Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Ledakan gairah


__ADS_3

Zafer saat ini bangkit berdiri dari posisi dan berdiri menjulang di hadapan Tsamara karena ingin menunjukkan sesuatu yang sudah terasa sangat sesak dan ingin segera dilepaskan dari sarang.


Begitu meloloskannya, ia sengaja menunjukkan pada Tsamara yang saat ini menatap dengan tidak berkedip, seolah ingin memanjakan mata untuk melihat bukti gairahnya.


Kemudian berjalan semakin mendekat dan berbisik sesuatu di daun telinga wanita dengan wajah memerah seperti kepiting rebus tersebut.


"Nikmati dan rasakan mana yang paling kuat. Aku atau Rey—mantan suamimu yang kamu puji-puji itu."


Tanpa berniat untuk mendengar tanggapan dari Tsamara, saat ini Zafer yang merasa sudah tidak kuasa untuk menahan diri, melakukan kegiatan inti, yaitu momen penyatuan diri yang biasa dilakukan oleh pasangan suami istri.


Karena ini adalah pertama kali melakukan itu, ia ingin mengetahui respon dari Tsamara ketika ingin memberikan puncak kenikmatan untuk kesekian kalinya pada wanita yang berstatus sebagai istrinya tersebut.


Zafer kini menatap wajah cantik Tsamara ketika pertama kali menyatukan diri. Begitu melihat wanita itu memejamkan mata dan menggigit bibir bawah begitu tubuh mereka menyatu dengan kulit memanas, ia tersenyum smirk dan merasa sangat puas karena berhasil membuat sang istri tidak lagi melawan ataupun menolak.


Kemudian Zafer berbicara lirih untuk mengungkapkan sesuatu sebelum memulai. "Kau telah menipuku, Sayang. Ini adalah hukuman untukmu."


Sementara itu, Tsamara yang sebenarnya dari tadi merasa sangat gugup setelah apa yang dilakukan oleh Zafer padanya. Namun, tidak bisa berbuat apapun untuk kabur dari kuasa Zafer dan harus melihat sesuatu yang tadi sempat ditunjukkan oleh pria itu.


Hingga ketika mendengar suara lirih yang masih bisa didengar di telinganya, ia hanya bisa menelan ludah karena tidak pernah menyangka jika Zafer secepat itu mengetahui kebohongan yang dilakukan.


Bahkan degup jantung tidak beraturan saat ini terdengar jelas. Apalagi posisi mereka yang sangat intim dan tanpa jarak, membuat suara Tsamara seolah tercekat di tenggorokan. Bahkan merasa tertampar dengan perkataan pria yang mengarahkan tatapan tajam mengintimidasi tersebut.

__ADS_1


'Kenapa semua menjadi sangat kacau seperti ini? Padahal aku berpikir bahwa akan baik-baik saja dan bisa pergi dari sini setelah bisa berjalan nanti. Membiarkan pria ini hidup berbahagia bersama anak dan istri.'


'Sementara aku pun akan hidup berbahagia bersama putraku nanti. Namun, jika semuanya kacau seperti ini, apa yang harus kulakukan sekarang? Bagaimana aku bisa pergi jika pria ini sudah berhasil menikmati tubuhku? Lalu, bagaimana jika aku hamil karena sekarang Zafer tidak memakai pengaman?'


Saat berbagai macam pertanyaan menghantam pikiran Tsamara dan tidak mendapatkan jawaban, beberapa saat kemudian meringis menahan rasa nyeri sekaligus kenikmatan bercampur menjadi satu ketika pria yang telah berhasil menyatu dengannya tersebut sudah sibuk bergerak.


Tsamara yang merasa bingung apa yang akan dilakukan setelah ini, sudah tidak bisa berpikir jernih ketika merasakan jika saat ini Zafer sudah membuatnya tersiksa.


Tentu saja saat ini sama sekali tidak menggunakan cara lembut ketika menganggap bahwa hal yang dilakukan merupakan sebuah hukuman pada wanita yang telah berani menipunya.


Jadi, berbuat liar tanpa memikirkan apapun lagi. Satu-satunya hal yang ada di pikiran Zafer saat ini adalah ingin membuat Tsamara tidak lagi berani bersikap arogan dan kasar padanya setelah hari ini.


'Setelah hari ini, kamu akan memujaku, Sayang,' gumam Zafer dengan tersenyum menyeringai sambil sibuk memuaskan hasrat dengan menatap wajah memerah Tsamara yang dari tadi memejamkan mata.


Sementara itu, Tsamara sama sekali tidak membuka mulut karena seperti mendapatkan tamparan keras dari perkataan Zafer barusan yang berhasil membuat bulu kuduk merinding.


Hukuman penuh kenikmatan yang seharusnya disukai oleh para istri, tetapi saat ini malah membuat Tsamara merasa takut karena khawatir akan jatuh cinta pada pria yang hanya bisa menyakiti perasaan wanita.


'Tidak, aku tidak akan jatuh cinta pada pria jahat ini,' gumam Tsamara yang menahan kenyerian sekaligus kenikmatan bercampur menjadi satu ketika Zafer semakin sangat liar.


Tsamara saat ini tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun karena suara tercekat di tenggorokan. Tatapan tajam parau kini terlihat sangat jelas dari pria yang saat ini sudah sibuk untuk memuaskan hasrat.

__ADS_1


Apalagi saat ini Zafer tengah berpikir jika telah berhasil menguasai sosok wanita yang hanya diam dan membiarkan apapun yang dilakukan, sehingga memuaskan diri dengan bergerak liar sesuka hati untuk mencapai puncak kenikmatan yang ingin didapatkan melalui perbuatan intim tersebut.


Bahkan Zafer tidak berhenti tersenyum menyeringai karena saat ini berhasil menghukum wanita yang tadi bersikap sangat arogan dan dianggap tidak sopan pada seorang suami.


Meskipun hanyalah merupakan suami di atas kertas karena tidak saling mencintai ketika menikah, tetap saja harga diri Zafer seperti diinjak-injak oleh seorang wanita yang berstatus sebagai istri tersebut.


'Kali ini kamu sudah berada dalam kekuasaanku, Tsamara. Jadi, setelah ini, tidak akan berani untuk menaikkan nada suara padaku. Bahkan sekarang kamu hanya diam karena pasrah ketika menikmati setiap perbuatan yang kulakukan padamu.'


Zafer sama sekali tidak berkedip ketika menatap wajah memerah wanita di bawahnya tersebut. Hingga mendekatkan wajah di dekat daun telinga untuk berbisik di sana.


"Bahkan saat ini kamu sangat mendamba setiap perbuatanku, bukan?" Zafer saat ini merasa di atas angin karena berhasil memberikan pelajaran pada Tsamara, sehingga tidak bisa membuka suara untuk berbicara.


Sementara itu, Tsamara sama sekali tidak bisa membuka suara karena tercekat di tenggorokan akibat perbuatan pria yang semakin sibuk memuaskan hasrat tersebut. Bahkan merasa menjadi seorang wanita bodoh karena tidak bisa berbuat apa-apa ketika Zafer memaksa untuk melayani hasrat.


Tsamara tidak bisa berpikir jernih bahwa saat ini yang dilakukan oleh Zafer hanyalah sebuah kemurkaan dan berubah menjadi nafsu liar, sehingga mengorbankan dirinya dan harus melayani sebagai seorang istri yang tidak bisa menolak.


Saat ia hendak membantah tuduhan dari Zafer untuk melindungi harga diri, tidak bisa melakukan hal itu ketika perbuatan pria yang semakin liar itu berhasil membuatnya mencapai puncak kenikmatan untuk kedua kali.


Tentu saja hal itu membuat Tsamara terlihat sangat lemah di hadapan Zafer yang semakin merasa menjadi seorang pemenang. Bahkan suara deru napas memburu kini terdengar jelas dari bibir Tsamara setelah mencapai puncak.


Seolah pria tersebut menguasai tubuhnya dan tidak berniat untuk melepaskan walau satu detik saja karena semakin memacu diri saat menunjukkan kekuatan penuh karena tidak ingin diremehkan.

__ADS_1


Apalagi dibandingkan dengan mantan suaminya, yaitu Rey, bahkan kini Zafer sangat bersemangat menyiksa, agar kembali merasakan setiap ledakan gairah atas perbuatan intim tersebut.


To be continued...


__ADS_2