
...🍀🍀🍀...
Tubuh Ken bergerak secara naluriah, dia mencuri kecantikan bibir ranum milik Anna. Disaat tidak ada siapapun di rumah besar itu, Ken dan Anna berciuman.
Mereka berdua sama-sama tidak ingat ada yang melihat mereka dari atas sana. Allah yang maha melihat segalanya. Nafas kedua insan muda itu sama-sama memburu, perlahan ciuman Ken menjadi dalam, pelukan Ken pada Anna semakin erat.
"Hmphh!!" Anna terkesiap dengan pelukan dan ciuman dari Ken.
Kenapa aku tidak bisa menolak?
Dalam keadaan sama-sama basah kuyup, mereka masuk ke salah satu kamar dan masih berada dalam keadaan berciuman. Mereka masuk ke kamar tamu yang ada disebelah kamar Satria dan Amayra di rumah itu.
Ken dan Anna sudah berbaring saja diatas ranjang, tangan Ken mulai meracau kemana-mana menjelajah tubuh Anna. Ketika tangan Ken mulai naik ke bagian gunung kembar, Anna segera menahan tangan Ken dengan tangannya.
"Ken!!"
Bibir yang berpagutan itu akhirnya terlepas. "An, aku akan tanggungjawab." ucap Ken sambil melepaskan kancing kemeja yang dipakai Anna.
__ADS_1
Anna memegang tangan Ken dengan erat. "Gak boleh Ken, gak..." Anna menggeleng, dia melarang Ken untuk melakukannya.
"An, aku akan menikahimu...aku mencintaimu." ucap Ken.
"Aku tau, tapi ini salah Ken! Kalau kita melakukannya, cinta kita tidak akan murni. Kamu tau kan dosa zina? Kita sudah melakukan setengahnya, jadi tolong jangan lanjutkan lagi...Ken..."
Anna sadar lebih dulu dibandingkan kekasihnya, dia mengingatkan Ken tentang dosa zina.
Zina adalah salah satu perbuatan yang dilarang keras oleh Allah SWT. Zina adalah salah satu dosa besar, setelah syirik dan membunuh. Hal ini diterangkan dalam surat Al Furqon ayat 68 yang artinya, "Dan orang-orang yang tidak menyembah Rabb yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),"
Anna benar, jika aku melakukan semua ini maka cinta kita tidak murni lagi. Aku ingin mencintai Anna dengan urutan yang benar dan juga-
"Astagfirullahaladzim ANNA, KEN!" teriak Nilam, dia sudah berada di depan pintu kamar yang terbuka itu.
Anna dan Ken sama-sama beranjak dari tempat tidurnya, mata mereka membulat menatap Nilam dan Cakra yang berada didepan pintu menatap mereka dengan tajam.
"Pa! Apa yang terjadi?!" Nilam berteriak terkejut melihat pakaian Anna yang berantakan dan kancing terbuka. Tatapan Nilam lalu beralih pada bibir Anna dan Ken yang sama-sama bengkak.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan?!!" suara Cakra menggelegar penuh kemarahan.
Anna dan Ken sama-sama terkejut dan langsung berdiri. "Opa...Oma? Ini gak seperti yang kalian..."
Anna mengancingkan kancing kemejanya dengan buru-buru. Nilam menghampiri Anna dan langsung menampar cucunya itu.
Plakkkk!!
"Opa..." Ken merasa bersalah melihat Anna ditampar oleh Cakra dengan keras.
"Diam kamu!" Cakra menunjukan jarinya ke wajah Ken.
"Opa...Oma...ini gak seperti yang kalian pikirkan." ucap Anna sambil memegang pipinya yang baru saja ditampar oleh Cakra. Gadis itu hampir menangis dibuatnya.
"Opa gak pernah ngajarin kamu untuk berbuat seperti itu Anna...kamu juga Ken, kalian masih pacaran dan belum ada ikatan apa-apa. Beraninya kalian....astagfirullah..." ucap Cakra marah.
...****...
__ADS_1