Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Pakaian serba hitam


__ADS_3

'Apa tidak ada hal lain yang bisa dikatakan oleh Zafer selain hal-hal vulgar? Sepertinya yang ada di otak pria ini hanyalah ****. Aku sangat yakin jika dulu mengatakan hal yang sama pada Rayya untuk merayu. Jika aku bukan istrinya, tidak akan pernah takluk pada perintah ataupun rayuan konyol ini.'


Tsamara hanya bisa bergumam sendiri di dalam hati karena tidak mungkin memantik api amarah pria di sebelahnya tersebut dan memilih untuk mengunyah makanan karena memang seperti yang dikatakan oleh pria itu membutuhkan tenaga untuk untuk melayani nafsu seorang Zafer.


Saat tidak mendapatkan respon apapun dari Tsamara, Zafer saat ini menaruh gelas berisi wine itu ke atas meja dan membuka mulut karena ingin wanita tersebut menyuapi seperti yang diperintahkan beberapa saat lalu.


Tanpa membuang waktu atau berkomentar apapun, Tsamara saat ini menyuapkan makanan ke dalam mulut Zafer. Bahkan merasa bahwa pria itu seperti anak kecil yang manja.


'Anggap saja kamu sedang menyuapi Keanu,' gumam Tsamara yang saat ini memilih untuk tidak banyak berbicara yang mungkin akan memantik amarah pria itu.


Apalagi sudah lelah dengan semuanya dan sebenarnya saat ini ia berharap bisa membaringkan tubuh di atas ranjang karena dari tadi terlalu lama duduk.


Namun, tidak mungkin mengatakan itu pada Zafer karena akan berpikir bahwa ia adalah seorang wanita yang tidak sabar untuk bercinta.


Seolah merasa serba salah dan bingung tidak bisa melakukan hal yang diinginkan, Tsamara mencoba untuk bersabar atas semua sikap Zafer yang dianggap seperti anak kecil.


Tsamara bahkan tadi mengalihkan perasaan kesal dengan memanjakan mata menatap ke arah kamar hotel terbaik yang merupakan salah satu aset keluarga Dirgantara.


Mengingat jika dulu sering keluar masuk hotel bersama Rey saat masih menjalani hubungan terlarang, membuatnya serasa ingin muntah.


Ketika mengingat dosa-dosa di masa lalu, ia selalu merasa bahwa hanyalah seorang wanita berlumur dosa yang menjijikkan, sehingga ingin berubah menjadi lebih baik.

__ADS_1


Saat ini, ia berpikir tidak ingin menambah dosa, sehingga hal yang dilakukan adalah harus melayani Zafer dengan baik. Apalagi berstatus sebagai suaminya yang sah baik secara agama maupun negara.


Meskipun hubungan mereka didasari atas keterpaksaan, tetap saja dalam hal agama adalah sah dan sudah tugas Tsamara sebagai seorang istri membuat suami senang dengan melayani dengan baik.


'Tebuslah dosa-dosamu di masa lalu dengan cara melayani suamimu dengan baik, Tsamara. Mungkin itu bisa sedikit mengurangi dosamu,' gumam Tsamara yang saat ini berusaha untuk menormalkan perasaan dan bersiap membuat Zafer senang.


Tsamara saat ini berusaha untuk tidak merasa terpaksa ketika melayani Zafer hari ini. Meskipun semua juga karena ada imbalan yang didapatkan, yaitu terbebas dari kuasa seorang Rey Bagaskara.


Hening selama beberapa saat ketika mereka sedang menikmati makanan seperti yang dikatakan oleh Zafer beberapa saat lalu bahwa adab makan dan minum tidak boleh berbicara.


Jadi, keduanya seolah ingin fokus menikmati makanan tanpa membuka suara. Meskipun saat seperti itu terasa aneh dan canggung di antara mereka, tetapi memang Zafer ingin mengisi tenaga agar bisa kuat ketika membuat Tsamara meneriakkan namanya.


Apalagi saat bercinta pagi tadi, sama sekali tidak mendengar Tsamara meneriakkan namanya ketika mencapai puncak kenikmatan, tapi hari ini ingin wanita itu melakukannya karena ruangan kamar hotel dilengkapi peredam suara dan bisa berteriak sepuas hati tanpa ada yang mendengar.


Hingga beberapa saat kemudian, makanan telat dihabiskan oleh keduanya. Tsamara dan Zafer sama-sama kenyang dan meneguk air putih di atas meja.


Saat Zafer berniat untuk bertanya pada Tsamara, mendengar suara pintu dan segera bangkit dari sofa untuk melihat siapa yang datang. Meskipun Zafer sudah bisa menebak jika yang datang adalah manajer hotel membawakan pesanan pakaian untuk Tsamara, tetapi ingin memastikan hal itu.


Begitu membuka pintu dan melihat bahwa orang yang dipikirkan sudah berdiri sambil membawa beberapa paper bag dibantu beberapa staf hotel, kini Zafer langsung memberikan sebuah kode agar menaruh paper bag di dekat pintu.


Itu karena tidak ingin beberapa staf hotel tersebut melihat penampilan Tsamara yang tidak memakai penutup kepala.

__ADS_1


"Maaf karena kurir yang mengantarkan pakaian terjebak macet, Tuan Zafer."


Zafer menggeleng perlahan karena tidak mempermasalahkan hal itu. Apalagi memang belum mulai bercinta karena baru selesai makan. "Taruh saja di situ dan pergilah!"


"Baik, Tuan." Manager hotel langsung memberikan kode pada dua staf hotel yang membantu agar menaruh paper bag tersebut di dekat pintu masuk.


Kemudian dua wanita berseragam merah tersebut melaksanakan perintah dan membungkuk hormat begitu selesai, lalu segera pergi seperti yang dikatakan oleh orang nomor satu tersebut.


"Selamat beristirahat, Tuan Zafer," ucap manager hotel yang membungkuk hormat sebelum meninggalkan kamar hotel.


Kemudian Zafer langsung menutup pintu dan mengunci, lalu menoleh ke arah beberapa paper bag berisi pakaian untuk Tsamara yang tentu saja memiliki warna-warna cerah dan berharap bisa melihat wanita itu memakainya.


Zafer saat ini membawa enam paper bag di kedua tangannya karena ingin memberikan pekerjaan untuk Tsamara mencoba semua pakaian berwarna cerah itu. Bahkan dari tadi tidak berhenti menyunggingkan senyuman karena sedang membayangkan Tsamara mencoba pakaian tepat di hadapannya.


'Pasti akan sangat menyenangkan melihat Tsamara berganti pakaian tepat di depan mataku. Apalagi memakai gaun-gaun berwarna-warni yang aku pesankan untuknya, pasti Tsamara akan terlihat semakin cantik dan memesona.'


Begitu selesai berargumen sendiri dan berdiri tepat di hadapan Tsamara yang mengurutkan kening karena merasa heran melihatnya, Zafer tidak membuang waktu untuk memberikan perintah seperti layaknya seorang raja pada ratunya.


"Aku ingin kamu mencoba semua pakaian ini. Ini hanya sebagian karena yang lain ada di dekat pintu." Kemudian Zafer menaruh paper bag di dekat tempat duduk Tsamara dan tersenyum puas karena bisa melihat wajah wanita itu terlihat seperti menahan kekesalan, tetapi tidak bisa mengungkapkan nada protes.


Wajah Tsamara selalu terlihat menggemaskan di matanya ketika menahan amarah dan tidak bisa berteriak ataupun mengungkapkan nada protes padanya karena sudah terlanjur berjanji untuk melakukan apapun yang diperintahkan.

__ADS_1


Tsamara sama sekali tidak pernah memikirkan jika Zafer akan memberikan banyak pakaian yang mempunyai warna cerah dan tidak disukainya karena setelah memutuskan untuk berhijrah menjadi seorang wanita lebih baik, sehingga lebih menyukai pakaian berwarna hitam dan besar, sehingga tidak menampakkan lekuk tubuhnya.


To be continued...


__ADS_2