
"Apakah Mama berpikir aku adalah seorang pria mandul? Hingga berpikir jika Keanu bukanlah benihku?" tanya Rey yang saat ini melihat sang ibu masih diam dan berpikir jika wanita itu seolah meragukan hasil tes beberapa dokter di rumah sakit yang menyatakan adalah pria normal.
Bahkan Rey merasa kesal karena berpikir jika sang ibu saja meragukan, bagaimana dengan orang lain. Tentu saja Rey merasa tidak terima dan menampilkan wajah masam karena marah.
Rey yang merasa ragu untuk melakukan tes DNA karena khawatir jika sampai Keanu bukan darah daging sendiri, akan malu dan nama baik keluarga besar ikut tercemar.
"Tidak, Ma. Sepertinya aku tidak bisa melakukan itu."
"Astaga! Apa maksudmu, Rey? Apa kamu akan membatalkan rencana untuk melakukan tes DNA pada Keanu?" tanya Mita Permatasari yang kini makin dibuat bingung oleh Rey karena seperti tidak mempunyai pendirian saat mengambil keputusan.
Namun, tidak mungkin akan berteriak pada wanita yang saat ini dalam keadaan sedang sakit dan sangat disayangi. Bahkan selama ini selalu mematuhi apapun perintah dari wanita yang telah melahirkan Rey ke dunia dan membesarkan dengan memberikan apapun yang diinginkan selama ini.
Sementara itu, Mita Permatasari yang dari awal sama sekali tidak bermaksud untuk meragukan sang putra kebanggaan, kini berpikir jika yang terjadi adalah sesuatu hal tidak masuk akal.
Semua itu karena hasil dari tes rumah sakit dan fakta sangat bertolak belakang. "Bukan maksud Mama untuk meragukanmu, Rey. Hanya saja ...."
Wanita paruh baya tersebut merasa ragu untuk mengatakan apa yang baru saja diketahui dari salah satu sahabat sosialita mengenai mantan menantu yang satu tahun lalu diceraikan oleh Rey.
Sementara itu, Rey menyipitkan mata karena merasa sangat aneh dengan sikap sang ibu. Seperti sedang menyembunyikan sesuatu hal dan tidak ingin memberitahu.
"Apa yang ingin Mama katakan? Kenapa tidak dilanjutkan?"
"Ini sebenarnya adalah kabar buruk untuk keluarga kita. Namun, merupakan kabar baik untuk orang lain." Masih bertele-tele karena merasa ragu untuk menyampaikan pada putranya, Mita Permatasari khawatir jika pria yang menjadi kebanggaan tersebut akan terluka.
__ADS_1
Sementara itu, Rey yang semakin merasa sangat penasaran dengan apa yang dikatakan oleh sang ibu, memilih untuk berbicara dengan penuh ketegasan.
Apalagi tidak suka sang ibu membuang-buang waktu dengan menyembunyikan sesuatu yang jelas membuatnya merasa seperti diombang-ambingkan.
Akhirnya Mita Permatasari tidak punya pilihan lain selain mengatakan kenyataan yang bahkan telah menghina keluarga besar Bagaskara.
"Jadi, Mama baru saja membaca pesan dari teman yang mengatakan bahwa saat ini keluarga mantan istrimu sedang mengadakan acara empat bulan kehamilan. Kamu tahu sendiri kan jika wanita itu memutuskan menikah lagi setelah kamu ceraikan."
"Seolah ingin membuktikan bahwa merupakan wanita normal dan sehat, mantan istrimu kini benar-benar hamil dari benih pria yang baru menikah selama setengah tahun. Menurutmu, bagaimana? Apa yang kamu pikirkan mengenai hal ini?"
Mita Permatasari masih menatap intens ekspresi wajah dari Rey yang pastinya sama seperti tadi saat pertama kali mengetahui kabar itu dari salah satu teman.
Tentu saja hal itu membuat Mita berpikir jika mungkin memang hasil tes rumah sakit salah dan Rey memang mandul, tetapi tidak mungkin mengatakan itu pada putra kesayangannya.
Berpikir jika Rey akan terluka jika mengatakan bahwa mungkin ada kekeliruan dari hasil tes yang dilakukan pihak rumah sakit. Seperti yang biasa terjadi di film-film, yaitu sampel tes tertukar dan berakibat fatal pada pasien.
Apalagi posisi Tsamara dulu merupakan istri pria lain dan berpikir jika yang terjadi adalah Keanu bukanlah cucu atau pun darah daging Rey. Namun, sangat setuju jika melakukan tes DNA untuk membuang keraguan dan kekhawatiran yang selama ini dirasakan.
Tidak ada hal paling menyakitkan dari ini karena jika benar Rey adalah seorang pria mandul, maka tidak akan ada kebanggaan dari seorang pria dan pastinya akan kehilangan rasa percaya diri.
Bahkan dunia putra kebanggaan Mita mungkin akan hancur, sehingga merasa tidak tega sekaligus terluka. Entah apa yang akan dilakukan jika itu memang benar-benar terjadi. Mita tidak tahu apa yang akan terjadi pada putranya jika sampai benar apa yang selama ini ditakutkan.
Sementara itu, Rey yang saat ini mengepalkan tangan, kini mendengar suara notifikasi dari ponsel dan membaca pesan.
__ADS_1
Begitu membaca pesan dari seseorang yang baru saja dibicarakan dari sang ibu, amarah Rey semakin memuncak dan mengangkat ponsel ke atas. Bahkan secepat kilat membanting ponsel tersebut hingga seketika bernasib nahas dan berserakan di lantai.
"Berengsek!"
Rey bahkan kini sudah bangkit dari kursi dan mengacak frustasi rambut karena merasa sangat marah sekaligus stres dengan apa kenyataan yang terjadi hari ini.
Mita Permatasari yang merasa sangat terkejut karena tidak tahu apa yang baru saja dilihat putranya, hingga membanting benda tidak bersalah itu.
"Sayang, apa yang terjadi? Memangnya kamu mendapatkan pesan dari siapa?" Masih menatap intens sang putra dan berpikir jika saat ini tengah mengalami masalah besar.
"Siapa lagi jika bukan wanita ****** pilihan Mama! Mantan istriku memamerkan hasil USG kandungan dan mengejekku adalah pria mandul!" sarkas Rey yang kini murka sekaligus meragukan diri sendiri.
Tentu saja saat ini merasa ragu sekaligus takut jika hasil tes yang menyatakan normal adalah salah. Rey khawatir adalah pria mandul seperti yang dikatakan mantan istri.
Bahkan takut membenarkan jika apa yang diragukan oleh sang ibu benar. Bahwa Keanu bukan darah dagingnya, tetapi merupakan benih dari mantan suami pertama Tsamara karena memang dulu mereka diam-diam menjalin hubungan.
"Apakah Keanu memang bukan anakku karena aku mandul, Ma? Bahkan Mama berpikir seperti itu, kan? Sepertinya aku memang bukanlah pria normal."
"Aku hanyalah pria mandul yang selamanya tidak akan mempunyai keturunan." Kemudian Rey tertawa terbahak-bahak saat merasakan miris dalam hidup.
Berpikir jika saat ini benar-benar adalah seorang pria mandul yang bahkan tidak akan pernah bisa meneruskan garis keturunan dari keluarga Bagaskara.
Mita Permatasari yang merasa terluka melihat putranya jelas-jelas hancur dengan kenyataan yang bahkan belum bisa dipastikan kebenarannya. Namun, sebagai seorang ibu, ingin menghibur Rey agar tidak semakin merasa putus asa.
__ADS_1
"Sebelum hasil tes DNA keluar, kamu tidak boleh putus asa, Sayang. Jadi, lebih baik secepatnya melakukan itu untuk memastikan. Bila perlu, paksa atau memakai jalur hukum. Meskipun harus mempertaruhkan nama baik keluarga Bagaskara jika Tsamara tidak mengizinkan."
To be continued...