Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 159. Menyatakan perasaan


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


"Lo mau bilang apa sama gue?" Tanya Ken.


"Iya aku mau bilang sesuatu sama kamu, tapi nanti ya kalau udah kamu pulang kelas." Ucap Amayra sambil tersenyum.


"Lo mau bilang apa? Sekarang aja!" Kata Ken tak sabar.


Amayra mau bilang apa ya? Kok aku jadi deg degan begini?


Lisa melihat raut wajah Ken yang masih berharap pada Amayra, dia merasa kasihan karena Ken belum bisa menyudahi perasaannya.


"Nanti aja ya Ken," jawab Amayra.


"Ta-tapi gue mau denger sekarang," ucap Ken gugup.


"Maaf Ken, bukannya kamu ada kelas? Kita juga ada kelas, jadi ngomongnya entar aja." Lisa tersenyum pada Ken.


"Iyah bener, nanti aja beres kelas kita ngobrol bentar ya Ken." Ucap Amayra menambahkan.


"Oke, gue selesai kelas jam 11." Ken tersenyum sambil memandang Amayra.


"Ya, aku selesai juga jam segitu." Ucap Amayra menjawab.


Aku harus bicara sama Ken tentang Anna.


"Oke,"


Aku harus selesai kelas lebih dulu, supaya bisa cepat bicara sama Amayra. Kira-kira apa ya yang mau Amayra Katakan?


"Ken, ayo masuk kelas!" Ajak Anton yang baru saja datang.


"Oke," jawab Ken sambil tersenyum setelah bicara dengan Amayra.


Lisa melihat Ken yang senyum-senyum sendiri, dia yakin bahwa Ken salah paham lagi pada Amayra yang mengajaknya bicara. Dia pasti berfikir yang bukan-bukan.


Ken dan Anton pergi ke kelas mereka, disana ada Anna yang sedang mengobrol dengan teman sekelasnya yang lain. Wajah Anna begitu sumringah begitu melihat Ken duduk di kelas bersama dengan Anton.


Gadis itu bahkan tak ragu untuk menunjukkan rasa sukanya pada Ken, dia melambaikan tangan pada Ken sambil tersenyum dari mejanya yang berada di ujung.


"Ken, itu si Anna nyapa Lo! Lo gak sapa balik?" bisik Anton pada teman yang duduk bersebelahan dengannya itu.


"Ngapain?" jawab Ken cuek sambil membuka bukunya.


"Si Anna itu baik kok, dia cuma kebawa pergaulan aja. Percaya deh sikap itu bisa diubah, dia juga cantik dan anaknya pintar." Anton memberikan pendapatnya tentang Anna.


Siapa tau dengan aku bicara begini, si Ken akan pindah haluan.


"Oh ya ya...gitu ya?" Ken mengiyakan perkataan temannya dengan malas.


"Ken, apa Lo masih suka sama si May?"


"Kenapa Lo jadi bahas dia?" Ken langsung menoleh ke arah temannya itu.


"Jawab aja Lo masih suka sama si May apa enggak?!" Tanya Anton tegas.


"Iya gue masih suka sama dia," jawab Ken jujur.


Anton menghela nafas panjang, "Ya ampun Ken, apa sih yang Lo lihat dari cewek yang udah nikah dan punya anak? Secara...Lo masih single, Lo ganteng plus tajir. Siapa sih cewek lajang yang gak mau sama Lo? Si Anna aja sampe klepek-klepek sama Lo?"


"Amayra emang udah nikah dan punya anak, dia juga punya suami yang sayang sama dia. Gue tau semua itu ton, tapi gue gak bisa menghilangkan perasaan gue gitu aja. Soal Anna, gue gak suka sama dia.." ucap Ken menjelaskan isi hatinya.


"Oke gue paham, Lo emang gak bisa menghentikan perasaan suka Lo sama seseorang. Gue juga gak ngelarang, Lo punya hak buat suka sama seseorang. Tapi...please jangan Amayra, gue gak mau Lo jadi pebinor, Ken.." ucap Anton yang khawatir jika suatu hari nanti Ken akan menjadi pebinor yang menganggu rumah tangga Amayra.


"Gue gak akan ngelakuin hal itu!" Seru Ken dengan kening berkerut.

__ADS_1


"Saran gue.. Lo harus melepaskan perasaan Lo, biar Lo bisa tenang dan gak sakit sendiri." Anton menyarankan.


"Caranya?" Ken menatap Anton.


Saat Anton akan bicara, dosen sudah keburu masuk ke dalam kelas. Dia memulai kelasnya, membuat obrolan Anton dan Ken jadi terputus..


Apa maksud Anton melepaskan perasaan? Apa maksudnya aku harus menyatakan perasaanku ini agar hatiku tenang? Ya, mungkin maksudnya si Anton begitu.


Setelah kelas selesai, Anna langsung menghampiri Ken. Dia mengajak Ken pergi makan siang bersama sambil menemani Ken ke cafe tempatnya akan konser.


"Ken, kita makan siang bareng yuk sekalian ke cafe." Ajak Anna pada Ken sambil tersenyum.


"Sorry, gue gak bisa. Gue ada janji,"


"Janji? Tapi bukannya Lo ada konser di cafe hari ini?" Tanya Anna pada Ken.


"Pokoknya gue ada janji," jawab Ken sambil mendesah.


"Ken..."


Ken pergi lebih dulu meninggalkan Anna disana, dia menolak dan mengacuhkan Anna. Anna juga tau kalau dia diacuhkan, tapi dia tidak menyerah untuk mendekati Ken.


"An, kebetulan waktu gue lagi free. Gimana kalau Lo makan siang sama gue aja?" ajak Anton pada Anna, dia merasa kasihan pada gadis cantik yang diabaikan oleh Ken.


Kasihan banget si Anna, Ken.. Ken..


"Gak mau! Gue maunya makan siang sama Ken," ucap Anna menolak tegas.


Anna mengikuti Ken pergi keluar dari kelas sambil menggandeng tas selempangnya. Dia melihat Ken sedang bersama Amayra di lorong kampus yang sepi.


"Loh, itu kan Amayra dan Ken? Ngapain mereka berdua ada disana?" Anna melihat kedua orang itu dari kejauhan, dia berjalan mendekat diam-diam.


"Ken, kamu ngapain tarik-tarik tangan aku? Aku kan udah bilang, kalau aku mau bicara sama kamu.. bertiga juga sama Lisa." Protes Amayra kesal karena Ken menarik tangannya.


"Gue mau bicara sama Lo berdua. Bentar aja kok!" Ken mengatupkan kedua tangannya.


Untunglah ini ada di tempat umum, bukan ditempat tertutup.


Anna sudah berada di balik tembok dan mendengarkan percakapan mereka.


"Iya, bentar aja kok. Soalnya bentar lagi gue ada konser di cafe." Ken tersenyum.


"Iya aku tau. Boleh gak kalau aku bicara duluan, Ken?" Tanya Amayra meminta bicara lebih dulu.


"Oke, silahkan."


"Ken, apa kamu suka sama Anna?" Tanya Amayra pada pria yang berdiri didepannya itu.


Ken tercekat mendengar pertanyaan Amayra yang terkesan tiba-tiba, "Apa maksud Lo?"


"Kamu suka gak sama Anna? Jawab!"


"Gak," jawab Ken tegas.


Anna mendengar jawaban Ken dan hatinya sangat tidak nyaman. Amayra juga merasa tidak enak mendengar jawaban itu, padahal dia tau kalau Anna sangat menyukai Ken.


Kasihan Anna.


"Maaf tapi aku dengar kamu suka sama cewek lain? Apa kamu pacaran sama dia?" Tanya Amayra tanpa berbasa-basi.


"Enggak, gue cuma suka sepihak sama dia. Dan dia gak akan bisa pacaran sama dia, kecuali kalau dia pisah sama orang yang dicintainya." Ken menjelaskan dengan senyuman pahitnya.


Anna masih mendengarkan percakapan Amayra dan Ken. Anna juga sudah tau sebelumnya bahwa Ken suka pada wanita yang sudah menikah. Tapi, dia tak tau siapa wanita itu.


"Kenapa? Apa dia sudah punya pacar? Apa dia sudah nikah?" Pikir Amayra menebak.

__ADS_1


"Ya, dia udah nikah." Jawab Ken sambil mengajak tajam ke arah gadis berhijab berwarna violet itu.


"A-Apa? Kalau begitu kamu gak boleh suka sama dia dong. Gimana sih kamu? Mending sama cewek jomblo, kayak Anna misalnya? Dia itu baik, cantik, pintar dan dia juga sahabat aku! Yang paling penting dia suka sama kamu," Amayra berusaha memberikan kesan baik Anna pada Ken.


Anna terharu karena Amayra bicara baik tentangnya pada Ken.


"Gue tau, dia baik, cantik pintar..tapi gue gak suka sama dia. Gue sukanya sama cewek itu." Kata Ken tegas, dia tak mau mendengar tentang Anna.


"Ya ampun Ken, dia udah nikah kan? Harusnya kamu gak boleh suka sama dia dong. Dosa Ken! Dosa! Lagian kenapa sih kamu suka sama dia?" Amayra terheran-heran.


"Mungkin karena dia cinta pertama gue," jawab Ken sambil tersenyum.


"Cinta pertama? Memangnya siapa sih dia? Apa aku kenal?" Tanya Amayra penasaran dengan wanita yang dibicarakan oleh Ken.


"Lo.."


"Apa?" Wanita itu tercekat.


"Cewek itu adalah Lo. Gue suka sama Lo, May.." ucap Ken yang akhirnya mengakui perasaannya.


Anna menutup mulutnya yang ternganga, dia kaget dengan apa yang baru saja dia dengar. Ken suka pada Amayra? Ah tidak, dia pasti salah dengar!


"Hahaha, Ken kalau mau bercanda yang lucu dong? Ini sama sekali gak lucu, masa kamu suka aku?" Amayra menertawakan ucapan Ken yang dianggapnya sebagai lelucon.


"Gue serius. Cinta pertama gue, cewek yang udah nikah itu...orangnya adalah Lo. Gue suka sama Lo, May.."


Amayra terdiam mendengar ucapan Ken, dia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Ken.


Anna menahan tangis saat mendengar pria yang dia sukai menyatakan cinta pada sahabatnya.


Jadi, cewek yang disukai Ken dan cinta pertamanya itu adalah Amayra? Kenapa aku bisa gak tau? Pantas aja Ken selalu baik sama Amayra, tapi sama aku dia selalu bersikap dingin.


Anna pergi dari sana dengan sakit hati, dia menangis. Sementara Amayra, dia masih mencerna apa yang dikatakan oleh Ken.


"Ken, apa maksud kamu? Kamu suka aku? Kamu bercanda ya?" Tanya Amayra mendongakkan kepalanya menatap Ken dengan tajam.


"May, apa gue kelihatan bercanda?"


"Istighfar kamu Ken! Aku ini istri orang...gimana bisa kamu..." Amayra akhirnya paham sikap baik Ken padanya selama ini.


"Gue tau Lo istri orang! Tapi gue masih aja suka sama Lo, gue juga gak ngerti." Kata Ken sambil tersenyum pahit. Dia juga tidak bisa menghentikan perasaannya.


"Kayaknya aku udah selesai bicara, maaf aku pamit pulang duluan." Ucap Amayra sambil melangkah pergi.


Ken memegang tangannya, lalu dengan cepat Amayra menepisnya. "Jangan sentuh aku, Ken!"


Tanpa sadar gelang pemberian Satria terlepas dan jatuh ke lantai.


Amayra pergi meninggalkan Ken disana yang sedang termenung. Ken melihat gelang itu dan memungutnya. Amayra juga pulang ke rumah Calabria karena Rey berada disana bersama Nilam.


"Assalamualaikum Ma," Amayra mencium tangan ibu mertuanya.


"Waalaikumsalam, kamu sudah pulang May?"


"Iya Ma," jawab Amayra sambil menggendong Rey ke pangkuannya.


"Anna juga udah pulang tuh, dia pulang sambil nangis-nangis." Kata Nilam menceritakan Anna yang pulang kuliah sambil menangis.


"Anna nangis? Kenapa Ma?" Tanya Amayra heran.


Bukannya Anna mau ke konsernya Ken? Kenapa dia udah pulang? Tumben?


"Gak tau tuh, ditanya juga dia gak jawab." Jawab Nilam sambil mendesah.


...----****----...

__ADS_1


Assalamualaikum Readers, semoga kalian sehat selalu ya😍 btw karena sebentar lagi mau lebaran..jadi author sibuk cuma bisa up 1 dulu. Kalau ada lebih mungkin author akan up lagi.😍 jangan lupa Like, komen, gift atau vote nya ya...


...----*****----...


__ADS_2