Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 148. Dasar tukang palak!


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Anna terpesona melihat ketampanan pria yang berada didepannya itu.


Ini sih tipeku banget, ganteng, cool...kekinian..artis Korea aja kalau sama dia.


Ken tidak nyaman dengan tatapan Anna kepadanya, dia langsung mendorong Anna hingga tubuhnya oleng. Anna mempertahankan tubuhnya agar tetap tegak.


"Lo kasar banget sih sama cewek!" Gerutu Anna kesal.


"Bodoh amat! Anton, gue cabut duluan.." ucap Ken pada temannya itu, dia melihat Anna dengan malas.


Ken berjalan menuju ke arah mobilnya. Anna tidak mau melewatkan kesempatan bertemu dengan pria yang sudah mengambil hatinya itu, dia memegang tangan Ken. "Tunggu! Gue lapar dan gue gak punya uang.. gue juga gak bisa pulang ke rumah," rengek Anna pada Ken.


"Apa hubungannya sama gue?" Tanya Ken tidak paham dengan sikap Anna padanya.


"Lo kan temannya Amayra, jadi Lo pasti mau bantu gue kan?" Pinta Anna seraya membujuk Ken untuk makan bersamanya.


Ken menepuk jidatnya, berkali-kali dia dibuat kesal oleh Anna. Dia jadi teringat pertemuannya dengan Amayra dulu yang diawali dengan pertengkaran dan perdebatan seperti ini.


"Nih, dasar tukang palak!" Ken mengambil uang di dompetnya sebanyak dua ratus ribu, dia menyerahkannya pada Anna.


"Iya makasih, tapi gue mau ditemenin..." pinta Anna pada Ken dan Anton.


"Ya ampun Lo banyak permintaan,"


"Udahlah Ken, lagian ini juga masih jam sembilan. Kita temenin aja dia, bahaya anak gadis sendirian di dalam cafe.." Kata Anton yang kasihan pada Anna.


"Makasih Anton, Lo pengertian banget...please, malam ini aja temenin gue makan." Rengek Anna lagi pada Ken.

__ADS_1


"Oke, habis itu gue mau balik." Kata Ken setuju dengan wajah datarnya.


"Thanks," ucap Anna pada Ken dan Anton.


Kenapa teman-temanku di Inggris tidak seperti ini? Mereka cuma memanfaatkanku saja.


Ken dan Anton menemani Anna makan didalam cafe itu. Anna memesan banyak makanan, wajar saja dia lapar karena dia baru saja dari perjalanan jauh.


"Kalian gak pesan makanan juga?" Anna bertanya pada dua pria itu yang hanya memesan minuman saja.


"Oh, enggak. Kita udah kenyang jadi pesen minuman aja." Jawab Anton sambil tersenyum. Anton sebenarnya risih melihat penampilan Anna yang terbilang seksi itu.


Si Anna ini cantik sih, tapi penampilannya bikin iman naik turun. Harus sering ngucapin istighfar kalau kata si Amayra tuh.


"Oh gitu ya.. eh apa kalian tau kenapa gue takut pulang ke rumah?"


Dulu aku suka lihat penampilan cewek yang kayak gini, tapi sekarang kok aku gak suka ya. Lebih adem lihat Amayra.


"Gue mau tau, ayo cerita-cerita!" Seru Anton sambil menatap gadis itu.


"Sebenarnya gue merasa bersalah sampai sekarang dan itu gak pernah hilang. Gue juga takut dimarahin Opa sama Oma gue kalau disana gue gak belajar dengan benar. Mungkin ini karma buat gue karena udah buat Amayra menderita dulu,"


Saat nama Amayra disebut, Ken langsung melihat ke arah Anna dengan tatapan tajam. "Apa maksud Lo?"


Kenapa giliran soal Amayra saja dia langsung semangat ya? Ah apa ini hanya perasaanku saja?? Batin Anna heran dengan reaksi Ken.


"Gue merasa bersalah karena gue yang udah ajakin Amayra liburan ke villa. Terus dia diperkosa sama om Bram," jelas Anna sambil menundukkan kepalanya dengan sedih.


Sudah aku duga, Amayra itu gadis baik. Dia gak mungkin menggoda cowok itu lebih dulu. Ken masih saja peduli pada Amayra.

__ADS_1


"Oh gitu ya...tapi itu kan sudah lalu. Amayra juga udah bahagia kan sama om, Lo?" kata Anton mengalihkan pembicaraan. Dia melihat Ken terdiam, sudah bisa ditebak siapa yang membuatnya begitu.


"Iyah dia bahagia, tapi dibelakangnya. Semua orang masih membicarakan dia, Ahhh.. ini salah gue.." Anna menundukkan kepala di meja dengan gundah.


Malam itu Anna yang lapar dan lelah karena sudah banyak menangis, menghabiskan uang cash Ken dan memesan banyak makanan di cafe itu. Hingga Ken menjulukinya tukang palak.


...****...


Ting Tong..


🎢🎢🎢


Bel rumah besar keluarga Calabria berbunyi. Amayra yang masih belum tidur langsung membuka pintunya. Ternyata Satria yang baru pulang.


Amayra menyambut suaminya, dia mengambil tas Satria dan membawanya ke kamar. "Mas, apa kamu haus? Aku ambilkan minum ya.."


"Tidak usah," ucap Satria sambil memandangi Amayra dengan sedih.


May, aku harus bagaimana... bagaimana kalau ayah meninggal karena kesalahan operasi itu?


"Mas, ada apa?" Amayra menyadari ada yang salah dengan tatapan suaminya.


Tiba-tiba saja Satria memeluk istrinya. "Mas.."


"Diam sebentar aja, aku capek...saat ini aku butuh pelukan kamu." Satria memeluk istrinya semakin erat.


Amayra terdiam menerima pelukan itu. Dia merasa ada yang aneh dengan sikap Satria.


...----****----...

__ADS_1


__ADS_2