan om nya. Sementara Bram, tak peduli dengan kondisi mental Amayra yang mengalami tindakan pelecehan darinya itu. Dia bersikap seolah tidak ada yang terjadi.


"May, daripada kamu diem terus kaya gini. Lebih baik kita ke rumah ku yuk, kita minta pertanggungjawaban sama om ku...terus kita bilang sama ayah kamu semuanya. Aku gak mau kamu memendam ini sendirian" Anna memegang tangan Amayra, sambil menangisi sahabatnya.


"Gak boleh! Ayah gak boleh tau! Ayah akan kecewa sama aku An, ayah akan sedih.." Amayra tetap tidak mau mengatakan kebenaran yang menyakiti tubuh dan hatinya itu. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana kecewanya sang ayah bila dia tau masalah besar ini.


"May, Anna benar.. lambat laun ayah kamu pasti tau tentang hal ini" Fania ikut memberikan saran pada sahabatnya itu, lebih baik mengatakan hal sebenarnya.


"Terus kalau ayah ku tau dan aku meminta pertanggungjawaban om kamu.. apa yang akan terjadi selanjutnya? Aku mungkin akan menikah dan aku gak bisa sekolah lagi, kalau sekolah tau aku bisa dikeluarkan dari sekolah!" Amayra menjadi emosional semenjak kejadian itu. Dia menjadi tidak stabil apalagi kondisi psikologis nya.


"May..."


"Aku gak mau bicara sama kalian berdua!" seru Amayra sambil berdiri dari tempat duduknya. Dia meninggalkan kedua sahabat nya disana. Dari kejauhan, Reina, Angel dan Naya melihat ketiga sahabat yang terlihat sedang bermusuhan di mata mereka itu.


Anna semakin merasa bersalah, jika dia tidak pernah mengajaknya ke Villa itu maka hal ini tidak akan terjadi pada Amayra.

__ADS_1


"An, kita harus gimana? Kasihan Mayra kalau dia terus terusan kaya gini" Fania mencemaskan keadaan Amayra yang tidak baik.


"Kebenaran harus ditegakkan Fan, aku akan tetap meminta om ku bertanggung jawab! Dan Amayra harus mendapatkan keadilan!"


"Terus gimana kata om kamu?" tanya Fania.


Anna tercekat begitu mendengar pertanyaan Fania, kejadian sebelumnya terlintas di kepala nya.


#Flashback


Satu minggu setelah kejadian pemerkosaan itu, Bram baru pulang ke rumah orang tuanya. Bram baru saja pulang dari perjalanan bisnis nya di luar kota, setelah satu minggu dia pergi.


"Om Satria, katanya om Bram udah pulang ya?" tanya Anna pada seorang pria yang memakai jas putih dan terlihat rapi itu. Dia adalah Satria Alvian Calabria, adik Bram yang juga adalah om Anna.


"Dia baru aja pulang dan langsung ke kamarnya" jawab Satria dengan nada bicara yang dingin seperti biasa nya.


"Makasih Om sat" jawab Anna cepat, di langsung melangkah pergi menuju ke kamar Bram yang berada di lantai dua. Wajahnya menunjukkan kekesalan.


Gadis itu sampai di depan kamar Bram, dia melihat Bram sedang duduk di sofa sambil bermain ponsel dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa.


"Anna? Ada apa? Kenapa gak ketuk pintu dulu?" tanya Bram pada keponakan nya itu yang masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu. Anna menatap Bram dengan wajah serius, dia menutup pintu kamar itu rapat-rapat.


"Kalau om bukan keluarga ku, aku pasti sudah menghajar mu!" Anna menatap tajam pada Bram dengan emosi.


"Perkataan tidak sopan macam apa itu , Anna?!" Bram tersentak kaget mendengar ucapan Anna. Keponakan nya yang selalu bersikap lembut padanya, mendadak melontarkan kata kasar padanya.


"Kemana saja om selama satu minggu ini? Om sengaja kan pergi menghindar dariku? Om mU kabur dari tanggungjawab?"


"Apa kamu bersikap seperti ini karena temanmu itu? Dia saja tidak protes, kenapa kamu yang repot? Lagian dia tidak hamil kan?" tanya Bram yang menyepelekan keadaan Amayra, gadis yang sudah dia perkosa.


Deg!


Anna tersentak kaget mendengar ucapan tidak bertanggungjawab Om nya itu. Dia yang selalu terlihat hangat, ternyata tidak peduli pada orang lain. Gadis itu menatap kecewa pada Bram.


"Om! Gimana bisa om bilang seperti ini? Temanku, dia sudah om perkosa! Lalu om malah santai seperti ini? Om gak mikirin gimana perasaan dia? Temanku perempuan baik-baik om, dia masih suci tapi kesucian nya sudah om rampas! Dia memang gak bilang apa-apa, dia juga menyuruhku merahasiakan hal ini, tapi setiap hari setelah kejadian itu aku melihat kalau hidupnya tidak tenang sudah tidak seperti dulu lagi! Dia yang percaya diri, dia yang selalu senyum, sekarang dia menjadi pendiam dan pemurung. Lalu apa yang om lakukan? Om malah seperti ini?" tanya Anna sambil menangisi nasib Amayra.

__ADS_1


"Anna, kamu gak usah nangis kaya gini untuk teman kamu itu. Lagian om juga udah punya tunangan dan om akan segera menikah dengannya. Kamu lebih baik tutup mulut, jangan bicarakan soal kejadian ini lagi! Anggap saja semuanya tidak pernah terjadi" Bram dengan santainya memegang tangan Anna dan menghibur nya.


Bram tidak punya hati nurani, setelah berbuat dia bersikap seolah tidak bersalah. Anna begitu kecewa, om yang selama ini dia kenal sebagai pribadi hangat dan baik hati ternyata bisa sangat bejat seperti ini.


"Jika aku yang ada di posisi temanku, apa yang akan om lakukan? Jika aku diperkosa oleh seorang pria dan pria itu gak mau bertanggungjawab, apa om akan diam saja seperti ini?!" tanya Anna dengan suaranya yang mulai meninggi.


Bram langsung menutup Anna, melarang keponakan nya untuk bicara. Bram melotot pada gadis itu, kesabarannya sudah habis mendengar ocehan Anna.


Dreet.. Dreet..


Bram melihat ke arah ponsel yang ada diatas sofa kamarnya, Alexis yang menelpon nya.


"Diam! Atau om akan benar-benar marah sama kamu! Kalau kamu datang kesini untuk membicarakan ini, lebih baik kamu gak usah datang! Om gak mau dengar lagi tentang gadis itu!" Bram mengusir keponakan nya dari kamar nya.


Anna sangat kecewa, dia tidak percaya kalau om yang sangat dia percayai dan dia sayangi tega melakukan ini pada sahabatnya. Anna menangis, dia tak tahu harus cerita pada siapa. Terlebih lagi dia sudah janji pada Amayra untuk tutup mulut.


Om Bram benar-benar keterlaluan, om Bram tidak punya hati!


"Kamu kenapa?" tanya Satria yang kebetulan lewat di sana, dan hendak pergi ke kamarnya. Dia melihat keponakan nya di depan kamar Bram, terlihat seperti sedang menangis.


"Kak Satria..!" Anna menyeka air matanya.


"Ada apa? Tidak biasanya kamu bertengkar sama om kesayangan kamu itu?" tanya Satria keheranan melihat Anna yang biasanya selalu akur dengan Bram, kini terlihat seperti bertengkar.


"Gak ada apa-apa kok kak" jawab Anna sambil melangkah pergi meninggalkan Satria disana. Dia masuk ke dalam kamarnya sendiri.


"Ada apa dengannya?" tanya Satria menatap cemas pada Anna.


#Endflashback


"Jadi om Bram gak mau bertanggungjawab? Astagfirullah" Fania merasa kesal mendengar cerita dari Anna.


"Iya Fan, aku gak nyangka semuanya bakal kaya gini...Om ku jahat banget" Anna menangis sedih, dia bersandar di bahu Fania setelah menumpahkan semua kekecewaan nya pada Bram.


...---***---...

__ADS_1


__ADS_2