
...πππ...
Setelah membeli buku-buki itu, Satria pergi ke rumah sakit tempatnya bekerja dan melakukan pekerjaan nya seperti biasa. Di sela-sela waktu istirahatnya, dia menyempatkan waktu membaca buku itu. Clara melihat Satria menjaga buku-buku yang tidak biasanya dibaca oleh nya. Buku-buku tentang Islam. Clara tau kalau Satria biasanya membaca buku medis, kali ini Satria membaca buku-buku tentang Islam. Clara merasa aneh.
"Kak Satria!" Clara duduk di samping Satria.
"Kamu sudah kembali? Bukankah kamu harus mengecek pasien di ruang mawar nomor 205?" tanya Satria pada Clara. Dengan mata yang fokus membaca buku tentang tata cara shalat dan bacaannya. Satria memiliki ingatan yang bagus, dia bisa mengingat nomor kamar semua pasiennya dalam sekali lihat dan dalam sekali ucap.
"Oh nomor 205 ya, kak?" Clara terlihat bingung.
Kenapa kak Satria membaca buku-buku seperti itu? Apa dia mau jadi ustad atau bagaimana?
"Memangnya kamu pikir nomor berapa? Jangan bilang kamu belum memeriksa nya?" Satria langsung mendongak ke arah Clara, dengan tatapan tajam. Jika urusan pekerjaan, Satria sangat tegas pada siapa saja. Apalagi dia adalah mentor Clara.
"Aku sudah memeriksa nya tapi pasien nomor 204.. aku pikir pasiennya di kamar nomor 204. Maaf kak.." Clara terlihat merasa bersalah.
Satria menyimpan buku yang dia baca, pria itu menghela napas. Bersiap menegur anak magang yang berada di dalam bimbingan nya itu. Tanpa ragu Satria menegur Clara yang salah memeriksa pasien, karena tugasnya bukan hanya memeriksa tapi memberikan obat untuk pasien. Dan tindakan Clara yang ceroboh ini bisa membahayakan pasien, karena memberikan obat yang salah.
Clara meminta maaf berulang kali pada Satria karena kecerobohan nya. Satria sendiri langsung turun tangan memeriksa pasien yang salah obat itu. Dan benar saja, pasien itu mengalami gejala alergi karena obat. Akibatnya Satria di kenakan sanksi oleh atasannya dokter bedah juga sama seperti dia, bernama dokter Daniel.
Hukuman yang Satria terima tidak terlalu berat, karena pasien yang alergi itu juga tidak parah. Namun, tetap saja Satria sebagai mentor Clara yang bertanggungjawab untuk kesalahan anak magangnya. Satria harus bekerja menggantikan teman nya, siang dan malam selama 3 hari, dia tidak bisa pulang ke rumah.
"Kak Satria, maafkan aku ya kak!"Clara mengatupkan kedua tangannya, seraya memohon maaf pada Satria.
"Tidak perlu meminta maaf ini kan sudah terjadi," jawab Satria cuek sambil berjalan menuju ke ruangannya.
"Maaf kak, sebagai permintaan maaf aku akan bilang sama papa ku untuk meringankan hukuman untuk kakak! Atau supaya kakak tidak di hukum dokter Daniel!"
"Jangan menyalah gunakan kekuasaan. Ini sudah kewajiban ku sebagai mentor kamu, kamu tidak perlu merasa bersalah. Kalau kamu merasa bersalah, lakukan lah pekerjaan kamu dengan baik. Mulai saat ini dan seterusnya." Ucap Satria tegas.
"Iya baik kak! Maafkan aku, lain kali aku tidak akan ceroboh lagi." Clara menyesali kecerobohan nya yang membahayakan pasien.
__ADS_1
"Tidak ada kata lain kali, tapi tidak boleh!!" Seru Satria tegas.
Kalau aku lembur siang dan malam, bagaimana dengan Amayra ya? Dia kan suka ingin makan tengah malam. Dia sedang masa ngidam, masa aku tidak ada untuknya.
Satria bingung, dia mungkin tidak bisa ada di rumah dari siang sampai malam hari karena sedang masa hukuman. Dia kepikiran Amayra yang masih berada di dalam masa ngidam nya. Siapa yang akan mengabulkan keinginan Amayra kalau Satria tidak ada di rumah?
***
π Gedung Calabria grup,π
Cakra sedang sibuk di ruang presdir. Dia menggantikan pekerjaan Bram. Cakra mulai keteteran melakukan pekerjaan Bram selama dua bulan itu. Dia ingin segera mengakhiri hukuman Bram dan kembali mengerjakan pekerjaan belakang layarnya yang hanya memeriksa kondisi perusahaan.
"Pak, apa bapak baik-baik saja?" tanya Erik, sekretaris Bram. Dia melihat pria paruh baya itu terlihat lelah dengan dokumen yang menumpuk di mejanya.
"Hah..aku tidak baik-baik saja...aku sudah terlalu tua untuk ini." Cakra menghela napas panjang, dia tampak lelah.
"Pak, maaf jika saya lancang. Tapi kapan bapak akan mengembalikan posisi pak Bram sebagai Presdir perusahaan ini?" tanya Erik ragu-ragu.
"Apa bapak benar-benar akan memisahkan Bu Alexis dan pak Presdir?" tanya Erik yang tau betapa besar nya cinta Bram untuk Alexis.
"Benar, aku yakin sebentar lagi mereka akan putus." Cakra yakin kalau Bram dan Alexis akan segera Purus.
Saat Cakra sedang sendirian, dia melihat sebuah foto di dompet nya. Foto seorang wanita yang menggendong seorang bayi. "Anita, maafkan aku karena membuat anak kita Satria menderita. Padahal aku sudah berjanji padamu untuk menjaga anak kita baik-baik dan membahagiakan nya. Tapi, aku malah membuatnya menikahi wanita yang sudah hamil. Anita kamu tenang saja, aku akan mengembalikan semuanya seperti semula.. anak kita akan mendapatkan kebahagiaan." Cakra mencium foto itu dengan penuh kasih sayang, dan mata nya berkaca-kaca.
Sementara itu, Bram sedang bekerja mengepel lantai di toilet. Meski dia kesulitan melakukan nya, tapi dia tetap mengerjakan nya demi Resti dari papa nya dan demi dimaafkan oleh papa nya.
"Menyebalkan sekali, kapan paa akan mengakhiri semua ini?" Gerutu Bram sambil mengayunkan lap pel nya kesana kemari.
Ketika Bram akan mengepel lantai luar kamar mandi pria, Bram melihat ada seorang wanita dengan perut buncit terlihat sedang bertengkar dengan seorang karyawan yang bekerja di kantor itu. Bram tidak sengaja mendengar obrolan mereka.
"Mas, kamu beneran gak mau bertanggungjawab? Aku sedang hamil mas, hamil anak kamu! Kamu tega ninggalin aku?!" Wanita hamil itu memegang kerah baju pria yang ada di depannya dengan mata berlinang air mata, dan tatapan murka.
__ADS_1
"Maaf, tapi aku sudah punya tunangan dan akan segera menikah. Aku tidak bisa bertanggungjawab untuk kamu. Hubungan kita hanya cinta satu malam saja." Pria itu menepis tangan wanita hamil dengan kasar, hingga membuat wanita hamil itu terjatuh.
"Brengsek kamu mas! Kamu camkan ini baik-baik, suatu saat kamu akan menyesalinya! Kamu akan mendapatkan karma, suatu saat nanti kamu akan menyesali semuanya, ketika anak mu sendiri tidak memanggil mu ayah! Kamu akan tau rasa sakit yang aku rasakan!" Wanita itu menangis, dia berusaha bangkit dari lantai.
"Karma? Tidak ada yang namanya karma di dunia ini! Pergi kamu dari sini, aku tidak butuh anak haram itu! Lebih baik kamu gugurkan saja!" Pria itu mengusir kekasihnya dengan kejam, dia bahkan meminta nya menggugurkan kandungan.
"Hiks..hiks..tega kamu mas. Anak ini anak kita! Dia bernyawa, mas! Tega kamu meminta ku membunuh nya!" Wanita hamil itu menangis terisak-isak, sambil memegang perutnya yang buncit.
Bram tersentak mendengar ucapan wanita hamil itu pada kekasihnya. Seolah dia yang berada di posisi pria itu dan wanita itu adalah Amayra yang dia abaikan. Dia juga melakukan hal sama dengan yang dilakukan pria itu, dia meminta Amayra menggugurkan anaknya.
Aku dulu meminta dia membunuh nyawa di dalam perutnya? Apa aku akan dapat karma?
Bram terlihat linglung. Bahkan sepulang kerja dia terus termenung, memikirkan pertengkaran yang dia lihat di kantor. Sore itu Bram pulang ke rumahnya dengan wajah lelah, dia disambut oleh Nilam seperti biasanya.
"Sayang, kamu sudah pulang?" tanya Nilam ramah pada anak kesayangan nya itu.
Bram tidak mengindahkan pertanyaan mama nya dan berjalan melewati nya begitu saja. Langkah kaki nya tanpa sadar menuju ke kamar Amayra yang jaraknya dekat dengan halaman belakang. Bram melihat Amayra sedang melantunkan ayat suci Al-Quran, sambil mengelus perutnya. Dia seperti sedang membacakan ayah suci Alquran untuk anak yang ada diperutnya.
Shadaqallahul adzim..
Amayra menyimpan Al-Qur'an itu di meja samping tempat tidurnya. "De, jangan rewel ya. Malam ini ayah gak akan pulang..doakan ayah baik-baik saja ya." Amayra tersenyum lembut sambil mengelus perutnya dengan penuh kasih sayang.
Ayah? Siapa yang dia maksud sebagai ayah? Apa Satria?
Bram mengepal tangannya kesal, hatinya marah saat ini entah kenapa.
...---***---...
Hai Readers! Seperti biasa author akan ingatkan kalian untuk selalu like, komen, dan tap favorit kalau kalian suka dengan ceritanya β€οΈβ€οΈβΊοΈ kasih gift dan rate 5 nya juga jangan lupa!
Thanks untuk yang memberikan dukungan kalian, berupa vote atau gift nya Minggu ini. Hatur nuhun πβΊοΈπ
__ADS_1