
Sosok pria yang saat ini terlihat tengah berbicara serius untuk membahas masalah tender besar di luar kota dan pastinya akan semakin menambah pundi-pundi keuntungan dari perusahaan, mendengar suara notifikasi dari ponsel yang ada di dalam saku jas.
Namun, tidak berniat untuk memeriksa atau membaca karena sedang fokus pada pembahasan dari klien yang membawa laporan mengenai proyek yang satu minggu lagi dikerjakan.
Meskipun sebenarnya merasa sangat penasaran dengan siapa yang mengirimkan pesan, Zafer berpikir bahwa itu dari salah satu anak buah yang saat ini membantu Tsamara.
'Apakah ada masalah yang terjadi? Ataukah itu pesan dari orang tidak penting?' gumam Zafer yang masih mendengarkan penjelasan dari pria berusia 40 tahunan di hadapan.
"Jadi, nanti Anda yang akan mengawasi secara langsung? Karena tuan Adam Dirgantara sudah mengatakan bahwa sudah terlalu tua untuk melakukan perjalanan keluar kota dan harus tinggal di sana selama beberapa bulan," ucap pria yang kini baru saja menutup laporan dari dokumen yang dibawa.
Zafer yang saat ini tersenyum dan menganggukkan kepala sebagai pembenaran atas pertanyaan rekan bisnis tersebut. "Iya, saya yang akan secara langsung mengawasi proyek itu. Jadi, Anda tidak perlu khawatir karena ini akan berjalan sesuai dengan ketentuan."
"Baiklah, saya merasa puas bekerja sama dengan perusahaan Dirgantara karena selalu tepat waktu dalam proyek apapun, sehingga banyak orang yang memilih bekerja sama dengan tuan Adam dan pastinya akan semakin maju jika suatu saat dipimpin oleh Anda." Bangkit berdiri dari posisi dan mengulurkan tangan.
"Kalau begitu, saya permisi karena mengetahui bahwa Anda adalah orang yang sangat sibuk. Senang sekali bisa bekerja sama dengan orang hebat seperti Anda, Tuan Zafer Dirgantara."
Tanpa membuang waktu, Zafer melakukan hal sama dengan menjabat tangan setelah bangkit dari kursi. Merasa sangat lega setelah pertemuan selesai hari ini dan tidak ada masalah apapun dari klien, sehingga pastinya sang ayah akan merasa bangga dan percaya bahwa akan bisa memimpin perusahaan dengan baik.
Apalagi baru saja mendapatkan pujian dari sosok pria yang lebih tua darinya tersebut, membuat Zafer sangat bersemangat untuk bisa melanjutkan bisnis sang ayah untuk menjadi lebih maju dari yang sekarang. Apalagi ada ide-ide cemerlang yang saat ini memenuhi otak dan berharap bisa membuat perusahaan keluarga semakin berkembang.
"Terima kasih karena sudah percaya pada perusahaan kami." Zafer yang saat ini tersenyum dan membungkuk untuk memberi hormat pada rekan bisnis yang baru pertama kali bekerja sama dengan perusahaan keluarganya.
__ADS_1
"Semoga ini menjadi awal dari kerjasama kita dan berlangsung sampai nanti ke depannya," ucap Zafer yang tersenyum simpul dan berpikir bahwa hari ini adalah keberuntungan baginya karena semuanya berjalan lancar.
'Semua ini sepertinya karena Tsamara. Rasanya otaku benar-benar fresh setelah menyalurkan gairah padanya,' gumam Zafer yang saat ini melihat rekan bisnis sudah berjalan keluar setelah ia mengantarkan ke depan pintu.
Bahkan Zafer yang masih berdiri di dekat pintu, menatap ke arah punggung lebar pria yang berjalan semakin menjauh menuju ke arah lift.
Hingga begitu pria itu menghilang di balik pintu kotak besi tersebut, mengingat tentang sosok wanita yang baru saja dipikirkan. "Kira-kira apa yang dilakukan oleh Tsamara saat ini? Apakah semuanya berjalan lancar?"
Merasa sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Tsamara, Zafer berniat untuk menghubungi wanita itu. Begitu meraih ponsel di saku jas, melihat ada notifikasi yang ternyata dari wanita yang beberapa saat lalu dipikirkan.
Tanpa membuang waktu, langsung membaca pesan tersebut dan seketika sudut bibir melengkung ke atas karena merasa senang karena berpikir bahwa saat ini Tsamara secara tidak langsung telah menyerahkan diri padanya.
Zafer sama sekali tidak berniat untuk membalas pesan Tsamara karena ingin membuat wanita itu menghubunginya. Berpikir bahwa saat ini perlu memainkan tarik ulur dengan sok jual mahal dan membuat Tsamara yang butuh bantuannya, akan menghubungi.
Sementara itu, Zafer memilih untuk menelpon detektif yang selama ini membantu menyelidiki masa lalu Tsamara.
"Halo, aku butuh bantuanmu untuk mencari semua bukti-bukti keburukan dari pria bernama Rey Bagaskara. Dapatkan semua foto-foto para wanita yang pernah berhubungan dengan pria itu. Kalau bisa, kamu harus bisa membuat para wanita yang telah disakiti oleh Rey berpihak pada kita."
"Baik, Tuan. Saya akan langsung mencari bukti-bukti itu dan menyerahkan pada Anda," sahut detektif dari seberang telepon.
Saat ini, Zafer sudah mempunyai ide di kepala untuk menyingkirkan Rey, agar tidak lagi berani mengusik ketenangan Tsamara dan berpikir bisa merebut hak asuh atas Keanu.
__ADS_1
"Aku ingin para wanita itu bersaksi nanti di depan hakim mengenai perbuatan bejat Rey. Jadi, jika mereka menolak, tawarkan uang atau apapun yang disukai. Aku akan melakukan apapun untuk menghancurkan pria bernama Rey Bagaskara karena berani mengusik ketenangan istriku."
Zafer saat ini melanjutkan perkataan di dalam hati. "Karena ia telah mempercayakan hidupnya padaku, maka akan kupastikan bahwa pria bernama Rey tidak akan pernah bisa mengusik istriku."
Ia saat ini mematikan sambungan telpon begitu mendapatkan jawaban dari sang detektif yang mengatakan akan membereskan semuanya sesuai dengan perintah.
Kemudian melangkah ke kursi kerja dan mendaratkan tubuhnya di sana. Zafer memilih untuk mengirimkan pesan pada salah satu anak buah yang membantu Tsamara untuk menyelesaikan pesanan dari perusahaan Bagaskara.
Apa semuanya berjalan lancar? Tidak ada masalah yang terjadi, bukan?
Sengaja Zafer tidak menelpon karena pastinya Tsamara akan mengetahui, sehingga memilih untuk mengirimkan pesan.
Saat Zafer beberapa menit memeriksa dokumen yang perlu ditandatangani hari ini, mendapatkan pesan balasan dan langsung dibaca.
Semuanya berjalan lancar dan akan diantarkan tepat waktu. Meskipun tadi ada sedikit masalah karena nyonya Tsamara mendapatkan pesan bahwa makanan harus diantarkan sebelum jam sepuluh siang.
Refleks Zafer langsung menggebrak meja ketika merasa sangat marah atas perbuatan Rey yang berbuat suka hati.
"Sialan! Sepertinya karena inilah, Tsamara mengirimkan pesan padaku tadi. Pasti istriku sangat takut dan khawatir jika sampai gagal mengantarkan pesanan tepat waktu, Rey akan berbuat macam-macam."
To be continued...
__ADS_1