
Beberapa saat lalu, Zafer buru-buru mandi untuk kedua kalinya setelah berhasil memuaskan hasrat dengan penuh gairah pada Tsamara.
Bahkan selama di dalam kamar mandi, tidak berhenti tersenyum ketika mengingat momen percintaan panas bersama dengan wanita yang jelas-jelas telah menolaknya tersebut.
Seperti merasa ada sensasi kenikmatan luar biasa didapatkan saat bercinta dengan wanita yang menolak, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena kondisi tidak memungkinkan untuk bisa menghindar atau pun berteriak melawan.
Merasa sangat senang karena anak laki-laki yang masih tidur di atas ranjang menjadi penyebab Tsamara tidak bisa menolak perbuatannya.
Zafer bahkan beberapa kali bersiul setelah selesai mandi dan kembali berpakaian. Kemudian langsung berjalan keluar dari ruangan kamar tamu yang membuatnya merasa telah mengalami keberuntungan.
Hingga begitu berjalan, melihat wanita yang duduk di kursi roda keluar dari lift dan Zafer tersenyum smirk begitu mendengar apa yang dikatakan oleh Tsamara.
Refleks ia langsung berjalan mendekat dan mendorong kursi roda. Kemudian mengungkapkan niatnya untuk mengajak wanita itu berangkat bersama. Berpikir jika wanita itu tidak akan lagi berani menolak karena tadi sudah memberikan sebuah hukuman.
Zafer beralih menatap ke arah kepala pelayan. "Karena kami terburu-buru, nanti tolong katakan pada mama dan papa, bahwa kami pergi dulu tanpa sarapan."
"Baik, Tuan," sahut sosok wanita paruh baya yang saat ini tengah berjalan mengekor majikan sambil masih menggendong anak laki-laki yang mulai bergerak dan bangun dari tidur.
"Mama," seru Keanu yang baru saja membuka mata dan menyadari ada di gendongan sosok wanita yang bukan merupakan ibunya.
Sementara itu, Tsamara yang sama sekali tidak pernah menyangka jika akan bertemu dengan Zafer dan berangkat bersama, hendak menolak, tapi tidak jadi melakukan begitu mendengar suara dari Keanu.
Akhirnya Tsamara tidak ingin membuat keributan di pagi hari dengan menolak ajakan dari Zafer yang ingin mengantar ke kontrakan. Ia saat ini hanya mengulurkan tangan pada putranya agar berpindah ke pangkuan.
"Mama di sini, Sayang. Putraku yang tampan sudah bangun rupanya. Kemarilah."
Kepala pelayan yang dari tadi menggendong anak laki-laki tersebut, segera menurunkan di pangkuan majikan perempuan. "Sepertinya Tuan Keanu merasa tidak nyaman berada di gendongan saya, Nyonya Tsamara."
Tsamara saat ini hanya menggeleng perlahan karena tidak membenarkan perkataan dari wanita paruh baya tersebut. "Bukan seperti itu karena putraku memang selalu terbiasa bangun pagi hari. Namun, entah mengapa hari ini bisa kesiangan."
__ADS_1
Kemudian mengusap rambut putra kesayangan yang berada dalam dekapan dan terlihat tengah bermanja-manja padanya.
Sementara itu, Zafer saat ini hanya tersenyum menyeringai dan menanggapi perkataan yang dianggap seperti memancingnya untuk mengungkit masalah percintaan panas beberapa saat lalu di dalam kamar.
"Mungkin Keanu mengerti bahwa kamu sangat lelah dan merasa nyaman tidur di ranjang empuk kamarku. Sepertinya Keanu adalah anak yang sangat pengertian pada orang tua."
Sementara itu, Tsamara yang mengerti apa maksud dari perkataan Zafer saat ini adalah ingin menyindir dan mengungkit tentang percintaan mereka tadi. Namun, tidak ingin berkomentar apapun dan memilih fokus pada putranya.
Ia merasa sangat terkejut begitu merasakan sentuhan tangan Zafer pada kepalanya.
Meskipun tertutup oleh hijab, Zafer bisa melihat bahwa rambut Tsamara saat ini masih basah. "Seharusnya kamu tadi mengeringkan rambutmu terlebih dahulu sebelum memakai hijab seperti ini."
Entah mengapa Zafer merasa sangat senang bisa menggoda wanita yang dari tadi hanya diam tanpa menanggapi apapun yang dikatakan. Semakin ia diam, Zafer sangat bersemangat untuk menggoda.
Bahkan jawaban Tsamara terdengar seperti tengah menahan kekesalan sekaligus amarah dan membuatnya hanya tersenyum simpul.
Ia baru saja berhenti mendorong kursi roda begitu tiba di dekat mobil berwarna hitam miliknya yang sudah disiapkan oleh pelayan di rumah. Selama ini tidak memakai jasa sopir karena lebih suka mengemudi sendiri.
"Kamu benar juga. Aku pun juga tidak sempat melakukannya karena sedang terburu-buru sepertimu." Kemudian ia langsung membantu Tsamara untuk masuk ke dalam mobil dengan cara menggendong ibu dan anak tersebut.
Meskipun sangat kesusahan, tetapi saat ini merasa senang karena Tsamara tidak lagi menolak dan membantah apapun yang dikatakan.
Tsamara benar-benar merasa sangat terkejut begitu mengetahui bahwa Zafer langsung menggendong tanpa menurunkan Keanu terlebih dahulu dan pastinya sangat berat.
Apalagi melihat jika pria itu seperti tengah menahan beban berat ketika menggendongnya bersama Keanu.
"Seharusnya kamu menggendong Keanu dulu agar tidak terlalu berat." Tsamara merasa tidak tega melihat Zafer seperti menahan beban berat ketika menggendong.
Sementara itu, Zafer sama sekali tidak menjawab karena merasa lega begitu berhasil menurunkan ibu dan anak tersebut di kursi depan.
__ADS_1
Kemudian berjalan memutar dan segera masuk ke dalam mobil. Begitu duduk di balik kemudi, menoleh sekilas ke arah ibu dan anak tersebut. "Anggap saja yang kulakukan barusan adalah bayaran dari perbuatanmu tadi yang melayaniku dengan baik."
Saat Zafer menyalakan mesin mobil dan langsung mengemudikan kendaraan meninggalkan rumah keluarga besarnya, merasa puas karena telah berhasil membuat Tsamara sama sekali tidak bisa melawan ataupun berkata pedas seperti biasa.
Saat ini, Tsamara yang dari tadi masih menahan diri agar tidak terpancing amarah atas perkataan pria di sebelah kanan tersebut saat menganggapnya seperti wanita bayaran sebagai pemuas nafsu.
'Sabar. Pria itu memang sengaja ingin membuatmu kesal sekaligus marah. Jangan terpancing suasana karena diam lebih elegan dari pada berteriak dengan penuh emosi.'
Tsamara yang hanya bisa mengungkapkan semua keluh kesah di dalam hati, kini berusaha untuk berpikir jernih dan tidak terpancing oleh semua perkataan Zafer yang seperti sengaja membuatnya marah.
Entah mengapa, saat ini Tsamara seperti kembali menjadi dirinya yang dulu ketika berada di dekat pria dengan fokus mengemudi tersebut. Tsamara seperti menjadi seorang wanita berbeda ketika berada di dekat Zafer.
Jika dulu saat bersama dengan suami pertama, menjadi wanita pemalu, sedangkan di dekat suami kedua, berubah liar dan terakhir adalah ketika berada sama dengan Zafer, seolah semua sifatnya bercampur menjadi satu.
Semua sifat Tsamara seolah menjadi satu dan sayangnya tidak bisa berbuat apapun karena kondisi yang tidak memungkinkan. Mungkin, jika tidak cacat, sudah kabur dari kuasa Zafer tadi yang memperkosanya. Namun, seperti sangat pasrah karena khawatir jika putranya terbangun dari tidur dan melihat perbuatan Zafer yang memaksa untuk dilayani.
Antara lemah dan kuat menjadi satu kesatuan yang membuat Tsamara tidak berkutik saat ini dan merasa tertampar dengan sindiran ketika menyebut masalah bayaran.
Tidak bisa menahan pertanyaan yang ada di dalam hati, kini Tsamara membuka suara begitu menoleh pada pria di balik kemudi saat sedang fokus mengemudi.
"Apakah kamu ingin mengatakan bahwa aku adalah seorang pelacur?" tanya Tsamara dengan suara yang terdengar dipenuhi oleh kegetiran defensif. "Hingga menganggap bahwa apa yang kau lakukan hari ini adalah sebuah bayaran atas perbuatanmu yang memintaku untuk melayani nafsumu?"
Sementara itu, Zafer sama sekali tidak memperdulikan pertanyaan tersebut karena masih fokus menetap ke arah jalanan yang mulai dipenuhi lalu lalang kendaraan. Namun, di dalam hati merutuki kebodohan karena wanita tersebut salah paham dengan candaan darinya.
'Apa ia tidak bisa membedakan yang mana candaan dan serius? Kenapa menanggapi apa yang kukatakan dengan menyebut pelacur? Bahkan saat ini merupakan istri yang sah.'
'Apa Tsamara melupakan fakta itu?' gumam Zafer yang saat ini memilih untuk melajukan kendaraan dengan menambah kecepatan untuk melampiaskan kekesalan atas pertanyaan konyol wanita yang masih menatap dengan tajam.
To be continued...
__ADS_1