Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 229. Clara masuk jebakan


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Amayra mendorong kursi roda yang diduduki oleh suaminya, mereka akan melakukan pemeriksaan. Pertama-tama pemerintah kondisi Satria ke bagian radiologi.


Dokter Daniel yang bertugas memeriksa kondisi Satria pada hari itu. Setelah dilakukan pemeriksaan sekitar satu jam, dokter Daniel menjelaskan kondisi Satria. Bahwa Satria mengalami paraplegia. Paraplegia itu sendiri adalah kelainan saraf yang menyebabkan kehilangan fungsi sensorik (sensasi) dan motorik (gerak) pada tungkai bawah. Akibatnya, penderita paraplegia akan mengalami kelumpuhan pada kedua kaki. Paraplegia sering terjadi pada laki-laki muda berusia 15 hingga 35 tahun akibat kecelakaan.


"Dokter Daniel, apa ini artinya saya masih bisa berjalan kan?" tanya Satria dengan wajah cerah dan ceria.


"Insya Allah bisa, bisa dengan obat-obatan dan terapi yang rutin. Kamu bisa kembali seperti sedia kala, dokter Satria." kata Daniel sambil tersenyum menunjukkan foto Rontgen Satria pada Amayra dan suaminya itu.


Amayra menatap suaminya dan dia tersenyum lebar dengan bahagia. "Alhamdulillah, aku sudah bilang kan mas...kalau kita harus selalu berhusnudzan kepada Allah."


"Iya sayang, maaf aku sempat berpikir yang bukan-bukan dan suudzan." Satria juga bahagia mendengar kabar ini, karena lumpuhnya hanya sementara.


"Setelah ini kamu harus rajin melakukan terapi. Fisioterapi, terapi okupasi, obat-obatan juga bisa...intinya kamu harus semangat dan orang yang mengurusmu harus sabar karena ini adalah masalah waktu." ucap Daniel menjelaskan pada pasangan suami istri itu.


"Baik dok, kami mengerti. Saya pasti akan semangat untuk sembuh." Satria yakin dengan dirinya sendiri.


Alhamdulillah ya Allah, suamiku tidak sedih lagi seperti semalam. Amayra tersenyum melihat semangat di wajah tampan suaminya.


"Hem, saya percaya kamu bisa." Daniel menyemangati Satria dan mendoakan dia agar segera sembuh. "Bu Amayra juga harus bersabar dan menyemangati dokter Satria ya, tidak boleh malas terapi atau malas minum obat. Jadi, tolong ingatkan ya..."


"Iya dokter, saya juga akan menyemangati suami saya dan selalu mengingatkannya." jawab Amayra penuh percaya diri.


Setelah memeriksakan kondisi Satria, Amayra dan Satria pergi ke bagian ginekologi untuk memeriksakan kondisi Amayra. Amayra pun di periksa oleh dokter Mira, melalui pemeriksaan USG mereka melihat bayi kembar di layar monitor diruangan itu.


"Masya Allah, Allahuakbar...bayi kembar kita terlihat jelas May. Mereka sudah semakin besar dan mereka bergerak-gerak." Satria tersenyum haru melihat dua gambar seperti bayi di layar monitor tersebut.


Kini aku mengerti kenapa Amayra mengandung bayi kembar, ternyata kembar memang ada turunan dariku.


"Iya mas..." lenguh wanita hamil itu sambil tersenyum.


"Dokter Mira, bagaimana keadaan anak-anak saya?" Pria itu menanyakan keadaan kedua anak kembarnya yang masih ada di dalam perut.


Dokter Mira menjelaskan. "Alhamdulillah...bayi kalian baik-baik saja dan sangat sehat didalam sini. Detak jantung semuanya baik, ibunya juga baik."

__ADS_1


"Alhamdulillah." ucap Amayra dan Satria penuh rasa syukur.


"Apa kalian tidak penasaran dengan jenis kelamin bayinya? Disini sudah terlihat loh.." kata dokter Mira sambil tersenyum.


"Kami penasaran sih, tapi kami sudah sepakat untuk menjadikan jenis kelamin anak kami sebagai kejutan saja." ucap Satria sambil tersenyum pada istrinya.


"Baiklah kalau begitu, sweet banget sih kalian. Ah.. jadi pengen nikah deh!" gumam dokter Mira.


"Dokter Mira ternyata masih lajang?" tanya Amayra pada dokter kandungan berusia muda itu.


"Iya, belum ada jodohnya nih." jawab Mira sambil tersenyum.


Waktu 2 jam mereka habiskan untuk pemeriksaan di rumah sakit. Amayra dan Satria pun di jemput oleh Jack, anak buah Bima atas perintah Bima.


"Beneran gak apa-apa nih kita naik mobil orang ini?" tanya Satria berbisik pada istrinya, dia khawatir melihat penampilan Jack yang terlihat seperti preman.


"Mas gak usah khawatir, aku kenal bang Jack kok. Dia bawahannya mas Bima," ucap Amayra seraya menenangkan Satria.


"Pak Satria jangan khawatir, saya tidak akan berbuat jahat kok. Kalau saya macam-macam pada pak Satria dan Bu Amayra, saya bisa di bunuh bos Bim."


Amayra juga terkejut sampa ia terdiam kaku.


"Haha, saya hanya bercanda kok pak." Jack tertawa kecil.


Benar-benar, saudara kembar tapi sikapnya berbeda. Bagai air dan api.


🍁🍁🍁


Di tempat lainnya, Bima sedang sibuk bersama dengan Clara. Clara meninggalkan pekerjaannya untuk Bima dan mereka jalan-jalan ke sebuah taman hiburan.


"Kak, kita naik komedi putar yuk!" Clara menunjuk ke arah komedi putar disana.


"Hah? Bukannya barusan kita sudah naik ya?"


"Barusan kan naik rollercoaster, ini naik komedi putar. Beda dong kak! Yuk kak naik!" Clara memegang tangan Bima dan tidak mau melepaskannya.

__ADS_1


Kak Satria, kapan lagi aku bisa memegang tanganmu seperti ini.


Haahhh...gadis ini benar-benar deh seperti anak kecil. Bima menggerutu dalam hati.


"Baiklah, ayo kita naik." Bima tersenyum terpaksa.


Bima dan Clara naik komedi putar, mereka terlihat seperti orang yang sedang kencan. Clara terlihat bahagia bersama dengan Bima alias kembaran Satria yang dianggapnya Satria.


Walau dia adalah gadis yang jahat, tapi dia mencintai Satria sampai cintanya itu berubah menjadi racun karena Satria mencintai wanita lain, yang tak lain adalah istrinya.


Bima menatap Clara yang sedang selfie di atas kuda komedi putar yang dia naiki. "Siapa sangka, gadis cantik dan terlihat polos seperti ini ternyata adalah orang jahat."


Bima dan Clara jalan-jalan sampai malam, hingga akhirnya Bima tidak tahan dan bertanya pada Clara yang sudah percaya padanya. Mereka duduk di kursi taman hiburan, sambil memakan eskrim.


"Clara?"


"Ya kak?" sahut Clara sambil menjilat eskrimnya.


"Karena kita sudah resmi untuk menjalin hubungan, aku harap tidak ada yang kamu sembunyikan lagi dariku. Clara...aku ingin kamu jujur tentang apa yang kamu lakukan," ucap Bima sambil meraih tangan Clara, dia menyimpan eskrim Clara di atas kursi.


"Kak, aku akan jujur sama kakak. Tapi, kakak janji ya jangan marah padaku?" tanya Clara sambil menatap Bima. Clara sudah sangat percaya pada Bima.


"Ya Clara, aku janji." jawab Bima sambil tersenyum tipis.


"Sebenarnya...aku yang sudah membuat kak Satria dan istri kamu yang kampungan itu kecelakaan, aku juga adalah orang yang menyerang Amayra sampai dia hampir keguguran beberapa kali, aku minta maaf mas...aku melakukan semua itu karena aku sangat mencintaimu, aku gelap mata, tapi itu masa lalu kan? Jadi aku harap kamu-"


Prok, prok, prok


Suara tepuk tangan terdengar lebih dari atau orang. Dari sisi yang lain, keluarlah Satria, Amayra menatap Clara dengan tajam.


"Bagus akhirnya kamu mengaku, ternyata selama ini kamu yang menyebabkan kemalangan kami." Amayra terlihat marah.


Clara terperanjat, saat dia melihat Satria ada dua. "Kalian? Kenapa....kenapa kak Satria ada dua?"


...----*****----...

__ADS_1


__ADS_2