Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Memisahkan


__ADS_3

Zafer, Tsamara, Rayya dan Keanu sama-sama melambaikan tangan begitu mobil orang tua mereka baru saja pergi meninggalkan area restoran.


Setelah melihat mertuanya berpamitan, Tidak yang paling bersedih karena ini adalah pertama kali berpisah untuk beberapa hari dengan mereka.


Sementara Zafer terlihat biasa karena sudah sering melihat orang tuanya pergi berlibur ke Villa saat hari pernikahan.


Lain halnya dengan Rayya yang tadi langsung mengirimkan pesan pada Harry bahwa mertuanya sudah bersiap meninggalkan area restoran. Bahkan kembali memberi informasi ketika Zafer mendorong kursi roda Tsamara dan mengangkat ke dalam mobil.


Kemudian memilih untuk duduk di kursi depan karena tidak suka bersebelahan dengan wanita yang merupakan saingan tersebut. Apalagi ada anak laki-laki yang sangat tidak disukai karena merebut kasih sayang mertuanya.


Bahkan Rayya merasa sangat yakin meskipun sudah melahirkan dua anak untuk Zafer, tetap saja mereka tidak akan pernah menyukainya. Ataupun menyayangi cucu kandung karena lebih menomorsatukan menantu kesayangan dan anak yang bahkan tidak ada hubungan darah dengan keluarga Dirgantara.


Kini, Tsamara sudah duduk di kursi belakang bersama Keanu dan disaat bersamaan, mendengar suara notifikasi pada ponsel. Saat melihat pesan yang ternyata dari ibu mertua, Tsamara mengerjapkan mata karena cukup panjang.


Merasa sangat penasaran dengan pesan panjang lebar yang dikirimkan oleh ibu mertuanya, akhirnya ia membaca dalam diam sambil memeluk erat Keanu.


Tsamara, mama dan papa benar-benar merasa sangat berterima kasih karena baru kali ini mendapatkan hadiah luar biasa yang mengingatkan bahwa hidup di dunia hanya sementara. Tidak ada yang kekal dan abadi di dunia kecuali Sang pencipta. Jadi, kami akan memanfaatkan hadiahmu dengan baik dan berusaha untuk selalu berdoa dengan tasbih dari emas pemberianmu.


Namun, ada sesuatu yang mama sampaikan. Tolong jangan pernah tinggalkan putra kami meski apapun yang terjadi karena Zafer tidak akan menjadi pria bertanggung jawab tanpamu. Kami melihat bahwa ada perubahan signifikan setelah putraku sering bersamamu dan berharap kalian bisa bersama hingga tua seperti kami.


Pesan panjang lebar itu terasa membuat Tsamara tidak bisa bergerak saat ini untuk lari dari permohonan mertua.


Bahkan saat ini mobil telah melaju meninggalkan area restoran dan Tsamara sekilas mengarahkan tatapan ke arah pria dibalik kemudi yang fokus menatap ke arah jalanan ibukota dengan banyaknya kendaraan yang melintas.


Bahkan saat ini hanya keheningan yang tercipta di dalam mobil dan ia merasa seperti menjadi pengganggu di antara pasangan suami istri tersebut.

__ADS_1


'Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bahkan selama beberapa hari tidak bertemu dengan Zafer, ada sesuatu yang membuat perasaanku tidak nyaman. Apalagi khawatir jika apa yang diinginkan oleh pria itu menjadi kenyataan.'


'Namun, hanya akan menjadi korban keegoisan orang tua. Sekarang mama bahkan sudah seperti memasrahkan putranya padaku. Seolah sangat mempercayai aku bisa merubah putra yang sangat arogan ini.'


Tsamara mengetahui bahwa wanita yang merupakan ibu mertuanya tersebut sangat menantikan jawaban darinya, sedangkan sekarang masih kebingungan untuk menjawab.


Hingga beberapa saat kemudian mengarahkan jari-jari lentik ke arah layar data tersebut untuk membalas pesan.


Terima kasih, Ma karena selalu mempercayaiku. Semoga kalian selalu bahagia selamanya. Mengenai keinginan Mama, seperti yang biasa aku katakan bahwa akan menyerahkan semua pada takdir Tuhan. Semoga apa yang diinginkan oleh Mama bisa menjadi kenyataan.


Tsamara tidak suka berjanji pada orang lain dan memilih menjawab sesuai dengan apa yang dipikirkan, sehingga saat ini hanya menyerahkan pada yang lebih berkuasa karena terkadang rencana tidak sesuai dengan realita.


Bahkan tidak memungkiri jika Tuhan yang kuasa membolak-balikkan perasaan manusia. Jadi, jika suatu saat takdir membawanya pada Zafer, mana mungkin bisa menolak.


'Biarkan takdir berbicara,' gumam Tsamara yang saat ini kembali memangku putranya dan beberapa kali mencium dengan gemas. Hingga ia bisa mendengar suara dari Rayya yang tengah menyindir.


"Sepertinya aku perlu banyak belajar darimu, agar papa dan mama juga bisa menjadikanku sebagai menantu kesayangan."


Rayya merasa sangat aneh dengan keheningan yang dari tadi tercipta di dalam mobil, sehingga memulai pembicaraan dengan menoleh ke arah belakang.


Sementara itu, Zafer yang dari tadi fokus, tetapi sebenarnya pikiran sedang kalut karena mendapatkan penolakan dari Tsamara ketika menyuruh untuk berbicara jujur mengenai perasaan wanita itu.


'Apa yang sebenarnya diinginkan oleh Rayya dari Tsamara? Aku bahkan merasa pusing memikirkan betapa berlebihan Rayya bersikap pada Tsamara, tapi jika berkomentar, akan semakin membuatnya marah dan membangkitkan sifat kekanak-kanakan yang dimiliki.'


Berpikir lebih baik diam tanpa membuka suara untuk berkomentar, Zafer saat ini membiarkan Rayya berbicara sesuka hati dan menganggap bahwa itu adalah salah satu cara membalas dendam pada Tsamara.

__ADS_1


Zafer memilih untuk mendengarkan saja apa jawaban dari Tsamara karena sejujurnya juga merasa penasaran dengan kehidupan rumah tangga ketika menikah dua kali sebelum dengannya.


Tsamara menghentikan kegiatan untuk mencium gemas putranya dan saat ini bersitatap dengan Raut. "Aku baru pertama kali merasakan hal seperti ini karena tidak mendapatkan kasih sayang mertua sebelumnya."


Rayya masih tidak mengalihkan pandangan dari Tsamara karena berpikir bahwa wanita itu selama ini juga mendapatkan perhatian dari mertua.


"Benarkah? Berarti ini baru pertama kali kurasakan. Bahwa dalam keluarga Dirgantara menjadi seorang ratu yang sangat disayangi oleh papa dan mama. Bahkan aku sempat berpikir jika dari dulu kamu selalu berhasil mencuri perhatian mertua."


Tsamara saat ini hanya menggelengkan kepala perlahan untuk tidak membenarkan perkataan dari Rayya.


"Mertua dari suami pertamaku sudah meninggal semenjak masih sekolah, sedangkan orang tua Rey tidak menyukaiku."


"Aku juga tidak tahu kenapa papa dan mama sangat menyayangiku. Bahkan berkali-kali kamu dan tuan Zafer menyebutkan bahwa aku adalah menantu kesayangan."


Saat menyebutkan nama suami, Tsamara memilih untuk kembali menambahkan tuan karena khawatir jika Rayya merasa aneh. Padahal saat hanya berdua dengan pria itu, selalu memanggil nama saja.


Apalagi mengetahui jika Zafer tidak menyukai dipanggil tuan, berbanding terbalik dengan Rayya yang lebih menyukainya.


Kini, Rayya bisa menebak kenapa hal itu bisa terjadi dan sebelum mengungkapkan pendapat, melirik sekilas ke arah sang suami.


"Sayang, sepertinya orang tuamu benar-benar merasa sangat bersalah pada Tsamara karena perbuatanmu, sehingga menebus semua dengan cara menjadikan wanita yang kamu tabrak itu sebagai menantu kesayangan."


"Iya, kamu benar. Sepertinya begitu," jawab Zafer yang saat ini tengah membelokkan kendaraan begitu tiba di area rumah keluarganya.


Tidak ingin suasana memanas dan berakhir dua istri menjadi saling berkelahi, sehingga berpikir untuk segera memisahkan mereka.

__ADS_1


'Lebih baik segera memisahkan mereka untuk cari aman,' gumam Zafer yang kini telah keluar dari mobil dan berniat untuk menurunkan Tsamara ke kursi roda.


To be continued...


__ADS_2