Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Memposisikan diri


__ADS_3

'Sial! Kenapa Zafer cepat sekali pulang saat mencari ayah mertua? Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku akan semakin diejek oleh Tsamara jika mematikan telepon.'


"Namun, jika Zafer mengetahui apa yang kulakukan sekarang, Pasti akan sangat marah dan hubungan kami kembali merenggang. Tidak, aku tidak butuh tanggapan Tsamara saat ini karena yang penting adalah Zafer tidak marah dan membenciku,' gumam Rayya yang saat ini beralih berbicara dengan Rey.


"Sepertinya kita sambung lain kali karena suamiku datang dan aku tidak ingin ada kecemburuan yang mengganggu keharmonisan rumah tanggaku."


Belum sempat Rey berbicara untuk menanggapi, Rayya langsung mematikan sambungan telpon dan berjalan keluar dari ruangan kamar tanpa memperdulikan Tsamara yang mungkin berpikir bahwa ia hanyalah seorang pengecut.


Tanpa memperdulikan pemikiran Tsamara karena lebih mementingkan apa yang dipikirkan oleh Zafer, Rayya berniat untuk berbasa-basi dengan menyapa mertua yang baru saja pulang.


Bahkan juga akan bertanya dari mana dan kenapa ayah mertua tidak pulang dari tadi dan membuat sang istri sangat khawatir, sehingga mengganggu waktu istirahat mereka yang sangat nyaman.


Saat Rayya hendak menuruni anak tangga, tidak jadi melakukan karena mendengar perkataan dari pria paruh baya yang tak lain adalah ayah mertua.


"Padahal sebenarnya aku ingin memberikan kejutan, tapi akhirnya ketahuan karena kamu pergi bersama mama ke restoran." Adam Dirgantara yang sebenarnya beberapa saat lalu pergi ke restoran.


Tanpa sengaja bertemu dengan salah satu teman sekolah dan berbincang cukup lama hingga lupa waktu, sedangkan ponsel ada di mobil dan beberapa saat kemudian mati karena kehabisan daya.


Hingga mengetahui bahwa sahabatnya itu memilki usaha yang mengatur segala hal mengenai pesta kejutan. Jadi, mengungkapkan bahwa satu minggu lagi adalah hari ulang tahun pernikahan dan menyuruh sahabatnya untuk mengurus surprise.


Setelah mengungkapkan konsep yang diinginkan, temannya tersebut mengajak ke tempat usaha untuk melihat beberapa konsep acara yang tersimpan dalam file komputer. Kebetulan lokasi ada di dekat restoran dan langsung ke sana.


Saat hendak pulang, kebetulan bertemu dengan putranya karena mengetahui plat nomor mobil yang parkir di depan salah satu bangunan lantai satu tersebut.


Zafer dan Erina merasa sangat lega karena sudah menemukan pria paruh baya tersebut yang dari tadi dikhawatirkan.


"Lain kali, telpon dan mengabarkan bahwa kamu bertemu dengan teman, jadi akan pulang terlambat," seru Erina yang dari tadi tidak berhenti mengerucutkan bibir dengan wajah masam karena sangat mengkhawatirkan sang suami kerja di sesuatu hal buruk.

__ADS_1


"Bahkan Tsamara sangat lapar dan kamu malah asyik mengobrol dengan temanmu." Erina pun langsung berjalan menuju ke arah dapur sambil membawa sop buntut untuk Tsamara dan menyuruh pelayan memanaskan karena sudah sangat dingin.


Sementara itu, Zafer yang saat ini tengah menggendong Keanu karena tadi sang ayah mengeluhkan pegal tangan karena terlalu lama menggendong anak laki-laki tersebut. Berpikir tidak mungkin menidurkan di mobil karena sangat berbahaya jika ada orang jahat yang menculik.


Akhirnya sang ayah memberikan Keanu pada Zafer. "Jadi, pesta kejutan untuk ulang tahun pernikahan dilakukan di restoran mana, Pa? Aku jadi penasaran karena sudah terlanjur mengetahui."


Kini, Adam Dirgantara sama sekali tidak tertarik untuk menjelaskan dan memilih untuk menggelengkan kepala. "Nanti saja setelah semuanya diatur oleh temanku itu. Baru mengatakan. Padahal ini merupakan sebuah kejutan, jika menceritakan, berarti tidak lagi menjadi rahasia."


Gagal untuk memberikan kejutan pada sang istri hanya gara-gara pulang terlambat, sangat disesalkan oleh Adam Dirgantara saat ini dan memilih untuk menaiki anak tangga.


Sementara itu, Rayya yang berpura-pura kembali ke kamar agar tidak bertemu dengan pria paruh baya tersebut yang naik ke lantai atas.


Rayya saat ini sudah masuk ke dalam kamar untuk bersembunyi dan berniat untuk keluar lagi saat keluarga ke kamar Tsamara. "Jadi, pria tua itu akan membuat pesta kejutan untuk istri?"


"Keluarga Dirgantara akan berakhir saat malam itu dan mereka tidak sadar bahwa hari yang dianggap menjadi kebahagiaan akan menjadi akhir dari semua. Setelah acara pesta kejutan itu, mereka pasti akan pergi ke villa keluarga dan berakhir di sana."


Rayya saat ini sudah tersenyum bahagia karena tidak sabar untuk melihat kehancuran dari mertua yang dianggap sangat jahat karena tidak menganggapnya sebagai menantu.


"Tunggu giliranmu karena aku akan mengirimmu ke neraka, Tsamara." Tersenyum smirk dan kembali membuka pintu untuk melihat sang suami yang pastinya sudah membawa Keanu ke dalam kamar.


'Aku tidak akan membiarkan suamiku tinggal di kamar wanita cacat itu lagi.' Rayya yang berjalan sambil sibuk berguna sendiri di dalam hati menuju ke ruangan kamar yang ditempati oleh Tsamara dan berpikir bahwa seharusnya itu menjadi tempatnya.


Namun, keinginan gagal setelah melihat wanita itulah yang menempatinya karena perintah dari mertua yang ingin dihabisi. Rayya langsung membuka pintu tanpa mengetuk dan tidak melihat ada Zafer di dalam ruangan kamar.


"Apa lagi yang kamu inginkan?" tanya Tsamara yang tadinya bergerak untuk bersandar di punggung ranjang sambil menunggu mertua datang membawa putranya.


Rayya saat ini menyipitkan mata dan mengedarkan pandangan ke sekeliling. "Apa mereka belum naik juga ke sini?"

__ADS_1


Tsamara sebenarnya merasa sangat malas menanggapi pertanyaan yang dianggap konyol karena seharusnya ia yang bertanya. Apalagi dari tadi hanya berada di dalam kamar.


"Apa kamu tidak bisa melihat bahwa aku dari tadi di atas ranjang ini? Sementara kamu dari tadi. Memangnya kamu tidak menemui mereka di bawah?"


Saat Tsamara baru saja menutup mulut, melihat Zafer masuk sambil menggendong Keanu dan pemandangan itu terlihat sangat mengharukan.


Pertama kali melihat pria yang berstatus sebagai suaminya tersebut menggendong Keanu, seolah mempunyai harapan agar pria itu menjadi seorang ayah yang baik suatu saat nanti.


'Sebentar lagi, kamu akan menjadi seorang ayah dan semoga bisa memberikan kasih sayang penuh untuk dua anakmu. Saat itu terjadi, semoga aku sudah pergi dari sini karena tidak ingin Keanu melihatmu tidak memperdulikannya karena lebih menyayangi anak kandungmu.'


"Apa kamu dari tadi ada di sini?" tanya Zafer yang merasa heran sekaligus khawatir ada Rayya yang ternyata berada di dalam kamar Tsamara dan berpikir bahwa istri keduanya baru saja melakukan sesuatu hal buruk pada wanita yang berada di atas ranjang.


Zafer seketika memperhatikan Tsamara. Apakah masih baik-baik saja atau terluka karena perbuatan Rayya.


Hingga merasa lega ketika mendengar jawaban dari Rayya. "Aku berpikir kamu, papa dan mama ke sini setelah mendengar suara klakson mobil." Rayya memilih untuk berbohong demi hubungan dengan sang suami baik-baik saja.


Sementara itu, Zafer merasa lega karena sepertinya apa yang dikatakan oleh Rayya benar saat melihat Tsamara saat ini baik-baik saja dan tidak kesakitan.


Kemudian menurunkan Keanu di atas ranjang, lalu melirik sekilas ke arah Tsamara. "Apa kamu masih demam?"


Saat hendak menjawab, mendengar suara dari ibu mertua dan seketika bersitatap dengan sang suami.


"Zafer, kamu suapin Tsamara karena Mama dipanggil papamu!" ucap Erina yang saat ini berbicara tanpa menyadari ada Rayya yang ternyata berada di dalam kamar Tsamara.


Berpikir bahwa hanya ada Tsamara di dalam kamar dan Zafer membaringkan Keanu di atas ranjang, jadi tadi berbicara tanpa melihat ke sekeliling begitu masuk. Kini, melihat respon dari Rayya yang terlihat sangat kesal.


'Sepertinya Rayya tidak terima saat Zafer sekali menyuapi Tsamara. Padahal selama ini Tsamara selalu mengalah. Padahal juga merupakan istri sah dan berhak untuk mendapatkan apapun dari suami.'

__ADS_1


'Seharusnya Rayya bisa memposisikan diri sebagai Tsamara dan tidak menang sendiri seperti itu,' gumam Erina yang saat ini berjalan sambil membawa nampan berisi nasi dan juga sop buntut yang akan menjadi menu makan malam Tsamara.


To be continued...


__ADS_2