Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 165. Resepsi


__ADS_3

Mohon maafkan untuk chapter ini mengandung ke uwuan yang berlebih. Diharapkan bijak dalam membaca! 🤭


...🍁🍁🍁...


Hanya tinggal beberapa senti, mungkin Amayra dan Ken akan bersentuhan. Mereka saling memandang satu sama lain. Amayra langsung menghindar darinya dengan cepat dan mengambil piring di meja prasmanan. Satria tersenyum melihat Amayra mengacuhkan Ken, tadinya Satria ingin menghampiri mereka jika Amayra mengapa Ken.


Astagfirullahaladzim, aku tau ini tidak baik seperti memutus tali silaturahmi. Tapi agar tidak menimbulkan fitnah dan kesalahpahaman lagi dalam rumah tanggaku. Aku harus jauhi kamu Ken, aku gak bisa punya teman cowok. Apalagi seseorang yang masih menyimpan perasaan padaku.


Disebelah Ken juga ada Anton dan Lisa yang berencana memberikan selamat pada pengantin baru. Karena mereka dapat undangan dari Amayra dan Anna.


Sikap aku sudah benar May. Batin Lisa mendukung sikap Amayra pada Ken.


"May, kamu mau ngambil makanan?" Tanya Lisa menyapa sahabatnya.


"Iya Lis, kamu mending kalian makan dulu. Soalnya di pelaminan masih antri tuh." Amayra melihat ke arah Ken, Anton dan Lisa bersamaan.


"Kebetulan gue emang siapin perut kosong pas mau kesini, makan dulu gak apa-apa kan?" Tanya Anton sambil tersenyum ceria berusaha mengalihkan suasana. Ken terlihat pucat dengan sikap acuh Amayra padanya.


"Iyah, makan dulu aja. Nanti kita foto didepan bareng sama kak Diana dan kak Bram." Kata Amayra ramah.


"Oke May," Lisa tersenyum dan bersiap mengambil piring di meja prasmanan dengan semangat. Begitu pula dengan Anton dan Ken, yang awalnya enggan untuk makan.


Setelah mengambil makanan untuk suaminya dan dirinya. Amayra kembali duduk disamping Satria, sementara Rey berada bersama Fania dan sedang dibawa jalan-jalan dekat sana.


"Mas, ini sudah aku bawakan makanan buat kamu. Kita makan yuk?" Amayra tersenyum lebar sambil menyodorkan piring berisi makanan dan nasi.


"Makasih sayang," Satria mengambil piring itu, tiba-tiba saja pria itu mual-mual. "Uwekk.. uwekkk.."


Amayra langsung terperanjat melihat suaminya, "Mas...mas kenapa Mas?"


"Gak tau kenapa nih, tiba-tiba saja aku mual saat melihat makanan." jelas Satria sambil memegang mulutnya. "Uwekk..uwekk.."


Amayra menepuk-nepuk punggung suaminya, "Mas kayaknya masuk angin ya? Kemarin kan habis lembur sama lupa makan malam juga? Kita pulang aja yuk Mas," ucap Amayra dengan cemas pada suaminya itu.


"Acaranya kan belum selesai, May." Ucap Satria merasa tidak enak pada kakaknya yang masih berada dalam acara resepsinya yang belum usai.


Kenapa aku tiba-tiba mual begini? Apa asam lambungku naik?


"Aku minta izin dulu sama Mama sama papa dan yang lainnya ya." Ucap sang istri cemas pada suaminya.


"Iya, ayo deh. Tapi kita foto dulu sebelum pergi.."


"Iya Mas, ayo." Kata Amayra sambil tersenyum.


Tiba-tiba saja Satria memeluk istrinya didepan umum dengan manja. "Mas.. kenapa kamu memelukku? Kita kan mau foto-foto didepan sana,"


"Kok kamu tanyanya gitu sih? Meluk istri sendiri, emangnya gak boleh?" Satria merengek dengan wajah memelas.

__ADS_1


Amayra keheranan kenapa suaminya tiba-tiba manja seperti ini. Kemana sikap dewasanya itu?


"Gak apa-apa sih Mas, tapi ini di depan umum. Malu Mas, nanti banyak yang lihat." Amayra memegang kedua tangan Satria yang melingkar di perutnya itu. Sambil melihat-lihat ke sekitarnya, dia takut ada orang yang memperhatikannya dan Satria.


Namun, para tamu tampaknya sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing dan tak sempat memperhatikan pasangan suami istri yang sedang berpelukan itu.


"May, kamu harum banget.." Satria semakin mendekatkan wajahnya pada kerudung merah muda yang dikenakan istrinya itu.


"Mas.. ayo kita kesana," ajak Antara pada suaminya.


Disisi lain Ken yang sedang duduk bersama Anton, Lisa dan Anna. Ken melihat Amayra dan Satria dengan tatapan cemburu. "Ken, makan! Jangan liatin terus mereka!" Kata Anton sambil memegang kepala Ken dan mengarahkannya pada makanan di piring.


"Iya gue mau makan kok," ucap Ken malas sambil mengambil sendoknya.


Tiba-tiba saja Anna bicara, padahal tadi dia diam saja."Kelihatan mesra banget kan mereka ya, Lis?" liriknya pada Lisa.


"Iyah An, mereka mesra banget." Sahut Lisa membenarkan.


"Mereka selalu mesra, mungkin gak lama lagi Rey akan punya adik." Ucap Anna sambil tersenyum, dia melirik sedikit pada Ken yang duduk di sebelah Anton.


Kamu harus sadar diri Ken, Amayra itu istri omku.


Ken terdiam, hatinya masih panas mendengar tentang Amayra dan suaminya itu. Meski pikiran mengatakan jangan dipikirkan lagi, tapi hati tidak bisa berbohong. Pria itu langsung menyimpan makanannya ke atas kursi kosong disebelah.


"Ken, kenapa Lo?" Tanya Anton yang melihat Ken tiba-tiba meletakkan piringnya ke atas meja.


Ken beranjak dari tempat duduknya,"Gue gak nafsu makan, gue mau balik!"


"Gue mau cabut!"


"Abisin dulu makanannya!" Seru Anton.


Ken terdiam, dia menurut pada teman baiknya itu. Dengan terpaksa dia memakan makanannya walau suasana hatinya sedang buruk.


Gimana aku bisa makan dengan tenang kalau lihat mereka mesra-mesraan begitu didepanku, hatiku masih panas.


Amayra menggendong Rey, bersama Satria mereka pergi ke pelaminan dan meminta izin berpamitan pulang lebih dulu.


"Eh, kenapa kalian udah pulang lagi?" Tanya Diana keheranan.


"Mas Satria gak enak badan, kayaknya dia masuk angin. Soalnya dari tadi mual-mual terus, maaf ya kak Diana.. kak Bram. Aku, Rey sama Mas Satria pulang duluan." Jelas Amayra pada Diana.


"Oke, gak apa-apa. Kalian istirahat aja di rumah, tapi kita foto dulu ya." Ucap Bram sambil tersenyum.


"Sorry ya kak," kata Satria merasa bersalah pada Bram karena harus pulang duluan.


"Its okay Sat, santai aja." Bram terlihat bahagia di hari pernikahannya itu, pernikahan keduanya.

__ADS_1


Amayra, Rey dan Satria berfoto dulu dengan pengantin baru itu sebelum kembali ke rumah mereka. Setelahnya mereka pulang ke rumah bersama meninggalkan tempat resepsi.


Resepsi itu berjalan lancar sampai akhir acara, pukul 6 sore. Para tamu juga sudah tak terlihat lagi disana, hanya Bram, Diana, Nilam dan Cakra yang masih ada di pelaminan.


Mereka terlihat lelah setelah menyambut para tamu yang datang. "Alhamdulillah acaranya berjalan lancar dan cukup meriah ya Ma," ucap Cakra senang.


"Iya Pa, Alhamdulillah.." kata Nilam setuju.


"Bram, Diana ..ini sudah mau magrib. Kami harus pulang, mama dan papa sangat lelah." Cakra berpamitan pada anak dan menantunya itu.


"Iya, tubuh Mama juga pegel pegel." Ucap Nilam dengan wajah lelahnya.


"Kalian nikmatilah malam pertama kalian ya," ucap Cakra sambil tersenyum pada Diana dan Bram.


Pasangan suami istri itu tersenyum malu mendengar ucapan Cakra. Setelah berpamitan, Cakra dan Nilam kembali ke rumah mereka dan meninggalkan pengantin baru itu di hotel.


Diana dan Bram sudah menyelesaikan akad nikah dan resepsi pernikahan mereka, juga pergi ke salah satu kamar hotel yang sudah disiapkan Bram untuk beristirahat dengan istrinya.


Mereka menaiki lift menuju ke lantai atas.


"Diana.."


"Ya Mas?" Sahut Diana sambil melihat ke arah suaminya.


"Kamu mau aku gendong?" Bram menawarkan diri untuk menggendong istrinya.


"Ke-kenapa aku harus digendong?" Tanya wanita itu tergagap.


"Siapa tau kamu lelah dan kamu ingin digendong olehku?" Tanya pria itu polos.


"Eng-enggak usah Mas, malu ah!" Kata Diana sambil memalingkan wajahnya dengan malu.


Ting!


Pintu lift itu terbuka, menandakan bahwa mereka telah sampai di lantai kamar yang akan mereka tempati. Tanpa Diana sadari, Bram terus melihat ke arahnya.


"Ayo Mas, sudah sam-"


Bram menutup bibir cantik Diana dengan mengecup bibirnya.


Cup!


"Mas..." wajah Diana memerah mendapat kecupan manis dari suaminya itu.


Tangan kekar Bram menggendong istrinya seperti tuan putri. "Mas!" Refleks, tangan Diana merangkul leher suaminya.


"Ayo kita ke kamar, istriku." Ucap Bram sambil tersenyum. Dia menggendong istrinya menuju ke kamar mereka yang berada di ujung lorong itu.

__ADS_1


...----*****----...


TBC...


__ADS_2