Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Sengaja ingin membuat kesal


__ADS_3

Saat melihat sosok pria yang sangat dibenci, Tsamara sangat ingin menampar wajah Rey ketika kembali membuka suara.


"Kamu sama sekali tidak punya hak untuk menolak, Tsamara. Lagipula ini bukanlah sebuah pemaksaan, tapi seorang ayah yang menuntut hak. Ada darahku yang mengalir di tubuh Keanu. Jadi, jangan berpikir aku melakukan ini karena merasa ragu, tapi memang aturan dari hukum seperti ini."


Rey berbicara dengan nada tinggi dan mengintimidasi, bertujuan untuk menyadarkan wanita yang dari tadi hanya diam dan tidak mengungkapkan keputusan apapun.


Tanpa berniat untuk menunggu persetujuan dari Tsamara, Rey meminta gunting yang dibawa oleh polisi saat tadi akan memotong rambut Keanu yang ada di pangkuan sang tuan rumah.


"Biar aku yang melakukannya karena tidak mungkin seorang ayah menyakiti putra kandung sendiri, bukan?" Kemudian berjalan mendekati Tsamara, tetapi melihat jika wanita itu langsung menghindar dengan cara mengarahkan kursi roda untuk mundur.


Tsamara yang saat ini masih memangku tubuh putranya, tidak ingin jika Keanu disentuh oleh Rey. Apalagi sampai membawa gunting dan berniat untuk mengambil sampel rambut putranya.


Tentu saja demi dilakukan tes DNA yang dianggap hanyalah akan menghina harga dirinya sebagai seorang ibu karena diragukan.


Tsamara sebenarnya sudah mengetahui bahwa cara kerja tes DNA dilakukan dengan pengambilan sampel. Jika dipikirkan, mengambil rambut adalah hal yang paling mudah.


Karena yang diketahuinya adalah sampel bisa diambil dari darah, air liur dan rambut. Ketiga metode pengambilan sampel yang paling lazim dilakukan.


Meski begitu, tetap saja tidak menyetujui hal itu. "Jangan pernah menyentuh putraku dengan tangan kotormu itu!"


Rey yang saat ini berniat untuk sedikit memotong rambut Keanu, gagal melakukannya dengan penolakan tersebut. Hingga kesabaran seketika habis begitu mendengar penolakan Tsamara untuk kesekian kali.


"Sepertinya kamu ingin merasakan dinginnya di balik jeruji besi, Tsamara! Jika kamu mempersulit proses ini, aku akan melaporkanmu pada polisi. Apakah kamu ingin dipenjara karena mempersulit seorang ayah yang ingin memperjuangkan hak atas anak laki-lakinya?"


"Jika kamu menginginkan hal itu, aku akan melakukannya dan sepertinya itu akan membuatku lebih mudah mendekati Keanu yang kehilangan kasih sayang ibunya saat dipenjara."


Rey sudah tidak bisa mentolerir lagi sikap keras kepala Tsamara dan memilih untuk mengancam. Berharap wanita itu berubah pikiran dan tidak lagi menghalangi niat untuk mengambil sampel tes DNA.

__ADS_1


Sementara Tsamara saat ini hanya menelan saliva dengan kasar begitu mendengar apa yang dikatakan oleh Rey. Berpikir bahwa jika dipenjara, tidak akan bisa bersama putranya dan bukan itu yang diinginkan olehnya.


'Tidak! Aku tidak bisa berpisah dengan putraku meskipun hanya sebentar. Apakah aku harus membiarkan Rey melukai harga diriku dan juga perasaan Keanu ketika diragukan sebagai keturunan?'


Saat Tsamara merasa sangat bingung untuk mengambil keputusan, indra pendengaran menangkap suara seorang wanita yang tak lain adalah istri kedua dari sang suami.


Rayya yang merasa sangat bosan karena masalah tidak kunjung selesai di rumah itu, memilih untuk segera memberikan pendapat. Apalagi saat ini seolah anak-anak yang ada dalam rahimnya sudah bernyanyi dan meminta makan, jadi segera mengatakan apa yang menurutnya benar.


"Kenapa kamu harus membuat rumit masalah yang sangat mudah seperti ini? Apa susahnya melakukan tes DNA? Jika Keanu memang merupakan keturunan Rey, berarti mempunyai tanggung jawab sebagai seorang ayah."


"Ataukah ada alasan lain kamu melarang dilakukan tes DNA?" Rayya saat ini menatap menelisik ke arah Tsamara, seolah saat ini sedang mencurigai ada sesuatu yang disembunyikan.


"Apa maksudmu?" Tsamara langsung menyahut karena merasa sangat tersinggung dan ingin wanita itu menegaskan apa yang ingin dikatakan.


Dengan wajah datar dan sangat santai saat terlintas di pikiran mengenai sikap tidak setuju Tsamara mempunyai alasan, Rayya saat ini memilih untuk mengungkapkan.


"Jadi, saat dilakukan tes DNA, kamu merasa kebingungan karena takut ketahuan telah berbohong dan sikap polos serta lugumu hanyalah sebuah kepalsuan."


Rayya berjenggit kaget dengan suara teriakan dari ayah mertua yang bahkan sudah mengarahkan tatapan tajam penuh kebencian.


"Jaga mulutmu itu, Rayya! Kamu tidak boleh menuduh sembarangan dan bisa dituntut jika mencemarkan nama baik orang lain. Seharusnya kamu paham itu karena bukanlah wanita bodoh yang tidak tahu apa-apa." Adam Dirgantara sangat marah karena menantu perempuan seolah menambah masalah dengan tuduhan tidak berdasar.


Tentu saja Adam sangat mempercayai Tsamara dan mengetahui penyebab wanita itu tidak mau melakukan tes DNA.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Erina saat ini ketika tidak menyukai sikap Rayya yang ikut campur masalah Tsamara. Tidak ingin api semakin berkobar karena perbuatan Rayya, memilih untuk mengajak menantunya ke belakang.


"Kamu sedang hamil dan tidak boleh kelelahan. Bahkan kamu masih belum sarapan sampai jam segini. Bagaimana bisa menjadi ibu yang baik jika saat bayi masih di dalam perut tidak kamu jaga. Ayo, Mama akan mengambilkan makanan untukmu."

__ADS_1


Kemudian langsung mengajak berjalan ke belakang menuju ruang makan dan berniat untuk menasehati menantu agar tidak ikut campur mengenai masalah Tsamara dan Rey saat ini.


Rayya yang tidak bisa menolak perintah dari mertua, terpaksa berjalan mengekor di belakang wanita paruh baya tersebut sambil mengumpat di dalam hati.


'Nyawamu hanya tinggal satu minggu lagi, mama mertua. Jadi, aku akan diam saat kau mengomel panjang lebar. Puaskanlah diri untuk memarahiku karena setelah kau berakhir di neraka, tidak akan pernah bisa melakukannya.'


Rayya saat ini melihat mertuanya tersebut memberikan kode agar segera duduk di kursi. Jika awalnya berpikir bahwa wanita itu akan mengomel dan marah-marah karena tadi ikut campur pada urusan Tsamara, tetapi ternyata tidak demikian.


Erina saat ini langsung mengambil piring dan menaruh nasi. Kemudian menatap ke arah Rayya. "Ingin makan dengan lauk apa?"


Rayya saat ini masih terdiam karena merasa bingung dengan sikap mertuanya tersebut. 'Kenapa wanita ini tidak marah padaku? Memilih bersikap munafik dengan berpura-pura baik. Rasanya aku sangat muak.'


Saat belum selesai mengumpat di dalam hati, kini menyadari apa yang diinginkan oleh ibu mertuanya tersebut.


"Kamu, aku dan Tsamara adalah wanita. Aku harap kamu memiliki belas kasih sedikit saja untuk sesama jenis. Bagaimana jika posisimu sama seperti Tsamara? Bagaimana perasaanmu? Tsamara tidak mau melakukan tes DNA bukan karena Keanu adalah benih suami pertamanya, tetapi merasa bersalah pada Keanu karena diragukan oleh ayah kandung sendiri."


Erina berusaha untuk sangat bersabar menghadapi Rayya karena mengetahui bahwa wanita hamil mengalami perubahan hormon dan akan lebih sering emosi.


Tidak ingin itu berdampak pada dua cucunya yang masih dikandung, akhirnya berusaha untuk meredam emosi dan menghilangkan sikap egois. Jadi, selalu mengalah pada menantunya tersebut.


Hal itulah yang membuatnya mengajak Rayya untuk pergi dari hadapan semua orang, agar tidak membuat masalah semakin rumit.


'Padahal aku sejujurnya ingin sekali menampar wajahnya yang sama sekali tidak berperasaan sebagai sesama wanita. Sabar, aku harus bersabar pada wanita yang saat ini hamil cucuku,' gumam Erina yang kini mengambil makanan setelah menantunya akhirnya menunjuk ke arah nasi goreng kambing.


Akhirnya Erina mengambil piring baru karena tadi sudah menaruh nasi putih, ternyata Rayya ingin makan nasi goreng. 'Sepertinya menantuku ini memang sengaja ingin membuatku kesal.'


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2