Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 170. Ada yang mau buka hati?


__ADS_3

"Atas dasar apa saya harus membebaskan seseorang yang melakukan mal praktek? Hukuman yang diterima dokter Candra, itu sudah seharusnya. Karena dia telah lalai dalam tugas dan membuat pasien hingga meninggal dunia." Jelas Satria sesuai dengan hukum yang berlaku di negara itu.


Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil dan kesimpulan dari penelitian ini. Penyelesaian sengketa malpraktik dalam hukum positif dapat diselesaikan dengan dua jalur yaitu litigasi (pengadilan) dan nonlitigasi (bukan pengadilan) dan dalam hukum Islam dapat ditempuh dua jalur jalur al-qatha (pengadilan) dan islah atau tahkim (kekeluargaaan atau perdamaian).


Dalam hukum positif sanksi pidana yang disebabkan kelalaian diatur dalam kitab Undang Undang Hukum Pidana yaitu terdapat dalam pasal 359 KUHP untuk kelalaian yang mengakibatkan matinya seseorang adalah penjara dan kurungan, dan mengakibatkan luka atau cacatnya seseorang dapat diterapkan pasal 360 KUHP yang sanksinya berupa penjara kurungan dan denda. Pasal KUHP 361 yang dilakukan dalam suatu pekerjaan atau jabatan sanksi dapat berupa pencabutan hak terhadap pekerjaannya, sanksi tindak pidana malpraktik menurut UU No 29 Tahun 2004 tentang praktik kedokteran adalah pelanggaran hukum administrasi, sanksi pidana berupa penjara atau kurungan dan denda. Sanksi menurut Hukum Islam jika terbukti perbuatan kealpaan dan kelalaian yang mengakibatkan matinya seseorang dapat diartikan dengan pembunuhan karena kesalahan pendapat Jumhur ahli fiqih dikenakan wajib diat dan kafarat, dan jika kelalaiannya menyebabkan cacat maka disebut dengan penganiyaan tidak sengaja maka sanksinya diat.


Begitulah hukum yang sesuai di dalam negara dan secara hukum agama. Dan Satria mengambil jalur hukum sesuai negara, mereka tidak mau mengambil jalur kekeluargaan.


"Aku mohon kak, kasihanilah papaku. Gelar dokternya sudah dicabut, dia sudah tua dan harus mendekam di dalam penjara jika kak Satria dan Amayra tidak mau memaafkannya. Tolonglah.. kita selesaikan saja dengan jalur kekeluargaan. Aku akan melakukan apapun agar Papa bisa bebas dari penjara. Kalau kakak suruh aku berlutut didepan kakak dan Amayra, aku rela....tapi aku mohon bebaskan papaku!" Kata Clara seraya memohon pada Satria. Dia mengatupkan kedua tangannya sambil menangis.


"Maaf, tapi saya tidak bisa. Karena papa kamu sudah melenyapkan nyawa ayah mertua saya dan lalai dalam tugasnya. Dia harus mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya." Kata Satria memperjelas bahwa dia tidak mau jalan damai.


Satria pergi meninggalkan Clara sendirian disana. Kemudian Clara memegang tangan Satria, matanya menatap pria itu dengan murka. "Kamu, istri dan juga anak kamu! Kalian akan celaka! Aku doakan kalian tidak akan bisa hidup bahagia! Akan selalu ada musibah karena karma...kalian orang-orang jahat!" Teriak Clara emosi.


Wanita itu malah balik marah pada Satria. Kemudian Satria menepis tangan Clara dengan kesal. Dia tidak bicara lagi dan masuk ke dalam rumah sakit untuk bekerja. Sementara Clara menangis tersedu-sedu karena hidup ayahnya sudah hancur. Karirnya sebagai dokter juga hancur.


Clara mendoakan segala keburukan untuk Satria dan Amayra juga Rey. Clara tidak mau mereka hidup bahagia sementara dia dan ayahnya menderita.


Satria berjalan di lorong untuk segera pergi ruangannya, mood yang tadi pagi sedang bagus itu mendadak rusak karena kehadiran Clara.


"Astagfirullahaladzim.. astagfirullahaladzim...ya Allah sabarkan hatiku, lindungi selalu keluargaku."


"Kamu kenapa Sat? Kok kayak ngedumel gitu?" Tanya Diana yang juga sedang berjalan di lorong. Wanita itu sudah memakai jas dokternya.


"Eh..kakak ipar. Bulan madunya udahan ya? Kok udah balik lagi?" Satria tersenyum pada kakak iparnya itu. Ya, Diana memang sudah jadi kakak iparnya sekarang. Karena dia adalah istri Bram.


"Dari kemarin juga udah pulang, Mas Bram kan harus kerja. Pekerjaannya udah numpuk di kantor, aku juga harus kerja!" Jelas Diana sambil tersenyum ramah.


"Iya yah," Satria membenarkan.


"Terus kenapa kamu kayak kesel gitu?" Tanya Diana keheranan.

__ADS_1


"Barusan ada dokter Clara kesini,"


"Wah? Ngapain si cewek gak tau malu itu datang kemari?"


"Dia minta dokter Candra dibebaskan,"


"Terus kamu gimana? Gak setuju kan? Jangan Sat!" Kata Diana tegas.


"Ya enggaklah, Amayra juga gak setuju. Masa aku setuju," ucap Satria.


"Bagus Sat, yang kamu lakukan sudah benar." Diana setuju dengan keputusan yang diambil Satria dan Amayra tentang dokter Candra.


Kedua dokter itu pun pergi ke ruang kerja mereka masing-masing setelah berbincang sebentar. Mereka melakukan tugas seperti biasanya di rumah sakit itu, melayani para pasien.


...****...


Siang itu, di dekat cafe tempat Ken biasa manggung, Anna sedang berdiri disana. Dia menatap cafe itu dengan perasaan sedih. "Apa aku memang gak ada kesempatan untuk masuk ke dalam hati kamu, Ken? Bahkan masuk ke dalam sana saja aku tak berani," ucap Anna dengan hati yang sedih.


Anna mulai lelah karena dia selalu mengejar Ken lebih dulu, sedangkan pria itu selalu mengacuhkannya dan masih menyimpan rasa untuk tantenya. Tadinya dia ingin masuk ke dalam cafe untuk melihat pertunjukan Ken, namun dia membalikkan kembali badannya dan berencana untuk pergi.


"Bukannya Lo mau masuk?"


Suara seorang pria dibelakang Anna, membuat gadis itu kembali membalikkan badannya. Suara itu tidak asing baginya dan selalu dia dengar.


"Ken?"


"Lo mau lihat konser gue kan?" Tanya Ken sambil berjalan mendekati Anna.


"Gak, gue mau pulang kok." Anna menyingkap sedikit rambut panjangnya kebelakang telinga. Dia bicara tanpa melihat ke arah Ken.


"Apa gue melarang Lo masuk ke dalam cafe?"

__ADS_1


Anna terheran-heran dengan ucapan Ken, "Eng-enggak kok! Lo gak larang gue masuk kesana."


"Terus kenapa Lo gak masuk ke dalam?" Ucap pria itu bertanya dengan wajah cueknya.


Akhir-akhir ini Anna seperti menghindariku. Aku benar-benar tidak enak, entah kenapa aku ingin dia melihat konserku.


"Gue emang mau pulang,"


"Masuk aja! Gue suka kalau Lo nonton konser gue!" Ujar Ken pada Anna dengan wajah datar.


Ya ampun! Apa yang aku katakan barusan?


Anna terperangah mendengar ucapan Ken, seperti ada kembang api didalam hatinya. Untuk pertama kalinya Anna dibuat senang oleh perkataan Ken.


"Lo suka kalau gue nonton konser Lo? Serius?" Anna langsung tersenyum senang, dia mendekat ke arah Ken.


"Gue gak bilang begitu!"


"Barusan lo bilang gitu! Lo suka kalau gue nonton konser Lo, kan?" Tanya Anna semangat.


Apa akhirnya Ken mulai membuka hatinya untukku?


"Gue.. gue.."


"Ya udah, kita masuk yuk! Gue bakal nonton konser Lo sampai akhir!" Kata Anna sambil tersenyum bahagia.


...----****---...


Hai Readers 🥳 ada kabar gembira untuk kalian nih...🙏🙏😉 Untuk pembaca Cinta Cuci Amayra 😍


__ADS_1


__ADS_2