
Nasib baik Zafer mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, sehingga bisa langsung berhenti di tempat yang ditunjukkan oleh Tsamara.
Zafer menyipitkan mata karena berpikir jika Tsamara saat ini sedang tidak enak badan. Tadi ingin menanggapi perkataan wanita itu, tetapi seketika melupakan begitu melihat apotik.
"Apa kamu sakit?" tanya Zafer yang langsung melepas sabuk pengaman dan mengarahkan punggung tangan pada kening Tsamara begitu merubah posisi untuk mendekat.
Sementara itu, Tsamara yang hanya diam saja melihat sikap berlebihan Zafer saat ini, langsung menggeleng perlahan begitu pria itu menurunkan tangan dari kening.
"Kamu baik-baik saja karena tidak demam seperti biasanya. Lalu, menyuruh berhenti di apotek untuk membeli obat apa?" Zafer mendadak berpikir sesuatu dan langsung mengungkapkan pada Tsamara.
"Apakah kamu ingin aku membeli obat penambah stamina sebelum bercinta karena aku tidak sekuat Rey?"
Tsamara saat ini hanya memijat pelipis dan tidak ingin kesalahpahaman semakin menyeruak, sehingga langsung mengatakan pada pria di balik kemudi mengenai keinginannya yang menyuruh pria itu berhenti di depan apotek.
"Tolong belikan aku obat penunda kehamilan atau pengaman untuk kamu gunakan sebelum bercinta. Aku tidak ingin hamil benihmu!" Saat ia baru saja menutup mulut, bisa melihat perubahan ekspresi wajah yang tadinya tersenyum menyeringai, seketika memerah.
__ADS_1
Seolah tengah merasa marah padanya dan tidak hanya itu karena saat ini langsung menyalakan mesin mobil dan menginjak pedal gas, sehingga kendaraan roda empat tersebut meninggalkan apotik.
Tsamara saat ini masih tidak mengalihkan pandangan pada pria di balik kemudi tersebut yang mengemudikan mobil tanpa memakai sabuk pengaman.
"Zafer, kenapa pergi? Bukankah aku menyuruhmu untuk memberikan obat penunda kehamilan? Jika kamu tidak mau memakai pengaman, biar aku yang meminum obat."
Namun, suara nada protes dari Tsamara sama sekali tidak diperdulikan oleh Zafer saat ini yang merasa sangat marah karena seolah wanita tersebut menghina harga dirinya ketika mengatakan tidak ingin hamil benihnya.
'Sialan! Selama ini akulah yang memutuskan ingin menebarkan benih pada wanita yang kupilih. Namun, ia seolah menghinaku karena menganggap benihku tidak berharga. Aku ingin menunjukkan bisa langsung membuatnya hamil sebagai hukuman karena menghina harga diriku.'
Niatnya untuk menghamili Tsamara semakin besar demi bisa memberikan pelajaran pada wanita yang menganggap bahwa benihnya sama sekali tidak berharga.
'Aku akan membuatmu hamil benihku dan tidak akan pernah bisa menghentikan ini. Hanya aku yang bisa memutuskan ingin mempunyai keturunan dari siapa dan sekarang akan membuatmu melahirkan keturunanku, Tsamara.'
Saat ini, Tsamara masih tidak menyerah untuk berbicara pada Zafer dan merasa sangat kesal karena pria itu sama sekali tidak membuka suara untuk menanggapi perkataannya.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya kamu inginkan? Apakah kamu marah karena aku menyuruhmu untuk memakai pengaman? Bukankah sudah kukatakan dengan jelas bahwa tidak ingin hamil? Bukan karena berpikir jijik padamu karena kamu sering berganti-ganti pasangan di atas ranjang."
Kalimat terakhir dari Tsamara sebenarnya hanyalah sebuah kebohongan semata karena jujur saja ketika membayangkan pria di sebelahnya tersebut sering bercinta dengan banyak wanita, membuatnya seperti merasa mual, tetapi harus menjaga perasaan Zafer.
Namun, saat mencoba untuk membuat Zafer mengerti, suara bariton pria itu seketika menggema di dalam mobil dan tertangkap indra pendengaran Tsamara saat ini.
"Tidak akan pernah ada obat penunda kehamilan dan pengaman saat kita bercinta." Zafer berbicara sambil melirik sekilas ke arah Tsamara dan menatap dengan tajam. "Kau istriku, bukan selingkuhan, jadi aku bebas bercinta tanpa menggunakan apapun."
Sementara itu, Tsamara yang masih mencoba untuk mencerna maksud perkataan Zafer, saat ini tidak mengalihkan pandangan. "Apa maksudmu sebenarnya? Kamu tidak mungkin berpikir untuk memiliki anak dariku, bukan?"
Baru saja ia menutup mulut, seketika mengerjapkan kedua mata begitu sekilas melihat tatapan menusuk pria di sebelah kanannya tersebut. Bahkan suara bariton pria itu seperti langsung menghujam tepat di jantung Tsamara.
"Aku bebas menentukan ingin menghamili siapa yang kuinginkan. Seperti yang kukatakan pada semua orang tadi di kontrakan. Bahwa aku ingin kamu melahirkan keturunanku. Jadi, jangan coba-coba untuk minum obat penunda kehamilan tanpa sepengetahuanku."
"Aku tidak akan pernah berhenti sebelum kamu hamil keturunanku." Zafer berbicara tanpa menoleh untuk melihat ekspresi Tsamara yang sudah bisa ditebak olehnya tengah menahan kekesalan dan kemurkaan.
__ADS_1
To be continued...