Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 161. Amayra melamun?


__ADS_3

...****...


Keesokan harinya, pagi itu Amayra sudah bangun lebih awal, menyiapkan keperluan suaminya dan menyiapkan sarapan untuk suaminya. Setelah Dewi mengabari kalau dia akan terlambat datang karena dia pergi ke pasar lebih dahulu.


"Mas, bangun mas! Sudah siang," ucap Amayra seraya membangunkan suaminya yang masih tidur itu.


Dia tidur lagi habis subuh, apa dia sangat lelah.


"Mas, kamu harus pergi bekerja. Ayo Mas, mandi dulu.." Amayra menggoyangkan tubuh suaminya.


"Argh.." Satria mengerang, dia membalikkan tubuhnya dan menindih kepalanya dengan bantal. Pria itu malas untuk bangun, inginnya libur saja di rumah dan tidur seharian.


"Mas, nanti telat loh! Sayang.." lirih Amayra sembari berbisik ditelinga suaminya.


Mendengar kata sayang, Satria langsung duduk terbangun di atas ranjang empuk itu. "Ya, sayang?" Sahutnya sambil menggosok gosok matanya.


"Ih kamu, dipanggil Mas diem aja...giliran dipanggil sayang, barulah bangun." Ucap Amayra setengah menggerutu.


Satria memeluk istrinya dengan manja, membuat wanita itu berada dipangkuannya. "Iya dong, masa udah dipanggil dengan mesra begitu aku gak bangun. Yang bawah juga bangun nih, sayang."


Amayra menelan salivanya, saat dia merasakan ada sesuatu yang keras menyentuh pantatnya. Sesuatu itu adalah bagian dari tubuh Satria yang minta di tenangkan.


"Astagfirullah Mas, ini masih pagi!" Wanita itu langsung peka akan situasinya.


"Ya, aku tau ini masih pagi...tapi aku gak tau kenapa bisa ikut berdiri?" Tanya Satria sambil ke mencium pipi sang istri dengan lembut.


"Mas, kamu mesum ih!" Amayra menepuk nepuk bahu suaminya dengan wajah cemberut.


"Mesum apanya? Aku cuma berkata jujur.... haha.." Satria tertawa kecil melihat wajah istrinya yang gemas.


"Sudah ah, aku mau lanjut masak dulu mumpung Rey belum bangun. Tapi aku siapkan dulu air hangat buat Mas, mandi.."

__ADS_1


"Sayang, apa menurutmu aku harus mandi air hangat dalam keadaan seperti ini?" Ucap Satria seraya menggoda istrinya.


Wanita itu beranjak dari pangkuan sang suami dengan hati berdebar. "Ah...ya udah, mandinya pakai air dingin ya. Bajunya sudah aku gantung disana, Mas." Tutur Amayra seraya melihat ke arah pakaian yang menggantung di luar lemari.


"Oke sayang, makasih my wife." Ucap pria itu sweet.


Amayra tersenyum, dia pun mulai melangkah pergi dari sana. Namun Satria kembali memanggilnya. "May,"


"Ya, ada apa Mas?"


"Gelangnya belum kamu pakai?" Satria memerhatikan tangan istrinya yang polos ITB dan hanya ada satu cincin di jari saja.


"Ehm...belum aku pakai, soalnya aku lagi masak! Ya aku simpan dulu, takutnya gelang dari Mas kenapa-napa." Ucap wanita itu beralasan.


Ya Allah, kenapa aku bohong lagi?


Setelah berbohong satu kali, Amayra jadi berbohong lagi dan lagi. Padahal dia tidak pernah berbohong sebelumnya. Dia takut Satria kecewa karena gelangnya hilang.


"Oh, gitu ya. Ya udah deh, aku mandi dulu." Ucap Satria sambil tersenyum lalu dia mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.


Sarapan pagi telah tersedia diatas meja makan, bertepatan dengan Rey yang bangun dan kedatangan Dewi membawa barang belanjaannya. Dewi segera menata makanan ke dalam kulkas dan bersiap untuk beres-beres rumah.


"May, Mayra?" Satria sudah duduk di meja makan, dia melihat istrinya sedang melamun.


Mayra kenapa sih?


"Ya, Mas?" Sahut Amayra yang sedang menyeduh bubur bayi untuk Rey.


"Kamu kenapa? Dari kemarin kok melamun terus?" Tanya Satria cemas.


"Enggak apa-apa kok Mas," jawab wanita itu sambil tersenyum.

__ADS_1


Aku masih kepikiran gelang itu. Kalau gak ada di rumah pasti ada di kampus.


"Apa kamu sakit sayang?" Satria menatap istrinya dengan kening berkerut.


Amayra aneh deh, dia kayak kepikiran sesuatu.


"Gak apa-apa kok Mas,"


Setelah selesai sarapan dan menyiapkan keperluan Rey, Amayra dan juga Satria bersiap untuk berangkat. Yang satunya berangkat ke tempat kerja dan satunya lagi pergi ke kampus menimba ilmu.


Sementara Rey dititipkan pada Dewi di rumah. Sesampainya di depan kampus Amayra. Wanita itu masih melamun, sampai dia tak sadar bahwa dia sudah sampai di kampus.


"May.. sayang? Mayra?" Satria memegang tangan Amayra.


"Ah.. i-iya Mas," sahut Amayra sambil menarik tangannya dari pegangan Satria.


Mas Satria gak boleh tau kalau gelangnya gak aku pakai.


"Kamu kenapa sih?" Satria bertanya pada istrinya. "Kamu ada masalah ya?"


"Gak apa-apa kok Mas," ucap Amayra sambil menggelengkan kepalanya.


"Gak apa-apa gimana? Kamu dari tadi melamun terus loh?"


"Ah iya aku kepikiran sama persentasi hari ini! Mas, aku duluan ya!" Amayra buru-buru mencium tangan suaminya, kemudian bibirnya beralih ke pipi Satria. Dia pun keluar dari mobil itu dengan membawa tas gendongnya.


"May, kenapa sih?" Tanya Satria terheran-heran.


"Aku udah telat Mas, assalamualaikum.. hati-hati dijalan ya Mas. Semoga Allah selalu melancarkan urusan kita!" Amayra berlari masuk ke dalam area kampusnya.


Satria heran apa yang membuat Amayra bersikap aneh. Saat Satria akan tancap gas, seseorang mengetuk kaca pintu mobilnya.

__ADS_1


...----****----...


Please komen, like, vote atau giftnya ❤️ kalau komennya banyak author mau crazy up.


__ADS_2