Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Jangan tutup telponnya


__ADS_3

Rayya saat ini hanya tertawa mendengar kalimat bernada sinis dari Tsamara yang menatap dengan tajam penuh kebencian dan sama sekali tidak membuatnya merasa takut pada wanita yang dianggap tidak bisa apa-apa tersebut.


Bahkan saat ini tidak berniat untuk menuruti permintaan Tsamara karena sangat menyukai ketika melihat wanita itu menunjukkan sifat asli dengan selalu marah dan berbicara dengan nada tinggi.


Tentu saja sangat berbeda dari yang dulu diketahui bahwa Tsamara selalu berbicara sangat lembut dan juga bersimbah air mata dan dianggap sebagai topeng kepalsuan semata.


Rayya belum sempat berkomentar apa-apa, kini mendengar suara Rey yang seperti sebuah ejekan untuk Tsamara. Hal itu membuatnya merasa sangat puas ketika menonton pertunjukan langsung antara mantan istri dan suami yang mempunyai sifat bertolak belakang.


"Tsamara, bukankah kamu dulu sangat mencintaiku? Apakah Zafer yang membuatmu lupa dengan kekuatanku yang selalu menaklukanmu di atas ranjang. Bahkan kamu selalu memujaku dan membandingkan dengan suami pertamamu itu yang sangat lemah?" ucap Rey yang merasa kesabaran telah habis karena penghinaan Tsamara.


Dari tadi merasa sangat sabar karena tidak ingin menyakiti hati Tsamara jika berbicara kasar saat menanggapi kemarahan wanita yang merupakan mantan istrinya tersebut.


Namun, setelah mendengar Tsamara semakin berbicara kasar dan menatap penuh kebencian, seolah hanyalah kuman yang tidak boleh didekati, sehingga tidak bisa lagi bersabar dan memilih untuk mengungkapkan semua masa lalu mereka di depan Rayya.


"Wah ... benarkah? Jadi, ternyata kamu dulu adalah wanita liar yang penuh dosa karena berselingkuh dari suami?" Rayya berbicara sambil tersenyum menyeringai dan tak lupa bertepuk tangan sambil memegang ponsel.


Jadi, suara tepukan tangan ringan itu tidak terdengar karena dihalangi oleh ponsel yang masih dalam genggaman Rayya saat ini.


Sementara itu, Tsamara merasa percuma melayani orang-orang yang ingin mempermalukannya dan memilih untuk diam karena berpikir tidak ada gunanya berdebat.


'Semua ini tidak akan pernah ada habisnya. Rayya dan bajingan itu akan selalu mendesak dan memojokkanku. Aku tidak bisa melawan mereka dan lebih baik diam tanpa memperdulikan Rayya ingin berbuat apapun di sini.'


'Sebenarnya mama ke mana? Kenapa tidak mengatakan padaku terlebih dahulu akan pergi? Semoga mama dan papa yang membawa Keanu akan segera tiba dan bisa mengusir Rayya dari kamar ini.'

__ADS_1


Tsamara masih betah mengunci rapat bibir dan membiarkan dua orang itu mengejek habis-habisan.


Bahkan saat ini berpikir bahwa Rey sedang memanfaatkan Rayya demi mencapai tujuan. Menganggap bahwa mereka berdua sama-sama orang yang licik dan sangat cocok untuk bersatu.


Meskipun demikian, Tsamara sama sekali tidak merasa takut jika sampai dua orang itu menang. Yakin bahwa kejahatan tidak akan selalu menang karena ada Tuhan yang lebih berkuasa dari siapapun yang ada di dunia ini.


Memilih untuk yakin dan percaya pada kekuasaan Tuhan yang tanpa batas dan bisa merubah apapun hanya dengan satu kalimat, yaitu Kun fayakun.


"Kenapa kamu hanya diam saja, Tsamara? Apakah kamu ingin aku menyebarkan rekaman percintaan kita ke media agar semua orang bisa melihat tubuhmu yang sangat seksi ketika bergerak liar di atas tubuhku?"


Rey memilih untuk menyerang titik terlemah Tsamara karena setelah melihat penampilan tertutup mantan istrinya tersebut, menegaskan bahwa wanita itu sudah berubah menjadi wanita yang lebih baik.


Jadi, mencoba untuk menakuti dengan hal yang sebenarnya tidak ada. Karena rekaman yang dimaksud memang tidak ada dan itu hanyalah sebuah gertakan semata agar Tsamara tidak bersikap arogan lagi.


Refleks Rayya terbahak saat merasa kemenangan sudah ada dalam genggaman tanpa harus bersusah payah untuk mengatur segalanya demi menghancurkan wanita yang saat ini terlihat seperti tidak bisa berkata-kata.


"Apakah aku boleh meminta rekaman itu sebagai orang pertama yang melihat dan ingin kutunjukkan pada suamiku. Jika melihat video liar Tsamara bersamamu, mungkin akan langsung menceraikan dan kamu bisa kembali lagi dengan wanita liar ini."


Rayya berbicara sambil menatap ke arah layar ponsel untuk melihat ekspresi Rey dan beralih pada Tsamara yang tetap mengunci mulut rapat-rapat.


"Lihatlah wanita liar ini sepertinya mendadak menjadi bisu karena syok dengan perkataanmu, Rey. Kamu tidak kasihan pada mantan istrimu? Kenapa harus memakai ancaman yang membuatnya ketakutan?"


Rey yang dari tadi masih tidak berkedip menatap intens Tsamara dari balik layar, hanya berpikir satu hal. Tsamara akan merubah sikap dan tidak lagi menaikkan nada suara saat berbicara dengannya.

__ADS_1


Namun, seolah usahanya tidak berhasil karena wanita di seberang telpon tersebut masih tidak membuka suara. Seperti sama sekali tidak merasa takut akan ancamannya.


'Tsamara bahkan masih diam dari tadi. Apa yang harus kulakukan sekarang untuk membuatnya takut padaku?' gumam Rey yang saat ini tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk mengancam Tsamara agar bisa berbicara lebih baik tanpa kemurkaan.


Di sisi lain, Tsamara yang merasa sudah lelah diancam oleh Rey, memilih untuk pasrah dan jika sampai semua yang dikatakan mantan suaminya tersebut, bersiap untuk pergi dari rumah keluarga Dirgantara karena tidak ingin mempermalukan mereka yang sudah mau menerima tinggal di sini.


'Meskipun kemungkinan terburuk adalah Keanu direbut oleh Rey setelah memenangkan hak asuh di pengadilan, aku tidak akan menyerah sebelum jelas ada keputusan hakim.'


'Aku sudah tidak punya harga diri lagi semenjak bertemu dengan Rey dan selamanya akan seperti itu. Jadi, tidak perlu terkejut dengan segala kemungkinan buruk yang akan terjadi padaku.'


Saat Tsamara sama sekali tidak berniat untuk membuka suara meskipun sudah diancam oleh Rey, kini mendengar suara klakson mobil dan sangat lega karena sudah dipastikan bahwa itu adalah mertua yang pulang.


Embusan napas lega saat ini seolah mewakili perasaan Tsamara ketika merasa seperti terbebas dari rantai yang melilit di leher akibat perbuatan Rayya Dan Rey.


Kemudian mengalihkan pandangan yang dari tadi menatap dinding ke arah Rayya yang masih mengarahkan ponsel ke hadapan untuk memperlihatkan posisinya pada Rey.


"Jika kamu memang berani, jangan tutup telponnya karena aku ingin semua orang melihat dan mengetahui seperti apa perbuatanmu di belakang suami dan mertua. Bagaimana respon Zafer, papa dan mama."


Jika dari tadi Rayya tersenyum menyeringai pada Tsamara, tetapi langsung berubah saat ini. Tsamara bahkan mengarahkan tatapan mengintimidasi pada Rayya dan juga ke kamera belakang ponsel yang masih terus mengarah padanya.


Sementara Rayya saat ini menelan saliva dengan kasar karena merasa bingung harus berbuat apa begitu mendengar klakson mobil yang sudah dipastikan adalah suami telah datang bersama dengan mertua.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2