
Rey sama sekali tidak pernah menyangka jika setelah bercerai, Tsamara malah semakin hidup mengenaskan dengan memiliki seorang suami yang berpoligami.
Merasa bahwa jauh lebih baik dari pria yang terlihat sangat membenci ketika menatapnya, Rey memutuskan untuk menempuh jalur hukum demi bisa mendapatkan hak atas Keanu.
Saat selesai mengungkapkan tentang rencana, Rey kini mengalihkan perhatian pada Tsamara yang terlihat bertambah pucat. "Daripada kamu memiliki suami seperti pria ini, bukankah lebih baik kembali padaku?"
"Kamu tidak akan terlihat mengenaskan seperti ini karena diduakan oleh suami yang memiliki wanita lain. Astaga! Aku bahkan sama sekali tidak pernah menyangka jika kamu akan berubah sangat bodoh setelah berpisah denganku."
"Bukankah kamu dulu sangat membenci dan juga menghinaku ketika melihat bersama wanita lain? Namun, sekarang malah menikah dengan pria yang bahkan tidak jauh lebih baik dariku."
Saat Tsamara menelan kasar saliva karena Rey menghina habis-habisan, yang terjadi saat ini adalah suasana semakin bertambah panas ketika melihat respon dari Zafer yang langsung meninju wajah mantan suaminya.
"Berengsek!" Secepat kilat pukulan dari tangan mengepal sudah diarahkan oleh Zafer dengan penuh kilatan amarah pada pria yang diketahui jauh lebih muda tersebut.
Sudut bibir Zafer melengkung ke atas begitu berhasil memberikan pelajaran pada Rey ketika melihat bibir pria itu robek karena mengeluarkan darah akibat pukulan darinya.
"Jaga mulutmu atau aku akan merobek sekarang juga!" sarkas Zafer yang saat ini ditahan oleh Vera ketika ingin kembali mengarahkan pukulan.
"Zafer, hentikan! Jangan membuat keributan di rumah sakit. Apalagi sekarang Tsamara sedang sakit dan juga Keanu tidur." Rayya tidak ingin dua pria itu berkelahi hanya karena wanita tidak penting yang sangat ingin disingkirkan.
Sementara Rey yang merasa sangat marah dan ingin membalas dendam karena bibir yang terasa perih akibat pukulan tiba-tiba dari pria dengan tatapan tajam tersebut, tidak jadi melakukan itu begitu mendengar suara teriakan Tsamara.
"Lebih baik kau pergi sekarang sebelum polisi yang menyeretmu keluar dari sini karena membuat keributan di ruanganku! Lakukan apapun sesukamu dan kita akan bertemu di pengadilan karena aku tidak tinggal diam jika ingin merebut putraku. Selamanya Keanu hanya akan tinggal bersamaku karena aku adalah ibunya."
__ADS_1
Tsamara sebenarnya merasa sangat takut sekaligus khawatir ketika Rey memutuskan untuk membawa ke jalur hukum mengenai hak asuh, tapi tidak ingin memperlihatkan pada pria yang sangat dibenci.
Tidak ingin terlihat lemah di hadapan musuh, itu yang saat ini diterapkan oleh Tsamara. Berharap tidak akan dianggap remeh dan mudah dikalahkan. Ia akan menyerahkan semua pada mertua karena memang tidak memiliki kekuasaan apapun.
Tsamara memilih untuk percaya pada kekuasaan keluarga Dirgantara untuk mengalahkan Bagaskara Grup. Tentu saja sangat mengetahui jika dua kubu memiliki pengaruh besar dan tidak tahu mana yang terkuat.
Namun, berusaha untuk berpikir positif jika mertuanya yang akan memenangkan pertarungan di pengadilan. Berharap jika saat itu terjadi, Rey tidak akan pernah lagi berusaha untuk merebut Keanu.
"Pergilah dari sini sekarang juga!" teriak Tsamara yang saat ini sudah tidak bisa mengendalikan diri.
Satu-satunya yang dipikirkan hanyalah Keanu tidak akan melihat Rey karena khawatir jika ikatan batin antara anak dan ayah mempengaruhi jiwa putranya.
Zafer tersenyum smirk ketika melihat wajah Rey memerah karena diusir oleh Tsamara. Bahkan yang tersisa hanyalah tatapan penuh kebencian semata dan itu seolah menjadi tamparan dari sifat percaya diri dari Rey beberapa saat lalu.
Namun, suara bariton dari pria paruh baya yang kini menyuruh untuk segera pergi, membuat Rey tidak bisa menolak.
"Apa yang dikatakan menantuku benar, kita bertemu di pengadilan. Jadi, sekarang lebih baik kau pergi karena tidak ingin menantuku bertambah sakit karenamu. Sebelum aku memanggil security atau polisi, lebih baik kau segera meninggalkan ruangan ini!"
Adam Dirgantara tadi sebenarnya ingin melarang Zafer untuk membuat keributan saat meninju wajah Rey, tapi jujur saja ikut merasa geram pada mantan suami Tsamara tersebut karena jelas-jelas telah mengibarkan bendera perang.
Dengan mengatakan akan membawa masalah hak asuh ke jalur hukum, tentu saja membuat harga dirinya seperti terhina. Jadi, tidak akan tinggal diam dan berusaha untuk mengalahkan Rey yang dianggap sangat sombong dengan nama besar keluarga.
Bahkan kini sudah menarik lengan kekar di balik kemeja berwarna putih tersebut untuk berjalan bersamanya keluar dari ruangan.
__ADS_1
Meskipun melihat jika Rey hanya tertawa melihat apa yang dilakukan, sama sekali tidak diperdulikan. Satu-satunya hal yang diharapkan hanyalah ingin menantu kesayangan tidak merasa stres karena perbuatan pria yang dianggap sangat sombong tersebut.
Sikap Rey yang menyombongkan diri di hadapan mereka, berhasil mengubah sosok wanita lemah lembut mengeluarkan kemurkaan dengan berteriak sangat kencang.
Seolah naluri keibuan dari Tsamara tidak akan tinggal diam ketika ada seseorang ingin merebut satu-satunya harta berharga yang dimiliki oleh sang menantu.
"Aku akan membuktikan bahwa kemenangan ada di tanganku. Camkan itu baik-baik, Tsamara. Kamu akan menyesal karena tidak mau bekerja sama denganku!" teriak Rey yang kini baru saja melangkah keluar dari pintu.
"Kita buktikan saja!" sahut Tsamara dengan suara lirih yang pastinya tidak akan bisa terdengar oleh Rey.
Meskipun berbicara sangat tenang seperti itu, tetap saja perasaan tidak menentu karena yang dipikirkan hanyalah Keanu.
'Aku tidak akan pernah membiarkan Keanu jatuh ke tangan bajingan itu. Jika sampai pria itu menang, aku akan membawa putraku kabur dari kota ini, ke tempat di mana tidak akan ada yang mengenal kami,' gumam Tsamara yang saat ini sudah tidak melihat Rey karena telah menghilang di balik pintu.
Saat belum bisa menenangkan hati, Tsamara mendengar suara bernada ejekan dari Rayya yang bertanya.
"Aku sama sekali tidak pernah menyangka jika kamu memiliki suami muda, tampan dan juga berasal dari keluarga konglomerat. Sepertinya kamu adalah seorang wanita sangat hebat di masa lalu." Rayya berbicara sambil menatap ekspresi wajah Tsamara yang semakin pucat, seolah merasa malu.
Kemudian kembali mengejek karena jujur saja sangat muak pada wanita yang merupakan saingan dalam segala hal. "Apakah kamu mau menceritakan tentang masa lalumu bersama para pria yang tergila-gila padamu?"
Tsamara ingin sekali menanggapi dan berniat untuk membuka suara, tidak jadi melakukan itu begitu mendengar suara bariton dari Zafer.
To be continued...
__ADS_1