Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 151. Astagfirullah Anna


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Anna yang tadinya akan pergi ke dapur, langsung berbalik arah ke ruang tengah begitu dia mendengar suara Ken.


Amayra beranjak dari tempat duduknya sambil menggendong Rey. "Ken? Ngapain kamu kesini?"


"Ehm.. gue.. gue kesini mau.." Ken gugup saat berhadapan dengan Amayra.


"Hai Ken, selamat pagi!" Sapa Anna sambil mendekati Ken.


Ken langsung menelan ludah dan kedua matanya membulat saat melihat Anna yang terlihat seksi dengan pakaian tidurnya.


Sumpah! Cewek ini kenapa genit amat? Ken semakin ilfeel pada Anna, setelah melihat Anna seperti itu.


"Astagfirullah! Anna!" Amayra menyadari bahwa Anna masih memakai pakaian tipis itu. Buru-buru Amayra mengambil jaketnya yang ada diatas sofa. "Anna, kamu pakai dulu ini!"


"Oh iya? Aku lupa kalau aku masih pakai pakaian tidur." Anna langsung memakai jaket itu seperti apa yang diperintahkan oleh Amayra.


Ken langsung melirik ke arah Amayra, dalam hati dia berkata seperti inilah wanita idamannya. Wanita yang cocok dijadikan istri dan selalu menjaga auratnya.


"Ken, maaf ya.. kamu mau apa kemari?" tanya Amayra tajam.


"May, kamu gimana sih? Ada tamu bukannya di suruh masuk dan duduk dulu malah ditanyain begitu. Kan gak sopan.." ucap Anna pada tante sekaligus sahabatnya itu.


Kenapa aku merasa asing pada Anna?. Amayra merasakan bahwa Anna berbeda dengan Anna yang dulu. Dia seperti bukan sahabatnya yang dulu.


Anna menyambut Ken dengan ramah,"Ken, ayo masuk dulu?"


"Gak usah, gue cuma mau balikin hp punya Lo. Ketinggalan di mobil gue, banyak telepon dan pesan masuk. Gue pikir mungkin sangat penting, makanya gue kembaliin cepat-cepat." Ken langsung pada intinya, dia mengembalikan ponsel milik Anna ke tangannya.


"Ken...tunggu, apa Lo ada waktu hari ini?" Tanya Anna sambil tersenyum.


"Hari ini gue manggung," jawab Ken cuek.


"Oke. Gue minta nomor hp Lo, dong!" Anna menyodorkan ponselnya pada Ken. Ken melihat Anna dengan dingin seperti biasanya.


"Buat apa?"


"Gue mau bayar hutang, jadi gue bisa hubungi Lo."


"Ogah," jawab Ken cuek lalu pergi dari sana. Dia sempat melirik Amayra, "Assalamualaikum May."


"Waalaikumsalam Ken,"


Anna kesal karena Ken cuek padanya dan baik pada Amayra. Tak lama kemudian setelah Ken pergi, Anna langsung meminta nomor telepon Ken dari Amayra.


"Makasih ya May, aku mau makan terus mandi!" Anna tersenyum bahagia karena telah mendapatkan nomor hp Ken.

__ADS_1


Setelah selesai makan dan mandi, Anna bersiap pergi keluar rumah dengan rok pendek dan bajunya yang terbuka itu.


"Astagfirullah.. Anna, kamu mau kemana?" Tanya Nilam yang langsung tercengang melihat penampilan Anna.


"Oma, Anna mau pergi ke cafe.." jawab Anna sambil menghampiri Nilam yang sedang duduk di kursi. Disana juga ada Amayra yang sedang menyuapi Rey bubur.


"Anna! Oma sama opa udah peringatkan kamu tadi pagi. Apa kamu gak dengar? Kamu sedang dihukum dan gak boleh keluar rumah!" Seru Nilam emosi. Dia tidak mau Anna terbawa pergaulan bebas.


Tadi pagi Nilam, Cakra dan Bram sudah bicara pada Anna juga menasehati gadis itu secara baik-baik. Anna hanya menjawab iya iya saja dan kembali tidur.


"Oma, aku kan bukan anak kecil lagi yang harus dihukum hukum begitu. Oma tenang aja, aku gak akan kuliah di Inggris kok, aku mau pindah kampus.."


"Haahhh.. jadi kamu mau pindah kemana?" Nilam mendesah kesal.


"Kampus tempat Amayra kuliah," jawab Anna.


Disana juga ada Ken.


Nilam terdiam sejenak, "Sebenarnya bagus juga sih kalau Anna satu kampus sama Amayra. Biar Anna kembali berubah seperti dulu dia harus dekat lagi dengan Amayra." Nilam membatin.


"Ya udah ya Oma, aku mau pergi dulu!" Anna berjalan pergi keluar dari rumah itu, tanpa salam tanpa pamit atau mencium tangan neneknya.


Nilam terperangah tak percaya bahwa tinggal diluar negeri membuat Anna banyak berubah. Amayra juga merasakan perbedaan sikap Anna.


"Anna! Hey Anna, mau kemana kamu? Oma belum selesai bicara! Astagfirullah, kamu..." Nilam emosi sambil memegang dadanya.


"Ya udah, tolong ya May. Rey biar mama dulu yang jagain," ucap Nilam sambil duduk disamping Rey. Dia mengambil alih tugas Amayra yang sedang menyuapi Rey.


Amayra menyusul Anna yang masih ada didepan rumah, meninggalkan Rey dan Bu Nilam di ruang tengah. "Anna, tunggu!"


"Apa May?"


"Anna, Mama kan udah bilang kalau kamu gak boleh keluar rumah. Lebih baik kamu turutin permintaan Mama," ucap Amayra menasehati.


Anna melihat Amayra dengan kening berkerut."May, kamu masih suka kepo ya sama urusan orang. Bener kata si Reina, kamu tuh nyebelin. Aku baru sadar loh sekarang,"


"Anna, kamu kenapa sih jadi kayak gini? Aku kan cuma mengingatkan kamu saja," ucap Amayra pada gadis itu, dia menatap Anna dengan sedih.


"May, bisa gak kamu jangan terlalu alim? Kamu kan bukan malaikat yang bersih dari dosa. Aku cuma mau main aja keluar...bukan mau macam-macam sama cowok kok, apalagi sampe melendung. Kamu santai aja lah May, mending pikirin hidup kamu sendiri," Anna bicara sarkas pada Amayra yang mencoba menasehatinya.


Deg!


Hati Amayra tidak nyaman mendengar ucapan Anna padanya, seolah Anna sedang menyindirnya.


"Astagfirullah Anna, kenapa kamu ngomong kayak gini?" tatap Amayra pada Anna dengan mata berkaca-kaca.


"Maaf ya May, aku mau pergi.. bye," Anna cuek pada Amayra dan pergi masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Nyebelin banget sih Amayra, dia selalu aja ceramah.


Amayra hampir menangis setelah bicara dengan Anna, dia malah makan ati. "Astagfirullah.. ya Allah, sabarlah hatiku.." Amayra mengelus dada, menahan tangisnya mencoba untuk sabar.


Tak sengaja Lulu yang sedang menyiram tananam mendengar percakapan mereka. Lulu sampai mengelus dada dengan kelakuan Anna yang sekarang.


...*****...


Sore itu Satria sudah pulang lebih awal untuk menjemput Amayra. Dia membawa catatan medis pak Harun didalam tasnya yang dia dapatkan dari Gunawan. Tadinya dia ingin bertemu dengan Sandy untuk memastikan semuanya. Tapi, dia mau menjemput istri dan anaknya lebih dulu.


Sesampai di rumah Calabria, Nilam mengadu pada Satria tentang kelakuan Anna yang terlihat nakal. Nilam juga bercerita tentang Amayra yang menasehati gadis itu tapi tidak mempan.


"Terus dimana Anna sekarang?" Tanya Satria.


"Gak tau, dia bilang dia pergi.. dia gak bilang mau kemana." Jawab Nilam yang sedang sibuk memilih dekorasi untuk pernikahan Bram dan Diana.


"Nanti aku akan coba bicara sama dia lagi, Ma.." ucap Satria sambil mendesah. "Ma, May sama Rey ada dimana?"


"Ada di kamar tuh," jawab Nilam.


Satria langsung berjalan menuju ke kamar yang selalu ditempati dia dan istrinya di rumah besar itu. Satria melihat Amayra sedang menyusui Rey. "Mas, kamu sudah pulang?" sambut Amayra seperti biasa.


"Iyah. Tuh kan aku lupa, Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam Mas," jawab Amayra sambil tersenyum.


"Kamu dan Rey sudah siap pulang?"


Amayra mengangguk pelan.


Satria, Amayra dan Rey pulang ke rumah mereka setelah berpamitan dengan Nilam dan titip pesan pada Cakra juga Bram, karena mereka belum pulang kerja.


Sesampainya di rumah Satria. Mereka bertiga masuk ke dalam rumah. Rey dalam kondisi tertidur, Amayra segera menidurkan Rey diranjangnya.


Malam itu berjalan seperti malam yang biasanya, hingga keesokannya saat Amayra pergi kuliah. Semua orang menatapnya dengan tatapan aneh.


"A-ada apa ya? Kenapa aku merasa semua orang menatapku?" Tanya Amayra keheranan.


"May!" Lisa berlari sambil memanggil temannya itu.


"Lisa, ada apa?" Tanya Amayra yang heran karena Lisa berlari terburu-buru menghampirinya.


"I-ini.. ini beneran suami kamu?" Lisa menunjukkan sesuatu di ponselnya.


Amayra melihat sesuatu di ponsel itu. Dia tercengang dan kehabisan kata-kata saat melihatnya.


...----****---...

__ADS_1


Hai Readers ku tersayang, ❤️❤️🤭 mohon bantuannya dong, mumpung ini hari Senin.. bolehkah author meminta vote, gift atau kopi nya? Biar tambah semangat 😍🙏


__ADS_2