Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 149. Anna berubah?


__ADS_3

Amayra membiarkan dirinya di peluk oleh Satria, dia merasa Satria sedang sedih akan sesuatu. Dan jika Amayra menanyakannya sekarang, hanya akan membuat Satria semakin sedih.


Maka Amayra pun memilih bungkam dan membiarkan tubuhnya menjadi tempat bersandar Satria.


Kenapa Mas Satria terlihat sedih? Apa masalah pekerjaan ya?


"Hem.. sudah kuduga, wangimu membuatku tenang May.." ucap Satria sambil tersenyum tipis, tangannya melingkar pada tubuh mungil itu.


"Mas, seberat apapun masalah Mas di rumah sakit. Mas harus tetap kuat ya, jangan lupa bismillah dan istighfar. Jangan lupa juga untuk semangat!" ucap Amayra pada suaminya, sambil mengelus kepala Satria dengan lembut.


"Hem.. iyah," sahut Satria yang semakin memeluk istrinya.


Jadi Amayra mengira ini adalah masalahku di rumah sakit? Ya sudahlah, biarkan dia berfikir begitu. Kamu belum boleh tau tentang semua ini May, aku gak akan kasih tau kamu. Maaf May, aku cuma gak mau sedih.


Tak lama kemudian, suara telepon Amayra bergetar. Membuat Amayra melepaskan pelukannya.


Dreett..


Dreett..


"A-Apa itu Anna?" gumam Amayra dengan suara pelan.


"Kamu bilang siapa?" Tanya Satria, tak mendengar jelas apa yang dikatakan istrinya.


"Sebentar Mas, aku angkat telepon dulu.."


Amayra meninggalkan suaminya yang sedang duduk diatas ranjang dan dia mengambil ponselnya yang berada di atas meja.


"Loh? Ken?" Amayra terperangah melihat nama panggilan masuk di ponselnya. Bukan dari ada tapi dari Ken.


Apa? Ken? Anak ingusan itu lagi?


Satria langsung terperanjat mendengar ada pria lain menelepon istrinya malam-malam, dia langsung merebut ponsel Amayra dan mengangkatnya. "Eh Mas.. tunggu.." Amayra melihat suaminya sudah mengangkat telepon itu.


"Halo, hey May..ini keponakan Lo tidur! Gue ada didepan rumah Lo!" Kata Ken cepat tanpa jeda.


"Apa maksud kamu keponakan?" Tanya Satria dengan suara sarkas. Api cemburu membara di dalam hatinya. Lantaran belum lama Amayra menyebut namanya dan membuat dia marah.


Ken menelan salivanya, dia deg degan karena yang mengangkat telpon itu bukan Amayra tapi suaminya.


"Mampus gue,"gumam Ken.


"Apa kamu bilang mampus aku?" Tanya Satria yang mendengar apa yang digumamkan oleh Ken.


Aku pikir aku mengucapkannya dalam hati. Ternyata.. haihh...


"Maaf pak Satria, jangan salah paham. Saya menelpon Amayra karena saya ingin mengabarkan kalau Anna ada bersama saya saat ini!" Kata Ken menjelaskan.


"Anna ada sama kamu?" Satria tersentak kaget mendengarnya.

__ADS_1


Amayra juga terkejut karena Satria menyebut nama Anna. "Ada apa sama Anna, Mas?" Tanya Amayra cemas.


"Kamu ada dimana sekarang?" Ucap Satria bertanya pada Ken yang sedang bicara dengannya di telepon itu.


Kenapa Anna bisa ada sama si Kenan? Bukankah Anna masih berada di luar negeri?


"Saya didepan rumah," jawab Ken.


Satria langsung menutup teleponnya tanpa mengatakan salam karena dia tampak kesal. Amayra langsung menanyakan apa yang terjadi pada Anna. Satria menjawab singkat bahwa Anna bersama Ken sedang berada didepan rumah.


Amayra terheran-heran kenapa Ken bisa bersama Anna?


"Aku keluar dulu, kamu diam saja disini." Ucap Satria pada istrinya itu.


"Iya Mas," Amayra patuh.


"Siapkan saja air panas, aku mau langsung mandi." Ucap Satria berpesan pada istrinya.


"Baik Mas, tapi.."


Satria menoleh lalu bertanya, "Apa?"


"Bawa Anna nya lewat pintu belakang ya Mas.. jangan sampai orang rumah tau,"


"Eh, kenapa?"


"Oke," Satria mengangguk.


Satria bergegas keluar dari rumah itu lewat pintu belakang untuk menjemput Anna yang katanya ada didepan rumah bersama Ken.


Sementara itu didalam mobil Ken, tidak hanya ada Anna saja. Tapi ada juga Anton yang kebetulan nebeng karena motornya kehabisan bensin dan Anton meninggalkan motornya begitu saja di cafe dekat kampus.


Anna tertidur pulas di kursi belakang setelah menghabiskan uang Ken.


"Sialan! Gue kayak supir sama bank tau gak," gerutu Ken kesal.


"Tapi dia lucu banget tau gak sih Ken? Perempuan normal gak akan bisa makan sebanyak itu," ucap Anton sambil menahan tawa, mengingat makanan yang Anna makan itu cukup banyak.


"Lucu apaan? Cewek kayak gini tuh nyeremin. Bisa abisin dompet gue, makannya banyak. Ah dia cocok dipanggil Samson Betawi versi cewek," gerutu Ken yang masih kesal pada Anna.


"Hahaha...cewek imut kayak gini lo bilang serem?" Anton tertawa kelepasan


"Mending juga cewek pendiem, baik dan gak banyak omong." Ken masih teringat cinta pertamanya yaitu Amayra.


"Nyebut Lo Ken, dia istri orang.." ucap Anton sambil menggelengkan kepalanya.


Diam-diam Anna membuka matanya, dia mendengar obrolan Ken dan Anton. Tapi dia tetap pura-pura tidur.


Istri orang? Si cowok es batu ini suka sama istri orang? Wah..gak sangka. Pasti cewek itu cantik banget deh.

__ADS_1


"Udahlah, gak usah bahas itu lagi. Gak perlu Lo ingetin, gue udah tau kok kalau dia itu istri orang."


"Ya makanya Lo harus cepat lupain dia," tutur Anton pada sahabatnya itu.


"Ngelupain itu gak mudah Ton, apalagi dia cinta pertama gue." Ken menundukkan kepalanya ke setir kemudi.


Cinta pertama?. Anna masih mendengarkan percakapan mereka.


"Eh itu si pak dokter!" Ujar Anton sambil melihat ke arah Satria yang mendekat ke arah mobil Ken.


Ken langsung terperanjat melihat sosok Satria yang sempurna dimatanya. "Bahkan dimataku saja dia sudah sempurna, apalagi didepan Amayra."


Satria mengetuk kaca mobil Ken. Ken membuka kaca mobilnya. "Anna ada dibelakang, pak!" Seru Anton pada Satria.


Pria itu membuka pintu belakang mobil, dia melihat keponakannya sedang tertidur. "Kenapa dia bisa sama kalian?" Tanya Satria tajam.


"Itu ceritanya-"


"Saya akan meminta penjelasan kalian nanti saja!" Satria ketus. Dia kesal melihat keponakannya bersama dua pria pada malam hari, memakai pakaian tidak senonoh bahkan tidur didalam mobil orang lain.


Anak ini benar-benar gak waspada. Kenapa Anna jadi berubah seperti ini?


Satria berniat menggendong Anna, namun tiba-tiba saja Satria mengurungkan niatnya ketika melihat kelopak mata Anna yang berkedut-kedut.


"Anna bangun! Om tau kamu udah bangun," ucap Satria sambil menyilangkan kedua tangannya didada. Dia menatap Aman dengan tajam.


Ken dan Anton sontak saja langsung melihat ke arah Anna yang terbaring di kursi belakang. Anna langsung takut mendengar suara om nya yang terdengar ketus dan dingin itu.


"Iya Om, ini Anna udah bangun.." Anna beranjak turun dari mobil itu. Dia menundukkan kepalanya.


Ken dan Anton terheran-heran padahal wanita itu tadi sangat berani meminta uang, minta ditemani ke cafe dan meminta antar pulang. Tapi sekarang dia takluk didepan Satria, om nya.


Kemana wanita sangar dan tidak tahu malu itu? Dia mendadak jadi kucing yang patuh. Ken membatin.


"Masuk, An!" titah Satria dengan mata memutar ke arah rumah.


"I-iya Om.." ucap Anna sambil berjalan ke dalam rumah membawa kopernya juga.


Tanpa mengucapkan terimakasih atau maaf, Satria menutup pintu gerbang itu. Padahal disana masih ada Anton dan Ken.


Satria dan Anna masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang. Saat sampai didekat dapur, Anna tersentak kaget melihat Nilam dan Cakra tengah berdiri disana dan menatapnya.


"O..opa...Oma?" Anna terperangah melihat Cakra dan Nilam disana.


Apa Amayra yang kasih tau opa dan Oma kalau aku pulang?


Anna suudzan pada Amayra didalam hatinya.


...----****----...

__ADS_1


__ADS_2