Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 239. Lahiran?


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Amayra mengambil ponsel didalam tas selempang dengan susah payah. Wajahnya berkeringat, nafasnya mulai tidak teratur, pinggangnya terasa panas dan yang lebih nikmatnya lagi adalah kondisi perut yang menegang.


"Ughh....sayangku, ini belum waktunya dan kalian sudah mau keluar?" Tanya Amayra dengan tatapan yang tertuju pada perut buncitnya.


Wanita hamil itu mengambil ponsel yang ada di dalam tas selempangnya, Dia segera menekan tombol panggilan pada nomor suaminya. "Ayo mas... angkat." Amayra harap-harap cemas menantikan Satria akan mengangkat teleponnya.


Satria sendiri sedang bertemu dengan kerabat dokternya dan sedikit mengobrol. Namun, ditengah-tengah obrolannya bersama para dokter. Satria mendengar suara ponselnya, dia melihat panggilan dari istrinya.


"Loh? Kok Mayra nelpon aku? Bukannya dia lagi duduk sama mama, tadi?" Satria celingukan melihat para tamu undangan yang hadir disana, mencari apakah ada istrinya disekitar sana. Dia juga melihat Nilam sedang sibuk bersama para tamu.


Satria langsung mengangkat telpon dari istrinya. "Assalamualaikum sayang, kamu dimana? Kenapa pergi gak bilang aku dulu?" tanya Satria langsung bicara tanpa jeda.


["Mas...aku di depan toilet' wanita, tolong kesini sekarang mas...aku udah gak kuat... uhhh..."]


"Aku kesana sekarang, tunggu aku sayang." ucap Satria terburu-buru langsung menutup telponnya.


Dia berjalan dengan satu tongkatnya, entah apa yang terjadi. Tiba-tiba saja dia bisa berlari seolah kakinya tidak sakit lagi, dia menyimpan tongkatnya dimana saja dan buru-buru pergi ke toilet wanita.


Dia melihat istrinya sedang ditemani seorang wanita paruh baya yang entah siapa. "Mas..." Amayra merintih kesakitan, dia memegang perutnya yang mengencang.q


"Iya sayang, aku disini. Kenapa sayang?" Satria memegangi tangan istrinya.


"Mas...kaki kamu? Kamu bisa jalan lagi tanpa tongkat?" Amayra melihat suaminya sudah bisa berjalan tanpa tongkat.


"Iya sayang, kita bicarakan itu nanti saja...sekarang gimana kamu-"


"Aaahhhhh!!!" Amayra berteriak sambil memegang perutnya, nafasnya mulai tidak teratur.


"Mas, ini kayaknya istrinya mau lahiran!" kata wanita paruh baya itu pada Satria.


"Lahiran?" Satria terperangah, karena menurut prediksi dokter kandungan, jadwal tanggal kelahiran si kembar masih satu bulan lagi.


Amayra merasakan sesuatu mengalir dari tubuhnya dan membasahi kakinya. Gaun yang dia pakai juga ikut basah karenanya. "Mas... aaahhhhh...."


Satria terkejut melihat cairan itu dari tubuh istrinya, dia panik dan segera memapah Amayra.


"Mas, ketubannya udah pecah! Kayaknya gak akan sempat deh kalau dibawa ke rumah sakit atau panggil ambulance." ucap wanita paruh baya itu pada Amayra.

__ADS_1


"Terus saya harus gimana?!"


"Coba mas telepon seseorang yang mungkin bisa membantu persalinan, dokter, suster atau bidan?" usul si wanita paruh baya itu pada Satria.


"Aaahhhhh.... astagfirullahaladzim... astagfirullahaladzim..." Amayra menghela nafas, sembari mengucapkan lafadz istighfar beberapa kali.


Satria pun menelpon Diana yang sedang bersama Bram di pesta, karena keadaan Amayra sudah tak sempat dibawa ke rumah sakit.


Tut... Tut...


["Assalamualaikum Satria? Ada apa kamu menelpon ku?"]


"Waalaikumsalam kak, tolong cepat kesini! Amayra mau melahirkan!"


["Apa? Ah yang benar kamu Sat? Waktunya masih 1 bulan lagi kan?"]


"Kak, aku serius...kakak cepat kesini, ketubannya sudah pecah. Aku sama May ada didepan toilet wanita!" ujar Satria dengan suara cepat.


["Oke oke...aku kesana sekarang!"] jawab Diana cepat.


Diana menutup telponnya, dia menghampiri Bram dan Nilam yang sedang mengobrol bersama para tamu. "Maaf menganggu, saya mau bicara sebentar dengan suami dan mama saya." ucap Diana meminta izin dengan senyuman ramah pada teman bisnis suaminya.


"Sayang, ada apa? Aku lagi ngobrol sama rekan bisnisku." bisik Bram pada Diana.


"Mah, mas Bram, Amayra mau melahirkan." ucap Diana berbisik pada Nilam dan Bram.


Mereka terkejut dan akhirnya meninggalkan pesta resepsi Anna dan Ken, untuk melihat keadaan Amayra. Nilam, Diana dan Bram sampai didepan toilet wanita. Diana meminta Satria untuk membawa Amayra ke salah satu kamar hotel yang ada disana untuk melakukan persalinan.


Dengan alat-alat seadanya, Diana di bantu oleh Nilam akan melakukan persalinan dadakan itu. Amayra sudah berbaring diatas ranjang empuk, disana juga ada Bram dan Satria.


"Astagfirullahaladzim... astagfirullahaladzim...huhhhh...haaaahhh...YaAllah..." Amayra mengambil nafas panjang, dia berusaha mengatur nafasnya.


"Diana, ini mama harus ngapain?" Nilam bertanya karena dia bingung harus bagaimana lagi untuk membantu Diana.


"Ehm..." Diana terlihat ragu meminta bantuan pada ibu mertuanya.


"Bilang aja, jangan sungkan sama mama.." kata Nilam.


"Ma, maaf tolong ambilkan kain yang ada disana!" seru Diana pada ibu mertuanya.

__ADS_1


Nilam langsung mengambil kain di atas meja, dan memberikannya pada Diana. Kini Amayra sudah bersiap untuk melahirkan anaknya, karena pembukaan demi pembukaan ternyata sudah terlewati hingga sampai ke 10.


Disaat Amayra sedang bersiap melahirkan bayinya, Bram pergi keluar dari sana karena dia tak kuat melihat darah. Satria, Nilam dan Diana lah yang masih bertahan di ruangan itu.


"Ayo May, tarik nafas pelan-pelan ya...terus buang, tarik terus buang." Diana memberi aba-aba pada Amayra untuk mengatur nafasnya, tangannya naik turun untuk mengisyaratkannya.


Pelan-pelan Amayra mengikuti instruksi dari Diana, dia mengatur nafasnya dengan baik. "Huhhhhh....haaahhhh...."


"Bagus May, bagus. Lakukan lagi ya, rilekskan diri kamu. Jangan lupa ucap bismillah dalam hati," Diana menginstruksikan lagi kepada Amayra untuk selalu mengingat Allah dalam keadaan apapun.


Di dalam hatinya, Amayra membaca ayat kursi, surat Al A'raf ayat 54, surat Al Falaq dan An nas, juga istighfar selama beberapa kali.


Satria berada disampingnya dan memegang tangannya. Dia juga berdoa untuk kelancaran proses kelahiran anaknya dan keselamatan ibunya.


"Bismillahirrahmanirrahim...La ilaha illallahul ‘adszimul halim. La ilaha illallahu Rabbul ‘arsyil ‘adzim. La ilaha illallahu Rabbus samawati wal ardu wa Robbul ‘arsyil ‘adzim.”


Artinya: Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Bijaksana. Tiada Tuhan selain Allah pemilik ‘Arsy yang Agung. Tiada Tuhan selain Allah pemilik langit dan bumi dan ‘Arsy yang Agung.


Satria memegang tangan Amayra, dia ingin menemani istrinya saat akan melahirkan buah hati mereka. "Mas..."


"Ya, aku disini May. Kamu pasti bisa sayang...kamu bisa!" Satria mengusap keringat di wajah istrinya yang sudah bercucuran itu. Keringat yang juga membasahi kerudungnya.


Amayra mengangguk-angguk, dia tersenyum pada suaminya dan menggenggam erat tangan Satria. "Aaaaaaahhhhhhhh...." Amayra berusaha menahan suaranya, saat kontraksi mulai terasa lebih hebat dari sebelumnya.


"Dorong May, ayo dorong sekuat tenaga! Kepalanya sudah terlihat!" Diana melihat bagian kepala sudah terlihat dibawah sana.


"Kamu pasti bisa May." Nilam juga menyemangati Amayra.


"Heeem.......aaaaahhhhhhh....."


Ya Allah, tolong berikan aku kekuatan.


Setelah hampir 20 menit berjuang sampai bermandikan keringat, terdengarlah suara tangisan bayi yang melengking didalam kamar hotel itu. "OWAA...Owaaa...."


Bram yang berdiri diluar pintu mendengar suara tangisan bayi. "Apa bayinya sudah lahir?" gumam Bram sambil menangis haru.


...*****...


Hak Readers, berhubung hari ini hari Senin boleh gak author minta vote, gift atau koinnya 🤭🤭 mau malak dikit gak apa-apa ya 😀

__ADS_1


__ADS_2