Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 126. Sampaikan rindu untuknya


__ADS_3

Reina tadinya akan marah kepada pria yang mengambil ponselnya begitu saja. Langsung berubah menjadi ramah dan genit.


"Lo mau ngapain hah?" Ken melotot pada Reina. Terlihat dari wajahnya kalau dia mendengar apa yang diucapkan Reina pada Amayra.


Hamil diluar nikah? Amayra?


"Ken-KENAN ANGGARA!" Reina melihat Kenan dengan tatapan mata tidak biasa. "Lo Kenan Anggara kan?" tanya Reina semangat, dia melihat vokalis band favoritnya berada di kampus barunya.


"Cepet ngomong! Apa yang Lo tau tentang Amayra?" tanya Ken berapi-api.


"Ooh.. jadi kamu juga kenal sama si sok alim itu? Kenan, lebih baik kamu hati-hati sama dia.. dia tuh penampilannya aja berjilbab tapi sebenarnya dia itu wanita penggoda," ucap Reina dengan mulut nyinyirnya.


"Apa maksud Lo?" tanya Ken penasaran.


"Kamu mau tau tentang dia? Kalau gitu...gimana kalau kita ngobrol sambil minum di kantin?" Reina mengajak Ken mengobrol di kantin.


"Gue gak punya banyak waktu buat ngobrol sama Lo," jawab Ken sambil melihat-lihat ponsel Reina.


Ken melihat Reina akan memposting foto Amayra yang berada di rumah sakit dengan memakai seragam putih abu, tespack positif dan juga foto Bram.


Apa maksudnya semua ini? Apapun maksudnya, pasti ini bukan hal yang baik. Aku hapus aja.


Ken menghapus semua foto yang berhubungan dengan Amayra didalam ponsel Reina. "Nih ponsel Lo!" ucap Ken sambil mengembalikan ponsel Reina pada pemiliknya.


Reina melihat ponselnya, "Eh.. Kenan, kenapa kamu hapusin foto si sok suci itu?" kata Reina terheran-heran.


"Gue gak tau siapa Lo, tapi gue ingatkan sama Lo! Jangan gangguin Amayra. Bukan foto aja yang bakal gue hapus, tapi hp Lo yang akan hancur lain kali!" Ken mengancam Reina untuk tidak mengganggu Amayra.


Ken meninggalkan Reina begitu saja. Reina kesal karena Ken juga membela Amayra. "Hah, gak dulu gak sekarang, Lo tetap aja hobi godain cowok? Emang kegatelan Lo. Awas aja Lo cewek sok suci, gue bakalan buat Lo gak betah di kampus ini!" ucap Reina geram.

__ADS_1


Ken berjalan dengan langkah bingung.


Aku harus tau tentang masa lalu Amayra, tapi aku harus tanya pada siapa?


Ken jadi penasaran dengan masa lalu Amayra, setelah dia mendengar obrolan Amayra dan Reina.


*****


Sepulang dari kampus, Amayra langsung membersihkan dirinya dan menjaga anaknya seperti biasa. Rey sudah mulai bicara dan bergerak banyak. Dia sudah berguling-guling kesana-kemari.


Amayra senang melihat tumbuh kembang Rey, "Kalau aja papa kamu ada disini, dia pasti senang banget deh lihat Rey udah bisa guling-guling sama bicara. Rey, doakan papa semoga papa baik-baik saja disana ya.."


"Pupppaa...puppaa.." ucap Rey mengoceh, tangan mungilnya meraih ibu jari mamanya


"Apa Rey juga kangen papa? Doakan papa cepat pulang dalama keadaan baik-baik saja ya nak, doakan papa Satria cepat pulang.. " Amayra memberikan mainan kecil berbentuk beruang untuk Rey.


Dia melihat disepanjang kamar itu, membayangkan Satria ada disana. Menatapnya sambil tersenyum, memijat dirinya disaat lelah menjaga Rey, bermain dengan Rey dan tertawa bersama. Tidur sambil berpegangan tangan dan berpelukan.


"Hiks.. maafkan mama ya Rey, maafkan mama yang menangis. Mama gak kuat lagi, bagaimana kalau papa kamu... ah tidak, hiks...papa kamu akan baik-baik saja,"


Tidak mendengarkan suara Satria, tidak tahu kabar Satria. Tidak ada kabar satupun tentangnya atau satupun tentang tenaga medis yang berada di daerah bencana itu.


"Suamiku.. pulanglah, bagaimana bisa aku bertahan tanpa kamu disini.. pulanglah kak, setidaknya berikan aku kabar kalau kamu baik-baik saja... hiks.."


Sesak rasanya hati Amayra karena rindu pada suaminya. Dia hanya berharap dan berdoa, Satria akan baik-baik saja disana. Dan semoga Allah SWT menyampaikan rindu untuk suaminya.


Ketika dirinya sedang menangis, sebuah lagu terdengar dari dapur. Lagu yang menyiratkan kesedihannya saat ini.


Amayra menangis sendirian di dalam kamarnya Rey menyaksikan ibunya yang menangis. Dia menangis sampai tersedu-sedu. Hingga tangisannya membuat Nilam dan Cakra datang ke kamar itu dan melihat Amayra dari kejauhan. Mereka tak berani mendekat dan membiarkan Amayra menumpahkan air matanya.

__ADS_1


"Seharusnya Satria jangan pergi saja, jika hanya membuat istrinya serasa seperti janda!" gumam Nilam sambil melihat menantunya yang sedang menangis di dalam kamar.


"Hus..Mama, jangan ngomong sembarangan! Satria akan baik-baik saja, Amayra juga tidak akan menjadi janda!" Cakra menyanggah ucapan buruk istrinya. "Ucapan itu doa Ma, hati-hati!"


"Papa jadi ketularan Bram deh, selalu bilang ucapan adalah doa. Mama kan bukan doain Satria kenapa-napa, tapi mama hanya memikirkan kemungkinan yang terjadi saja!" kata Nilam tidak mau kalah dengan suaminya kalau sedang bicara.


Cakra menggelengkan kepalanya. "Satria, kamu harus baik-baik saja nak!"


"Bi Lulu, matikan lagunya!" teriak Nilam pada pembantu rumah tangganya yang sedang mendengarkan lagu galau.


*****


Di Afrika, base camp sukarelawan diterjang badai dan saat ini semua dokter dan perawat sedang bahu membahu untuk membangun kembali base camp itu. Semua tenaga medis baik-baik saja, tapi akses jalan dan komunikasi terputus. Sudah 10 hari sejak badai susulan itu menerjang.


"Dokter Erlan, gimana keadaan sinyal dan komunikasi lainnya? Apa masih belum bisa konek?" tanya Satria pada Dokter Erlan, dokter bedah yang ahli juga dalam hal listrik.


"Masih belum bisa..." jawab dokter Erlan sambil menggeleng.


"Astagfirullahaladzim.. gimana ini? Keluargaku, terutama istri dan anakku pasti cemas karena aku tidak memberi kabar," Satria memegang kepalanya dengan gusar.


Satria kembali ke kamarnya dengan perasaan sedih, lagi-lagi komunikasi masih terputus. Dan saat rindu, dia hanya bisa memandangi foto keluarganya yang dia bawa kemana-mana.


May.. kamu dan Rey baik-baik saja kan? Aku rindu kalian. Aku sangat rindu, aku ingin memeluk kalian sekarang.


Air mata Satria menetes, tanda rindu itu sudah berada di ujung batas. Jadi begini rasanya berjauhan dengan orang yang dicintai? Perih hati Satria karena rindu yang hampir membunuhnya.


"Ya Allah, sampaikan rinduku untuk mereka. Katakan pada mereka bahwa aku baik-baik saja disini dan sangat merindukan mereka," Satria mencium foto Amayra dan Rey, dengan bulir air mata yang mengalir jatuh ke pipinya.


...----****----...

__ADS_1


Hai Readers.. cuma mau bilang... makasih untuk vote dan gift nya ya 👍👍😀🙏 semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua berlipat ganda, Aamiin..❤️


__ADS_2