Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 58. Rumah sakit


__ADS_3

Bram terkejut dan panik melihat mama nya kejang-kejang, kemudian tidak sadarkan diri. Bram berteriak memanggil papa nya dan semua orang di rumah itu.


"Pa! Anna! Bi Dewi, Bi Lulu, pak Muin, Pak Cecep!" teriak Bram memanggil semua orang, dia memangku Nilam yang tidak sadarkan diri setelah mendengar menantunya berselingkuh dan memiliki anak dari pria lain membuatnya sangat syok.


Semua orang berkumpul menghampiri Nilam dan Bram.


"Apa yang terjadi om? Oma kenapa?" tanya Anna sambil menghampiri Nilam yang tidak sadarkan diri di pangkuan Bram.


"Bram, mama kamu kenapa?" tanya Cakra sambil melihat istrinya dengan cemas.


"Pah, kita harus bawa mama ke rumah sakit!" Seru Bram sambil menggendong mama nya dengan panik.


Bram, Cakra, Anna dan pak Muin pergi ke rumah sakit membawa Nilam. Sesampainya di rumah sakit, mereka berpapasan dengan Satria. Karena rumah sakit itu adalah rumah sakit tempat Satria bekerja.


Satria panik dan khawatir melihat Nilam tidak sadarkan diri dan dibawa ke ruang UGD. Apalagi melihat wajah semua orang yang terlihat khawatir.


"Pa, mama kenapa?" tanya Satria pada papa nya.


"Papa juga gak tau, dia sedang bicara dengan Bram, lalu papa melihatnya sudah begitu. Bram, apa yang kamu bicarakan pada mama mu?" Cakra bertanya pada Bram apa yang dikatakan oleh Bram sampai membuat Nilam langsung tidak sadarkan diri.


Satria menatap ke arah Bram, dia terlihat tidak nyaman karena kakak nya sudah kembali dari Inggris.


Bukankah kak Bram harusnya berada tiga bulan lagi di Inggris, lalu kenapa dia sudah kembali? Bahkan dia kembali sendirian?


"Aku mengatakan pada mama kalau aku bercerai dengan Alexis dan tidak akan menikah secara negara, tidak akan pernah!"


"Apa maksud kamu Bram? Dia sedang mengandung anak kamu, kenapa kamu malah ingin bercerai?" tanya Cakra yang tidak paham dengan apa yang dimaksud oleh Bram.


Bercerai? Kenapa kakak bercerai dengan wanita yang sangat dicintainya? Pasti masalahnya tidak sederhana. Satria ikutan berfikir apa yang membuat Bram mantap memutuskan bercerai dan terlihat sangat marah pada istrinya.


"Aku..aku.." Bram gelagapan, dia menatap Satria dengan tajam.

__ADS_1


Bagaimana aku menjelaskan pada papa di depan Satria kalau Alexis mengandung anak pria lain dan bukan anakku? Dia pasti akan menertawakan dan mengejekku karena aku sudah meninggalkan wanita yang mengandung anakku demi bertanggung jawab atas anak orang lain? Ini sangat memalukan.


"Kenapa om? Apa om menyesal sudah menikahi nenek sihir? Apa nenek sihir itu punya pria lain dan dia mengandung anak pria lain?" Anna bertanya dengan asal menebak


Tebakan Anna benar, dan itu membuat Bram terdiam tidak menjawab. Anna dan Satria menatap ke arah Bram, mencoba mengartikan raut wajah Bram itu.


Setelah itu Satria dipanggil ke ruang operasi, dia menitipkan pesan pada Anna untuk memberitahukan kepada nya tentang kondisi Nilam. Walaupun Nilam bukan ibu kandung nya, tapi Satria sangat menyayangi Nilam seperti ibu kandung nya sendiri. Karena hanya Nilam, sosok ibu yang dia kenal di dalam hidupnya.


Beberapa menit kemudian, dokter keluar dari ruangan Nilam dengan wajah yang kurang menyenangkan. Bram, Anna dan Cakra langsung menghampiri dokter, kemudian memburunya dengan pertanyaan tentang kondisi Nilam.


"Dokter, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Cakra khawatir.


"Istri bapak mengalami stroke ringan karena tekanan darah tinggi dan syok berlebih," jawab sang dokter pria sambil menghela napas.


Bram dan Anna tercengang mendengar penjelasan singkat dokter tentang Nilam yang mengalami stroke ringan.


"Astagfirullah.. lalu bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Cakra.


"A-Apa Oma saya bisa sembuh dok?"tanya Anna cemas.


"Insyaallah, dengan mengurangi beban pikiran, menahan emosi, makan-makanan yang bergizi, sedikit berolahraga dan tekanan darah nya kembali menurun. Pasien bisa kembali sehat, namun untuk saat ini Bu Nilam harus mendapatkan perawatan intensif," jelas dokter itu.


Mama sampai seperti ini karena Alexis? Bram terdiam merasa bersalah.


"Terimakasih dok," jawab Cakra pada dokter itu.


"Opa, aku urus dulu administrasi Oma ya?" Anna pamit pada opanya untuk mengurus administrasi yang belum selesai.


"Iya An," jawab Cakra sambil tersenyum pada cucunya.


Anna pergi ke tempat administrasi. Cakra dan Bram masuk ke dalam ruangan itu, mereka melihat Nilam sudah siuman dengan kondisi bibir bengkok.

__ADS_1


"Ma," Bram sedih melihat kondisi mama nya.


"Blam, kamwuu.." Nilam berbicara dengan suara tidak jelas, dia menatap putranya sambil menangis.


Putraku, kasihan sekali dia.. dia sudah ditipu. Alexis, wanita j*l*ng itu beraninya dia menipu putraku. Karena dia aku sampai seperti ini!


"Mama jangan banyak bergerak atau bicara, mama sedang sakit." ucap Cakra pada istrinya.


Cakra langsung mengintrogasi Bram tentang apa yang terjadi pada rumah tangga putranya. Bram dengan marah mengatakan kalau Alexis berselingkuh dan mengandung anak pria lain. Mendengar cerita Bram, Cakra sama sekali tidak bersimpati, karena dia sudah mewanti-wanti Bram sejak awal bahwa Alexis bukanlah wanita yang baik.


"Haha, papa jadi ingin tertawa. Bagaimana jika istrimu berbohong sampai akhir? Apa kamu rela menjadi ayah dari anak yang bahkan bukan anak mu? Bram, sadarkan kamu bahwa ini mungkin adalah karma mu?" Cakra tertawa sinis, dia mengejek putranya yang keras kepala itu.


"Papa bicara apa sih," Bram mengalihkan pandangannya, dia sangat malu di ejek seperti itu.


"Kamu jangan pura-pura tidak mengerti apa maksud papa, perbuatan mu pada Amayra, ini adalah karma mu Bram," jawab Cakra sambil menghela napas.


Karma? Karma itu tidak ada!. Bram menepis ucapan Cakra tentang karma.


Sore itu, Amayra datang ke rumah sakit setelah Anna memberitahu nya bahwa Nilam masuk rumah sakit. Amayra membawa makanan dan juga barang-barang Nilam dari rumah Calabria. Wanita hamil itu terlihat sangat mencemaskan Nilam.


"Kamarnya dimana ya?" Amayra terlihat bingung di lorong rumah sakit, dia lupa bertanya pada Anna dimana ruang rawat ibu mertuanya. Dia juga membawa sekantong barang-barang Nilam.


Ketika sedang kebingungan, Amayra melihat Bram keluar dari salah satu ruangan di lorong itu. Bram berada di dalam keadaan lelah, patah hati dan marah. Dia membatu begitu melihat Amayra, apalagi melihat perutnya yang sudah mulai buncit. Sudah 2 bulan lebih, Bram baru bertemu lagi dengan Amayra.


Apa ini karma mu Bram? Apa ini karma mu? Wanita yang mengandung anakmu, kamu tinggalkan dan wanita yang menipu mu kamu nikahi?


Suara yang entah darimana datangnya itu terus membisiki Bram tanpa henti, dan semakin terdengar ketika dia melihat Amayra.


...---***--...


Hai Readers! Maafkan author telat update nya, author lagi badmood nih ☺️☺️🥺 minta dukungan kalian ya, kalau yang punya gift dan vote kasih author ya 😍☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2