
Saat ini, Zafer dan Tsamara sudah berada di dalam mobil yang melaju membelah kemacetan jalanan ibukota yang hari ini adalah merupakan jam-jam pulang kerja.
Tsamara beberapa kali melirik sesuatu yang melingkar di dalam dan merasa khawatir jika putranya berapa karena lama tidak bersama.
"Kenapa harus macet segala? Bagaimana jika Keanu menangis?" Tsamara saat ini menoleh ke arah pria dibalik kemudian juga merasa kesal karena terjebak macet. "Tolong hubungi mereka! Apakah putraku menangis atau tidak?"
Zafer merasa sangat bodoh karena melupakan bahwa jalanan yang dilalui selalu macet. Padahal bisa menggunakan jalan lain untuk pergi menuju ke arah Mall yang menjadi tempat Keanu bersenang-senang hari ini.
Merasa bahwa kekhawatiran Tsamara sangat berlebihan karena tadi sudah berpesan pada anak buah yang membawa Keanu, jika sampai anak laki-laki tersebut menangis atau terjadi masalah, harus segera menghubungi.
"Apa kamu lupa bahwa aku tadi berbicara pada mereka mengenai masalah Keanu?"
"Aku tahu dan masih ingat, tapi tetap saja merasa khawatir dan ingin melihat apa yang sekarang dilakukan putraku." Tsamara berbicara dan masih tidak mengalihkan perhatian dari pria yang akhirnya mulai menuruti perintahnya.
Karena tidak ingin melihat wajah Tsamara yang dipenuhi oleh kekhawatiran, akhirnya Zafer meraih ponsel yang ada di balik saku jas.
Tidak hanya itu, karena merasa risi, melepaskan jas dan memberikan pada Tsamara. "Bawa ini!" Kemudian langsung memencet tombol panggil dan menunggu diangkat oleh pekerjanya.
Sengaja Zafer melakukan video call karena ingin melihat secara langsung apa yang dilakukan oleh Keanu dan akan menunjukkan pada Tsamara bahwa anak kecil itu sedang baik-baik saja karena asyik dengan berbagai macam permainan. Bahkan mungkin sudah melupakan sang ibu.
Hingga panggilan dijawab dan melihat anak buahnya tengah berdiri di dekat area permainan yang ada di Mall milik keluarga.
"Iya, Bos."
__ADS_1
"Aku ingin melihat apa yang sedang dilakukan oleh Keanu?" Zafer masih tidak berniat untuk memberikan ponsel miliknya kepada Tsamara karena ingin melihat sendiri.
Sementara itu, pria yang saat ini sedang menemani anak kecil dan terlihat seperti seorang ayah karena dari tadi dengan sabar mengikuti langkah anak kecil itu yang seolah tidak pernah merasa capek karena ingin mencoba semua permainan.
Kini, langsung menunjukkan dengan mengarahkan kamera ke belakang. "Itu, Tuan Zafer. Tuan Keanu saat ini sedang menikmati permainan Bumper Car."
Zafer yang saat ini bisa melihat bahwa putra Tsamara asyik dengan dunia sendiri ketika bermain bumper car yang dikendarai sendiri dan pastinya sangat seru.
Apalagi Keanu bisa berkeliling lintasan dan beberapa kali bertambah akan dengan pengendara mobil lain, tetapi terlihat tertawa seperti sedang menunjukkan kesenangan.
Karena tidak ingin membuat Tsamara penasaran, sehingga ia langsung memberikan ponsel miliknya dan berharap wanita itu melihat sendiri betapa bahagianya anak kecil yang bahkan sudah melupakan sang ibu.
Sementara itu, Tidak yang tadi menerima jas milik Zafer dan tidak bisa menolak, sehingga berada di pangkuan. Begitu melihat dari ponsel yang baru saja diberikan oleh Zafer, kini tidak berkedip menatap putranya yang terlihat sangat senang dengan sesekali tertawa ketika bermain Bumper Car.
Ia hanya terdiam saat menatap intens wajah bahagia putranya di seberang telpon. "Putraku yang terlihat tertawa bahagia, seolah saat ini benar-benar melupakanku."
"Bukankah tadi aku sudah mengatakannya padamu? Keanu pasti sangat senang dan tidak mau diajak pulang. Harusnya kamu sudah tahu hal itu. Aku saja yang belum punya anak sudah bisa menebak seperti apa yang dirasakan Keanu." Zafer kembali mengemudikan mobil perlahan setelah kemacetan agak berkurang.
Jadi, berbicara tanpa menoleh ke arah Tsamara dan seolah mengejek wanita itu agar tidak kembali berlebihan saat berpikir putranya tengah menangis.
"Kamu benar. Aku tidak tahu karena belum pernah mengajak putraku bermain di area permainan dalam Mall." Tsamara saat ini terlihat menyunggingkan senyuman begitu melihat putranya masih ingin naik Bumper Car begitu waktu telah habis.
"Bahkan sepertinya putraku tidak mau pulang jika terus-terusan berada di sana. Aku sangat yakin jika Keanu sudah banyak menghabiskan uang hanya untuk bermain. Hal yang tidak bisa kulakukan padanya karena ingin hidup hemat tanpa berfoya-foya."
__ADS_1
Tsamara selama ini menabung untuk biaya sekolah Keanu karena menjadi single parent dan tidak menerapkan pola hidup mewah ataupun bersenang-senang terlalu berlebihan pada putranya.
Mungkin sesekali Tsamara akan menyenangkan putranya dengan mengajak ke area minimarket di dekat rumah yang di depannya ada beberapa permainan dan pastinya jauh lebih murah daripada yang berada di Mall besar.
Apalagi semua yang ada di Mall pasti harganya mahal dan bagi kalangan menengah ke bawah akan berpikir dua kali untuk bersenang-senang di sana.
Mengingat bahwa mencari uang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, jadi harus berhemat agar uang terkumpul Dan suatu saat bisa untuk membiayai sekolah Keanu yang semakin lama pasti akan sangat mahal.
Meski sangat berbeda bagi kalangan ke atas yang memiliki penghasilan besar ataupun merupakan keturunan konglomerat yang tidak perlu bersusah payah untuk mencari uang karena harta keluarga tidak habis tujuh turunan.
Tsamara saat ini ingin tahu permainan apa saja yang dilakukan oleh putranya yang bahkan sudah berjam-jam lamanya.
"Apakah dari tadi berada di Timezone?"
"Iya, Nyonya Tsamara. Tadi saya mengajak tuan Keanu untuk pergi makan dan tidak mau karena asyik main. Jadi, saya berinisiatif untuk membelikan roti dan menyuapi agar tidak merasa lapar."
Tsamara merasa terkejut karena putranya belum makan, sedangkan ia tadi sangat lahap menikmati makanan di dalam kamar hotel sebelum bercinta dengan Zafer.
"Pasti putraku saat ini lapar, tapi tidak memperdulikan karena lebih asyik main. Apakah putraku tadi mencoba semua permainan?" Tsamara yang saat ini masih melihat ke arah putranya yang berada di Timezone dan memang diketahui menjadi permainan favorit banyak orang, baik anak kecil maupun dewasa.
"Iya, Nyonya. Tadi tuan Keanu bermain Pump It Up Bumper Cars, Virtual Rabbids, VR Dark Mars, New Arcade Basketball dan Maimai. Hampir semua dicoba. Sepertinya tuan Keanu tidak akan pernah berhenti jika bukan Anda yang mengajak pulang karena tidak mungkin saya memaksa."
To be continued...
__ADS_1