
Sementara itu, Zafer yang masih bersikap sangat santai, kini mengalihkan pandangan dari ponsel ke arah Rayya. "Aku hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk bersiap."
"Jadi, bersiaplah dulu karena aku tahu saat komerias diri di depan, membutuhkan waktu hingga satu jam. Seolah kamu ingin membuat semua orang menyadari betapa cantiknya dirimu."
Rayya saat ini hanya tertawa begitu mendengar tanggapan suami yang memang benar adanya. "Sepertinya kamu sudah sangat hafal dengan ulah istrimu. Baiklah, aku akan tampil cantik karena tidak ingin tersaingi oleh wanita cacat itu."
Sebenarnya Rayya merasa sangat aneh sekaligus senang karena sudah tidak lagi melihat Zafer mendekati Tidak. Apalagi saat pulang malam, selalu menuju ke kamarnya, bukan tempat yang menjadi ruangan Tsamara.
Meskipun sebenarnya merasa sangat penasaran dengan perubahan sikap Zafer pada Tsamara, tapi tidak ingin bertanya karena khawatir malah akan membuat masalah, sehingga memilih hanya menjadi penonton dan berpikir akan mengetahui suatu saat nanti.
Tentu saja Rayya berharap jika Zafer suatu saat nanti akan mau bercerita mengenai perihal yang terjadi di antara mereka. Kemudian ia beranjak dari ranjang dan merias diri karena ingin terlihat lebih cantik dari Tsamara.
Sementara itu, Zafer saat ini kembali fokus pada ponsel. Dari tadi memilih menghabiskan waktu untuk bermain game, tapi saat ini pikiran tidak berada di sana.
Ia tengah memikirkan wanita yang satu minggu ini sudah tidak ditemui. 'Kira-kira apa yang dipakai oleh Tsamara hari ini? Apakah akan tetap memakai pakaian berwarna gelap atau gaun berwarna cerah yang dulu kubelikan saat berada di hotel.'
Diam-diam Zafer berpikir ingin melihat Tidak kembali memakai gaun cerah, bukan yang gelap seperti biasanya. Jadi, hari ini sudah tidak sabar untuk mengetahuinya. Meskipun berakting seperti tidak bersemangat untuk pergi.
Padahal di dalam hati sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa Tidak yang sekarang. Apakah akan bersikap biasa atau merasa gugup padanya? Ia bahkan berencana untuk membuat Tsamara cemburu dengan cara bersikap romantis pada Rayya nanti saat berada di restoran.
'Aku ingin melihat ekspresi wajahnya ketika menunjukkan rasa cinta pada Rayya. Apakah akan kesal atau tenang seperti biasa? Sepertinya aku perlu membuktikan sendiri,' gumam Zafer yang sebenarnya ingin mengatakan pada Tsamara bahwa kemarin telah menemukan celah untuk menghentikan perbuatan Rey demi merebut hak asuh Keanu.
__ADS_1
Meskipun Zafer merasa kesal pada Tsamara, tetap saja tidak ingin lepas tangan untuk tidak membantu wanita yang berstatus sebagai istrinya tersebut. Jadi, tetap menyuruh detektif untuk terus menyelidiki kelemahan Rey selain gemar bermain wanita dan tidak pernah memenuhi tanggung jawab sebagai seorang ayah.
'Seharusnya aku memberikan pelajaran padamu dengan cara tidak menolong dari Rey, tapi kenapa tidak bisa. Sebenarnya apa yang terjadi padaku saat ini?' gumam Zafer yang memilih untuk mendinginkan kepala dengan beranjak dari atas ranjang dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Zafer memilih untuk mandi di bawah guyuran air shower yang dingin agar bisa mendinginkan kepala yang seperti sangat panas karena banyak memikirkan Tsamara selama beberapa terakhir ini.
Merasa kesal dan marah, tetapi tidak bisa mengungkapkan pada wanita itu, sehingga menahan diri selama beberapa hari.
Sementara itu di sisi lain, Tsamara baru saja memakaikan baju pada putranya dan setelah siap, gilirannya bersiap dan saat berada di hadapan lemari kaca yang ada di ruang ganti, menatap ke arah banyaknya gaun panjang miliknya.
Bahkan di sana ada gaun yang berwarna-warni dan merupakan pemberian dari Zafer, tapi sampai sekarang belum pernah dipakai.
Sebenarnya bukannya tidak menghargai usaha dan niat baik dari sang suami karena tidak mau memakai gaun yang beraneka warna tersebut, tapi merasa aneh dan khawatir jika mendapatkan banyak pertanyaan dari orang lain.
Zafer berharap hubungan antara Tsamara dan Rayya baik-baik saja tanpa ada pertengkaran yang disebabkan olehnya. Jadi, pertimbangan itulah yang membuatnya tidak mau memakai gaun tersebut.
Seperti biasa, Tsamara memilih gaun berwarna hitam, tapi kali ini ada sentuhan berbeda karena terlihat beberapa manik berkilat di sana. Itu merupakan gaun yang paling mahal dan jarang dipakai karena terlalu glamour dan mewah.
Biasa dipakai saat menghadiri acara pernikahan karena tidak mungkin terlihat membosankan seperti hari-hari biasa. Tsamara memutuskan untuk memakai itu karena tidak ingin mempermalukan keluarga Dirgantara yang notabene merupakan orang terhormat dan konglomerat di kota.
Jadi, berpikir untuk tampil lebih berbeda, tanpa memperdulikan apapun tanggapan dari Zafer maupun Rayya.
__ADS_1
"Sudah lama aku tidak melihat tuan Zafer. Apalagi setiap hari pulang malam dan sepertinya tengah menghindar karena marah padaku setelah terakhir kali menjemput Keanu di Mall."
"Padahal aku mendoakan tuan Zafer agar merasa bahagia bersama Rayya, tapi sepertinya menganggap apa yang kukatakan hanyalah sebuah ejekan semata. Biarkan saja ia berbicara sesuka hati karena aku saat ini tidak ingin memusingkan hal lain selain putraku."
Tsamara yang sedikit merasa khawatir jika Zafer tidak mau membantu masalah Rey, berpikir hanya pasrah menerima apapun yang menjadi takdir dari Tuhan.
Beberapa saat kemudian, setelah merias diri agar tidak terlihat pucat saat makan di restoran mewah, sehingga memakai make up dan juga lipstik berwarna nude karena tidak suka warna mencolok.
Meskipun mengetahui bahwa selama ini penampilan Rayya terlihat selalu cantik dengan warna lipstik merah menyala, sangat berbanding terbalik dengannya.
Tsamara yang sudah mengarahkan kursi roda mendekati putranya di atas ranjang, kini melambaikan tangan agar mendekat padanya.
"Ayo, Sayang. Kita temui kakek dan nenek di depan," ucap Tsamara yang saat ini melihat mesin waktu melingkar di pergelangan tangan kiri. "Masih belum terlambat karena mama mengatakan akan berangkat sepuluh menit lagi."
Keanu langsung turun dan berjalan di dekat sang ibu yang mengarahkan kursi roda keluar dari ruangan kamar.
Saat ia baru saja memencet lift darurat di rumah itu, mendengar suara bariton yang sangat dihafal dan karena merasa tidak ingin mengganggu interaksi antara pasangan suami istri, sehingga tidak menoleh ke belakang dan langsung mengajak putranya masuk ke dalam lift begitu pintu kotak besi tersebut.
Beberapa saat kemudian, ia yang berniat memencet tombol satu, mendengar suara Rayya yang berteriak.
"Tunggu!" Rayya yang baru saja keluar dari ruangan kamar dengan Zafer, sekilas menatap ke arah Tsamara yang ternyata berada di depan lift dan tidak ingin kehilangan kesempatan untuk membuat wanita cacat tersebut merasa cemburu dengan kemesraannya.
__ADS_1
"Ayo, Sayang." Rayya yang langsung menarik pergelangan tangan Zafer agar ikut berlari menuju balik dan langsung masuk ke dalam, sehingga saat ini berada di hadapan Tsamara.
To be continued...