Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Menjerumuskan putra sendiri


__ADS_3

Erina yang belum sempat membuka suara untuk bertanya pada putranya yang saat ini menatap dengan kesal. "Sebenarnya apa yang terjadi hingga membuatmu berakhir tidur di sini tanpa memilih kedua istrimu?"


Tentu saja bukan hanya Rayya yang merasa penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada putranya hari ini setelah menyuapi Tsamara dan berakhir di kamar tamu.


Zafer yang merasa gagal ingin menenangkan diri dengan tidur di kamar tamu, saat ini terpaksa menceritakan mengenai pembicaraan beberapa saat lalu bersama Tsamara karena ingin mengetahui apakah sang ibu sudah mendengar mengenai penyakit yang diderita istri pertamanya tersebut.


Kemudian mulai menceritakan laporan kesehatan yang tadi sempat dibaca dan benar-benar membuatnya merasa shock karena pertama kali mengetahui bahwa Tsamara memiliki riwayat penyakit kelamin yang tentu saja dianggap sangat menjijikkan bagi siapapun yang mendengar.


"Jadi, seperti itu ceritanya, Ma." Bergidik ngeri dengan tubuh bergetar ketika membayangkan penyakit kelamin yang terdengar sangat menakutkan.


"Apakah kalian sudah mengetahui hal ini? Bukankah sebelum menikahkan aku dulu sudah memeriksa latar belakang sekaligus semua hal yang berhubungan dengan Tsamara?"


Saat ini, Erina tidak langsung menjawab karena ada sesuatu yang menjadi bahan pertimbangan. Sebenarnya selama ini sudah mengetahui tentang hal itu dan menganggap tidaklah menjadi masalah besar karena itu bukanlah penyakit mematikan ataupun menakutkan.


'Aku pikir Tsamara akan merahasiakan mengenai penyakit yang pernah didapatkan saat hamil dulu. Ternyata hari ini mengungkapkan pada Zafer. Itu menandakan bahwa Tsamara sama sekali tidak ingin disentuh oleh putraku dengan beralasan mengenai penyakit yang bahkan sudah sembuh total setelah melahirkan.'


'Apa yang harus kukatakan pada putraku mengenai hal ini. Ada dua hati yang harus diperhatikan dan membuatku merasa ragu sekaligus bingung berkomentar seperti apa.'


Erina saat ini sibuk bergumam sendiri di dalam hati karena masih sangat kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari putranya tersebut.


Berpikir bahwa jika mengatakan pada putranya mengenai penyakit Tsamara sudah sembuh total dan tidak akan kembali lagi, khawatir jika menantu perempuannya tersebut kesal karena usaha untuk berbohong gagal.


Namun, jika membohongi putra sendiri dengan membela Tsamara, merasa bersalah dan berdosa. 'Apa yang harus kukatakan pada putraku?'


Sementara itu, Zafer saat ini menyipitkan mata begitu melihat sang ibu hanya diam ketika ditanya. Hal yang semakin membuatnya merasa curiga bahwa orang tuanya sudah mengetahui mengenai penyakit Tsamara, tetapi tetap menyuruh untuk menikahinya.

__ADS_1


"Jadi, kalian menjerumuskan putra sendiri agar tertular penyakit kelamin setelah menikah dengan Tsamara? Sepertinya papa dan Mama ingin aku hidup menderita dengan menyandang penyakit."


Membayangkan hal itu, ia merasa sangat marah pada orang tuanya karena berpikir bahwa tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari mereka.


"Apakah kalian sangat membenciku? Hingga ingin menyingkirkanku dari sini dan juga dunia ini jika sampai terkena penyakit menular?" Zafer mengakhiri cerita dengan terbahak karena merasa miris saat mengetahui tidak ada yang menyayangi sebagai anak.


Seperti mendadak kehilangan orang tua setelah mengetahui kenyataan hari ini. Hanya karena Tsamara mengungkapkan segalanya, ia bisa mengerti seperti apa orang tuanya.


Bahkan saat ini merasa bingung harus senang atau bersedih karena tidak selamanya dibohongi oleh Tsamara, sehingga mengetahui bagaimana orang tuanya.


"Apa yang harus kulakukan sekarang jika orang tuaku sudah tidak menginginkanku?" Terdengar suara bernada kegetiran defensive yang saat ini menghiasi ruangan kamar tamu tersebut.


Tentu saja saat ini Zafer merasa sangat kecewa pada wanita paruh baya yang berada di hadapannya tersebut hanya diam tanpa membuka suara. Seolah apa yang terlintas di pikirannya saat ini benar-benar merupakan kenyataan.


'Kenapa mama masih diam saja saat aku membutuhkan jawaban? Apakah aku adalah anak hasil adopsi dan bukan merupakan keturunan keluarga Dirgantara yang sesungguhnya? Apakah mungkin seperti di dunia novel ataupun film saat ada bayi yang tertukar?'


Ia saat ini masih memikirkan berbagai macam kemungkinan buruk yang bisa saja dilewatkan dan tidak diketahui. Jadi, hari ini ingin bertanya pada sang ibu agar menghilangkan keraguan mengenai status apakah merupakan anak kandung atau anak hasil adopsi.


Saat Zafer berniat untuk membuka mulut bertanya, meringis kesakitan ketika mendapatkan pukulan pada lengan.


Erina yang tengah berpikir harus menjaga dua hati antara putra dan menantunya, tetapi mendengar Zafer berbicara konyol.


Tentu saja hal itu membuatnya merasa sangat emosi, serta kesal dan memilih untuk melampiaskan pada putranya tersebut. Erina mengangkat tangan ke atas dan mengarahkan dengan cukup kuat pada lengan dan punggung Zafer.


"Dasar bodoh! Selama ini Mama telah salah mendidikmu karena terlalu memanjakanmu dengan memberikan apapun yang kamu inginkan. Lihatlah sekarang, hanya balasan ini yang kudapatkan."

__ADS_1


"Putraku sendiri mengatakan tidak disayangi, setelah kukandung selama 9 bulan, kurawat berpuluh-puluh tahun dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Apakah ini yang kamu sebut orang tua tidak menyayangimu?"


Wajah Erina saat ini memerah karena dikuasai oleh amarah, sehingga tidak bisa menahan diri untuk terlalu bersabar pada putranya yang salah paham dengan diamnya karena tidak langsung menjawab.


Padahal tengah mempertimbangkan dengan matang agar tidak ada yang salah paham ataupun terluka di antara putra dan menantu perempuan yang sama-sama disayangi dan memiliki arti penting di hati.


Zafer yang saat ini merasakan panas pada lengan dan punggung karena sang ibu sangat kuat memukul, seolah melampiaskan semua kekesalan padanya.


Bahkan saat ini ia merasa dibuat kebingungan dengan sikap dari wanita paruh baya yang memang sudah merawat dari kecil hingga sekarang. Namun, masih bimbang dengan apa yang terjadi antara dirinya dan Tsamara yang menjalani pernikahan tanpa cinta dan penuh keterpaksaan.


"Astaga! Sakit, Ma! Jangan terus memukuli aku saat sedang dilanda kegalauan seperti ini karena memikirkan kalian yang sepertinya lebih menyayangi Tsamara daripada aku." Baru saja menutup mulut, Zafer kembali mendapatkan pukulan tiba-tiba pada kepala dan itu merupakan hal yang paling dibenci.


"Apa perlu Mama memukul kepalamu dengan lampu tidur agar bisa kembali normal?" Masih sangat marah karena Zafer tetap saja meragukan kasih sayangnya sebagai seorang ibu dan juga tidak menghargai orang tua yang sudah memberikan semua hal terbaik selama ini.


Bahkan Erina menjadi saksi saat sang suami sangat bekerja keras agar memberikan penghidupan yang layak bagi putranya. Sementara ia berperan sebagai ibu rumah tangga yang baik untuk menjadi istri sekaligus ibu dari putra satu-satunya tersebut.


Namun, hari ini diragukan oleh putra sendiri hanya karena masalah Tsamara yang menceritakan mengenai masa lalu. Erina bahkan tidak bisa marah pada menantunya tersebut, sehingga memilih untuk melampiaskan pada putranya yang dianggap sangat bodoh.


"Mama, bukankah sudah mengetahui aku paling benci dipukul pada bagian kepala?" sarkas Zafer dengan wajah memerah saat menahan kemurkaan ketika kepalanya baru saja mendapatkan pukulan sangat kuat dari wanita yang masih diragukan kasih sayangnya.


"Mama ingin kepalamu mengalami amnesia agar berubah menjadi pria yang baik dan meninggalkan sifat burukmu itu. Apakah kamu masih meragukan kami yang selama ini mencurahkan kasih sayang penuh padamu?"


Dengan mengarahkan tatapan tajam mengintimidasi ketika menatap putranya yang saat ini tidak langsung menjawab pertanyaan, seolah masih meragukan kasih sayang darinya.


"Bagaimana aku tidak merasa ragu jika hari ini mengetahui bahwa Mama dan papa tetap saja menikahkanku dengan Tsamara setelah mengetahui bahwa wanita itu memiliki penyakit kelamin."

__ADS_1


"Bukankah itu sama saja menjerumuskan putra sendiri dan jika sampai aku tertular penyakit dan akhirnya mati, apakah kalian merasa senang dan akan menjadikan Tsamara sebagai putri satu-satunya di keluarga ini?"


To be continued...


__ADS_2