Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Menunjukkan bukti


__ADS_3

Pukul setengah delapan lewat di malam hari itu, Zafer akhirnya menyelesaikan makan malamnya yang sudah disiapkan oleh Surti di dapur.


Pria dengan wajah yang terlihat sangat berbinar itu itu menikmati makan malamnya dengan perasaan senang, sehingga ia makan dengan lahap di malam itu.


Sementara itu, Surti yang melihatnya hanya bisa merasa senang jika majikan memang suka dengan makanannya. Ia memang tidak tahu apa yang terjadi, tapi wajah yang kentara sekali, menunjukkan sedang bahagia.


“Aku sudah selesai, tolong dibereskan semuanya. Malam ini, aku akan pergi ke rumah orang tuaku dan kemungkinan besar tidak akan pulang."


"Jadi, kunci saja pintu pagarnya jika nanti aku sudah pergi,” kata Zafer kepada Surti, dengan tumben sekali berbicara dengan suara yang halus dan tidak terdengar dingin seperti biasanya.


‘Sepertinya keadaan hati tuan memang sedang baik. Buktinya ia melakukan sesuatu yang bahkan tidak pernah dilakukannya sekalipun,’ pikir Surti menebak-nebak.


Zafer memang jarang sekali berinteraksi dengan orang-orang di rumah, baik itu Tsamara atau pun kedua pembantunya karena ia lebih sering menyibukkan diri untuk tidak terlibat percakapan dengan mereka.


Bagaimanapun juga, Zafer masih benci sekali karena ayahnya sudah membuat keadaan di rumah ini tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan. Memiliki dua orang pembantu, tentu bukan keinginan Zafer


Jadi sebisa mungkin ia membatasi percakapan dengan Surti dan Tejo. Biasanya Zafer hanya akan bicara jika ada hal yang ia perlukan saja, seperti meminta dibuatkan sarapan atau makan malam.


Terkadang, tidak perlu berkata apapun, dengan kehadirannya di dapur, karena Surti sudah mengerti bahwa majikannya itu sedang ingin makan.


Zafer benar-benar memperlakukan mereka hanya sebatas hubungan antara majikan dan pembantu saja. Tentu saja tidak ada kehangatan yang diperlihatkan oleh pria itu.


Namun, berbeda sekali dengan Tsamara yang justru mendekatkan diri dengan keduanya.


Mereka berdua berbanding terbalik dan sangat amat berbeda, maka dari itu Surti sekarang cukup kaget ketika mendengar suara majikan yang berbicara dengannya dengan nada yang lebih lembut.


Tidak terdengar seperti Zafer yang biasanya, jadi Surti berpikir bahwa memang ada suatu hal yang baik terjadi kepada majikannya itu, tanpa ia tahu apa.

__ADS_1


“Baik, Tuan. Saya akan memberitahu suami saya untuk langsung mengunci pagar jika nanti Anda sudah pergi,” jawab Surti pada akhirnya.


Zafer mengangguk sekenanya sebagai jawaban, lalu ia bangkit dari kursi dan mengambil jaket yang sejak tadi disampirkan di kursi yang diduduki.


Tidak lupa mengambil ponsel, dompet dan juga kunci mobilnya di atas meja, sebelum akhirnya melangkah pergi dari dapur, menuju ke luar rumah untuk segera berangkat ke rumah kedua orang tuanya.


‘Nasibmu akan tamat hari ini, wanita cacat! bisik Zafer di dalam hati sembari tersenyum miring.


Setengah jam kemudian, Zafer telah tiba di rumah utama.


Di rumah mewah keluarga besar Zafer, kini terlihat sosok wanita tengah bersantai di ruang tengah menonton TV.


Zafer memang tidak membuang waktu karena tadi langsung ke rumah orang tuanya untuk melaporkan perbuatan Tsamara di masa lalu.


“Kenapa datang kemari malam-malam seperti ini, Sayang? Kenapa juga kau datang seorang diri tanpa Tsamara dan juga Keanu?” Erina melontarkan banyak pertanyaan kepada putranya ketika melihat pria dengan kemeja berwarna hitam memasuki kediaman rumah Dirgantara


Zafer tidak langsung menjawab pertanyaan dari sang ibu. Karena ia hanya memberikan sebuah senyum misterius yang membuat perasaan Erina jadi tak enak.


“Kenapa tidak menjawab pertanyaan Mama?” tanya Erina lagi yang masih mencoba mendesaknya untuk memberikan jawaban.


“Mama, tenanglah. Aku datang karena membawa kabar yang sangat penting untuk kalian berdua. Ayo kita berdua ke ruangan papa sekarang! Karena aku ingin bicara dengan kalian berdua secara langsung,” jawab Zafer dengan senyum lebar.


Tingkahnya yang aneh tersebut, justru membuat Zafer semakin heran dan merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres di sini.


Apalagi melihat bahwa Zafer juga tidak membawa Tsamara dan Keanu untuk ikut serta datang ke rumah ini, padahal keduanya terlihat akrab-akrab saja ketika terakhir kali mereka bertemu.


Namun, karena tidak memiliki pilihan lain dan juga penasaran akan kabar penting yang Zafer bicarakan, Erina akhirnya menurut saja dan langsung mengantar Zafer menuju ruang kerja Adam karena kebetulan suaminya itu memang ada di sana sejak tadi.

__ADS_1


Keduanya bergerak mendatangi sang kepala keluarga di rumah itu, Zafer yang membuka pintu ruang kerja ayahnya dan menunjukkan senyuman lebar ke arahnya.


“Malam, Pa!” sapa Zafer dengan riang, sungguh terlihat aneh sekali di mata kedua orang tuanya.


“Ada apa kemari malam-malam? Apa kamu datang bersama menantu dan juga cucuku? Di mana mereka? Kenapa terlihat begitu bahagia malam ini, sungguh terlihat seperti bukan kau saja." Adam memberikan banyak pertanyaan dan juga komentar dalam satu kali bicara.


Namun, pertanyaan-pertanyaan yang pria itu ucapkan, membuat Zafer kesal, sebab kedua orang tuanya mempertanyakan Tsamara dan juga Keanu. Padahal hanya ia saja yang datang kemari.


Zafer bahkan tidak berniat untuk mengajak keduanya ikut karena ia memang ingin mengusir mereka berdua dari keluarganya.


“Kenapa kalian berdua selalu saja menyebut wanita itu? Padahal terserah aku jika ingin datang tanpanya, menurutku juga dia tidak pantas untuk datang kemari!”


“Zafer, jaga bicaramu!” hardik Adam yang langsung melotot tidak suka ke arah putranya tersebut. “Dia istrimu, jadi wajar saja jika kami menanyakan tentangnya."


"Lagipula, seharusnya kamu memang mengajaknya untuk kemari! Tidak seharusnya kamu berbicara seperti itu karena kalian berdua sudah menikah. Apalagi sebagai seorang suami, seharusnya lebih menghormatinya!”


Pria paruh baya itu memarahi putranya yang berbicara tidak sopan dan selalu seenaknya.


“Papa dan Mama harus tahu apa yang sudah Tsamara lakukan di masa lalu! Seharusnya kalian mengecek background masa lalunya lebih dahulu sebelum menikahkan denganku!"


"Aku benar-benar marah setelah mengetahui informasi ini dan juga akan memberitahukan kepada kalian agar tidak terus-menerus dibodohi olehnya!”


Zafer memberikan map cokelat yang sedari tadi memang sudah ia bawa kepada Adam, memintanya untuk segera membuka dan membaca semua hal yang tertulis di sana dengan sangat teliti.


“Lebih baik Papa dan Mama harus membaca semua informasi dan bukti yang sudah aku temukan tentang wanita cacat itu!”


Adam dan Erina saling pandang sejenak sebelum akhirnya mereka berdua mulai membuka map cokelat yang diberikan oleh Zafer dan membaca apa sekiranya yang ada di dalam sana.

__ADS_1


Belum ada dua menit setelah keduanya membaca beberapa kertas itu, Adam lantas menghela napas dan meletakkan map tersebut beserta isinya ke atas meja.


To be continued


__ADS_2