Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Berharap segera hamil


__ADS_3

Setelah semua orang bekerja sama untuk menyelesaikan pesanan makanan, akhirnya beberapa jam kemudian selesai semua.


Hingga semua orang merasa sangat lega karena berhasil menyelesaikan pekerjaan sebelum waktu yang ditentukan.


Begitu pun dengan Tsamara yang dari tadi melihat jika para pekerja sangat sikap dan cekatan ketika memasukkan makanan ke dalam kotak dan pesanan selesai tepat waktu.


Wajah Tsamara seketika berbinar begitu melihat pekerjaan telah selesai dan niat jahat mantan suami tidak akan pernah bisa membuatnya tunduk di bawah kaki pria yang sangat dibenci tersebut.


"Syukurlah semuanya selesai tepat waktu dan ini berkat kerja keras kalian. Terima kasih untuk hari ini dan aku akan memberikan bonus sebagai ucapan rasa syukur karena pada detik-detik terakhir berhasil menyelesaikan pesanan meskipun mengalami banyak masalah."


Saat semua pekerja yang ada di rumah kontrakan tersebut bernapas lega karena akhirnya selesai juga dan sudah dimasukkan ke dalam mobil pengantar.


Anisa yang merupakan orang kepercayaan tersebut mewakili semua untuk menanggapi keinginan bos mereka.


"Terima kasih. Rasanya tidak ada hari yang paling menegangkan kecuali saat ini. Sebenarnya bos tidak perlu memberikan bonus karena ini sudah merupakan pekerjaan kami semua. Namun, juga tidak mungkin menolak karena mengetahui bagaimana sifat bos yang baik hati."


"Kami tidak perlu diberikan bonus karena sudah mendapatkan bayaran khusus dari tuan Zafer, Nyonya," ucap salah satu pria yang menjadi chef di salah satu hotel keluarga Dirgantara.


Tsamara yang sudah mengetahui hal itu, menganggukkan kepala dan tersenyum simpul. "Terima kasih atas bantuan kalian karena kami tidak mungkin bisa menyelesaikan jika tidak ada kau dan para rekanmu."


Saat Tsamara baru saja menutup mulut, mendengar suara deru mobil dan mengetahui siapa yang datang, sehingga menelan saliva dengan kasar. Bahkan degup jantung tidak beraturan saat ini terdengar karena mewakili perasaannya saat ini.


"Ada orang yang lebih berhak untuk menerima ucapan terima kasih dari Anda, Nyonya Tsamara. Sepertinya tuan Zafer datang lebih awal karena ingin melihat hasil pekerjaan kami." Kemudian beralih menatap ke arah beberapa orang yang sedang membereskan dapur.


"Cepat selesaikan semua dan kita harus segera pergi."


"Baik, Bos," jawab beberapa orang yang sibuk dengan pekerjaannya di dapur.


Tsamara sama sekali tidak menoleh ke arah pintu depan karena masih merasa sangat gugup berhadapan dengan Zafer yang mungkin sebentar lagi tidak akan melepaskannya.


Sementara itu, pria yang merupakan pimpinan dari semua orang tersebut langsung berjalan ke pintu depan untuk menemui bos yang baru saja datang. "Saya akan menyambut bos dulu, Nyonya."

__ADS_1


Tsamara hanya tersenyum tipis untuk menormalkan perasaan dan menyembunyikan kegelisahan yang dirasakan. Bahkan saat ini menatap ke arah putranya.


'Putraku bahkan tidak bisa menyelamatkanku hari ini,' lirih Tsamara saat ini dan berbicara pada pekerjanya.


"Kalian bisa pulang dan beristirahat setelah membereskan semuanya. Untuk bonusnya, Anisa yang akan mengurus karena aku akan mentransfer uangnya." Tsamara yang saat ini langsung menyelesaikan bonus untuk para pekerja karena tidak ingin mempunyai utang atas janji yang diberikan.


Kemudian mendengar suara para pekerja yang mengucap syukur dan berterima kasih padanya. Hingga suara bariton dari Zafer saat baru masuk, tertangkap indra pendengaran.


"Selamat, akhirnya pekerjaan selesai tanpa ada hambatan. Sepertinya aku harus menagih janji istriku," sahut Zafer yang saat ini tersenyum ketika menatap sosok wanita di kursi roda seketika menoleh padanya.


Kemudian mengedipkan mata untuk menggoda di depan semua orang demi menunjukkan bahwa hubungan mereka seperti pasangan suami istri yang romantis.


Semua orang tersenyum melihat interaksi dari pasangan suami istri tersebut dan merasa sangat iri dengan kebahagiaan bos mereka. Namun, sama sekali tidak mengeluarkan tanggapan apapun karena merasa sungkan.


Sementara itu, Tsamara hanya diam saja karena merasa bingung harus menanggapi seperti apa saat pertama kali melihat sikap nakal dari seorang Zafer Dirgantara.


Bahkan Tsamara merasa seperti melihat orang lain saat ini karena biasanya Zafer selalu bersikap datar dan kasar padanya. Apalagi sering mengucapkan kata-kata pedas. Namun, sangat berbeda dengan hari ini karena telah berbicara dengan menggoda.


'Sepertinya mereka sangat pas jika saling melawan dan sepertinya aku harus mendukung Zafer yang menang dan mengalahkan Rey,' gumam Tsamara yang merasa sangat terkejut ketika mendapatkan sebuah kecupan lembut di kening begitu pria yang digumamkan baru saja datang mendekat.


"Apa kamu tidak mau mengucapkan terima kasih pada suamimu, Sayang?" tanya Zafer yang sengaja menunjukkan kemesraan pada semua orang agar merasa iri pada keromantisan mereka.


Sebenarnya tadi ingin mencium bibir sensual sang istri, tapi karena posisi wanita itu sedang memangku Keanu, sehingga hanya bisa di kening saja.


Tsamara tidak pernah menyangka jika Zafer akan mencium untuk kedua kali di depan para pekerja. Meskipun sebenarnya merasa sangat terkejut dengan perbuatan yang tiba-tiba, tetapi tidak menunjukkan pada semua orang yang ada di sana.


Saat ini ia hanya tersenyum simpul dan berbicara dengan lembut. "Terima kasih, Sayang karena telah menolong istrimu yang membutuhkan bantuan.


"Sama-sama, Sayang." Zafer yang saat ini tersenyum dan merasa sangat bersemangat ketika sebentar lagi akan mendapatkan keinginan.


Kemudian berani menatap ke arah salah satu anak buah yang tadi dikirimkan pesan olehnya. "Pergilah sekarang naik taksi bersama dua orang untuk membantumu menjaga putraku. Biarkan yang lain membereskan semua pekerjaan yang tersisa."

__ADS_1


"Baik, Tuan Zafer. Saya akan memesan taksi." Menganggukkan kepala jangan langsung meraih ponsel yang ada di saku celana.


Tsamara sama sekali tidak berkomentar atas perintah dari Zafer. 'Kenapa sangat terburu-buru? Baru juga datang, tapi sudah menyuruh anak buahnya untuk membawa putraku. Sayangnya aku tidak bisa berkomentar apapun saat ini.'


Tsamara yang hanya bisa bergumam di dalam hati, saat ini menatap ke arah Anisa. "Tolong ambilkan kertas putraku yang berisi pakaian karena harus dibawa sebagai persiapan jika sampai baju Keanu kotor."


"Iya," seru Anisa dan saat ini langsung melaksanakan perintah dan merasa sangat penasaran. 'Memangnya tuan Zafer menyuruh pekerja membawa Keanu ke mana? Apakah ingin berduaan dengan bos dan berharap tidak diganggu oleh Keanu?'


Saat Anisa mengerti dengan keinginan dari majikan, terlihat senyum-senyum sendiri seperti orang gila karena berpikir bahwa pasangan suami istri tersebut sedang berniat untuk berbulan madu.


Melihat sikap orang kepercayaan yang tersenyum sendiri, Tsamara ingin sekali memarahi karena berpikir bahwa Anisa sudah berpikir macam-macam. Namun, Tsamara tidak bisa membuka suara begitu Zafer berbicara vulgar dan benar-benar mempermalukannya di depan semua orang.


"Kalian bisa beristirahat setelah selesai. Aku pun akan mengajak istriku bersenang-senang untuk berbulan madu yang entah ke berapa kali," ucap Zafer yang saat ini menatap satu persatu ke arah semua orang karena ingin tahu bagaimana pendapat mereka.


Hingga sudut bibirnya melengkung ke atas begitu mendengar tanggapan dari para pekerja.


"Selamat berbulan madu, Tuan dan Nyonya."


"Semoga segera diberikan keturunan."


"Selamat bersenang-senang tanpa tuan Keanu."


Beberapa orang pekerja yang menanggapi, kini membuat Tsamara seperti tidak mempunyai muka. Ayu saat ini hanya bisa menghembuskan napas kasar dan ingin sekali mengarahkan cubitan pada pinggang kokoh pria di hadapan.


Namun, tidak mau kembali diajak oleh semua orang jika melakukan itu, sehingga menahan keinginan dan kembali mendengar tanggapan Zafer yang membuat detak jantung berdetak sangat kencang melebihi batas normal.


"Keturunan? Sepertinya doa kalian akan menjadi kenyataan. Mungkin istriku sebentar lagi akan hamil." Zafer berbicara sambil melirik ke arah Tsamara. "Bukankah begitu, Sayang? Karena kita tidak menunda untuk memiliki keturunan, bukan?"


Zafer yang sebenarnya sama sekali tidak pernah memikirkan mengenai keturunan dengan Tsamara, seperti langsung diingatkan oleh pekerja dan merasa sangat yakin jika Mungkin sebentar lagi akan memiliki keturunan dari rahim Tsamara.


'Sepertinya aku akan langsung memiliki tiga anak sekaligus dari dua istriku,' gumam Zafer yang merasa seperti seorang pria hebat karena berhasil bercinta dengan Tsamara dan berharap wanita itu segera hamil.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2