Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 54. Hari kelulusan


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Malam itu Satria pergi ke rumah sakit, jadwal padat operasi, masa hukuman nya yang belum usai. Mungkin Satria akan menghabis banyak waktu nya di rumah sakit, karena kesibukan nya itu. Dimalam pertamanya bertugas, Amayra dan ayahnya berada di rumah itu.


Harun melihat Amayra baru saja selesai membaca ayat suci Al-Quran, kemudian wanita itu mengambil buku pelajaran nya dan membacanya. Dia rindu sekolah, dia rindu belajar, dia rindu masa remaja nya yang telah direnggut paksa oleh Bram.


Meski impiannya untuk pergi ke sekolah seperti anak-anak pada umumnya sudah musnah, tapi tidak dengan segalanya. Dia masih punya banyak yang bisa di syukuri di dalam hidupnya. Punya suami yang baik, ayah yang menyayangi nya, sahabat yang baik dan menerima dia apa adanya.


Ketika masih banyak yang bisa disyukuri, mengapa harus bersedih? Toh, semua masalah sedang dilaluinya. Dan semua akan indah pada waktunya, begitu lah pikir Amayra sekarang.


"Bismillah! Aku pasti bisa menggapai mimpiku, walaupun aku sudah menikah dan punya anak, itu semua bukan hambatan! Tapi motivasi ku supaya lebih semangat," Amayra berniat untuk mengejar paket C, tahun depan jika dia sudah melahirkan, supaya nanti dia bisa melanjutkan pendidikan nya ke universitas dan melanjutkan cita-cita nya menjadi seorang guru.


Harun tersenyum melihat Amayra yang terlihat serius belajar, dia berdoa agar anaknya menemukan kebahagiaan dalam setiap hal yang dilakukan nya. Baik itu cinta, maupun mimpi, dan Harun akan senantiasa mendukung jalan yang diambil Amayra.


"Kamu lagi apa May?" tanya Harun sambil mengambil kursi dan duduk di samping Amayra.


"Ayah? Aku lagi baca buku, yah." Amayra menoleh ke arah ayahnya sambil tersenyum.


"Kamu mau melanjutkan sekolahmu lagi?" tanya Harun sambil tersenyum lembut pada putrinya.


"Iya ayah, aku mau sekolah lagi. Kak Satria akan membantuku mengambil paket C, lalu aku akan melanjutkan kuliahku. Tapi, aku sedang menabung dulu sih.." Amayra tersenyum semangat.


"Ayah mendukung kamu nak, ayah ingin kamu bahagia. Lakukan lah apapun yang kamu mau, tapi jangan lupa mengurus anakmu kelak!"


"Itu sudah kewajiban May, may pasti merawat anak may dengan baik." Amayra tersenyum sambil menatap perut datarnya itu, kehamilan nya sudah mau menginjak bulan ketiga.


"May, ayah mau tanya sama kamu. Kamu jawab yang jujur!" Harun tiba-tiba saja memasang wajah serius dan tajam pada putrinya.


"A-ada apa ayah?" tanya Amayra yang heran melihat wajah tegang ayahnya.


Untuk kedua kalinya, Harun bertanya pada Amayra apakah benar pria yang menghamili nya adalah Satria? Itu karena Harun tidak percaya kalau Amayra di nodai oleh pria yang memiliki reputasi baik seperti Satria.


Harun pernah mendengar dari teman-teman nya yang suka mengangkut sampai di kompleks, kalau Satria adalah pria yang baik dan sopan walaupun jarang bicara. Berbeda dengan Bram, kakak nya yang memiliki sikap kasar dan arogan. Makanya Harun tidak percaya kalau Satria akan melakukan hal seperti itu pada putrinya.

__ADS_1


Amayra terlihat gemetar dengan pertanyaan dan pernyataan dari ayahnya,"Ke-kenapa ayah menanyakan ini lagi? Kak Satria kan sudah bilang kalau dia yang sudah melakukan nya!"


"May, tolong jujur pada ayah! Ayah tidak pernah mengajarkan kamu untuk berbohong, benar tidak dia yang ayah dari bayi mu?" Harun memperhatikan raut wajah Amayra. Putrinya itu terlihat gugup dan gelisah, seperti sedang berbohong.


Ya Allah, apa aku harus berkata jujur pada ayah. Kalau ayah bayi ku adalah pak Bram, bukan kak Satria? Lalu apa tanggapan ayah terhadap papa Cakra dan keluarga Calabria? Ayah pasti akan sangat marah karena merasa dipermainkan.


"May, jawab ayah!" Harun berkata dengan tegas, dia meminta jawaban dari Amayra.


"Ayah, sebenarnya-"


Tring! Tring!


🎢🎢🎢


Saat Amayra akan bicara, ponsel nya berbunyi. "Aku angkat telpon dulu ya, yah!" Harun hanya menatap putrinya dengan tajam, di kepalanya masih ada pertanyaan tentang siapa ayah bayi yang dikandung oleh Amayra.


Alhamdulillah ya Allah, ada yang menelpon. Terimakasih sekali pada orang yang menelpon!


Amayra mengangkat telpon dari nomor yang tidak di kenal itu. Ternyata Fania yang menelpon nya, dia ingin memastikan Amayra sudah menyimpan nomor ponselnya karena dia sudah punya ponsel juga. Lama mengobrol dengan Fania, membuat Amayra bisa mengalihkan perhatian ayahnya. Wanita hamil itu pun tertidur di ranjang nya.


2 bulan kemudian, setelah Bram pergi ke Inggris. Hari itu adalah hari penting untuk teman-teman Amayra. Hari kelulusan sekolah mereka, hari dimana mereka mengakhiri masa SMA.


Pagi itu Amayra terlihat murung dan sedikit bersedih. "May, kamu udah siap?" Satria melihat istrinya sedang melamun duduk di sofa. Satria memakai setelan jas hitam


"May, kamu gak apa-apa?" tanya Satria pada wanita yang perutnya sudah mulai membuncit itu. Kandungan nya sudah mau menginjak usia 5 bulan.


"Eh iya kak? Ada apa?" Amayra menoleh dengan pandangan kosong.


Satria duduk disamping istrinya dan menatap Amayra dengan cemas, "Kamu yang ada apa dan kenapa?"


"Aku gak apa-apa," wanita itu menggeleng lemah.


"Kamu gak enak badan?" tanya Satria mencemaskan kondisi Amayra, wajah Amayra terlihat pucat.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, aku hanya sedih. Seharusnya aku juga lulus seperti mereka, dan harusnya ini hari kelulusan ku juga," Amayra tersenyum pahit.


"Maafkan aku, aku mengajak kamu pergi tanpa memikirkan perasaan kamu! Kita gak usah pergi aja, gak apa-apa kok!" Satria lupa kalau dia mengajak Amayra ke acara kelulusan Anna, dan itu akan membuatnya sedih.


"Gak kak, ayo kita pergi! Aku gak apa-apa, Anna, mama sama papa pasti udah nunggu!" Amayra mengajak Satria untuk cepat pergi ke acara kelulusan itu.


Satria dan Amayra akhirnya pergi ke sekolah, untuk memberikan selamat atas kelulusan Anna. Amayra sudah menduga kalau semua orang pasti akan membicarakan nya, apalagi keadaan perutnya yang sudah mulai buncit.


"Ha! Siapa ini, udah lama ya gak ketemu?" tanya Reina sambil mendekati Amayra dengan senyuman sinis nya.


"Perutnya udah gede aja nih? Udah berapa bulan? 4 atau 5 ya?" tanya Angel nyinyir.


"Minggir kalian! Kebiasaan deh suka nyinyir!" Fania mengusir Reina, Angel dan Naya yang hendak menganggu Amayra.


"Apaan sih Lo? Kita cuma mau nanya aja teman lama kita," Reina mendelik sinis ke arah Fania.


"Tolong jangan ganggu istri saya!" Satria datang dan menjadi penyelamat, tatapan nya pada ketiga wanita nyinyir membuat mereka terpana.


Reina, Angel dan Naya langsung berbisik-bisik satu sama lain ketika melihat Satria. Mereka terpana dan terpesona oleh ketampanan Satria.


"Gila! Ganteng banget!" bisik Reina sambil menggigit jarinya karena gemas.


"Hot, sumpah hot banget!" Angel senyum-senyum sendiri.


"Kayanya badannya sixpack deh! Suaranya juga keren!" Naya juga terpesona pada Satria, sama seperti kedua sahabatnya itu.


Ada apa dengan mereka bertiga? Senyum nya seperti hantu!. Satria mengerutkan keningnya, dia heran melihat ketiga gadis remaja itu yang menatapnya dengan aneh menurut dirinya.


Amayra dan Fania menahan tawa mendengar bisik-bisik Reina and the geng.


"Baiklah, ini waktunya pengumuman untuk murid-murid terbaik di SMA xxx !"


Suara seorang wanita dari microphon itu membuat semua orang berkumpul di aula sekolah.

__ADS_1


...---***---...


__ADS_2