
"Apakah pria itu telah mencuci otak Rayya dengan memberikan pengaruh buruk? Hingga tidak bisa berpikir jernih dan membedakan mana yang baik ataupun jelek." Raymond menoleh ke belakang untuk mengikuti arah pandang dari pria paruh baya di hadapannya tersebut.
Melihat kesombongan dari pria itu, seolah membuat Raymond merasa sangat marah sekaligus dendam dan berniat untuk membalaskan semua hal yang terjadi.
"Aku juga tidak tahu. Asal kamu tahu bahwa aku sangat menyukaimu dan berharap kamulah yang menjadi menantuku. Namun, sepertinya semuanya tidak mungkin karena Rayya telah menikah dengan pria itu," ucap Leon yang berbicara dengan masih menatap ke arah punggung lebar Zafer.
Bahkan saat ini sibuk mengumpat di dalam hati karena ulah pria tersebut, jadi gagal melaksanakan rencana untuk meminta bantuan dari Raymond yang saat ini sangat sukses.
'Raymond jauh lebih sukses karena mempunyai bisnis sendiri dan memulai dari bawah tanpa campur tangan orang tua. Sementara Zafer, terlihat arogan dan berkuasa. Namun, sebenarnya hanya bersembunyi di balik kekuasaan dari orang tua.'
'Hingga saat ini putriku juga menjadi korban karena harus bersembunyi di balik layar sebagai menantu keluarga Dirgantara yang menjunjung tinggi nama baik mereka.'
Leon saat ini tengah memutar otak untuk mencari jalan keluar dari bisnisnya yang hampir saja bangkrut. Merasa jika mempunyai menantu yang tidak berguna karena tidak bisa membantu untuk mengeluarkan dana, berniat untuk merendahkan harga diri di depan Raymond.
Namun, dari tadi merasa ragu untuk berbicara dan kini mendengar tanggapan dari Raymond mengenai pernikahan Rayya.
"Paman memang benar karena tanpa persetujuan dari Rayya, mana mungkin aku bisa menikahinya. Namun, ketika Rayya mengatakan ingin menikah denganku setelah bercerai dengan pria itu, aku tidak akan menolak karena masih sangat mencintainya."
__ADS_1
Hanya saja, kenapa aku merasa ada sesuatu hal yang Paman sembunyikan dariku. Wajah Paman terlihat sangat jelas tertekan seperti banyak masalah. Tidak mungkin ini adalah karena masalah Rayya yang menikah dengan pria itu, bukan?"
Tentu saja jawaban Raymond seolah angin segar bagi Leon Pratama karena berpikir masih mempunyai harapan memiliki menantu laki-laki seperti pria di hadapannya tersebut.
"Kamu memang pria yang sangat luar biasa, Raymond. Itulah kenapa aku sangat mendukungmu untuk menjadi pasangan putriku karena sangat yakin jika bisa membahagiakan Rayya selamanya."
"Mengenai wajahku yang tertekan ini memang sedang mengalami masalah. Kamu tidak perlu tahu. Aku akan menyelesaikannya."
Leon memberikan kode pada pria di hadapannya tersebut agar menikmati makanan yang tadi dipesan dan sudah dingin gara-gara kedatangan Zafer.
"Katakan saja, Paman. Siapa tahu aku bisa membantu." Raymond berbicara sambil menikmati makanan dan mengunyah perlahan.
Bahkan dulu melarang untuk menikah selain dengan Rayya dan Raymond kecil semenjak saat itu berjanji untuk menepati janji.
Akan tetapi, sama sekali tidak pernah menyangka jika Rayya yang mengkhianati dan berpaling dari janji yang diminta.
'Kamu melanggar janji kita, Rayya. Sepertinya aku perlu mengingatkanmu mengenai hal itu. Janji harus ditepati dan kamu harus membayar mahal telah mempermainkanku dengan caraku. Aku akan memberikanmu hukuman, agar menyadari kesalahan.'
__ADS_1
'Pria bernama Zafer yang sangat arogan itulah yang akan mewakilinya. Aku akan membuatmu berlari padaku dan memohon untuk menikahimu.'
Raymond yang sama sekali tidak terima dengan penghinaan dari Rayya karena mengkhianati janji, saat ini merencanakan sesuatu di kepala dan akan melaksanakan rencana, tapi harus menyusun secara rapi apa yang akan dilakukan pada pria bernama Zafer yang dianggap sangat arogan tersebut.
Saat Raymond berputar dengan pikiran yang tengah merencanakan untuk mencelakakan Zafer, mendengar suara bariton dari Leon Pratama saat menceritakan mengenai bisnis yang terancam bangkrut dan sedang mencari investor.
Begitu mengetahui bahwa takdir berpihak padanya, Raymond tersenyum pada pria paruh baya tersebut.
"Aku akan membantu Paman. Anggap saja ini adalah bantuan kecil dariku saat tadi mengatakan bahwa aku menantu idaman."
Wajah yang tadinya dipenuhi oleh kekhawatiran itu seketika berubah berbinar karena merasa mendapatkan angin segar saat Raymond mau menjadi investor untuk bisnisnya yang terancam bangkrut.
"Benarkah? Kamu serius? Padahal Rayya telah membuatmu kecewa, tapi kamu masih bisa bersikap baik padaku. Sayang sekali putriku tidak menikah denganmu karena aku sangat menyukaimu dan menginginkan kamulah yang menjadi menantu laki-laki."
"Pasti akan sangat menyenangkan jika kita menjadi mertua dan menantu pergi bersama kemana pun. Bisa berbisnis ataupun bersantai dengan bermain golf, atau pergi main billiard dan bowling mungkin."
Leon Pratama semakin menyukai pria di hadapannya tersebut dan berbanding terbalik ketika memikirkan Zafer karena hanya merasa marah jika mengingat sikap kasar menantunya tersebut.
__ADS_1
'Aku harus membuat Rayya bercerai dengan Zafer, agar bisa menikah dengan Raymond. Karena pria ini merupakan suami idaman yang bisa membahagiakan Rayya selamanya,' gumam Leon Pratama yang saat ini tengah menyusun rencana untuk memisahkan putrinya dengan suami.
To be continued...