
Tsamara tidak bisa menahan diri lagi setelah mendengar perkataan dari Rey—mantan suami yang dulu pernah menyia-nyiakan mereka karena lebih sibuk bersenang-senang dengan wanita lain. Apalagi sekarang mengincar satu-satunya keluarga yang dimiliki.
Tatapan tajam penuh kebencian kini diarahkan Tsamara pada pria yang dianggap sangat tidak tahu malu tersebut.
"Tidak! Keanu hanya putraku dan kau sama sekali tidak berhak atas apapun karena selama ini tidak pernah perduli. Kau lebih sibuk bermesraan dengan para wanita selingkuhanmu itu dari pada memikirkan Keanu."
"Teruslah seperti itu karena aku tidak akan pernah perduli, tapi jika sampai kau menginginkan Keanu, langkahi dulu mayatku. Aku mungkin rela disiksa seperti apapun, tapi jika sampai menyangkut Keanu, tidak akan pernah tinggal diam."
Kali ini, Tsamara tidak bisa lagi diam dengan menjadi wanita lemah yang diinjak-injak oleh pria yang merupakan mantan suami tersebut. Saat merasa menjadi seorang istri tak diinginkan ketika menikah dengan Zafer, tidaklah sesakit seperti pada detik ini.
Merasa khawatir jika pria yang selama ini tidak perduli dan sudah berhasil dilupakan kembali lagi membuat ulah dengan mengincar Keanu.
"Jika kau menginginkan anak, minta pada para wanita yang memuaskan nafsumu!" sarkas Tsamara dengan perasaan membuncah yang menyeruak di dalam hati.
Jika sampai pria yang menjadi alasan kehancuran rumah tangga bersama suami pertama bernama Akbar Fadly hanya ingin menyiksa dengan memisahkan ibu dan anak, ia rela melakukan apapun, termasuk membunuh pria yang sangat dibenci tersebut.
Cinta yang dulu dirasakannya pada Rey hanya tersisa kebencian semata. Apalagi saat ini tidak bisa lagi berpikir jernih ketika merasakan ketakutan luar biasa jika sampai Rey benar-benar merebut Keanu.
Saat amarah Tsamara memuncak, berbeda dengan yang saat ini dirasakan Rey karena berpikir jika mantan istri tersebut sudah salah paham.
Tidak ingin semakin berlarut-larut, kini Rey memilih untuk segera menguraikan kesalahpahaman dengan menatap wanita di atas ranjang perawatan tersebut.
"Kamu salah paham padaku. Aku tidak akan pernah merebut Keanu darimu karena berharap kita bisa membesarkan bersama-sama. Aku saat ini telah menyadari kesalahanku."
__ADS_1
"Sepertinya Tuhan telah memberikan balasan padaku karena sampai berkali-kali menikah pun, tidak mempunyai keturunan. Mungkin ini adalah cara untuk mengingatkan aku tentang dosa-dosa yang kulakukan karena menyia-nyiakanmu."
Saat Rey berniat untuk mendekati wanita dengan wajah pucat tersebut, kini melihat seorang pria paruh baya yang menghalangi dengan berdiri di hadapan, sehingga tidak bisa memandang Tsamara.
"Lebih baik kau pergi dari sini karena apa yang kau katakan tidak akan pernah terjadi. Selamanya Tsamara hanya akan menjadi menantu di keluarga Dirgantara!" Adam yang dari tadi diam untuk mempelajari situasi dan kondisi, kini memilih untuk menyelesaikan masalah sebelum meluas ke mana-mana.
Tentu saja dengan cara mengungkapkan hal yang sebenarnya. Apalagi Adam Dirgantara kini menebak jika pria yang merupakan mantan suami Tsamara tersebut sama sekali tidak mengetahui apapun.
Apalagi tentang status Tsamara yang merupakan istri pertama Zafer dan tidak lain adalah menantu di keluarga Dirgantara.
"Aku pun tidak akan pernah membiarkan menantuku menangis karena kehilangan Keanu. Jika kamu berani macam-macam pada Tsamara, akan kupastikan kamu menyesal karena mengusik ketenangan keluarga Dirgantara.
Kemudian Adam Dirgantara mengibaskan tangan karena berpikir jika Rey tidak pergi, hanya akan menyisakan luka di hati sang menantu yang terlihat sangat shock atas pertemuan tidak diduga hari ini.
Adam Dirgantara berpikir jika Rey sama sekali tidak tahu apapun mengenai Tsamara dan memang semua yang terjadi merupakan sebuah kebetulan semata.
Zafer yang dari tadi hanya diam di tempat sambil sesekali melirik Tsamara, merasa tidak tega karena ini adalah pertama kali melihat raut wajah ketakutan dari wanita itu.
Selama ini, Zafer hanya melihat Tsamara hanyalah tak lebih dari wanita lemah yang suka menangis, tapi hari ini seperti sangat berbeda.
Merasa seperti ada kekuatan tersembunyi dari Tsamara yang baru saja ditunjukkan hari ini. Seolah menunjukkan jika kekuatan seorang ibu tidak bisa diremehkan.
Karena wanita yang mengandung selama sembilan bulan dan mempertaruhkan nyawa demi bisa membuat anak melihat indahnya dunia tersebut tidak akan pernah tinggal diam jika ada yang mengusik.
__ADS_1
'Tsamra terlihat sangat marah dan sepertinya sama sekali tidak ada cinta yang tersisa. Aku melihat hanya kebencian yang dirasakan olehnya pada mantan suami laknat ini.'
Saat Zafer terdiam di tempat dengan hanya memperhatikan Tsamara, di sisi lain, Rayya yang kini merasa sangat bahagia karena mengetahui jika pria yang baru saja ditemui adalah mantan suami Tsamara.
Merasa jika Tuhan kini tengah menunjukkan jalan untuk menyingkirkan Tsamara dari hidup Zafer.
'Sepertinya aku mempunyai cara tersendiri untuk menyingkirkan wanita cacat ini. Jika dulu Zafer mengatakan ingin mencari seorang pria untuk dijadikan selingkuhan Tsamara, tapi sekarang tanpa susah mencari, sudah mendapatkan orang yang paling tepat.'
'Rey akan membawa Tsamara dan Keanu keluar dari rumah keluarga besar Dirgantara dan hanya aku yang menjadi nyonya rumah setelah mertuaku ini kukirim ke neraka,' gumam Rayya yang saat ini merasa takdir tengah berpihak padanya.
Apalagi tadi sudah menyimpan kartu nama Rey di dalam tas dan berencana menghubungi mantan suami Tsamara untuk mengajak kerja sama.
Sampai suara bariton dari pria yang saat ini berada di hadapan tersebut memecahkan keheningan kala sebelumnya tidak ada suara setelah Adam Dirgantara mengungkapkan ancaman dengan wajah penuh ketegasan.
"Apa? Tsamara adalah menantumu? Itu berarti adalah istri dari pria ini?" Rey mengarahkan jari telunjuk pada pria yang jelas diketahui adalah suami dari Rayya.
Wanita yang baru ditolong hari ini karena mobil yang dikemudikan mengalami pecah ban. Rey tersenyum smirk karena berpikir jika kemenangan pasti akan berada di pihak keluarga Bagaskara, bukan Dirgantara setelah mengetahui hal itu.
"Bukankah itu berarti putra Anda memiliki istri dua?" Rey masih menatap ke arah ayah dan anak itu sambil bertepuk tangan dan tertawa terbahak-bahak.
"Ini sangatlah luar biasa karena Anda memberikan sebuah penderitaan yang hakiki pada Tsamara." Rey yang kini beralih menatap ke arah wanita dengan wajah memerah tersebut, tersenyum smirk dan kembali berkomentar.
"Aku sekarang berstatus single dan ingin kembali pada Tsamara dan Keanu. Jadi, aku yakin akan memenangkan masalah ini jika membawa ke jalur hukum. Saat cara kekeluargaan tidak bisa dilakukan, akan kupastikan jika yang terjadi adalah kemenangan berada di tanganku."
__ADS_1
Rey benar-benar sangat percaya diri dan sangat yakin akan kembali mendapatkan Tsamara dan putra kandungnya, sehingga tersenyum smirk ketika menatap ke arah semua orang di ruangan tersebut.
To be continued...