Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Salahkan takdir


__ADS_3

"Baiklah. Bunuh aku sekarang juga!" teriak Tsamara yang tak kalah emosi.


Bahkan kini tidak memperdulikan apapun lagi. Mungkin Keanu akan terbangun karena suara teriakannya yang sangat kencang.


Namun, yang terbangun adalah pasangan suami istri, tak lain adalah Sumi dan Paijo.


"Nyonya Tsamara, Tuan Zafer?" tanya Paijo yang kini mencoba ingin melerai pertengkaran hebat yang pertama kali ditunjukkan oleh majikan mereka selama bekerja di rumah itu.


Sementara Sumi merasa takut melihat dua majikan saling menatap dengan wajah memerah dengan dikuasai oleh amarah.


'Apa yang terjadi sebenarnya? Baru kali ini nyonya berteriak seperti kesetanan.'


'Apakah lebih baik aku menghubungi tuan Adam?' gumam Sumi di dalam hati dan seketika mengurungkan niat begitu mendapatkan ancaman dari sang majikan.


Zafer yang sangat terkejut dengan kemurkaan Tsamara karena berteriak sangat kencang, kini menoleh ke arah dua pelayan dan berteriak, "Pergi dari sini dan jangan pernah memberitahu kejadian malam ini pada orang tuaku!"


"Jika kalian berani melakukan itu, tamat riwayat kalian!" Tanpa menunggu jawaban dari pelayan, Zafer refleks mendorong kursi roda Tsamara menuju ke kamar karena tidak ingin pertengkaran mereka dilihat oleh pasangan suami istri tersebut.


Dalam pikiran Zafer, merasa sangat heran, apa yang membuat Tsamara berani berteriak dan melawan. Begitu berada di dalam kamar, langsung mengunci pintu dan kembali menatap sosok wanita yang masih emosi tersebut.


"Jadi kau mau mati sekarang?" Zafer makin penasaran dengan jawaban wanita lemah yang tiba-tiba berubah berani. Seolah sama sekali tidak takut mati tersebut.


Tsamara memang sudah nekad dan membuang sifat lemah karena ingin membalas kebaikan mertua yang sudah berusaha untuk mencarikan dokter terbaik. Selain itu, karena telah mendapatkan kepercayaan untuk merubah Zafer menjadi seorang pria lebih baik.


Itu semua tidak akan pernah bisa terjadi jika terus bersikap lemah dan diinjak-injak harga diri oleh pria itu. Jadi, semua meledak begitu saja saat pria yang merupakan suami sah tersebut mencekik leher hingga hampir kehabisan napas.

__ADS_1


"Ya, aku ingin mati dan kaulah tersangka yang akan membusuk di penjara. Aku bahkan akan selalu menghantuimu saat sudah mati nanti. Kau tidak akan hidup tenang atau pun bahagia bersama wanita bernama Rayya itu."


"Bahkan dia akan meninggalkanmu karena tidak akan mau hidup dengan seorang pembunuh! Jika kau benar-benar seorang bajingan, cepat bunuh aku sekarang! Jika tidak berani, kau hanyalah pria berengsek rendahan!" Tsamara masih menaikkan nada suara dan wajah mengunci tatapan tajam pria dengan posisi tepat di hadapan sambil berkacak pinggang.


"Tunggu apa lagi? Cepat bunuh aku!" teriak Tsamara yang kini sudah pasrah dengan takdir buruk hidup.


Jika berakhir mati di tangan Zafer, Keanu akan dijaga oleh mertua dan pastinya hidup terjamin sampai dewasa nanti. Jadi, sekarang tidak ada hal yang ditakuti.


Sementara itu, Zafer masih heran dengan apa yang membuat Tsamara sangat berani seperti ini. Merasa bahwa tiba-tiba dikalahkan oleh seorang wanita karena tidak mungkin membunuh orang meskipun marah sekali pun.


Hal yang paling ditakutkan bukan dosa, tapi mendekam di balik jeruji besi dan tidak bisa merasakan kebebasan dalam melakukan apapun.


Apalagi seperti yang dikatakan oleh Tsamara, jika nanti Rayya akan pergi karena takut saat menjadi seorang pembunuh.


Zafer kini tengah memikirkan sesuatu untuk meredam kemurkaan wanita di hadapan sambil berbalik badan dan mengacak frustasi rambut.


Saat Zafer masih merasa bingung harus melakukan apa pada wanita yang sedang murka itu, hal berbeda kini dirasakan oleh Tsamara.


Saat ini, ia bernapas lega karena mengetahui jika Zafer tidak seburuk yang dipikirkan karena hanya mengancam tanpa benar menghabisi.


'Ternyata ia masih mempunyai hati nurani. Jadi, aku tahu jika Zafer bukanlah seorang pria berdarah dingin atau psyco. Jadi, ada secercah harapan untuk merubah menjadi orang baik seperti harapan orang tuanya.'


'Entah mengapa aku merasa mempunyai firasat buruk setelah hari ini nyonya Erina menyebutkan kematian karena selama ini, orang yang akan meninggal dunia akan secara tidak sengaja membicarakan tentang itu. Seperti sudah mempunyai firasat bahwa hidup di dunia tak lama lagi.'


'Seperti yang dialami oleh orang tuaku dulu sebelum meninggal karena berpesan, agar menjadi wanita yang baik dan mandiri saat mereka tidak ada lagi di dunia.'

__ADS_1


'Tidak ada yang tahu mengenai kematian, tetapi terkadang manusia meninggalkan firasat dengan berbicara atau perbuatan aneh. Aku ingin pria ini tidak menyesal seumur hidup jika sampai suatu saat kehilangan orang tua, sedangkan perbuatannya masih buruk.'


Tsamara masih sibuk dengan lamunan yang sebenarnya sangat tidak tenang semenjak pembicaraan dengan mertua di dalam kamar.


Jika bisa mengetahui takdir apa yang terjadi pada pasangan suami istri paruh baya tersebut, mungkin akan menghentikan hal buruk yang akan terjadi.


Namun, menyadari jika kekuatan manusia sangat terbatas dan hanya ada di film tentang kekuatan para pahlawan super yang bisa menghentikan kejadian buruk, Tsamara kini bertekad untuk bisa merubah Zafer menjadi orang yang bisa dibanggakan oleh orang tua


Lamunannya kini seketika sirna ketika indra pendengarannya menangkap suara bariton dari Zafer yang tanpa disadari sudah berbalik badan dan menatap intens. Wajah memerah dengan rahang tegas yang menunjukkan amarah sudah menghilang.


"Sekarang sebutkan apa maksudmu tadi! Mengenai hal yang kau inginkan!" Setelah mempertimbangkan baik dan buruk, akhirnya Zafer memilih untuk menuruti apapun keinginan Tsamara.


Bahkan di pikiran berpikir, ingin mengajak wanita itu bekerja sama dan akhirnya orang tua akan menyerahkan seluruh harta dan tidak memberikan pada Tsamara yang memutuskan akan pergi setelah bisa berjalan.


'Lebih baik sekarang aku bersikap baik pada wanita ini karena setelah pergi, akan bisa hidup dengan bahagia bersama Rayya,' gumam Zafer yang kini menunggu sampai Tsamara mengungkapkan keinginan.


Hal inilah yang ditunggu oleh Tsamara, sikap Zafer perlahan melunak dan tidak menganggap adalah sesuatu yang menjijikkan. Jadi, bisa perlahan mendoktrin pikiran pria itu dengan hal-hal baik.


"Bukankah aku sudah mengatakan dengan jelas di depan tadi mengenai keinginanku? Aku sudah sangat lelah dan ingin beristirahat jika kau tidak jadi membunuhku!" Tsamara berniat untuk memutar kursi roda menuju ke arah pintu, tetapi tidak bisa melakukan itu karena ditahan oleh kedua tangan kekar Zafer.


"Tunggu! Baiklah, sekarang aku akan memenuhi keinginanmu karena berpikir itu tidak akan pernah merugikanku." Zafer masih berada tepat di hadapan Tsamara untuk mengungkapkan keputusan.


"Memangnya kapan aku merugikanmu? Siapa yang menabrakku hingga berakhir seperti ini? Lalu kau marah dan tidak terima saat orang tuamu lebih mempercayai wanita hina sepertiku dari pada putra sendiri. Salahkan takdir atas keputusan mereka?"


"Minggir! Aku mau tidur?"Tsamara mengempaskan dua tangan Zafer di atas kursi roda.

__ADS_1


Kemudian kembali mengarahkan kursi roda ke arah pintu. Kini, Tsamara bisa bernapas lega begitu berada di luar ruangan kamar pria yang tadi membuat jantungnya seperti mau melompat dari posisi.


To be continued...


__ADS_2