
Mohon untuk readers jangan meniru adegan ini ya, agak kurang baik 😅🙏🙏 Mohon maklum, ini dunia novel 🤭
...****...
Beberapa menit kemudian, Amayra sampai didepan rumah sakit. Dia buru-buru keluar dari taksi, lalu dia berlari masuk ke dalam rumah sakit.
"Aduh.. aku gak tau Mas Satria berada di ruangan mana," gumam Amayra bingung.
Dreett..
Dreett...
Ketika Amayra sedang resah, dia mendapatkan telepon dari nomor suaminya. "Halo!" Jawab Amayra cepat, sampai dia lupa mengucap salam saking paniknya.
"Bu Amayra, pak Satria berada di lantai paling atas rumah sakit. Bu Amayra lewat tangga darurat saja," ucap pria yang menelponnya itu
"Apa?" Amayra mendongak, dia merasa ada yang aneh dengan ucapan pria itu.
"Cepat kesini Bu, keadaan pak Satria sedang kritis!" Kata pria itu dengan suara yang cepat.
Tut...Tutt..
Telpon itu diputus begitu saja oleh si penelpon. Amayra menghela nafas dan mulai berfikir bahwa ada yang aneh dengan semua ini. Dia pun datang ke lantai paling atas di rumah sakit itu. Saat sampai di tangga darurat, Amayra terpana melihat banyak bunga-bunga bertaburan disana.
"Loh? Kenapa bisa ada kelopak bunga disini?" Tanya Amayra keheranan.
Apa Mas Satria mengerjaiku?
__ADS_1
Amayra merasa semakin ada yang aneh disana. Dia terus berjalan menaiki tangga mengikuti kelopak bunga mawar itu. Kemudian dia sampai di atas gedung rumah sakit yang berlantai 5 itu.
Dia membuka pintunya, dengan napas terengah-engah. Matanya menatap ke arah depan, dia terkejut melihat ada lima orang suster disana memegang setangkai bunga mawar merah ditangannya.
"Ah...Apa ini?" Amayra terkejut.
Kelima suster itu memberikan masing-masing setangkai bunga mawar pada Amayra. Ketika Amayra bertanya ada apa dengan semua itu. Lima orang suster itu hanya tersenyum, tak menjawabnya. Mereka malah mengarahkan Amayra untuk jalan ke depan sana.
Amayra yang bingung, namun dia tetap berjalan ke depan dengan linglung. Setengah tenaganya sudah habis karena dia telah banyak berlari.
Didepannya terlihat sebuah tirai merah mencurigakan yang entah ada apa di dalamnya. Saat Amayra mulai melangkah mendekati tirai itu, tiba-tiba saja tirai itu terbuka lebar.
Srekk...
Deg!
"Mas..Satria?!"
Amayra terbelalak melihat spanduk bertuliskan selamat ulang tahun pernikahan yang pertama. Disana juga ada foto Amayra dan Satria saat akad nikah.
Apa semua ini? Jadi Mas Satria kecelakaan itu bohong?
Satria hanya tersenyum melihat Amayra, "Kamu pasti kaget kan, May?"
"Mas.. ini gak lucu.. aku kira, Mas Satria..hiks... huhuuu..." Amayra menangis tersedu-sedu.
Satria menghampiri istrinya yang sedang menangis itu. "May, maaf.. aku keterlaluan ya?"
__ADS_1
Tadinya aku kira ini akan romantis, ternyata pura-pura kecelakaan itu malah membuat May menangis.
"Aku pikir Mas kecelakaan dan terjadi sesuatu! Tapi.. syukurlah.. Mas baik-baik saja. Syukurlah.. huuuhuuu.." Amayra menangis sambil memukul-mukul tubuh suaminya dengan kesal.
"Maaf ya May, tadinya aku mau buat kejutan tapi aku malah buat kamu nangis kayak gini."
Ya Allah, kayaknya aku keterlaluan. Mayra sampai menangis kaya gini.
"Kamu buat aku takut Mas! Dasar, nyebelin.. Mas Satria nyebelin.. nyebelin.." Gerutu wanita itu sambil memukul-mukul Satria.
"Maaf May, maaf. Selamat ulang tahun pernikahan ya sayang."
"Dasar! Katanya kamu gak ingat tanggal 15, ternyata kamu.." Amayra menatap suaminya, keningnya berkerut.
Satria menyeka air mata Amayra dengan tangannya, "Bagaimana aku bisa lupa tanggal pernikahan kita? Tanggal yang menyatukan kita berdua dalam ikatan cinta seumur hidup. Hari dimana aku mengucapkan ijab pernikahan kita.. " ucap Satria sambil menatap istrinya dengan penuh kasih sayang.
Amayra terharu bercampur kesal dengan sikap suaminya yang mengerjai dia dengan pura-pura kecelakaan.
"Jahat! Penipu! Pembohong, nyebelin.." gerutu Amayra sambil mencubit gemas tangan Satria. "Kalau mau mengerjaiku, dengan cara yang lucu dong! Ini kan gak lucu, aku hampir jantungan tau, Mas.." protes Amayra.
Satria tersenyum kemudian dia merengkuh tubuh Amayra hingga mereka berpelukan. Satria melihat istrinya dengan nanar, kemudian dia mencium bibir cantik Amayra dengan lembut.
Amayra merespon ciuman suaminya dengan baik, dia meletakkan kedua tangannya pada dada bidang suaminya itu.
...-----****----...
Hai Readers, makasih untuk Vote, gift, like dan komen kalian ya😍😍
__ADS_1
Maaf up nya segini dulu, lanjut lagi besok 😘