
Tsamara sebenarnya sudah bisa menduga apa yang akan dikatakan oleh Zafer karena pria di hadapannya tersebut tidak pernah bisa berpura-pura di hadapannya dan selalu melampiaskan amarah dengan sikap marah-marah.
Sebagai seorang wanita yang pernah merasakan bagaimana jatuh cinta, tentu saja mengerti bahwa pria yang berstatus sebagai suaminya diam-diam memiliki perasaan padanya.
Sebuah hal yang sangat konyol dianggap oleh Tsamara karena tidak bisa berpikir jernih apa yang harus dilakukan.
Satu-satunya hal yang yang selalu menjadi pertimbangan adalah Rayya dan tidak ingin terbuai dengan pikiran bahwa pria yang berstatus sebagai suaminya tersebut memiliki seorang wanita yang dicintai dan sudah hamil anak kembar.
Hal yang tidak bisa dilawan dan pastinya tidak mungkin akan merebut Zafer meskipun statusnya adalah seorang istri sah. Sebenarnya ia bisa saja egois dan memanfaatkan perasaan Zafer agar pria tersebut semakin tergila-gila padanya dan meninggalkan Rayya.
Akan tetapi, saat berpikir jika semua ada hukum karma dari perbuatan yang dilakukan, sehingga menyadarkannya untuk tidak berbuat gila seperti itu.
Jadi, memilih untuk berpikir sesuai dengan logika dan tidak mengandalkan perasaan yang sejujurnya sedikit bergetar ketika berada di dekat suami. Apalagi tidak ada jarak di antara mereka setelah menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya.
Tsamara masih menatap Zafer yang seperti berharap padanya agar mengatakan memiliki perasaan sama. Namun, tidak mungkin mengiyakan dengan mengatakan bahwa apa yang dirasakan oleh Zafer juga berlaku padanya.
"Aku masih menyimpan pakaian yang kamu berikan di dalam lemari dan tidak bisa memakainya karena tinggal satu rumah dengan istri keduamu. Satu hal lagi, karena Rayya akan bertanya macam-macam padaku atau bahkan menuduh bahwa aku sengaja menggodamu dengan merubah penampilan."
"Mungkin aku bisa memakai jika tinggal sendiri tanpa ada Rayya. Mengenai pertanyaan terakhir, sepertinya kamu terlalu memakai perasaanmu ketika bercinta denganku."
Tsamara bahkan saat ini berakting seperti seorang wanita yang berpengalaman dan pastinya menjawab kembali dengan sinis.
"Aku sudah menikah tiga kali dan menganggap bercinta adalah sebuah hal biasa bagiku. Jadi, sama sekali tidak mempunyai perasaan apapun padamu. Jika kamu jatuh cinta padaku, jangan teruskan dan singkirkan jauh-jauh. Ingatlah ada istri dan calon anak-anakmu tengah menunggu."
__ADS_1
Tsamara bahkan berbicara dengan sangat percaya diri tanpa memikirkan perasaan pria yang hanya diam saja, wajah memerah sangat jelas mewakili dan bisa dimengerti olehnya.
Bahwa Zafer merasa sangat kecewa begitu mendengar jawaban yang tidak diinginkan dan tentu saja tidak sesuai dengan apa yang dirasakan oleh Tsamara, tapi harus bersandiwara untuk berakting tidak menginginkan pria di hadapannya tersebut.
Apalagi Tsamara masih merasa ragu karena Zafer selalu labil dalam mengambil keputusan. Bahkan masih diingat Tsamara bahwa Zafer dulu selalu memuja Rayya dan membencinya. Namun, seolah semua berbanding terbalik setelah mereka sering bersama dan berinteraksi.
Bahkan mencapai puncak begitu memaksanya untuk melayani karena merasa marah dan ingin menghukum dengan cara meminta hak dan menuntut kewajibannya sebagai seorang istri.
Zafer yang dari tadi membungkuk untuk bisa menatap dengan jelas wajah Tsamara yang sangat dingin dan datar, seketika menegakkan tubuh dan berkacak pinggang sambil tertawa terbahak-bahak begitu mengetahui perasaan wanita di hadapan yang sama sekali tidak tertarik padanya meski sudah bercinta beberapa kali.
Ia baru pertama kali merasakan ditolak oleh seorang wanita yang bahkan sudah merasakan bagaimana kekuatannya di atas ranjang. Bahkan saat itu berhasil membuat Tsamara meneriakkan namanya ketika mencapai puncak kenikmatan.
Namun, seolah semuanya berubah saat dalam keadaan tanpa nafsu di antara mereka.
"Wah ... ternyata kamu adalah seorang wanita yang sangat luar biasa. Apakah menjadi sebuah kebanggaan tersendiri untukmu karena sudah menikah tiga kali dan bisa merasakan bercinta dengan tiga pria?"
Sikap Tsamara memang sangat berbeda dari para wanita yang selama ini dijumpai oleh Zafer. Apalagi tanpa bersusah payah untuk merayu, bisa mendapatkan wanita manapun yang diinginkan, termasuk Rayya.
Apalagi dulu Rayya langsung menyerahkan diri padanya seperti para wanita lain. Namun, saat ini, tengah berhadapan dengan Tsamara yang bahkan sudah menjadi istri sah, tetapi sama sekali tidak takluk padanya.
Zafer sebenarnya mengetahui bahwa Tsamara menyerahkan diri karena ada keinginan sesat yang berharap bisa melindungi Keanu. Bukan atas dasar rela sepenuhnya karena memujanya.
Bahkan memilih untuk memanfaatkan itu tanpa memperdulikan perasaan Tsamara. Kini, mendengar sendiri wanita itu berbicara yang menegaskan bahwa menolak untuk melibatkan perasaan.
__ADS_1
"Bangga?"
Tsamara yang bahkan tidak pernah terpikirkan kalimat itu karena memang semua yang terjadi di pernikahan ketiga adalah sebuah kecelakaan atas dasar pertanggungjawaban tanpa melibatkan perasaan.
Sementara yang pertama dan kedua adalah memang berawal dari pertama kali jatuh cinta. Jika pada suami pertanyaan mengalami cinta pertama, sedangkan Rey merupakan cinta terlarang.
Ia ingin selalu seperti itu dan tidak ingin terluka lagi karena menyadari bahwa hubungan di antara mereka tidak mungkin bisa bertahan karena ada salah satu yang tersakiti.
Jadi, memilih mundur sebelum jatuh dan terluka untuk kesekian kali. Namun, Tsamara juga tidak pernah berprasangka buruk pada Tuhan yang memberikan semua cobaan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dosa-dosanya di masa lalu.
"Aku tidak tahu apakah merasa bangga atau miris karena berhasil menikah hingga tiga kali. Padahal mayoritas orang akan mengatakan aku adalah seorang wanita tidak baik setelah berganti-ganti pasangan dan tidak ada yang bisa bertahan. Jadi, sepertinya kalimat bangga sungguh berlebihan."
"Namun, aku tidak keberatan jika kamu berkata seperti itu. Manusia tidak bisa mengubah jalan pikiran seseorang, tapi perbuatan yang menjadi alasan orang berubah pendapat. Mungkin waktu yang akan membuktikan semuanya."
Saat Zafer masih berkata pinggang dan tidak mengalihkan perhatian pada Tsamara, berniat untuk kembali berdebat. Namun, tidak bisa melakukan saat mendengar suara dari ponsel yang berbunyi.
Ponsel itu bukan miliknya, tapi yang berada di dalam tas jinjing Tsamara dan berada di atas pangkuan. Tentu saja Zafer bisa melihat pergerakan Tsamara yang membuka tas dan memeriksa siapa yang menghubungi.
Namun, karena tidak menjawab telpon, Zafer menyipitkan mata dan ingin tahu.
"Siapa? Apakah Rey masih sering menghubungimu? Aku sudah membereskan masalah Rey dan tunggu saja hasil di pengadilan. Aku akan pastikan bahwa kemenangan ada di pihak kita dan hak asuh Keanu tetap berada di tanganmu."
Tsamara awalnya juga berpikir jika yang hubungi adalah Rey karena beberapa hari ini selalu saja menelpon, tetapi memang tidak diangkat olehnya.
__ADS_1
Namun, saat ini bukan pria itu yang menghubungi, tetapi ibu mertua. Alasan tidak mengangkat adalah karena mungkin Rayya akan mendengar semua hal yang dikatakan.
To be continued...