Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 55. Rasa bersalah Anna


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Semua orang sudah berkumpul di aula, menyaksikan penghargaan muridnya berprestasi, dan pidato mereka. Setelah hampir sampai di penghujung acara, juara umum sekolah dengan meraih nilai tertinggi diumumkan oleh pihak sekolah. Bu Maya yang mengumumkan nya, wali kelas Amayra saat gadis itu masih bersekolah disana.


"Mari kita sambut juara umum sekolah kita tahun ini! Amayra Alifya Husna!" Tanpa sadar Bu Maya mengucapkan nama yang selalu menjadi juara umum di sekolah itu. Bu Maya sendiri tersentak dengan apa yang baru saja dia ucapkan, dia memanggil nama Amayra.


Semua orang tercengang, kasak-kusuk dengan apa yang baru saja di dengar oleh mereka. Amayra dan Satria yang duduk di kursi belakang juga kaget mendengar nama Amayra disebut.


Kenapa namaku disebut? Aku kan sudah tidak bersekolah lagi di sekolah ini lagi.. Amayra mulai berkaca-kaca, dia sedih karena nama nya dipanggil oleh wali kelasnya.


"Lho, kenapa nama gadis kampungan itu yang disebut?" tanya Nilam keheranan.


"Ma! Bisa diam gak sih!" Cakra menoleh ke arah istrinya, menatap istrinya dengan tajam.


Nilam terpaksa langsung tutup mulut walau dia enggan. Satria menatap Amayra yang terlihat sedih mendengar namanya di sebut. Hati wanita itu teriris, terlebih lagi ketika kenangan tentangnya dan sekolah itu masih hangat. Amayra ingat dia selalu naik ke atas panggung dan mendapatkan penghargaan setiap tahunnya. Kali ini dia tidak bisa berada disana, menikmati masa sekolah sebagai mestinya. Karena Bram sudah mengambil hal penting dalam hidupnya dan menghancurkan masa depan indahnya.


"Ma-maaf,saya salah memanggil nama. Mohon maaf semuanya, saya akan memanggil nama juara umum yang sebenarnya." ucap Bu Maya dengan suara gemetar, dia membalikkan kertas yang dibacanya.


Bu Maya pun memanggil nama juara umum yang memiliki nilai tertinggi pada ujian kali ini, "Anna Marcella Calabria!"


Prok


Prok


Prok


Semua orang bertepuk tangan mendengar nama itu disebut, Anna menjadi juara umum di sekolah dan nilainya adalah nilai tertinggi tahun itu. Amayra tersenyum dan bertepuk tangan, dia mengucapkan hamdalah, ikut bahagia dengan kebahagiaan Anna.

__ADS_1


"Alhamdulillah Anna," Amayra tersenyum tipis, matanya berkaca-kaca.


"Cucu kita meraih juara umum pa!" Nilam tersenyum bangga mendengar nama cucunya di panggil sebagai juara.


"Iya, Anna memang gadis yang pintar ma! Dia mirip seperti Raisa, anak kita." Cakra juga tersenyum lebar, dia bangga dengan prestasi cucunya. Cakra teringat Raisa, anak pertamanya ibu Anna yang mirip dengan Anna. Pintar, cantik dan pemberani.


Anna berjalan menuju ke atas panggung, dia mendapatkan gelar juara umum dan nilai tertinggi. Anna juga ditawari kuliah ke luar negeri. Diatas panggung itu, Anna menerima piala penghargaan nya. Saat Anna menyampaikan pidato nya, gadis itu tiba-tiba menangis.


Semua orang menatapnya dengan heran, apa Anna menangis karena terlalu bahagia. "Sa-saya ingin menyampaikan kepada semua yang ada disini, bahwa saya tidak pantas menerima penghargaan murid terbaik dan juara umum di sekolah ini. Sebenarnya ini adalah milik sahabat saya, Amayra. Dialah yang harusnya menerima penghargaan ini! Amayra, tolong maju ke depan!" Anna menangis sambil memegang piala penghargaan nya.


Deg!


Amayra tersentak mendengar ucapan Anna, terlebih lagi ketika semua orang menatap ke arahnya. Amayra tidak berani maju ke depan, dia takut dengan tatapan semua orang kepadanya.


Apa apaan sih Anna? Kenapa dia memanggil gadis kampungan itu?


Amayra menangis, dia kehilangan kata untuk bicara. "Karena sebuah kecelakaan yang disebabkan oleh saya, Amayra harus kehilangan mimpinya.. dia harus berhenti sekolah karena kecerobohan saya, dia menerima hinaan dan hujatan dari kalian semua, dari orang banyak. Amayra hanya korban, tapi kenapa semua orang tetap mencap dia dengan buruk? Disini saya ingin mengklarifikasi bahwa sahabat saya adalah perempuan yang sangat baik, saya mohon agar kalian semua tidak menghina nya lagi! Saya yang salah, bukan Amayra! Apa salahnya dengan mempertahankan bayi di dalam kandungan nya? Amayra adalah gadis kuat! Dia bahkan berani mengambil resiko di dalam kesedihan dan nasibnya! Tolonglah, kalian jangan mendiskriminasi nya seperti ini! Amayra hanya korban!" Anna menatap Amayra dengan penuh rasa bersalah.


Apa selama ini Anna masih merasa bersalah padaku?. Amayra tercengang.


Semua orang terpana dan seperti terpengaruh mendengar ucapan Anna diatas panggung. Termasuk Cakra, Nilam dan Satria. Dibelakang Anna dan Amayra, ada kepala sekolah dan guru-guru yang juga sedih karena masih menyayangkan di keluarkan nya Amayra dari sekolah.


"May, aku minta maaf.. aku benar-benar minta maaf sama kamu. Karena aku, kamu harus keluar dari sekolah..karena aku kamu harus menanggung malu, hiks..hiks.."


Rasa bersalah selalu membayangi Anna setiap saat, meski gadis itu sudah berulang kali minta maaf kepada Amayra. Apa yang dialami Amayra memang tidak bisa dianggap enteng? Masalah Amayra sangat berat dan semua orang pasti mengingat nya seumur hidup.


Amayra menyeka air mata Anna,"Aku gak tau gimana cara membuat rasa bersalah kamu hilang. Karena ini bukan salah kamu An, kamu bukanlah penyebab hidupku seperti ini. Nasib dan takdir ku memang jalannya harus begini, aku tidak menyalahkan mu atau siapapun lagi. Bagiku, hidup harus tetap berjalan.. An, jangan minta maaf lagi, jangan merasa bersalah lagi, karena aku bahagia dan bersyukur dengan keadaan ku yang sekarang." Amayra memiliki hati yang baik, dia tidak pernah menyalahkan Anna atas kejadian yang menimpanya. Karena dia percaya bahwa di balik musibah pasti ada hikmahnya.

__ADS_1


Berkat mu aku bisa bertemu dengan suami yang baik An. ucap Amayra di dalam hati bersyukur.


Anna dan Amayra berpelukan, mereka sama-sama menangis. Piala penghargaan itu juga mereka pegang bersama. Setelah ucapan Anna di atas panggung, semua tatapan orang-orang pada Amayra mulai berubah.


"May, gimana kabar kamu? Apa bayi kamu sehat?" tanya Bu Maya pada Amayra, dia menatap mantan siswanya dengan tatapan sedih. Senyum tipis tersirat di bibirnya.


"Alhamdulillah Bu, saya dan anak saya baik-baik saja Bu," Amayra tersenyum haru mendapat pertanyaan dari Bu Maya yang sebelumnya tidak mau bicara pada Amayra.


"Mayra, kamu sehat-sehat ya sampai lahiran!" kata seorang siswi pada Amayra.


"May, kamu tegar, kamu hebat dan kamu kuat!" kata seorang siswi yang dulu pernah menghina Amayra. Kini dia menyemangati temannya itu dengan bangga.


Ya Allah, apakah semua orang mulai menerimaku? Mereka tidak menghina ku seperti sebelumnya. Makasih Anna!


Amayra menangis terharu dengan perhatian semua orang padanya. Dari kejauhan Anna dan Satria tersenyum bahagia melihat semua orang sudah mulai menerima Amayra dan tidak menghujat nya lagi. Tatapan orang-orang itu berbalik menjadi simpati, bukan mendiskriminasi seperti sebelumnya.


"Makasih ya An," Satria tersenyum pada keponakan nya.


"Jangan berterimakasih sama Anna, om. Anna adalah penyebab semua ini, Anna hanya ingin membuat keadaan May lebih baik,"


"An, sudah saatnya kamu berhenti memanggil Amayra dengan nama."


"Ah? A-Apa maksud om?"


"Sudah saat nya kamu memanggil Amayra, Tante atau bibi." Satria mengatakan nya dengan tegas.


"Tante? Bibi?" Anna terperangah mendengar ucapan Satria.

__ADS_1


...---***---...


__ADS_2