
Satria tersenyum pahit, dia memandang tajam ke arah istrinya.
Aku sama seperti bocah ingusan itu? Aku?
"Mas, aku ke kampus dulu ya.." tiba-tiba saja tubuhnya bergidik ngeri melihat raut wajah suaminya. Dia salah apa? Kenapa Satria tiba-tiba marah? Melihat suaminya yang seperti itu dia memilih kabur.
Saat Amayra hendak membuka pintu mobil.
Loh? Kenapa gak bisa dibuka ya?
"Mau kemana kamu May? Kamu belum jawab pertanyaan ku.. mau kabur gitu aja kamu?" tanya Satria yang sengaja mengunci pintu mobil itu agar Amayra tak bisa keluar.
"Pertanyaan apa Mas? Ehm...cepat buka pintunya, aku bisa telat!" Pinta Amayra yang tak berani menatap suaminya.
Mas Satria kenapa jadi mode horor begini? Hiyy.. aku salah apa sih?
"May, kamu bilang aku seperti Ken? Apanya yang seperti Ken?" tanya Satria pada istrinya.
Bicara dengan Satria terkadang tidak akan ada habisnya sampai dia mendapatkan jawaban yang dia inginkan dan jawaban itu memuaskannya. Dia tidak akan melepaskan Amayra sebelum wanita itu menjawab pertanyaannya.
"Ehm.. aku gak bilang begitu," elaknya Amayra sambil melihat keluar kaca mobil.
Ya Allah gusti, Mas ku kerasukan apa? Kenapa dia jadi serem gini?
Satria memasang wajah tajam, dia melihat istrinya yang masih menatap ke luar kaca mobil, "May.. jangan sampai aku tanya dua kali, kamu tau kan aku gak suka tanya dua kali."
"Ehm...itu.." Amayra gelagapan.
Tangan Satria mengunci tubuh Amayra, tatapannya tak luput dari wanita itu. "Jawab aku May! Aku sama dia sama apanya?"
"Ehm.. itu, Mas.. kita bicara aja nanti ya, hehe.." Amayra mulai ketakutan, dia mendorong tubuh Satria pelan-pelan.
Ya ampun, Mas Satria kenapa sih? Dia sangat sensitif dengan Ken?
"Gak bisa May, ini harus dituntaskan sekarang. Supaya semuanya jelas," ucap Satria tegas.
"Aku harus memperjelas apa?" tanya Amayra sambil mengerutkan keningnya. Habis sudah, dia tak bisa kabur sebelum Satria mendapatkan jawaban yang dia inginkan.
"Aku sama Ken mirip apanya?"
"Aku gak bilang kalian mirip kok," jawab Amayra dengan suara yang pelan.
"Terus, barusan kamu bilang kalau aku sama seperti Ken.. itu apa?" Tanya Satria sambil menatap tajam istrinya.
"Aku hanya.. hanya.." Amayra melirik kesana kemari, mencari jalan untuk keluar dari sana. Amayra tiba-tiba memeluk suaminya, tangannya memencet tombol buka pintu mobil. Diam-diam Amayra tersenyum jahil.
"Ka-kamu.."
Muach!
Amayra mencium pipi suaminya, sebelum dia keluar dari mobil itu. Dia tersenyum sambil menjulurkan lidahnya. "Bwee.. coba tangkap aku kalau bisa?"
"Dasar.. kamu..itu ya.." desis Satria kesal bercampur bahagia.
Walaupun Amayra kadang kekanakan, tapi aku sangat mencintainya. Inilah yang aku sukai darinya. Polos, ceria, murah senyum dan baik hati.
Satria menaikkan bahunya sambil senyam-senyum, dia memegang pipinya yang baru saja di beri kecupan manis oleh istrinya itu.
"Awas ya kamu, nanti malam kamu bakal minta ampun sama aku!" Ancam Satria pada istrinya.
"Ihhh.. takut.. hahahaha," Amayra mengejek dan tertawa sambil berjalan mundur ke belakang.
Diam-diam dari kejauhan Satria mengambil gambar istrinya dengan kamera telepon, saat itu Amayra memakai jilbab berwarna lavender yang kalem.
"Hari ini aku akan melepaskan kamu May, nanti tunggu saja di rumah. Aku akan balas kamu sayang.." gumam Satria sambil tersenyum.
__ADS_1
Cantik, istriku sangat cantik. Satria memuji foto yang ada di ponselnya. Dia memandang foto itu dan foto Rey yang ada di depan mobilnya.
"Semangat! Karena ada dua penyemangatku!" Satria mulai mengemudikan mobilnya menuju ke rumah sakit dengan semangat.
Amayra masuk ke dalam kelasnya dengan buru-buru, dia berpapasan dengan Lisa dan salah satu temannya yang lain. "May, bahan persentasinya udah siap kan?"
"Siap dong! Bismillah..semoga persentasi kita hari ini dilancarkan," ucap Amayra sambil tersenyum semangat.
Dia dan kedua temannya masuk ke kelas sambil mengobrol dengan akrab. Sejak masuk kampus, Amayra sudah memiliki banyak teman meski Reina sempat menjelekkan nama baiknya.
Persentasi itu berjalan lancar tanpa hambatan, apalagi Amayra menjadi narasumber atau pemateri yang menjelaskan materi didepan kelas. Tanpa Amayra sadari, Ken, Anton dan Fahri yang sedang lewat disana melihat Amayra yang sedang menjelaskan didepan kelas.
"Itu yang namanya Amayra?" Tanya Fahri pada Ken.
"Iya, dia.." jawab Anton pada temannya itu.
"Cantik juga ya, kayaknya dia cewek baik-baik." Ucap Fahri berpendapat.
"Ya dia emang cewek baik-baik," jawab Ken yang masih menatap Amayra dari balik jendela kelas itu.
Fahri mengerutkan keningnya, "Kok bisa ya dia hamil sama om om?"
"Lo bilang apa?" Ken langsung melirik pada Fahri dengan tajam. Jika urusan Amayra saja, Ken pasti akan membelanya.
"Santai bro, maksud gue bukan apa-apa kok. Gue cuma mau tau kenapa cewek baik-baik kayak dia bisa terjebak sama om-om.. gitu.." Fahri takut dan langsung menciut melihat tatapan tajam dari Ken padanya.
"Itu cowoknya aja yang brengsek! Apa Lo gak tau kalau si Amayra di perkosa? Itu artinya bukan keinginan dia," jelas Anton pada Fahri.
"Oh gitu ya," bibir Fahri membulat. "Sayang ya dia udah nikah... ckckck," ucap Fahri sambil menggelengkan kepalanya. "Cewek kayak dia cocok jadi istri dan ibu, gak cocok diajak pacaran. Bagus... gue harap suaminya baik sama kayak dia," gumam Fahri yang menatap Amayra dengan penuh kekaguman.
Ken juga menatap wanita itu sambil tersenyum penuh kekaguman. Dia mulai berandai-andai dalam kepalanya, jika saja dia bertemu dengan wanita itu sejak awal.Akankah mereka berjodoh?
Didalam sana Amayra selesai melakukan persentasinya, dia melihat ke arah jendela. Mata Amayra bertemu dengan mata Ken yang memang sedang melihatnya.
Dia melihatku?
"Woy! Ken, Lo kau kemana?" tanya Anton pada temannya yang tiba-tiba balik arah itu.
"Gue mau ke toilet.." jawab Ken kebingungan.
"Ken! Tunggu!"
Suara seorang wanita mengalun lembut memanggil namanya. Membuat Ken berhenti ditempatnya dan membalikan badannya. Dan wanita itu adalah Amayra yang baru saja keluar dari kelasnya.
"Kenapa Lo manggil gue?" Tanya Ken dengan suara keras seperti biasanya.
"Kepala kamu udah gak apapa? Apa masih suka pusing?" Tanya Amayra sambil melihat perban yang masih terpasang dikepala Ken.
Aku tau dia menanyakan ini bukan karena dia mencemaskanku. Itu karena dia merasa bersalah padaku, tapi kenapa aku senang dia perhatian padaku.. padahal aku sudah tau alasannya kenapa dia begini.
"Gue gak apa-apa," jawab Ken cuek sambil membalikkan badannya.
Anton dan Fahri melihat Ken yang salah tingkah didepan Amayra.
"Kalau ada apa-apa, langsung periksa ke rumah sakit saja atau bilang sama suamiku. Nanti dari akan periksa ka-"
"Gak usah! Lo gak usah pedulikan gue lagi, gue kan udah bilang gak apa-apa!" Ken memangkas ucapan Amayra yang belum usai. Dia bicara membentak.
Sepertinya aku harus memperlakukanmu sama seperti pertama kali kita bertemu.
"I-iya udah deh," jawab Amayra sambil menundukkan kepalanya.
Kenapa Ken marah padaku?
"Hei Ken, Lo gak usah ngegas juga kali.. si May cuma nanya baik-baik sama Lo," ucap Anton mengingatkan.
__ADS_1
Si Ken, masih ada rasa sama Amayra. Aku tak menyangka bahwa semuanya akan jadi seperti ini. Ken kamu gak boleh suka sedalam itu sama Amayra. Gak boleh Ken.
"Bukan urusan Lo!' Ken ketus.
Ken berjalan menuju ke arah lain dari kelas itu, Fahri dan Anton mengikutinya. Ken terlihat menyesal dalam hatinya karena dia sudah membentak Amayra, padahal wanita itu tidak salah apa-apa padanya.
Sebagai bentuk rasa bersalah, sepulang kuliah Ken mengajak semua teman-teman dekatnya ke cafe dekat kampus.
"May, kamu mau ikut kan?" Tanya Lisa pada sahabatnya itu.
"Iya, tapi aku telepon dulu kak Diana sama suamiku dulu ya Lis.." ucap Amayra sambil mengambil ponselnya didalam tas.
Dia menelpon Diana untuk menjaga Rey sedikit lebih lama, kemudian dia menelpon Satria untuk meminta izin untuk pergi bersama temannya sebentar. Satria memberikan izin, asalkan Amayra tau waktu dan pulang sebelum magrib.
"Iya Mas, aku pulang jam 3 sorean..gak akan sampe magrib kok."
"Iya sayang, jangan lupa ada Rey menunggu kamu." Kata Satria mengingatkan istrinya.
"Aku tau Mas, aku gak akan lupa waktu kok. Aku janji!"
"Oke. Maaf aku tutup teleponnya dulu, beberapa menit lagi aku mau ke ruang operasi."
"Ya Mas, semoga Allah selalu melancarkan segala urusan kita..." ucap Amayra pada suaminya.
"Iya May, Aamiin.." jawab Satria sambil tersenyum.
Setelah sambungan telepon terputus, Satria yang akan segera pergi ke ruang operasi, melihat dokter Sandy di dekat lorong.
"Dokter itu kan yang mengoperasi ayah? Ngapain dia ada disini? Kenapa dia ke ruangan dokter Chandra?" gumam Satria mulai penasaran dengan kehadiran Sandy disana.
Satria mengikuti Sandy diam-diam.
...*****...
Di cafe yang tak jauh dari kampus. Amayra dan beberapa teman-teman sekelasnya ada disana. Mereka akan melihat pertunjukan musik Ken dan band nya sambil makan camilan.
"Thanks ya May, gara-gara Lo kita bisa kesini!" kata teman sekelas Amayra.
"Makasih ya May,"
"Loh? Kenapa kalian bilang makasih sama aku? Ken yang ngundang dan traktir kalian, bukan aku!" Amayra keheranan dengan sikap teman-temannya itu.
"Kan kalau gak ada Lo, gak mungkin kita di traktir kayak gini. Pokoknya thanks ya," ucap seorang teman lainnya.
Wanita itu hanya mengernyitkan dahi dengan bingung menerima banyak ucapan terimakasih dari orang-orang disekitarnya. Dia yang tidak peka tidak tahu apa maksudnya, tapi Lisa tau bahwa Ken mengajak teman-teman yang lain kesana karena Amayra ada disana.
Saat sedang makan cemilan, Ken dan bandnya naik ke atas panggung. Semua orang menyambut mereka dengan antusias tepuk tangan yang meriah.
"Halo semuanya.. ada yang kangen gak sama Cj boys? Hari ini...Ken mau bawakan lagu ciptaannya yang terbaru dan belum pernah di publish dimanapun! Yok, kita langsung dengarkan aja ya!" Seru MC acara itu.
Musik mulai dimainkan, Ken duduk di kursi paling depan sambil membawa gitarnya.
Ken mulai bernyanyi sambil memetik gitarnya, di berwajah sedih.
Aku tak mengerti apa yang kurasa, rindu yang tak pernah begitu hebatnya..
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau, Meski kau takkan pernah tau...
"Suaranya Ken bagus juga ya, sekarang aku percaya kalau dia emang anak band," ucap Amayra sambil tersenyum kagum. "Tapi, kok Ken kayak yang lagi patah hati ya?"
"Iya May, Ken patah hati karena Lo," jawab Anton.
Jawaban Anton sontak saja membuat Amayra dan Lisa terkejut menoleh ke arahnya.
...----****----...
__ADS_1
Maaf ya readers! Author telat up, kemarin bab nya ada yg terhapus.. auto ngetik ulang deh, nanti author up lagi ya. So wait aja ya 🥺🤭