Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 125. Ken baperan


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


"Tunggu...kamu bilang apa barusan? Penipu? Aku ada nipu kamu, apa?"tanya wanita itu bingung, mengapa Ken tiba-tiba marah padanya.


"Lo udah nipu gue, ternyata Lo udah punya suami! Lo udah mempermainkan perasaan gue.." jelas Ken dengan kening berkerut.


"Aku memang udah punya suami, tapi aku gak nipu ataupun mempermainkan perasaan kamu tuh!" Amayra menatap Ken dengan heran.


"Lo masih aja gak ngaku, padahal Lo udah kasih gue harapan selama hampir 2 Minggu ini... dan dengan bodohnya gue berpikir itu adalah harapan, tapi ternyata palsu," ucap Ken sambil mendesah kesal.


"Aku gak ngerti apa maksud kamu, harapan, penipu, mempermainkan perasaan. Aku gak ngerti kamu marah karena apa?" tanya Amayra dengan wajah polosnya yang menatap Ken.


"Gue marah..karena Lo gak bilang sebelumnya kalau Lo udah nikah. Seandainya Lo bilang, gue gak akan kayak gini!" Ken mengutarakan semua kekesalan dan kekecewaannya pada Amayra. Kekecewaan yang tak dimengerti oleh Amayra.


"Maaf ya Ken, aku kira kamu udah tau. Semua orang juga tau tentang hal ini, jika kamu marah karena mengira aku menipu. Aku menipu darimana? Kamu saja tidak pernah tanya..aku punya suami atau enggak,"


"Karena Lo gak bilang...!" Ken masih berada dalam emosi.


"Untuk apa aku bilang, bukankah benda ini sudah menunjukkan kalau aku sudah jadi milik seseorang!" ucap Amayra sambil menunjukkan cincin yang tersemat di jari manisnya.


Ken melihat cincin itu dengan mata melebar, "Itu.. gue pikir cincin itu cuma hiasan, gue pikir Lo belum menikah karena usia yang masih muda!" Ken gelagapan, sakit hatinya mengetahui fakta tentang cincin emas tersemat di jari Amayra. Bahwa itu adalah cincin pernikahan.


"Jadi.. penjelasan ini udah cukup kan? Aku gak harus minta maaf karena aku gak salah. Kalau kamu kesini cuma buat marah-marah, mending kamu pulang aja.. gak baik seorang pria lajang datang ke rumah seorang wanita yang sudah menikah dan sedang tidak ada suaminya di rumah," jelas wanita itu menegaskan hubungan mereka.


Ken mengepalkan tangannya dengan kesal, dia terlihat geram. Amayra melangkah pergi masuk ke dalam rumah, saat dia melangkah Ken memegang tangan Amayra. Wanita itu oleng dan jatuh ke pelukan Ken.


"AHHHhhh! Astagfirullah!" pekik Amayra terkejut.


Pria itu memanfaatkan situasi, dia memeluk Amayra dengan lembut. Ken menunjukkan wajah kecewa dan wajah sedihnya. Dia menelan ludah berkali-kali, ketika tangan kekarnya memeluk Amayra. Dia merasakan hatinya berdebar, selalu jantungnya sedang lompat kesana kemari


Dia yakin rasa itu adalah cinta.


Sial! Ternyata benar aku sudah jatuh cinta. Pekiknya dalam hati dengan perih.


"Ken!" Amayra mendorong pria itu dengan keras. Dia terlihat panik karena sudah berpelukan dengan pria lain. "Astagfirullahaladzim...kamu!"


Astagfirullah.. suamiku maafkan aku..Kak Satria, maaf.

__ADS_1


"Gue harap Lo gak akan cari perhatian sama gue lagi, gue bakal lupain Lo!" Ken menunjukkan jarinya pada Amayra dengan kesal.


"Ken.. kamu..." lirih Amayra kebingungan dengan apa yang diucapkan Ken padanya.


"Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam.."


Si Ken kenapa sih? Apa dia salah minum obat? Kenapa juga dia memelukku barusan?


Ken melangkah pergi meninggalkan rumah keluarga Calabria dengan hati kecewa dan gusar. Ken menaiki motornya dengan keadaan ngebut, di sepanjang perjalanan dia kebut-kebutan dan menangis dibalik helm yang dia pakai.


"Ketika aku mulai suka pada seseorang, kenapa aku malah harus patah hati? Hiks...kenapa juga aku nangis? Dasar cengeng...gimana bisa seorang Ken, jatuh cinta sama istri orang?" gumam Ken sambil menangis patah hatinya.


Setelah kejadian itu, Ken menjauhi Amayra di kampus dan dimanapun. Dia tidak menganggu Amayra lagi. Lisa dan Anton heran dengan sikap Ken yang berubah setelah tau kalau Amayra sudah menikah. Ken berubah menjadi kalem dan cuek, tidak heboh seperti biasanya.


Bahkan ketika ada Amayra, Ken menghindarinya secara terang-terangan.


"Ken.." lirih Amayra memanggil Ken.


"Hai Ken!" sapa Lisa pada Ken.


"Woy! Kelasnya masih 1 jam lagi," ucap Anton yang sekelas dengan Ken. Dia bingung dengan sikap temannya itu.


"May, ada apa sih sama kamu dan Ken? Kalian berantem ya?" tanya Lisa keheranan.


"Gak tau tuh, ah biarin aja deh!" kata Amayra berusaha cuek.


"Ngomong-ngomong si Ken ini berubah saat dia tau kalau kamu udah nikah May... apa jangan-jangan dia..." Anton terlihat berpikir. Dia melirik ke arah Lisa.


Lisa dan Anton bicara bersamaan, "Gila... jangan-jangan si Ken naksir sama kamu!"


Amayra tercengang saat mendengarnya. "Apa?"


Seperti... ada yang salah dengannya sejak hari itu. Mendingan aku tanya aja dia, siapa tau dia kena penyakit atau kebentur sesuatu. Semua teman-teman jadi salah paham sama aku. Kesalahpahaman harus dijelaskan.


...*****...

__ADS_1


Ken berada sendirian di belakang kampus, dia menunjukkan kepalanya dengan galau. "Ken.. apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menghindar seperti ini? Superstar seperti kamu tidak pantas bersembunyi begini!"


Dadanya masih sesak saja, fakta bahwa Amayra sudah memiliki suami sudah membuat batinnya terluka. Walaupun dia sadar, ini bukan kesalahan Amayra tapi karena dia sendiri yang terbawa perasaan. Tetap saja dia marah pada wanita yang sudah bersuami itu.


"Ayo Kenan Anggara! Lupakan dia! Kamu tampan, kamu kaya, masih banyak cewek di luar sana yang suka sama kamu...jangan suka sama istri orang ah, gak benar ini.." Kenan menggeleng-geleng. Wajahnya cemberut galau.


Saat kelas sudah selesai, Amayra buru-buru pulang. Dia tak sabar untuk bertemu dengan Rey dan Harun yang katanya akan pergi ke rumah.


Di lorong, Amayra bertubrukan dengan seorang wanita. "Maaf mbak, saya gak sengaja.." Amayra tercekat melihat wanita yang dia tabrak itu.


"Eh, ada si sok suci disini?" kata Reina sambil tersenyum sinis. "Jadi Lo kuliah disini juga?" tanya Reina. "Dunia ini sempit ya?"


"Assalamualaikum Reina," ucap Amayra menyapa dengan wajah datarnya. Dia tidak terlalu senang bertemu dengan teman lamanya itu.


"Lo masih aja belum berubah ya? Heh, karena Lo gue dituntut sama keluarga Calabria! Bisnis bokap gue jadi terpengaruh karena Lo," Reina menatap tajam pada Amayra.


"Kalau begitu harusnya kamu minta maaf dong, bukan nyalahin orang. Kamu kan yang sudah menghina anakku, jadi rasakan saja akibatnya. Reina.. mendingan kamu tobat dan minta ampunan sama Allah, jaga kata-kata kamu!"


"Apaan Lo? Ceramah? Haha.. bukannya Lo yang harus minta ampunan sama Allah.. Lo udah berzina sampai melahirkan anak haram.." ucap Reina sinis.


"Terserah kamu aja," ucap Amayra cuek dan tidak mau membahasnya lebih lanjut lagi.


"Sombong banget Lo.. ngomong-ngomong Lo orang di kampus ini belum tau kan sifat murahan Lo? Boleh gak gue kasih tau mereka masa lalu Lo yang hitam itu?" Reina senang sekali menganggu Amayra.


"Silahkan saja, aku tidak berniat menyembunyikannya kok!" Kata Amayra tidak keberatan, dia tersenyum tipis.


Amayra melangkah pergi meninggalkan Reina dengan cueknya, dia tidak mau berurusan lagi dengan Reina.


"Cih! Sombong banget dia. Lihat aja sampai semua orang tau kalau dia pernah hamil diluar nikah, gue sebarin ke semua media sosial.. biar dia viral lagi..." Reina mengambil ponselnya dengan kesal, dia menekan sesuatu.


"Stop!" seorang pria mengambil ponsel Reina.


"Heh! Siapa sih Lo?" Reina menatap pria tampan bertubuh tinggi yang mengambil ponselnya.


...-----*****-----...


Hai Readers, 😍😍 makasih komen, like dan giftnya😚

__ADS_1


Semangat selalu dalam menjalankan ibadah puasa!


Berhubung ini hari Senin, boleh tidak author minta gift atau vote nya bagi yang punya? 😍


__ADS_2