
Anna kesal karena teleponnya dia diangkat, dia terus saja mendengus kesal. "Ken...awas ya kamu kalau kamu berkeliaran keluar rumah! Aku akan...aku akan..." Anna mer*m*s ponselnya.
"Udah, gak usah cemas gitu, si Ken paling lagi tiduran di rumahnya." kata Anton sambil memakan cemilan asin di atas meja.
"Woy, Anton itu punyaku tau!" omel Lisa pada Anton yang memakan cemilannya.
"Minta dikit lah jangan pelit." ucap Anton sambil menoleh pada Lisa.
"Minta tuh bilang dulu, jangan langsung nyomot. Namanya nyuri itu mah." ucap Lisa menggerutu.
"Oke oke, maafin aku deh." Anton tersenyum lebar dengan mulut masih memakan cemilan asin itu. Lisa mengerucut kesal pada Anton.
"Anna, udah jangan marah-marah...calon pengantin jangan marah-marah gitu nanti cantiknya ilang loh. Mending minum dulu jusnya, biar hati sama pikiran kamu adem, jangan lupa untuk selalu husnudzan."
"Iya Tante, tapi aku resah karena Ken gak balas balas pesan ataupun angkat telepon dariku." gumam Anna sambil menundukkan kepalanya.
"Mungkin dia lagi sibuk atau ada hal lain, positifnya mungkin dia sedang menyiapkan acara pernikahan kalian." ucap Amayra berpikiran positif terhadap Ken.
"Nah iya, bener tuh. Emang deh Mayra selalu bikin hati adem..." ucap Anton sambil memandang Amayra dan tersenyum.
Anna langsung memukul kepala Anton, "Jangan macam-macam ya, Tante Amayra istri om ku! Dia cuma punya om Satria seorang!" Kata Anna tegas.
"Iya iya aku tau, aku cuma muji dia aja kok gak ada maksud lain." Anton memegang kepalanya yang baru saja dipukul Anna.
Amayra dan Lisa tertawa melihat Anna dan Anton yang akhirnya malah berdebat. Amayra dan Lisa menonton mereka berdua sambil makanan yang sudah mereka pesan sebelumnya.
Dreett...
Dreett..
🎶🎶🎶
Kring kring...
Suara ponsel berdering dan terasa bergetar di tas gendong Amayra. Dia pun membuka tas itu kemudian mengambil ponselnya. "Mas Satria?"
Amayra langsung mengangkat telepon dari suaminya itu. "Assalamualaikum mas."
"Waalaikumsalam sayang, kamu sudah selesai ujiannya?" tanya Satria dengan suara lembut dan perhatian pada istrinya.
"Sudah dari tadi, mas... maaf ya aku lupa ngabarin kamu." Amayra meminta maaf karena ia lupa mengabari suaminya dan asyik makan bakso sambil mengobrol di kantin.
"Oh kamu sudah selesai dari tadi? Terus kamu dimana sayang? Masih di kampus?" tanya Satria cemas.
__ADS_1
"Iya mas, aku masih di kampus kok sama Anna, Lisa dan Anton. Lagi makan di kantin kampus."
"Oh gitu ya, makannya udah selesai? Nanti aku sama kak Bima yang langsung jemput kamu."
"Mas kan di rumah? Gak apa-apa aku pulang sendiri aja,"
Kalau mas Satria sama mas Bima kesini, mereka jadi bolak-balik dong.
"Kebetulan aku masih ada di rumah papa sama mama, aku jemput kamu sekarang ya." kata Satria pada istrinya.
"Om! Gak usah repot-repot, Anna yang anter Tante May pulang. Om langsung pulang aja ke rumah."
"Kamu bawa mobil An?" suara Satria terdengar dari ponsel Amayra.
"Iya om, Anna bawa. Tante Mayra pulang sama aku aja om."
"Ya udah, langsung anterin Tante kamu ke rumah jangan ke rumah besar ya." pesan Satria pada Anna.
Setelah itu Amayra dan Anna bergegas pulang ke rumah. Anna mengantar dulu Amayra ke rumahnya.
****
Ken sendiri memang sedang sibuk untuk memilih barang-barang seserahan yang akan dibawa pada hari pernikahannya dengan Anna. Dia memilih sendiri barang-barang itu dibantu oleh Keisha. Saking facebooknya memilih barang-barang untuk tunangannya itu, Ken bahkan tidak sempat membuka ponselnya.
"Gak bisa kak, barang-barang Anna...harus aku yang pilih sendiri." kata Ken sambil melihat barang-barang di sebuah ruangan.
"Haahhh...baiklah terserah kamu aja deh. Tapi aku cuma mau kasih tau kalau dari tadi ponsel kamu bunyi." kata Keisha sambil tersenyum.
"Bunyi? Apa Anna?" Ken langsung melempar buku kecil yang sedang dia pegang, kemudian dia berlari ke kamarnya yang ada dilantai atas.
Ken melihat di ponselnya, banyak pesan yang masuk dan panggilan telepon dari Anna. Ken terkejut melihat salah satu pesan dari Anna padanya. "Hey Ken! Kamu jadi gak sih nikah sama aku? Belum nikah aja kamu udah kayak gini."
"Woah! Anna ngamuk!" Ken panik, dia langsung menekan tombol panggilan di ponselnya yang tertuju untuk Anna. Di dalam ponsel Ken, ada foto Anna yang terpasang sebagai wallpaper.
Tut...Tutt....
"Masih tersambung, belum diangkat..." Ken mondar-mandir kesana kemari. Teleponnya belum diangkat juga oleh Anna.
Begitu Ken mendengar suara telepon diangkat. Ken langsung bicara pada Anna tanpa jeda. "Assalamualaikum Anna! Maaf aku minta maaf gak angkat telepon kamu, soalnya aku lagi siapin buat pernikahan kita! Kamu jangan batalkan pernikahan?"
"Waalaikumsalam, Ken. Bisa gak bicaranya pelan-pelan saja? Kamu nyerocos kayak kereta." kata Anna dengan suara kesal.
Ken sudah bisa menebak bahwa kekasihnya ini marah. "Anna, maafin aku ya...aku gak balas balas pesan kamu dan telepon kamu juga."
__ADS_1
"Aku kesal tau gak! Aku khawatir kamu kenapa-napa, tapi syukurlah kamu gak apa-apa dan ada di rumah. Walaupun kamu menyiapkan pernikahan kita, harusnya kamu ikut ujian dong." Anna mengingatkan Ken.
"Gak apalah, aku bisa ikut ujian susulan. Untuk kamu semuanya harus sempurna, apalagi pernikahan itu adalah untuk seumur hidup.'' kata Ken sambil tersenyum.
Ken selalu deh, buat aku nge-fly. Batin Anna senang.
"Hem...baiklah."
"An, kamu dimana?" tanya Ken pada tunangannya.
"Aku baru saja sampai di rumah," jawab Anna sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Ya udah kamu istirahat dulu ya. Sampai ketemu satu Minggu lagi pada hari pernikahan kita. Meski aku kangen pengen segera ketemu sama kamu tapi aku harus tahan." Kata Ken gemas, dia merindukan Anna.
"Aku juga kangen kamu, tapi kita gak boleh ketemu sebelum pernikahan. Kata opa sama Omaku, pamali namanya...jadi kita tahan saja ya." Anna tersenyum.
"An...gak nyangka ya bentar lagi kita akan menikah." Kata Ken bahagia.
"Hem, aku juga gak percaya kalau kita akan menikah."
Kedua pasangan itu tersenyum bahagia menuju ke hari pernikahan mereka.
******
Tak terasa satu minggu telah berlalu, tibalah dimana hari Anna dan Ken akan melangsungkan janji suci pernikahan di dalam hotel, di sebuah taman dengan tema outdoor yang diinginkan Anna.
Pagi itu Amayra dan Satria sudah bersiap-siap untuk pergi ke acara pernikahan Anna dan Ken. Kini Satria sudah bisa berjalan menggunakan tongkat, perlahan-lahan kondisi kaki nya mulai membaik.
"Sayang, ayo nanti kita telat!"
Amayra baru saja keluar dari kamar mandi. "Iya mas ayo."
Pinggangku terasa panas, duh kenapa ya?
"Udah 5 kali kamu bolak-balik ke kamar mandi kamu gak apa-apa kan sayang?" tanya Satria cemas.
"Iya mas gak apa-apa kok, cuma buang air kecil aja." Amayra tersenyum sambil memegang pinggangnya.
"Benaran sayang?"
"Iya mas, beneran." ucap wanita hamil itu yakin.
Mereka pun berangkat menuju ke hotel tempat ijab kabul Anna dan Ken akan dilangsungkan.
__ADS_1
...*****...