
"Nah ini nih si cewek munafik yang berkedok hijab, sok alim sok jadi cewek solehah!" kata Reina sambil memutar-mutar rambutnya.
Amayra menghampiri Reina dengan kesal kemudian dia mendorong-dorong tubuh Reina dengan jari telunjuknya. Sepertinya Reina sudah melewati batas kesabaran Amayra.
"Apa-apaan sih Lo? Dorong-dorong gue, hah?" Reina mendorong balik Amayra, dia menantang wanita itu dengan pandangan sinis dan remeh
"Cukup ya Reina, kamu udah keterlaluan!" Seru Amayra kesal.
Ketika semua orang sudah berusaha menguburnya, Reina malah mengingatkan mereka lagi akan luka lama ku. Tapi aku tidak akan diam saja kali ini, Reina.
"Kenapa? Lo marah karena gue bilang fakta tentang Lo? Kalau Lo melahirkan anak haram?" kata Reina menyindir.
Kedua mata Amayra menatap Reina dengan murka, "Kamu ada masalah apa sih sama aku? Perasaan aku tidak pernah mengusik kamu atau berbuat jahat sama kamu, kenapa kamu selalu membuatku marah?!"
"Ada masalahnya, gue gak suka sama Lo. Gue gak suka cewek kotor kayak Lo hidup bahagia setelah melakukan dosa!" Reina menunjuk-nunjuk kepala Amayra dengan jari telunjuknya.
Kedua teman Reina yang ada disana mendengarkan ucapan Reina dan Amayra. Apalagi sikap Reina yang sudah merendahkan Amayra.
"Rei, cukup. Lo udah keterlaluan!" kata Andin, salah satu teman sekelas Reina mencoba melerai.
Sekuat tenaga Amayra menahan amarahnya, tapi dia tidak bisa lagi karena Rey dibawa-bawa dalam ucapan kasar Reina.
"Kamu benar-benar ya.." Amayra mendorong dan mencubit Reina dengan keras. Emosi sudah mempengaruhi dirinya.
"Woy! Cewek kotor! Apa-apaan Lo!" Reina juga marah mendapatkan perlakuan seperti itu dari Amayra.
Reina melawan balik Amayra, dia mendorong dan berusaha melepaskan kerudung Amayra. Namun Amayra berusaha mempertahankannya. Akhirnya mereka jadi saling cakar dan saling cubit. Amayra menjadi sedikit barbar karena marah.
"Minta maaf sama aku!" kata Amayra sambil menjambak rambut Reina yang di ikat satu itu.
"Hah! Minta maaf? Kenapa gue harus minta maaf? Gue kan cuma mengatakan kebenaran!" Kata Reina sambil menarik kerudung Amayra dengan keras.
Aku akan tunjukkan sama kamu Amayra, bahwa wanita kotor sepertimu tidak pantas hidup ditengah-tengah masyarakat. Apalagi hidup bahagia, semua orang harus tau tentang kamu dan busuknya kamu.
"Hey, kalian hentikan!" Ujar Laras, teman sekali Reina yang mulai panik melihat perkelahian itu.
"Minta maaf, kalau tidak aku tidak akan memaafkan kamu kali ini!" Amayra mendengus kesal.
__ADS_1
"Kenapa? Kamu mau ngadu lagi sama suami kamu? Atau sama ayah dari anak haram itu?' tanya Reina menyindir dengan sarkas.
"Kamu ini ya...!!" Teriak Amayra emosi.
Sakit hati Amayra mendengar hinaan tentang anaknya dari mulut Reina yang pedas. Dulu juga yang menyebarkan berita tentang Amayra adalah Reina dan teman-teman dekatnya itu.
Lisa datang ke toilet wanita, dia membantu kedua teman Reina yang mencoba melerai Amayra dan Reina. Mereka pun berhasil dipisahkan sebelum keduanya sampai mencelakai satu sama lain. Lisa mengajak Amayra untuk pergi ke kelas yang sudah kosong untuk menenangkan diri.
"Aku khawatir karena kamu lama banget di kamar mandi, ternyata kamu.." Lisa menghela napas sambil menyodorkan sebotol air minum untuk Amayra. "Minum dulu biar tenang," ucap Lisa.
"Astagfirullahaladzim.. astagfirullahaladzim.. kenapa aku emosi seperti itu?" Amayra mengelus dadanya, dia tak berhenti mengucap istighfar setelah bertengkar dengan Reina. "Sepertinya aku sempat dikuasai setan, ya Allah..tenangkan hatiku." Gumam wanita itu sambil merapikan kerudungnya.
"Sabar ya May, aku gak tau harus ngomong apa lagi untuk menghibur kamu. Rasanya aku juga pengen geprek tuh yang namanya Reina!" Lisa yang mendengar semua ucapan Reina pada Amayra ikut merasa kesal.
"Memangnya aku salah apa ya sama dia Lis? Aku tidak pernah mengusik atau menganggu dia, tapi kenapa dia benci banget sama aku?" Tanya Amayra dengan mata berkaca-kaca. Dia meneguk air di dalam botol setelah mengucap bismillah dalam hati
"Dia kayak gitu karena iri sama kamu. Bukannya kamu dulu juara kelas dan selalu juara umum? Ya, bisa jadi dia adalah salah satu orang yang iri dengan kesuksesan orang lain, tapi lihat kelakuannya hari ini kayaknya dia lebih dari iri sama kamu. Tapi julid emang udah jadi satu sama dia," ucap Lisa dengan kening berkerut dan mata memicing marah.
Amayra terdiam, dia menahan tangis. Walaupun tadi dia berani menyerang Reina. Namun, hatinya terluka dan membuat wanita itu bersedih.
"May udah jangan nangis ya,"
Amayra imut banget. Apa ini yang buat Ken suka sama dia ya?
Lisa tersenyum tipis melihat sikap Amayra yang kadang dewasa dan kadang seperti anak kecil. Ya, dia juga baru berusia 18 tahun. Lisa menepuk-nepuk punggung Amayra seraya menenangkannya. "Udah ah. Aku bersihkan luka di wajah kamu ya, tuh berdarah.." ucap Lisa melihat wajah cantik temannya berdarah karena di cakar oleh Reina.
"Eh, kalian disini? Kita tunggu di depan kelas sebelah dari tadi," ucap Anton yang sudah berdiri didepan kelas kosong itu.
"Iya nih," sahut Ken.
Ken melihat pipi Amayra yang berdarah dengan mata sembab karena menangis. Ken langsung menghampiri Amayra, begitu pula dengan Anton yang merasa ada yang tidak beres pada suasana Amayra dan Lisa.
"May, kamu kenapa?" tanya Anton melihat temannya dengan cemas.
"Hiks.. aku gak apa-apa," jawab Amayra sambil menyeka air matanya.
"Kenapa Lo?" tanya Ken sambil duduk jongkok berlutut didepan Amayra yang sedang duduk di kursi. Ken menatap Amayra dengan cemas.
__ADS_1
Amayra tidak menjawab, dia hanya menangis dan diam. Amayra mengambil tas gendongnya lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Lo mau kemana?" tanya Ken tegas.
"Aku mau pulang duluan, maaf aku gak bisa gabung sama kalian.." Amayra menyeka air matanya.
"Lo mau pulang sama siapa? Gue anterin ya?" Ken menawarkan untuk mengantar Amayra pulang.
"Gak usah, aku bisa pulang sendiri." Tolak Amayra pada ajakan Ken.
Tadinya aku mau minta jemput Mas Satria, tapi aku gak mau dia lihat aku seperti ini. Dia akan cemas nanti.
"Gue bukan nganterin Lo doang kok, gue juga mau nganterin Lisa sama Anton. Kita barengan saja," ucap Ken beralasan.
Kenapa sih Ken pake alasan kayak gini? Bukannya kamu mau move on, hah?
"Serius? Kamu mau anterin aku juga Ken? Asyik dianterin artis dan hemat ongkos dong!" kata Lisa senang.
Pasti si Ken alasan aja nih, supaya dia bisa nganterin Amayra.
Tadinya Amayra menolak pulang bersama Ken, namun karena Lisa dan Anton ada disana juga akhirnya dia ikut bersama Ken. Sambil mengantarkan teman temannya, Ken menanyakan apa yang terjadi dengan Amayra. Kemudian Lisa menceritakannya. Ken kesal karena si Reina itu kembali menganggu Amayra, dia akan memberi gadis itu pelajaran.
Setelah mengantar Anton yang rumahnya lebih dekat, kini Ken dalam perjalanan mengantar Amayra bersama Lisa.
Oh jadi ini rumah Amayra. Ken melihat rumah sederhana tempat tinggal Amayra dan keluarga kecilnya.
Amayra turun dari mobil Ken, dia berterimakasih pada Ken karena sudah mengantarnya pulang. Sebagai bentuk kesopanan, Amayra juga menawarkan Ken dan Lisa untuk mengunjungi rumahnya. Namun mereka menolak.
Amayra pun masuk ke dalam rumah, "Assalamualaikum,".
"Waalaikumsalam," jawab Diana dan Bram yang sedang berada di ruang tengah.
"May, kamu sudah pulang?" Sambut Diana sambil tersenyum.
Diana dan Bram terkejut melihat wajah Amayra yang terluka dan cemberut. "May, kamu kenapa?" Tanya Bram terperangah melihat penampilan adik iparnya yang berantakan itu.
...----*****----...
__ADS_1
Maaf ya readers, kepotong dulu author up lagi insyaallah sesudah berbuka puasa atau agak malam.. spesial Satria Mayra 🤭
Bagi yang mau kasih vote dan giftnya author tunggu ya..🙏☺️