Cinta Suci Amayra

Cinta Suci Amayra
Bab 183. Studio musik


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


"Ken, ayo berangkat! Aku gak apa-apa kok." ucap Anna berusaha mencairkan suasana. Dia memalingkan wajahnya dari Ken.


Kenapa Ken menatapku seperti itu? Ken...tolong jangan begitu. Aku tidak mau terjebak harapan palsu.


"Oh.. o-oke." Ken kembali fokus memegang setir kemudi.


Kenan Anggara.. ada apa denganmu? Kenapa kamu menatap Anna seperti itu?


Dia dan Anna kembali melanjutkan perjalanannya ke studio musik tempatnya latihan musik. Dia berencana mengajarkan Anna satu alat musik, seperti janjinya.


Sesampainya di studio musik tempat Ken berlatih. Disana ada dua teman Ken, anggota band nya juga. Hans dan Arya yang sedang bermain gitar.


"Halo bro!" sapa Ken pada kedua temannya itu.


"Hey Ken!" sapa Arya dan Hans sambil tersenyum ramah pada Ken.


Arya mendekati Ken, "Wah..tumben Lo bawa cewek?" bisik Arya pada temannya itu.


"Apa dia pacar Lo?" tanya Hans yang juga penasaran dengan sosok gadis cantik dan manis yang berdiri disebelah Ken.


Selama ini Ken gak pernah bawa cewek ke studio.


"Hem... guys. Kenalin, ini Anna...temen kampus gue. Dia kesini mau belajar main alat musik. Oh ya, An.. kenalin mereka-"


Ucapan Ken yang ingin memperkenalkan teman-temannya, harus terputus karena Hans langsung menyerobot memegang tangan Anna, dia berjabatan tangan dengan Anna. "Hai gue Hans! Temannya si Ken, gue bassis..tapi gue juga bisa main keyboard." pria itu tersenyum mencari perhatian pada Anna.


"Halo, aku Anna.. salam kenal kak Hans." sapa Anna ramah diiringi senyuman hangat.


Ken melihat Anna tersenyum, entah kenapa dia terlihat kesal saat melihatnya.


Kenapa dia senyum gitu? Kok aku kesal ya?


"Eh gak usah panggil kakak, kita kayaknya seumuran kok. Panggil aja Hans ya." Kata Hans sok akrab dengan Anna.


Arya tak mau kalah dengan Hans, dia menepis tangan Hans yang memegang tangan Anna begitu lama. Arya juga memegang tangan Anna, dia sangat senang bisa berkenalan dengan gadis secantik Anna. "Gue Arya, gitaris utama di band ini. Dan gue yang paling ganteng disini." Kata Arya dengan pedenya.


"Oh hai, salam kenal juga Arya."


Ken memegang tangan Anna, dia menepis tangan Arya yang memegang tangan gadis itu. "Udah kenalannya! Jangan modus deh, kalian." ucap Ken dengan tatapan tajam mengarah pada kedua temannya itu.


Arya dan Hans saling melirik. Ken membawa Anna keruangan yang lain. Kemudian Arya dan Hans mulai bicara tentang Ken. "Lo lihat si Ken, kan?"


"Hooh, si Ken gak biasanya bawa cewek terus sikapnya itu aneh." kata Arya membenarkan ucapan Hans.


"Udah jelas kan, kalau dia calon kakak ipar kita?"


"Calon kakak ipar?" Arya tak paham apa maksud Hans dengan kata kakak ipar itu.


"Si Ken kan yang paling tua di band kita, kalau dia punya pacar.. otomatis pacarnya dipanggil kakak ipar kan?" kata Hans menjelaskan sambil tersenyum.


"Oh iya gue paham! Jelas dong dia kakak ipar kita!" Arya menepuk tangannya sambil menganggukkan kepala.


"Tapi kayaknya mereka belum jadian deh, gimana kalau kita kerjain si Ken?" Hans tersenyum menyeringai. Dia memiliki sebuah ide dikepalanya yang entah apa itu.


Arya dan Hans berbisik-bisik.


Sementara itu di dalam ruangan yang lain, Ken dan Anna sedang berdua saja disana. Ken memperlihatkan pada Anna studio tempatnya rekaman vokal. "Woah.. jadi disini kamu suka latihan vokal?" Anna terpana dengan dekorasi ruangan rekaman itu.


Anna pasti belum makan siang, aku harus belikan dia makanan sama minuman dulu.

__ADS_1


"Iya, gue suka latihan vokal disini. By the way, Lo bisa tunggu disini bentar?" tanya Ken pada Anna, dia meminta gadis itu menunggu.


"Emangnya kamu mau kemana, Ken?"


"Gue mau beli makanan sama minuman dulu," kata Ken menjelaskan dengan singkat.


"Eh gak usah, aku gak apa-apa kok!"


"Heh! Jangan gr ya, siapa juga yang mau beliin buat Lo! Ini gue yang lapar," kata Ken dengan sikap cueknya seperti biasa.


Bibir Anna memonyong, dia sebal pada Ken. Dalam hatinya gadis itu menggerutu, kenapa Ken bicara tentang makanan dan minuman kalau dia tidak mau menawarkan padanya. Anna kesal dengan sikap Ken itu.


"Ehem! Jadi, Lo mau makan siang juga?" Ken berdehem sambil melirik kecil ke arah Anna.


Aku mau belikan makanan untuknya, tapi aku gak tau apa yang dia suka.


Ya iyalah.. aku mau makan siang juga. Pake nanya segala lagi. Gerutu Anna dalam hati.


Anna menjawab. "Gak usah, kalau mau beli makanan ya beli aja buat kamu sendiri."


"Ya udah kalau Lo gak mau makan. Tunggu disini, jangan kemana-mana!" Ken menunjukkan jarinya pada wajah Anna.


Ya udah, aku beli makanan apa aja deh. Batin Ken.


"Gak sopan, huh!" Anna mengeluh sambil memalingkan wajahnya


Si Ken nyebelin banget.


Ken keluar dari ruangan itu, dia melihat kedua temannya sedang berdiri didepan pintu ruang rekaman. "Ngapain kalian disini?" tanya Ken pada kedua temannya.


"Kalau Lo mau nanya langsung aja nanya dia mau makan apa, gak usah pake jaim segala." kata Hans sambil tersenyum menyeringai.


"Nanti kalau si cantik kabur, baru tau rasa loh!" Arya mengingatkan sikap jaim temannya itu.


Arya dan Hans menggeleng-gelengkan kepala dengan kompak. Menjawab pertanyaan Ken dengan kata tidak.


"Gue cabut dulu. Awas kalau kalian gangguin dia!" Ken mengancam Arya dan Hans untuk tidak mengganggu Anna.


Namun Arya dan Hans tidak mendengarkan Ken. Ketika Ken pergi, Arya dan Hans mendekati Anna dengan sengaja. Mereka ingin menganggu Ken. Saat Ken kembali membawa keresek berisi makanan dan satunya lagi keresek berisi dua gelas plastik minuman.


"Haha, serius? Jadi dia orangnya gitu?" Anna tertawa dengan Arya dan Hans. Entah apa dan siapa yang dibicarakan oleh mereka.


"Benaran, kelihatannya cuek. Tapi mentalnya hello Kitty!" Kata Arya sambil tertawa kecil.


"Rame banget ya! Lagi ngomongin apaan sih?" Ken sudah berdiri didepan pintu dengan wajah kesal.


Kenapa mereka kayak gitu? Apa mereka membicarakan aku?


Anna senyum-senyum saat melihat Ken. Sementara Hans dan Arya langsung membuang muka. "Ya udah ya An, si Ken udah datang. Kita cabut duluan ya hihi." Arya cekikikan.


"Gue juga pamit ya An," Hans tersenyum pada Anna seraya melambaikan tangannya pada Anna.


Cih! Mereka udah akrab aja?. Ken menatap kedua temannya itu dengan curiga.


Hans berbisik pada Anna. Entah apa yang dia bisikkan, hingga membuat Anna tertawa. Kemudian Hans senyum-senyum melihat raut wajah Ken yang terlihat memerah.


"Ya, lihat... si Ken wajahnya kek kepiting rebus?" bisik Arya pada Hans.


"Udah gue bilang kan, si Ken naksir si Anna tapi dia gak peka." jawab Hans yakin.


"Ngapain kalian bisik-bisik? Keluar gak?" Ken meminta kedua temannya keluar dari sana.

__ADS_1


Hans dan Arya keluar dari ruang rekaman itu. Ken dan Anna berdua disana. Ken membuka makanan yang ada di keresek. "Kenapa beli dua?" tanya Anna penasaran. "Apa kamu mau makan dua duanya?"


"Yang satunya buat Lo," ucap Ken sambil membuka bungkusan sterofom itu.


"Katanya gak mau beliin buat aku?" Tanya Anna keheranan.


"Sekalian aja gue beli," jawab Ken sambil tersenyum tipis. "Sebelum latihan makan dulu, gue gak mau Lo pingsan gara-gara gak makan dulu." ucap Ken.


Anna mengambil sumpit, dia bersiap memakan lumpia basah yang di beli oleh Ken. Dia senang karena Ken pertama kali memberikannya makanan.


Kelihatannya lumpia ini pedes?


Dia melihat Ken memakan lumpianya dengan sumpit sambil meniup niup lumpia yang masih panas itu. "Kenapa gak dimakan? Lo gak suka lumpia basah?" tanya Ken keheranan melihat Anna diam saja.


"Aku suka kok!"


"Jangan lihatin wajah gue terus, nanti Lo terpesona." ucap Ken sambil tersenyum tipis.


"Huh! Siapa juga yang terpesona? Dasar kepedean, mental hello Kitty!" gerutu Anna sambil tersenyum.


"Apa?" Ken menatap Anna dengan kening berkerut.


"Gak apa-apa. Aku makan ya lumpianya." Anna mengambil lumpia di dalam mangkuk sterofom itu.


Ini pedes...tapi ini makanan pertama yang Ken belikan buat aku. Kalau aku gak makan, artinya aku tidak menghargai dia.


Ken memperhatikan Anna yang makan dengan pelan.Gadis itu menahan pedasnya lumpia basah yang ia makan. "Kenapa? Kepedesan ya? Sambel nya dikit kok."


"Gak apa-apa kok, udah pas." jawab Anna sambil tersenyum tipis.


Usai makan siang dengan lumpia dan minum jus. Anna dan Ken berlatih gitar di ruangan itu, namun Anna tidak mahir bermain gitar atau menghafal kunci. Dia tidak bisa menggerakkan jarinya dengan leluasa.


Saat belajar main gitar, Ken memegang tangan Anna dan mendekap wanita itu dari belakang. "Bukan gitu pegangnya, tapi gini." Ken mencontohkan cara memegang gitar yang benar.


"Oh.. i-iya.."


Ya Allah ...sakit banget. Anna menahan sakit, entah dia sakit apa.


Suara Anna terdengar gemetar, kenapa ya? Badannya juga berkeringat. Ken melihat keringat di wajah Anna.


"An, Lo gak apa-apa kan?" tanya Ken sambil beralih posisi ke depan Anna yang sedang duduk.


"I-iya..a-aku.."


Aku gak kuat lagi.


"Benaran Lo gak-"


Anna jatuh pingsan, gitar yang sedang dia pegang jatuh ke lantai. Ken menahan tubuh Anna dengan kedua tangan kekarnya. "Hey! Anna! Anna, Lo kenapa?!" Ken memegang tubuh Anna, dia melihat Anna dengan cemas.


Hans dan Arya sudah berada didepan pintu, "Ada apa Ken? Kita denger Lo teriak!" tanya Arya cemas.


"Si Anna kenapa Ken?" tanya Hans melihat gadis itu tidak sadarkan diri di tangan Ken.


"Gue gak tau!" Seru Ken panik.


"Badannya merah-merah tuh.." ucap Arya sambil melihat ke arah tangan Anna yang ada bintik merah.


Ken menggendong Anna didepan. "Gue cabut dulu guys, gue harus bawa dia ke rumah sakit."


"Oke, cepetan!" seru Hans meminta temannya untuk pergi buru-buru.

__ADS_1


...-----****-----...


__ADS_2