
Beberapa saat lalu, Tsamara baru saja mendengar perkataan mertua yang mengatakan mengenai Zafer tengah membawa selingkuhan ke rumah sakit.
Tanpa berkomentar apapun, memilih untuk menyerahkan semua pada pria paruh baya yang sudah dianggap seperti ayah sendiri.
Tsamara tidak bisa lagi berpikir karena saat ini tengah berpikir jika yang terjadi adalah sama persis dengan masa lalu. Dengan alasan ingin menidurkan Keanu di kamar, ia masuk dan memilih untuk membaringkan tubuh di atas ranjang dengan susah payah.
Nasib baik mertua memberikan kursi roda canggih dengan beberapa fitur yang memudahkan untuk melakukan apapun, termasuk membaringkan tubuh di atas ranjang.
Jika pertama kali menjalani kehidupan karena kedua kaki yang telah cacat itu membuatnya sangat tersiksa dan tidak kuat menjalani takdir. Namun, yang terjadi sekarang, seolah telah terbiasa dan tidak lagi mengeluh keadaan.
Hanya saja, setiap kali berdoa setelah beribadah, ia selalu mendoakan sang suami segera berubah menjadi pria yang baik untuk menjadi pemimpin keluarga.
Tsamara kini menatap wajah polos malaikat kecil tersebut. Tentu saja ada beberapa kemiripan dengan pria yang tak lain adalah mantan suami.
Tsamara mengingat tentang kejadian ketika ibu Rey memilih untuk mengusir putra sendiri dari pada merestui hubungan percintaan mereka.
Saat itu, Rey tidak mau keluar dari rumah, tetapi tetap diusir dan akhirnya pergi dari sana untuk mencari kontrakan sebagai tempat tinggal sementara.
Nasib baik ada tabungan Rey untuk hidup sehari-hari. Tsamara tinggal bersama pria yang dipikir hanya mencintainya. Namun, ternyata yang terjadi hanyalah kepalsuan karena setelah melahirkan, Rey ketahuan berselingkuh.
Saat Tsamara marah karena telah dikhianati, Rey mengatakan jika selama ini memang sering berhubungan dengan banyak wanita. Bahkan saat menjalin hubungan dengannya juga melakukan hal sama.
Hanya saja, tidak ada yang hamil. Semua kecerobohan itu dikatakan karena tidak bisa menjaga diri untuk tidak hamil. Mengetahui kenyataan pahit itu, ia murka pada Rey.
__ADS_1
Namun, sama sekali tidak pernah menyangka jika Rey mengucapkan kalimat cerai dan akhirnya pergi dari pria yang telah menyakiti hati dan meninggalkan luka mendalam di hati.
"Dulu aku bahkan harus mencari pekerjaan saat Keanu masih bayi yang beberapa bulan ini cukup menyita perhatian dan juga waktu. Sampai pada akhirnya mendapatkan pekerjaan untuk membantu di usaha catering orang."
Tentu saja harus rela menitipkan Keanu pada orang lain karena harus bekerja. Selama tiga tahun bekerja, tetapi lama-kelamaan mempunyai niat untuk membuka usaha sendiri dengan pengalaman bekerja.
Pada awal-awal, jarang yang menggunakan jasa catering-nya, tapi ia tidak pernah menyerah dan terus berusaha. Sampai usahanya mulai ada yang melirik satu persatu.
Lama-kelamaan, usaha catering mulai berjalan menuju ke arah kesuksesan. Namun, tidak pernah menyangka jika ternyata berakhir dengan satu kecelakaan saat berniat untuk membantu pekerja yang sedang sakit.
"Aku memang sangat bodoh karena mencintai Rey dan percaya jika pria bajingan itu ternyata selalu bergonta-ganti pasangan. Bahkan saat aku pergi selama lima tahun, tidak pernah mendapatkan pesan dari Rey untuk sekedar bertanya mengenai keturunan yang merupakan darah dagingnya."
Ya, Tsamara telah mengganti nomor ponsel karena memang memutuskan melupakan masa-masa buruk yang berhubungan dengan Rey. Namun, jauh di lubuk hati ingin pria itu menggunakan kekuasaan untuk mencari dan juga menyuruh ahli IT untuk mencari di mana keberadaannya dan bocah balita yang tak lain adalah darah daging pria tersebut.
"Apakah kau sama sekali tidak mengingat putramu, Rey. Lihatlah, Keanu sekarang tumbuh menjadi anak yang tampan sepertimu. Semoga putraku tidak akan menjadi pria yang suka main wanita sepertimu."
Bulir bening air mata kini membasahi pipi putih Tsamara kala menatap foto dua anak yang merupakan buah hatinya.
Memutuskan untuk meninggalkan anak pertama setelah bercerai dengan Akbar Fadly dan memilih Rey Bagaskara yang hanya memberikan kepedihan semata sampai luka di dalam hati tidak kunjung sembuh.
Bahkan sekarang luka itu semakin menganga karena Zafer ternyata menambah dengan kepedihan luar biasa.
"Entah sampai kapan aku menjalani ini, tapi paling tidak, ada mertua yang menyayangi dan peduli padaku dan Keanu."
__ADS_1
Saat hendak memejamkan mata, tidak jadi melakukan itu karena indra pendengarannya menangkap suara deru mobil yang memasuki halaman rumah dan mengerti siapa yang datang.
"Tuan Zafer sudah pulang. Apakah datang sendiri atau bersama dengan wanita itu?" Tsamara sebenarnya ingin sekali cepat tidur karena tidak ingin menambah beban luka di dalam hati kala melihat sosok pria yang akan menikahi wanita lain.
Embusan napas panjang dan terdengar berat keluar dari mulutnya dan seketika memenuhi ruangan tersebut. Begitu memastikan perasaan sedikit lebih baik, memilih untuk segera bergerak perlahan ke kursi roda.
Ia sangat yakin jika mertuanya akan memanggil karena Zafer sudah pulang. Apalagi saat ini tengah terjadi sesuatu yang besar dan mengharuskannya ikut andil karena berhubungan dengan istri sah.
Benar saja, baru saja ia berhasil duduk di kursi roda, suara ketukan pintu dan terdengar dan beberapa saat kemudian melihat terbuka, serta memperlihatkan seorang wanita paruh baya berjalan masuk.
"Sayang." Erina yang baru saja masuk ke dalam ruangan kamar menantu, kini melirik sekilas ke arah sosok balita yang tengah tertidur pulas dengan wajah damai. "Aku pikir kamu masih berada di ranjang tadi."
"Aku ingin menyambut suami yang baru pulang, Ma. Siapa tahu membutuhkan bantuanku." Tsamara menjawab dengan mengulas senyuman tipis untuk menyembunyikan kegetiran defensif yang saat ini tengah menyeruak di dalam hati.
Sementara itu, Erina yang tadi diperintahkan oleh sang suami untuk memanggil Tsamara karena Zafer sudah tiba bersama wanita yang telah mengandung calon cucu keluarga Dirgantara.
"Sayang, maafkan aku karena harus mengatakan hal menyakitkan ini padamu." Dengan ragu-ragu Erina berbicara sambil meraih punggung tangan wanita yang terlihat menyipitkan mata tersebut.
"Apa tuan Zafer datang bersama wanita bernama Rayya itu, Ma?" Tsamara sudah menduga seperti apa kejadian hari ini dan tidak lagi bisa bersikap seperti orang bodoh tidak mengetahui apapun.
Sampai jawaban dari mertuanya sudah bisa diduga dan membuatnya kini mengerti apa yang harus dilakukan. "Lebih baik nikahkan tuan Zafer secepatnya dari pada semakin berbuat dosa."
"Saat mengingat apa yang dilakukan tuan Zafer dengan wanita itu, aku serasa tengah melihat kilas balik dosa di masa lalu, Ma. Jangan sampai mereka merasakan karma sepertiku." Tsamara menunduk menatap ke arah dua kaki yang masih belum tahu kapan akan bisa berfungsi normal lagi.
__ADS_1
"Aku berharap mereka tidak melakukan dosa lagi setelah menikah dan segera menyadari kesalahan. Jadi, tidak sampai mendapatkan kemurkaan dari Tuhan sepertiku."
To be continued...