
"Papa tidak ingin terjadi hal buruk pada kalian. Sepertinya kekhawatiranku selama ini benar karena menurut informasi, pria itu sekarang sudah bercerai dengan istrinya. Bahkan tidak mempunyai keturunan. Aku tidak tahu siapa yang salah, sehingga sampai sekarang mantan suamimu itu tidak mempunyai anak lagi meskipun menikah berkali-kali dengan beberapa wanita."
"Aku merasa yakin jika pria itu menginginkan seorang anak dan ingin merebut Keanu darimu." Adam memilih untuk berbicara secara terang-terangan, agar Tsamara menyadari bahwa saat ini keadaan sangat darurat.
Bahwa kapan saja Keanu bisa diculik oleh pria yang merupakan ayah kandung tersebut. "Orang bisa gelap mata saat merasa frustasi, Tsamara. Apa kamu sekarang paham maksudku?"
Sejujurnya Tsamara juga memikirkan tentang kalimat rakyat dari mertuanya tersebut. Namun, tadi merasa bingung harus berbuat apa dengan masalah yang dihadapi.
"Aku sama sekali tidak pernah menyangka jika kalian mengerti semua yang kualami. Bahkan mencari tahu mengenai pria itu dan sekarang malah berakhir mencari Keanu setelah bertahun-tahun lamanya sama sekali tidak perduli dan aku membesarkan sendirian tanpa pernah mengeluh."
"Aku tidak akan pernah membiarkan pria jahat itu merebut satu-satunya harta berharga yang kumiliki saat ini. Aku tidak akan pernah bisa hidup tanpa putraku. Aku bisa merelakan semuanya, asalkan Keanu tetap menjadi putraku dan berada di sisiku."
Tsamara berbicara dengan suara serak karena perasaan takut mengguncang jiwa, kini memenuhi diri saat membayangkan jika sampai mantan suami merebut Keanu.
Bahkan bola mata seketika berkaca-kaca dan langsung jatuh berhamburan menghiasi bibir putih Tsamara saat ini. "Aku sangat takut jika pria itu berbuat gila dengan cara menculik putraku. Bagaimana aku bisa hidup jika kehilangan satu-satunya harta berharga?"
"Apa yang harus kulakukan, Pa, Ma? Aku tidak bisa menghadapi ini sendirian karena hanyalah seorang wanita cacat miskin yang tidak punya apa-apa."
Refleks Tsamara merasakan dekapan hangat dari mertua dan sedikit menenangkan karena mengusap lembut lengan seolah menyalurkan aura positif.
"Kamu tidak sendirian, Sayang. Ada kami yang akan melindungi dan juga membantumu. Pria itu tidak akan pernah bisa membawa Keanu." Erina benar-benar merasa sangat iba melihat apa yang ditunjukkan oleh menantu saat ini.
__ADS_1
Bahkan tubuh yang bergetar karena menangis ketika diliputi oleh kesedihan, sehingga merasa tidak tega dan segera menghibur, agar menantu kesayangannya tersebut tidak bersedih.
"Iya, istriku benar. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Jadi, akan lebih baik jika kamu tinggal di rumah utama karena di sana lebih banyak pelayan dan juga pengawal yang bisa mengawasi Keanu. Jika sampai ada orang yang jahat, akan dihabisi oleh orang-orang di rumah utama."
"Jadi, untuk itu, kamu harus bisa menerima saat harus tinggal bersama dengan istri kedua Zafer. Aku akan mengatur semuanya agar tidak membuatmu bersedih ketika melihat suami bersama wanita lain."
Adam merasa sangat bersalah karena harus membiarkan menantu yang saat ini mengalami banyak masalah, melihat kemesraan dari suami bersama istri kedua.
"Bagaimana, apa kamu menerima tawaran ini? Ataukah tetap ingin tinggal di rumah yang sekarang?"
Tsamara tanpa pikir panjang langsung menganggukkan kepala sebagai tanda persetujuan. Bahwa sama sekali tidak memperdulikan apa yang dilakukan oleh Zafer dan wanita bernama Rayya tersebut karena satu-satunya hal yang ingin diselesaikan adalah mengenai masalah Keanu.
"Aku tidak mempermasalahkan hal itu, Pa. Aku selama ini selalu fokus pada Keanu dan selamanya akan tetap seperti itu. Keanu adalah satu-satunya harta berharga dan merupakan duniaku. Aku akan hancur jika sampai kehilangan putra yang sangat kusayangi."
"Keanu akan selamanya menjadi putraku dan tinggal bersamaku karena tidak akan pernah mengizinkan pria yang sama sekali tidak memperdulikan kami selama bertahun-tahun."
"Pria itu selama ini asyik dengan dunianya sendiri dengan bersenang-senang bersama banyak wanita. Jadi, tidak pernah sekali pun mengingat telah mempunyai anak. Aku pun dulu sangat bodoh sangat mencintainya. Aku pikir dia juga merasakan hal yang sama sepertiku dan memilih untuk meninggalkan suamiku dulu ketika berselingkuh."
"Namun, ternyata kebahagiaan itu semu dan berlangsung hanya sekejap karena penderitaan kudapatkan setelah menikah dengan Rey. Aku memang adalah wanita yang bodoh karena terlena dengan semua kepalsuan yang ditawarkan oleh pria itu."
"Pria tidak berperasaan dan hanya mengandalkan nafsu semata. Aku merasa sangat malu menceritakan hal ini pada kalian. Maaf," lirih Tsamara yang merasa terluka setelah mengungkapkan rahasia besar dalam hidup dan selama ini dipendam rapat.
__ADS_1
Bahkan bulir air mata kembali menganak sungai dan menghiasi wajah cantik yang terlihat pucat tersebut. "Aku bahkan tidak bisa menahan diri saat air mata lolos tanpa seizinku."
Tubuh bergetar dan suara serak menyayat hati terdengar menghiasi ruangan yang saat ini dipenuhi oleh keheningan. Seolah semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut merasa sesak karena ikut bersedih ketika melihat Tsamara menceritakan masa lalu kelam yang dialami.
Begitu juga dengan Erina yang selama ini sudah menganggap menantunya tersebut seperti putri kandung sendiri, sehingga kembali mengeratkan pelukan.
"Tenanglah, Sayang. Semuanya akan baik-baik saja. Jadi, jangan berpikir macam-macam karena ada kami yang akan selalu bersamamu. Ingatlah bahwa kamu sama sekali tidak sendirian. Kami sudah menganggapmu seperti putri kandung sendiri dan kamu pun harus merasa demikian."
"Anggap kami adalah orang tuamu dan menjadi pengganti mereka yang sudah meninggal. Jadi, jangan menangis lagi dan harus bersemangat untuk membesarkan Keanu sampai menjadi pria yang hebat dan membanggakan."
Tsamara yang merasa sangat terharu dengan perkataan dari mertuanya tersebut, kini masih menangis tersedu-sedu dengan tubuh bergetar. Namun, sangat berbeda dengan beberapa saat lalu karena sekarang merasa bahagia ketika ada orang-orang baik yang mengelilinginya.
Bahkan mau mengulurkan tangan dengan menawarkan bantuan tanpa diminta. "Terima kasih, Ma, Pa. Aku tidak tahu harus berbuat apa ketika sendirian dan menghadapi terlihat jahat itu. Kenapa harus datang saat hidupku sudah lebih tenang bersama putraku."
Saat Tsamara masih memeluk erat wanita paruh baya yang sudah dianggap seperti ibu kandung sendiri tersebut, menangkap suara bariton dari pria yang sangat dihafalnya.
Kemudian langsung melepaskan pelukan dan juga sang mertua yang menarik diri karena mendengar suara Zafer yang baru saja masuk ke dalam ruangan perawatan.
"Sebenarnya apa yang saat ini terjadi? Kenapa ada derai air mata di sini? Apakah aku boleh mengetahuinya?" tanya Zafer yang berjalan semakin mendekati ranjang perawatan wanita yang terlihat sangat sembab.
Zafer ingin tahu apakah Tsamara dan orang tuanya akan menceritakan mengenai Rey Bagaskara atau memilih untuk menyembunyikan dan menganggap bahwa dirinya hanyalah orang bodoh yang tidak tahu apapun dan tidak pantas untuk mengetahui hal itu.
__ADS_1
Sementara itu, Tsamara seketika bersitatap dengan iris tajam yang langsung mengunci tatapan. Sampai saat Tsamara mengusap bulir air mata yang menghiasi wajah, lalu mengatakan hal yang saat ini dipikirkan.
To be continued...