
Malam itu Satria tidak kembali ke rumah sakit, dia meminta izin sakit. Pria itu tertidur di dalam pelukan Amayra. Setelah yakin Satria sudah tertidur lelap. Amayra membaringkan tubuh suaminya di ranjang, dan menyelimutinya dengan selimut hangat. Amayra melihat wajah lelah suaminya, tentu saja Satria sangat lelah karena dia begitu sibuk dengan jadwal operasi dan hukuman yang sedang dia jalani.
"Tidur yang nyenyak ya kakak." Ucapnya lembut pada suaminya. Dia ingin mengecup kening Satria, namun dia tidak jadi melakukan nya.
Amayra, apa yang kamu lakukan?. Amayra mengganti kecupan itu dengan mengelus kening Satria.
Amayra mengambil bantal di ranjang itu, dia hendak tidur di sofa. Dia tidak mau kalau Satria terganggu olehnya saat tidur. Amayra sudah duduk di sofa dan bersiap untuk tidur, karena hari juga sudah sangat larut. Namun, ketukan pelan di pintu kamar itu membuat Amayra terperanjat. Siapa yang mengetuk pintu kamarnya malam-malam?
Tok, tok, tok
Takut suaminya terbangun, Amayra buru-buru menggapai daun pintu, kemudian dia membuka pintu itu pelan-pelan. "Papa?" Amayra mendongak ketika melihat papa mertuanya yang mengetuk pintu.
"Satria sudah tidur ya?" Cakra menengok ke dalam kamar. Dia melihat Satria terbaring di ranjang.
"Iya pa, baru saja kak Satria tertidur. Apa papa mau bicara sama kak Satria?" tanya Amayra sopan dan ramah.
"Tidak, biarkan saja dia tidur. Besok pagi papa akan bicara dengannya. Sekarang apa papa bisa meminta waktu mu sebentar untuk bicara?" Cakra meminta Amayra untuk bicara dengannya. Amayra tersenyum dan mengangguk patuh.
Amayra keluar dari kamar itu, menutup pintu kamarnya pelan-pelan. Dia dan pak Cakra berada di ruang kerja Cakra, supaya tidak ada yang mendengarkan pembicaraan mereka.
"Papa mau bicara apa pa?" tanya Amayra sambil duduk di sofa, tepat berhadapan dengan tempat Cakra duduk.
"Seharusnya Satria mengetahui nya lebih dulu, tapi pasti dia tidak mau mendengarkan papa. Makanya papa akan menceritakan nya padamu, supaya kamu bisa membantu papa menjelaskan padanya. Amayra, apa kamu bisa jaga rahasia?" Cakra menatap tajam menantunya itu.
"Insya Allah pa, May janji akan menjaga rahasia. Apalagi berkaitan dengan aib suami, Mayra akan menjaga rahasia itu." Amayra sudah menduga kalau yang akan diceritakan papa mertuanya berkaitan dengan kelahiran Satria.
"Baiklah, akan papa ceritakan."
Amayra mengangguk dan bersiap mendengarkan.
__ADS_1
#Flashback
Sebelum Cakra menikah dengan Nilam. Dia memiliki seseorang yang dicintainya, wanita itu bernama Anita. Anita adalah gadis desa sederhana yang memiliki kecantikan luar dalam. Wanita baik dan sholehah, dan dia adalah cinta pertama Cakra. Mereka bertemu dan menjalin hubungan dekat karena mereka berada di dalam satu SMA yang sama. Namun, pada suatu hari Cakra harus pergi ke Inggris untuk melanjutkan kuliah nya. Dan saat itu, Anita hanyalah seorang pedagang asongan juga seorang mahasiswi jurusan tata boga.
"Mas Cakra, kamu akan kembali kan?" tanya Anita sambil menatap pria itu dengan tatapan berkaca-kaca, seolah menyiratkan bahwa dia tidak ingin berpisah dengan kekasihnya.
"Aku pasti akan kembali, setelah menyelesaikan kan pendidikan ku." Cakra menatap Anita penuh cinta.
"Kalau begitu, kembalilah dengan selamat karena hanya itu satu-satunya yang aku inginkan dari kamu, mas." Anita berdoa setulus hati untuk keselamatan kekasihnya.
Cakra meraih tubuh wanita itu dan mendekapnya dengan erat. "Mas!" Kemudian tak lama setelah itu Cakra melepas pelukannya. Dia meraih tangan Anita, kemudian memasangkan cincin di jari manis wanita itu. Anita terpana dengan cincin yang dipakaikan oleh Cakra kepadanya.
"Mari kita menikah, setelah aku kembali." Ucap pria itu manis kepada Anita.
"Iya mas." Anita tersenyum malu-malu.
"Aku akan menemui orang tuamu dan meminta mereka menyerahkan mu kepadaku." Cakra memegang tangan Anita, dia menatap wanita itu penuh kasih sayang.
Cakra kembali bertemu dengan Anita yang masih setia menunggu nya. Cakra masih mencintai wanita itu dan menikahinya secara siri, bahkan menyembunyikan fakta bahwa dia sudah menikah dengan Nilam. Tak lama kemudian setelah mereka menikah, Anita hamil.
Nilam yang merasa heran karena suaminya jarang pulang malam, akhirnya mengetahui fakta bahwa suaminya memiliki istri kedua. Dia melabrak istri kedua suaminya, hingga Anita melarikan diri entah kemana dengan perut besarnya. Cakra yang tau semua itu tidak tinggal diam, dia mencari istrinya yang sedang hamil ke segala tempat. Hampir setiap malam bahkan setiap detik dia bertengkar dengan Nilam yang memiliki sikap keras kepala dan pemarah.
"Beraninya kamu berselingkuh dariku! Kamu tidak ingat amanat kedua orang tua kita!" Teriak Nilam emosi.
"Aku kan sudah bilang sebelumnya, aku sudah punya orang yang aku cintai. Dan dia adalah Anita, wanita yang harusnya menjadi satu-satunya istriku!" Saat itu Cakra masih muda dan egonya juga tinggi. Dia tidak mau mengakui kesalahannya yang sudah memiliki istri tapi menikah lagi.
"Oh, jadi kamu tidak mau mengakui kesalahan kamu! Kamu mau mengingkari kalau kamu sudah punya dua anak dariku, Cakra jangan lupa ya! Berkat siapa perusahaan Calabria bisa berjaya dan bangkit dari kebangkrutan, jika bukan karena orang tuaku, kamu akan menjadi pengemis!" Nilam menunjukkan jarinya pada Cakra dengan emosi, dia menghina suaminya dan mengingatkan hal-hal yang membuat perusahaan Calabria bangkit.
Cakra melempar barang-barang di rumahnya, Bram dan Raisa kecil sering melihat pertengkaran kedua orang tua mereka. Namun Bram masih terlalu kecil untuk mengerti, tapi Raisa sudah sedikit mengerti.
__ADS_1
Setelah 9 bulan lamanya Cakra mencari Anita, seorang wanita paruh baya datang ke rumah keluarga Calabria dengan menggendong seorang bayi yang masih di bedong, dengan selimut bayi berwarna biru. Wanita paruh baya itu mencari Cakra Vicky Calabria. Cakra sendiri yang menyambut nya dan meminta wanita itu masuk dulu ke dalam rumah. Disana juga ada Nilam yang memperhatikan semuanya.
"Saya Cakra, ada apa ya ibu malam-malam datang kemari dan mencari saya?" tanya Cakra sambil menatap bayi yang ada di gendongan wanita paruh baya itu.
"Pak Cakra, saya mohon maaf telah menganggu anak ini malam-malam. Tapi, saya tidak tahu kemana lagi saya harus membawa bayi ini selain pada ayah kandung nya." Wanita paruh baya yang bernama Lilis itu.
"Ayah kandung nya? Maksud ibu siapa ya?" tanya Nilam sinis.
Owaaaa.. owaa...
Bayi itu bangun dan menangis di dalam gendongan Lilis. "Anak ini adalah anaknya Anita."
Deg!
Cakra dan Nilam tercengang mendengar ucapan Lilis. Nilam langsung memasang wajah emosinya. "Hah? Jadi dia anak si pelakor itu?!" Nilam emosi dan menatap tajam ke arah bayi tidak berdosa itu.
"Nilam! Diam!" Cakra menoleh ke arah istrinya dengan tatapan tajam. Nilam langsung diam, dia mendengarkan apa yang dikatakan oleh Lilis selanjutnya dengan menahan kesal.
"Maafkan saya pak Cakra, bukannya saya tidak mau mengasuh Satria. Tapi, saya akan segera pergi ke Arab Saudi, karena saya bekerja sebagai TKW disana. Saya terpaksa harus menitipkan anak ini pada bapak, meski Almh. Anita pasti tidak mengizinkan nya." Lilis menangis mengingat Anita.
"A-Apa maksud ibu? Kenapa ibu mengatakan Almh. Anita?" tanya Cakra terperangah mendengar nya.
"Anita sudah meninggal dunia.." Jawab Lilis yang membuat Cakra patah hati. Cakra tidak percaya bahwa wanita yang dia cintai sudah tiada.
...---***---...
Mau lanjut lagi? Yok komen 🤧
Oh ya, sambil nunggu up lagi mampir sini ya 😍🥰
__ADS_1